Warning! Tahap Revisi, ada beberapa kalimat yang masih dalam masa perbaikan jadi kalau masih ada yang salah di maklum aja yahh.
Pernikahan tanpa sebuah cinta, akankah mereka pada akhirnya saling jatuh cinta? dua insan yang sama sekali tidak saling mencintai di pertemukan. bahkan sampai mereka menikah pun mereka tetap bermain cinta dengan orang lain, saling memamerkan kekasihnya. Akankan mereka sanggup satu rumah bersama selama 5 tahun tanpa cinta, atau kah mereka menyerah dan saling mengejar cinta mereka?
Ayahnya Alvaro bilang kalau Alvaro ingin warisan dari ayahnya maka ia harus menikah dengan Desi selama 5 tahun pernikahan, kalau Alvaro gagal maka harta warisannya akan di sumbangan semua ke panti asuhan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16, Jalan-jalan
Desi membuka pintu kamar Alvaro, lalu ia melihat Alvaro sesang tidur dengan keadaan telungkup, Desi berjalan menghampiri Alvaro lalu membangunkan Alvaro.
"Varo bangun, " Desi menggoyangkan tubuh nya Alvaro dengan perlahan.
Varo membuka matanya lalu duduk di hadapan Desi, baru bangun dari tidur saja Alvaro langsung memukul kepala Desi menggunakan guling yang berada di sampingnya.
"Lu mau bunuh gue? " tanya Alvaro kesal, sambil menatap tajam ke arah Desi.
"Ya maaf lah, akukan gak tau, " balas Desi sambil memegang kepalanya, walaupun ia di pukul dengan guling namun tetap saja ia merasakan sedikit rasa sakit.
"Gak tau apanya? lu mah gak asik ah, udah ah gue lapar mau makan, udah hampir mati tau gak gue nungguin lu, " Alvaro turun dari tempat tidur nya dan pergi menuju meja makan.
Desi berjalan mengikuti Alvaro dari belakang, lalu Desi juga ikut duduk di samping Alvaro, untung saja di lemari makanan masih ada beberapa makanan sisa yang masih enak ia makan. Alvaro dengan lahapnya memakan semua makanan yang ada di sana, bahkan Desi yang melihatnya sampai menggelengkan kepalanya.
"Kalau makan tuh hati-hati, nanti keselek tau gak, " Desi benar-benar takut Alvaro tersendat karena cara makannya yang menurut Desi sangat benar-benar tidak habis pikir.
Padahal Alvaro hanya baru gak makan beberapa jam saja, tapi sudah mengalahkan orang yang baru makan setelah satu minggu gak makan. Desi berjalan mengambilkan air minum untuk Alvaro, lalu setelah ia mengambil nya ia langsung mengimpannya di samping Alvaro.
"Makasih, " Alvaro tersenyum ke arah Desi dengan keadaan mulut yang masih penuh dengan makanan.
Setelah menyimpan minum di meja Alvaro Desi kembali ke kamarnya, ada beberapa pakaian kotor yang harus ia cuci, " Kamu punya pakaian kotor gak? " tanya Desi yang berada di ambang pintu kamarnya, sambil menatap ke arah Alvaro.
"Ada di kamar, ambil aja, " balas Alvaro tanpa menatap ke arah Desi.
Desi berjalan masuk je kamar Alvaro, " Ya ampun ini kamar berantakan banget sih, " ucap Desi saat melihat isi kamar Alvaro yang berantakan.
Desi menghembuskan nafas kasar sambik berkacak pinggang, lalu setelah itu ia berjalan ke arah kasur Alvaro dan mulai membereskan kasus nya Alvaro, ia melipat selimut, dan juga membereskan seprai nya yang beantakan, dan juga menyimpan bantal dan guling pada posisi yang benar. Setelah itu ia membuka gorden di kamar Alvaro, dan juga mengambil beberapa sampah yang berserakan di lantai.
Setelah menurutnya rapi ia saat ini pergi untuk mengambil pakaian kotor nya milik Alvaro, lalu setelah itu ia kembali keluar dari kamar Alvaro, dan pergi ke kamarnya untuk mengambil pakaian kotor miliknya. Setelah mengambil beberapa pakaian kotor miliknya ia mulai pergi ke kamar mandi untuk memulai acara mencucinya.
"Eh, lu mau ngapain? " tanya Alvaro saat melihat Desi membawa box besar berisikan banyak pakaian kotor.
"Kamu gak liat aku bawa apa? " tanya balik Desi.
"Ya liat lah, kan mataku masih berfungsi dengan baik, tapi maksud ku adalah, mau nyuci nya di mana mesin cuci kan ada di sana, " Alvaro menunjukkan letak mesin cuci pada Desi.
"Aku gak mau pakai mesin cuci, kata ibuku kalau pakai mesin cuci tuh gak bersih maksimal, " balas Desi.
"Udahkan gak ada yang mau di tanyakan lagi? aku mau nyuci nih, " sambung Desi.
"Ya udah sana. "
"Eh nanti kalau gue gak ada berarti gue main sama Cinta yah, " sambung Alvaro.
"HM, " balas Desi singkat dari kamar mandi.
Setelah makan Alvaro langsung mencuci tangannya sambil menyimpan piring kotor bekas makannya di tempat cuci piring, lalu setelaj itu ia pergi ke kamarnya, karena hari ini ada janji dengan Cinta sang pujaan hati nya.
Ia pergi dan menganti pakaian nya, lalu setelab itu ia memberskan rambut nya yang terlihat berantakan, lalu setelah itu ia pergi deh keluar dari apartemen nya. Ia menaikin mobil nya lalu pergi menjemput kekasih tercintanya.
Sampailah Alvaro di depan rumah Cinta, rupanya Cinta sudah siap berada di sana, ia langsung saja masuk ke mobil Alvaro, setelah berada di dalam mobil Cinta langsung mencium kening Alvaro dengan manja.
"Lama banget sih, " ucap Cinta sambil cemberut.
"Maaf yah, biasa si Desi bikin aku kesel aja, " rayu Alvaro agar Cinta tidak marah padanya.
"Iya aku maafin deh, tapi lain kali jangan kayak gitu lagi yah, " Cinta memaafkan kesalahan Alvaro untuk saat ini.
"Baiklah kita berangkat sekarang yah, " Alvaro pun mulai memajukan mobilnya, mereka berencana untuk pergi ke sebuah tempat yang indah, tempat pertama kali mereka bertemu dan menjalin kisah cinta. Di sanalah awal mula cinta ini terbentuk.
*jika suami pergi bersenang dengan teman2 wanita sampai lupa waktu dan melupakan janji pada mu, apakah kau merasa itu benar atau salah
pakai akal sehat lah thor
*misal author pergi kerja atau apalah dan suami dengan entengnya membawa sahabat wanita kedalam rumah mu (saat kau pergi), suamimu dan wanita itu berduaan saja di dalam rumah, apakah menurut author yang dilakukan suamimu itu salah atau benar
pakai akal sehat, pakai tolak ukur dirimu Thor jika kau anggap itu benar maka novel ini tidak masalah
tapi kalau kau anggap salah, maka kau egois, karena saat suami yang lakukan kau anggap salah, tapi saat desi (sudut pandang mu) malah kau benarkan
jadi wanita yang berfikir waras