Lige adalah seorang gadis yang hidup dizaman modern. Lige adalah pemimpin dari satu organisasi besar yang setiap minggu atau bahkan setiap harinya selalu menghabisi nyawa orang.
Ya, Lige adalah seorang Queen mafia, ia terkenal sangat dingin, kejam dan bengis.
Namun siapa sangka, dalam misinya ia harus dihianati oleh orang kepercayaanya sendiri hingga merenggut nyawanya.
Tanpa ia sangka, rohnya terbang menuju zaman kuno pada zaman kerajaan. Roh nya menempati tubuh seorang gadis yang baru saja dinyatakan meninggal.
Zaman dimana yang kuat berkuasa dan yang lemah tertindas.
"Tubuh siapa ini? dunia apa ini? kenapa sangat berbeda? apa aku berpindah dimensi?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Sepanjang hari HuaChan berkeliling di kotanya, Ia sama sekali tidak dikenali oleh siapapun, penyamaran yang ia buat memanglah sangat jenius. Ia terus berkeliling dan mendengar semua ucapan dan perkataan dari setiap rakyatnya.
HuaChan sama sekali tidak memikirkan bagaimana jika di istana ia dicari oleh sang Ayah. Karena sekarang ini, HuaChan harus mengikuti pelatihan bagaimana menjadi pemimpin yang baik, ia harus mempelajari setiap teori teori politik yang ada didalam istana.
Namun semua itu tidaklah berguna bagi HuaChan, ia hanya ingin belajar langsung dari apa yang ia lihat dan ia dengar dari setiap aspirasi rakyat dengan mencoba menjadi rakyat biasa, dan membaur didalam kerumunan rakyat.
Sekarang ia sudah ada didalam sebuah kedai, dimana banyak sekali orang orang, baik itu pejabat istana maupun rakyat biasa yang mempunyai banyak harta. Ia disana hanya untuk mengobrol dan berbincang dengan orang kepercayaannya diluar istana, Xia Mo.
HuaChan masuk kedalam sebuah ruangan bersama dengan Xia Mo.
"Bagaimana?" Tanya HuaChan.
"Seperti yang Anda lihat, Yang Mulia." Jawab Xia Mo.
"Berhenti memanggilku yang mulia." Ucap HuaChan yang tidak ingin dipanggil Yang Mulia disaat ia sedang menyamar.
"Baik." Xia Mo hanya mengangguk mengerti, ia sudah paham betul bagaimana sifat dan karakter dari tuan juga sahabatnya ini.
"Klinik Londong sudah dibuka, apa kau tahu?" Ucap HuaChan yang memberi tahu juga bertanya.
"Sudah, aku tadi mendengarnya dari beberapa penduduk." Jawab Xia Mo yang sudah mengetahui akan hal itu.
"Mereka dibantu oleh seorang nona."
"Aku sangat penasaran, siapa nona itu, kenapa dia sangat berani." Ucap HuaChan yang masih penasaran, siapa nona yang dimaksud oleh Xuemin.
"Aku juga belum mengetahui siapa nona itu, tapi aku sangat yakin, dia bukanlah orang yang biasa, ia sangat berani menentang naga putih, sejalan dengan keinginan kita." Ucap Xia Mo yang memikirkan hal yang sama dengan apa yang dipikirkan oleh HuaChan.
"Aku ingin kau tahu, siapa nona itu, dan terus selidiki dimana keberadaan naga putih, juga kapan mereka akan mulai berulah lagi." HuaChan memerintahkan Xia Mo untuk mencari siapa nona yang dimaksud oleh Xuemin.
"Baik." Angguk Xia Mo yang menurut dengan perintah HuaChan.
"Aku akan pergi, kau pergilah." HuaChan langsung pergi meninggalkan ruangan, dimana Xia Mo masih ada disana. HuaChan langsung meninggalkan kedai tersebut setelah melihat siapa saja yang ada disana.
"Dasar menteri tidak tahu diri, ayahku sedang pusing memikirkan rakyatnya, mereka malah duduk bersantai minum minum." Batin HuaChan saat berjalan keluar.
Lige yang sedang berjalan di tengah tengah kerumunan warga pasar, merasakan ada sesuatu yang akan terjadi, ia langsung menutup wajahnya dengan jubah yang ia kenakan dan mulai bersiap menggenggam pedangnya.
Saat itu juga kumpulan naga putih mulai mengerang para warga, naga putih mengacak acak dan mengacaukan semua dagangan juga mengambil harta orang orang disana. Lige yang tidak pernah diam melihat kekacauan apa lagi membuat nyawa orang yabg tidak bersalah melayang. Ia langsung menyerang semua anggota naga putih.
Pertarungan sengit antara Lige dengan naga putih terus berlangsung, hingga Lige terluka di bagian lengan kirinya, naga putih melarikan diri dengan cepatnya, Lige mulai mengejarnya dengan sisa tenaganya.
Saat ia kelelahan karena serangan yang ia dapatkan, ia terjatuh diatas sebuah dermaga dengan mata yang sudah tertutup pingsan.