NovelToon NovelToon
Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.

Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.

Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.

Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Apa Dengan Ayara?

Guzelar terlihat menghela napas panjang, berat dan sarat akan beban masa lalu. Pria itu menatap lurus ke dalam manik mata istrinya yang menyiratkan rasa penasaran tingkat tinggi. Mau tidak mau, meskipun ia sangat berharap agar Ayara melupakan malam kelam itu selamanya, Guzelar harus menyelesaikannya.

​"Malam itu, aku membawamu masuk ke dalam unit apartemenku, Sayang," ucap Guzelar memulai kembali ceritanya dengan suara pelan dan hati-hati.

"Melihat kondisi fisikmu yang begitu berantakan, jujur saja aku tidak tahu harus berbuat apa. Kamu terus-menerus menangis histeris dan merancau mengucapkan kata jangan berulang kali."

​Ayara terdiam, menyimak dengan saksama setiap kata yang keluar dari bibir suaminya.

​"Penampilanmu saat itu sangat sukses membuatku sedih sekaligus marah besar," lanjut Guzelar, jemarinya mengepal pelan di atas paha.

"Pakaian yang kamu kenakan robek di beberapa bagian, dan saat aku berniat mendekat untuk sekadar menyentuh pundakmu guna menenangkan, kamu malah berteriak-teriak ketakutan seolah aku adalah monster yang akan melakukan hal buruk padamu."

​Guzelar menelan ludahnya, matanya menerawang jauh mengingat luka lama. "Hingga akhirnya, setelah sekian lama menangis, kamu mendadak tenang dan langsung menerjang tubuhku, memelukku erat-erat. Tentu saja, sebagai pria yang mencintaimu, harusnya malam itu aku merasa bahagia karena akhirnya kamu memelukku. Tapi yang ada, aku malah hancur berkeping-keping melihatmu dalam kondisi trauma separah itu."

​Sembari bercerita, Guzelar membawa tubuh Ayara kembali ke dalam dekapannya. Namun, kali ini ada gelombang emosi yang begitu kuat dan kelam terpancar dari setiap kalimat yang diucapkan Guzelar, membuat Ayara mendadak merasa tidak nyaman. Tanpa bisa dikontrol, tubuh kecil Ayara mulai bergetar halus di dalam pelukan suaminya.

​"Kita berhenti sampai di sini saja ya, Sayang? Jangan diteruskan," mohon Guzelar cemas tatkala merasakan getaran ketakutan di tubuh istrinya.

​"Kumohon... lanjutkan lagi, Guzelar," pinta Ayara pelan dengan suara bergetar, rasa penasarannya mengalahkan rasa takut yang mulai merayap di dadanya.

​"Tapi, Sayang... tubuhmu bergetar hebat," tolak Guzelar ragu.

​"Kumohon..." desak Ayara memaksa.

​Guzelar menghela napas pasrah. "Baiklah..." putus Guzelar akhirnya, tersenyum getir sambil mengusap lembut bahu Ayara yang masih gemetar.

"Malam itu, setelah tenang di pelukanku, kamu mulai bercerita sambil tersendat-sendat."

​Guzelar menarik napas dalam-dalam. "Kamu bercerita jika malam itu kamu diundang oleh ayah kandungmu sendiri untuk datang makan malam keluarga sebagai bentuk permintaan maaf atas masa lalu. Kamu datang ke sana dengan hati berbunga-bunga dan penuh harapan, berpikir bahwa ayahmu akhirnya benar-benar menyesali perbuatannya dulu pada mendiang mamamu."

​Ayara menyimak dengan napas tertahan.

​"Kamu menceritakan semuanya berjalan baik-baik saja di awal, meskipun kamu sangat muak dan tidak pernah menyukai ibu tiri licikmu itu. Hingga akhirnya... saudara tiri laknatmu itu datang." Guzelar berhenti sejenak, melirik ke arah Ayara.

"Kamu masih ingat kan namanya? Namanya Mike."

​Begitu nama itu meluncur dari bibir Guzelar, reaksi fisik Ayara berubah drastis secara mengerikan. Tubuh Ayara tidak lagi hanya sekadar bergetar halus, melainkan bergetar hebat dengan kencang hingga membuat Guzelar langsung diterpa kepanikan luar biasa.

​"Sayang!" panggil Guzelar panik setengah mati.

​Namun, Ayara sama sekali tidak memberikan respons apa pun. Kedua mata wanita itu terpejam rapat dengan wajah memucat pasi. Tangannya tiba-tiba mencengkeram kuat-kuat di lengan Guzelar, mencengkeramnya sedemikian rupa hingga buku-buku jarinya memutih. Saat itulah Guzelar sadar dengan horor bahwa trauma masa lalu istrinya kambuh dengan skala yang jauh lebih mengerikan dari perkiraannya.

​"Sayang... jangan seperti ini, kumohon! Aku ada di sini bersamamu, Sayang... Sadarlah, Ayara!" panggil Guzelar dengan suara bergetar hebat, panik luar biasa.

​"Ayara!" seru Guzelar lagi, mengguncang pelan tubuh istrinya.

​Napas Ayara mendadak menjadi sangat pendek-pendek, terengah-engah seolah pasokan oksigen di dalam paru-parunya lenyap seketika. Hanya berselang beberapa detik dari kejangkitan traumanya, mata Ayara mendadak mendelik ke atas, dan tubuhnya terkulai lemas kehilangan kesadaran.

​"AYARA!" pekik Guzelar histeris, meneriakkan nama istrinya dengan suara parau yang mencabik-cabik keheningan malam.

​Dalam waktu singkat, suasana di kediaman mewah keluarga Maximilian mendadak berubah ricuh dan mencekam di tengah malam buta. Kedatangan Dokter Josh dokter pribadi keluarga Maximilian yang datang tergesa-gesa dengan tas medisnya membuat seisi rumah terjaga.

​Tentu saja, Sorana dan Frederic langsung terbangun dan kebingungan setengah mati mendapati kegaduhan di kamar anak mereka. Beruntung, Gabriel masih tidur pulas di kamar sang kakek dan tidak ikut terbangun oleh kepanikan tersebut.

​"Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Ayara, Guzelar?!" tanya Sorana dengan nada tinggi, menuntut penjelasan begitu melihat menantunya terbaring lemah tak sadarkan diri di atas ranjang.

​Guzelar hanya bisa tertunduk lesu di sisi ranjang, jemarinya menggenggam erat tangan dingin Ayara.

"Maafkan aku, Mami... ini semua salahku," jawabnya lirih tanpa membela diri.

​Tak berselang lama, pintu kamar terbuka lebar dengan kasar, memunculkan sosok Hera yang berlari tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamar. Gadis modis itu tampak berantakan dengan piyama tidur dan wajah bengkak karena baru saja terbangun dari tidur lelapnya.

​"Ini ada apa sih?! Kenapa tengah malam begini rumah mendadak heboh banget?!" tanya Hera kebingungan, matanya mengerjap menyesuaikan cahaya lampu kamar.

​"Ayara pingsan, Hera!" seru Sorana langsung, membuat mata gadis modis itu seketika terbelalak lebar.

​"Pingsan?! Ya ampun, gara-gara apa?! Apa yang sudah kamu lakukan padanya, Guzelar?!" tuntut Hera marah besar, langsung melayangkan tatapan membunuh kepada kembarannya sendiri.

​"Guzelar, jelaskan pada kami secara tenang. Sebenarnya apa yang terjadi pada istrimu?" tanya Frederic dengan suara tegas bernada wibawa, berusaha meredakan ketegangan di dalam kamar.

​Guzelar mendongak, menatap keluarganya dengan sorot mata penuh penyesalan. "Trauma Ayara kambuh lagi," ucap Guzelar pelan hampir tak terdengar.

​"Apa?! Kok bisa kambuh?!" tukas Hera panik, menutup mulutnya dengan kedua tangan.

​Sorana melotot tajam ke arah putranya, sorot matanya menyiratkan kemarahan seorang ibu mertua sekaligus ibu kandung.

"Jangan-jangan kamu sengaja memprovokasi atau membahas hal-hal berat di belakangnya, ya, Guzelar?! Kamu... jangan-jangan kamu sudah bosan dan tidak mencintai Ayara lagi, hah?!" tuduh Sorana marah besar.

​"Apa maksud Mami bicara begitu?! Aku bersumpah, aku mencintai Ayara sampai ke tukangku!" bantah Guzelar penuh emosi, tidak terima dituduh mempermainkan wanita yang sangat dicintainya itu setengah mati.

​Frederic maju dua langkah, menatap putra sulungnya itu dengan tatapan tajam setajam elang.

"Dengar baik-baik ucapanku, Guzelar. Kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Ayara malam ini, Papi tidak akan segan-segan membawa menantuku pergi jauh kembali ke Paris!" ancam Frederic telak, membuat nyali Guzelar ciut seketika.

​Guzelar kembali menghela napas panjang, merutuki kebodohannya sendiri. Di dalam lubuk hatinya, ia dilanda rasa bersalah yang teramat besar. Padahal, jauh-jauh hari ia sudah tahu dan diperingatkan oleh dokter bahwa trauma masa lalu istrinya itu akan sangat mudah kambuh jika ada orang yang dengan sengaja atau tidak sengaja mengungkit kembali memori kelam malam itu, meskipun insiden tersebut sudah berlalu bertahun-tahun lamanya.

Bersambung...

Guys... Part selanjutnya agak dark dan buat trigger, bijaklah dalam membaca ya guys. Buat yang nanya belum ada problemnya, kita mulai masuk ya guys...🥹

1
Ita Putri
mike
Hadi Mulyono
biadab banget ayah ayara ..jadi kuat ayara balas dendam .aku kok pingin ayara bisa bela diri .hajar keluarganya yg jahat
mimief
ternyata yg bikin dia hancur bukan mike.
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
Anbu Hasna
ketiduran di ruang laundry 🫣🫣
mimief
saudara tirinya ya?🥹🥹🥹
mimief
sering Thor...
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
It's me Ri🥕
Wkwkwk... Ayara emang suka benget ngerjain orang, tapi ga boleh ditiru yaa🤭
It's me Ri🥕
Tania nya belom mau cuti kak😭
mimief
dasar Ayana...kasian bapak bapak dikerjain.
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
Anbu Hasna
kirain beneran jadi sekertaris. kasihan Tania lagi hamil besar disuru kerja
Mia Camelia
banyak rahasia ingatan yg belum terungkap nih🤔
Hadi Mulyono
guziler perlu di bawa ke uya kiya biar di hipnotis tar kan jujur ngomongnya😄
mimief
iy kan,laki laki tuh aneh. buat nyari perhatian kita tuh ngelakuin segala cara🤣🤣🤣.
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
mimief
masa lalu adalah cerminan masa depan kita
mimief
kyk dihipnotis kl yaaa....🥹🥹🥹
biar trauma nya terputus
Mia Camelia
mungkin duanda nyiksa ayara pas lagi hamil muda 🤔🤔🤔
Hadi Mulyono
emang nanti Gabriel mati?
Hadi Mulyono
ayara ayo semangat balas lah dendammu
mimief
pantesan mereka sebegitu benci nya.
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
mimief
kalau kata di didrakor fix me..
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama
It's me Ri🥕: Benar kak, semakin bungkam maka akan semakin sulit untuk sembuh 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!