NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA PAK KADES

TERJERAT CINTA PAK KADES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Beda Usia
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Dari desa yang sederhana tumbuh cinta yang tak pernah disangka...

Hal itulah yang mungkin dirasakan oleh Vallery gadis cantik yang lahir dan dibesarkan di kota dengan berbagai macam vasilitas mewah kemudian dipaksa untuk tinggal didesa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemudahan fasilitas umum yang biasa ia dapatkan setelah diusir oleh nenenk tirinya dari rumah begitu kedua orang tuanya meninggal dunia. Tanpa disang,ka keputusan cepat yang dimabilnya untuk tinggal di Desa Maju Bersama, kampung halaman sang papa untuk tinggal bersama neneknya mengubah seluruh kehidupan Vallery termasuk kisah cintanya yang terejrat kepada seorang kepala desa yang berstatus duda perjaka di kampung neneknya itu yang terus mengejarnya secara ugal-ugalan hingga membuat hati Vallery pun menjadi luluh...
Kisah cinta romantis namun ada sedikit unsur komedi mewarnai kisah cinta keduanya membuat cerita kali ini bisa terbilang sangat ringan karena jauh dari intrik panjang dan berat.
HAPPY READING.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETEGASAN DIRGA

Setelah kepergian Sulastri, Dirga pun berbalik sambil menatap Vallery dengan penuh kecemasan.

“Kamu tidak apa-apa kan dik? apa ada yang terluka?”, ucap Dirga sambil kedua tangannya memutar-mutar tubuh Vallery, membuat gadis itu merasa sedikit pusing.

“Mas Dirga, Stop! jika kamu terus memutar-mutar tubuhku, bisa-bisa aku pingsan karena pusing!”, teriak Vallery kesal.

Bukan hanya kesal karena Dirga memutar-mutar tubuhnya, Vallery juga kesal akan kekhawatiran Dirga yang sangat berlebihan itu, padahal pria itu tahu jika Sulastri belum sempat menyentuhnya sedikitpun.

“Mas itu khawatir banget sama kamu, dek. Asal kamu tahu ya, Sulastri itu perempuan gila. Mas takutnya ia berhasil menyakiti kamu ”, ucap Dirga berusaha memberi pengertian kepada Vallery dengan lembut.

Dan hal tersebut membuat semua orang yang ada disana terkejut, termasuk Surip dan Tedjo yang sudah sangat lama bekerja dengan Dirga, tak pernah sekalipun keduanya melihat Dirga menunjukkan sisi lembut seperti ini. Bahkan kepada adik kandungnya saja Dirga tak pernah bersikap selembut dan seperhatian ini, membuat keduanya hanya bisa melotot dengan mulut terbuka lebar karena syok.

“Rip, apa den Dirga kerasukan? seumur hidup aku baru kali ini melihat den Dirga berbicara selembut dan seperhatian ini kepada orang lain?”, ujar Tedjo sambil menyikut Surip yang ada disampingnya.

“Ini yang namanya cinta, lek. Pak Kades itu sudah jatuh cinta sama Vallery makanya ia bisa berbicara lembut dan perhatian seperti itu”, celetuk Idris mewakili Surip yang masih belum sepenuhnya sadar dari keterkejutannya.

“cinta benar-benar gila. Bahkan orang sekaku den Dirga saja bisa berubah jadi orang lain seperti itu. Jika Abah dan umik melihat hal ini,mereka pasti akan sangat bahagia”, guman Surip masih dengan kedua mata terbelalak lebar tanpa berkedip karena ia takut jika ia berkedip maka pemandangan indah didepannya akan lenyap seketika.

Tedjo yang gemas dengan ekspresi Surip pun segera mencubit keras lengan temannya itu.

“Waduuhhh!! apa-apa kamu, Djo! kenapa aku kamu cubit aku? sakit banget tau!”, teriak Surip sambil menatap Tedjo dengan penuh amarah.

“Nah, ini baru Surip yang aku kenal”, ucap Tedjo terkikik, sama sekali tak merasa bersalah telah membuat rekan kerjanya marah.

Vallery yang sedikit malu ditatap banyak orang pun segera mengusir Dirga.

“Mas, aku tidak apa-apa. Ada banyak orang disini yang tak akan segan untuk membelaku jika ada orang yang merugikan diriku jadi mas bisa kembali bekerja dengan tenang”, ucap Vallery, membuat Dirga tanpa sadar mengerutkan bibirnya karena kesal dan lagi-lagi hal tersebut membuat semua orang menjatuhkan rahanyanya karena terlalu syok.

“Tidak! ini bukan pak kades yang kami kenal!”, batin semua orang kompak melihat Dirga merajuk seperti itu.

Melihat tingkah Dirga yang semakin diluar nalar, Vallery yang tak ingin semakin memperdalam kesalahpahaman mengenai hubungannya dengan Dirga segera mendorong tubuh tinggi besar itu kearah motor maticnya yang terparkir di samping gapura gerbang desa.

“Mas, sudah ya. Jangan bikin orang lain salah paham lagi. Kita ini tak memiliki hubungan apapun. Jangan sampai ada Sulastri-Sulastri berikutnya yang salah paham dengan sikap mas terhadapku dan melabrakku seperti tadi”, Vallery berkata dengan nada tegas agar Dirga tahu batas dan tak melakukan tindakan yang membuat orang lain salah paham.

Mendengar ucapan Vallery, Dirga sadar jika dirinya kurang tegas dalam bersikap sehingga orang seperti Sulastri berani merundung Vallery secara terang-terangan seperti tadi.

“Tenang saja, dek. Setelah ini akan mas pastikan jika Sulastri atau yang lainnya tidak akan ada lagi yang berani menganggu ketenangan mu. Mas akan benar-benar bersikap tegas terhadap mereka semua yang berusaha untuk menindas dan mencelakaimu”, janji Dirga.

“Surip, berikan makanan dan minuman itu ke semua orang”, ucap Dirga lagi.

Setelah memberikan perintah tersebut, Dirga pun segera melajukan motornya dengan cepat meninggalkan Vallery yang hanya bisa menepuk dahinya dengan frustasi.

Semua orang yang melihat ekspresi Vallery, terkekeh pelan.

“Den Dirga itu benar-benar cinta mati lho sama mbak Vallery, makanya den Dirga bersikap seperti itu”, ucap Tedjo jujur.

“Iya mbak, kenapa nggak diterima saja sih den Dirganya. Bukankah den Dirga itu sangat tampan. Jabatannya pun mentereng, Kepala Desa Maju Bersama dan juga pendidikannya tak kalah tinggi dari mbak Vallery. Keluarganya pun juga sangat kaya sehingga bibit, bobot dan bebetnya sangat pas dan cocok dengan keluarga nenek Gendhis yang masih ada keturunan priyayi itu”, ujar Surip mencoba membantu majikannya untuk mendapatkan hati Vallery.

Melihat kedua hansip desa itu terus menggoda nya, Vallery pun segera mengalihkan fokus semua orang.

“Sudah-sudah, sebaiknya kita segera makan dan kembali bekerja agar gapura gerbang desa ini bisa selesai sebelum sore”, ucap Vallery mengalihkan perhatian.

Semua orang yang merasa Vallery tak ingin membahas masalah Dirga pun segera mengalihkan topik pembahasan ke hal-hal yang lebih ringan

Surip dan Tedjo, setelah membagikan semua makanan kepada anak-anak karang taruna, mereka pun kembali ke balai desa untuk bertugas.

Sementara itu, Dirga yang melajukan motornya dengan cepat kini sudah tiba di rumah Sulastri.

Kedua orang tua Sulastri, melihat kedatangan Dirga segera keluar dari warung nasi mereka dengan senyum lebar.

“Eh pak kades, tumben datang kemari. Mari masuk..”, sapa Gison, ayah Sulastri ramah.

Dirga yang tak lagi ingin berbasa-basi pun segera bersuara. “Saya kesini tak sedang ingin bertamu, tapi datang untuk memberikan kalian peringatan. Sebaiknya kalian urus anak perempuan kalian itu agar tak lagi datang menganggu saya dan membuat keonaran diluar. Ini peringatan terakhir dari saya. Jika hal seperti ini terjadi lagi, maka jangan salahkan saya jika bertindak tegas!”.

Menik, ibu Sulastri yang semula masih tersenyum, mendengar ucapan Dirga pun mulai meradang.

“Apa maksud ucapan pak Kades? Jangan mentang-mentang Anda memiliki jabatan sehingga berani mengancam orang kecil seperti kami”, teriak Menik lantang.

Mendengar keributan, para tetangga yang ada didalam rumah pun segera keluar untuk melihat apa yang tengah terjadi.

Melihat banyak orang datang menyaksikan, Menik pun mulai melakukan drama. Iapun segera duduk ditanah dan berguling-guling.

“Ya Allah,salahku ini apa. Apa karena kami ini orang miskin sehingga bisa dihina dan diancam serta direndahkan oleh orang berpangkat begitu saja”, raung Menik sambil memukul-mukul dadanya dengan berurai air mata.

Mendengar bisikan-bisikan mencemoh Dirga dan ucapan kesedihan untuknya, dalam hati Menik merasa senang dan kembali meraung dengan keras, mencoba menarik simpati warga.

Dirga yang sudah sangat geram,melihat kedatangan Surip dan Tedjo yang tadi sempat ia hubungi ketika masih dijalan agar keduanya untuk menyusul ke rumah Sulastri pun segera memberikan perintah. “Geledah warung nasi itu dan seret orang yang ada didalam kamar, jangan sampai desa kita tercemar oleh praktek portitusi terselubung seperti ini!”.

Gison yang mendengar jika warungnya akan digeledah merasa panik, tapi ia bukan merupakan tandingan Surip dan Tedjo sehingga hanya dengan sekali sikut, tubuh kurus ayah Sulastri itu jatuh ketanah.

“Hey, kalian tidak bisa seenaknya masuk kedalam rumah orang lain!”, teriak Gison sambil berusaha bangkit untuk mencegah Surip dan Tedjo masuk.

Para warga yang penasaran juga ikut masuk bersama Surip dan Tedjo kedalam warung nasi pak Gison.

Sreettt…

Begitu gorden yang menjadi pintu kamar dibuka, semua orang bisa melihat ada tiga orang telanjang didalam kamar dimana Sulastri berada ditengah dengan posisi berlutut dengan mulut penuh alat kelamin pria paruh baya yang berdiri dengan ekspresi puas didepannya, sementara bagian belakang tubuhnya juga tengah berdiri lelaki paruh baya yang lain, dimana alat kejantannya sudah menancap sempurna di organ intim Sulastri.

Melihat permainan tiga orang yang terlihat cukup luar itu, semua orang merasa terkejut karena tak menyangka jika di bagian dalam warung nasi itu ternyata dipergunakan untuk perbuatan zina seperti itu sehingga membuat semua orang merasa marah.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Rian Moontero
Mampiiirrr😍👍👍
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya 🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan sampai habis cerita ini jan🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
BERSAMBUNG...


TENG TENG TEEEEEEEEEENNNNGGGGG☕️

SELAMAT PAGI SEMUAAAAAA
PengGeng EN SifHa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
walah walah walah walah...dunia dirga benar2 sangat seru dengan mereka yg mempunyai keinginan yg berbeda² demi sebuah VALIDASI
PengGeng EN SifHa
tampah...tledok...kalau ditempatku namane
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
Tatapanmu bagaikan mata si elang🦅🦅🦅 yang siap menerkam ga🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!