NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Tuan CEO

Pernikahan Rahasia Tuan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / CEO
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Melania-1623

Jika kau jatuh cinta padaku selama dua tahun ini, kau tidak akan mendapatkan satu sen pun saat bercerai nanti."

Demi membiayai operasi sumsum tulang belakang adiknya, Aura Dania terpaksa menandatangani perjanjian pernikahan kontrak dengan Evan Adijaya seorang CEO dingin dan kejam yang hanya memanfaatkan Aura untuk merebut takhta perusahaan keluarga.

Di atas kertas, mereka hanyalah orang asing. Tanpa cinta, tanpa sentuhan, dan tanpa pesta. Tugas Aura sederhana: berpura-pura menjadi istri yang manis di depan kakek Evan yang sedang sakit.

Namun, ketika mantan kekasih Evan kembali membawa niat jahat dan rahasia besar terungkap, pernikahan rahasia mereka berubah menjadi pusaran rasa sakit dan hasrat. Bisakah Aura bertahan tanpa menyerahkan hatinya pada sang CEO berdarah dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melania-1623, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buah Hati Takhta Adijaya

Selamat membaca...

Enam bulan berlalu dengan penuh kedamaian. Perut Aura kini sudah membesar sempurna, memasuki usia kehamilan sembilan bulan. Di bawah perawatan intensif dan perhatian protektif tingkat tinggi dari Evan, Aura tumbuh menjadi calon ibu yang memancarkan keanggunan luar biasa.

Sore itu, hujan gerimis mengguyur taman greenhouse kediaman Adijaya. Aura sedang duduk santai di kursi malas seraya membaca buku panduan mengasuh bayi, ditemani oleh Laras yang sibuk merajut sepatu bayi berwarna kuning lembut.

"Kak Aura," panggil Laras seraya memamerkan hasil rajutannya. "Lihat deh, sepatu kecil ini pas banget kan buat keponakan Laras nanti?"

Aura mengusap perutnya yang membuncah lembut, tersenyum hangat menatap adiknya. "Cantik sekali, Laras. Kakak yakin dia pasti suka."

Tiba-tiba, kontraksi hebat yang terasa begitu cengkram menyerang bagian bawah perut Aura. Sensasi nyeri yang belum pernah ia rasakan sebelumnya membuat buku yang dipegangnya terlepas ke lantai.

"Aaghh..." ringis Aura seraya mencengkeram tepi kursi malas, napasnya mendadak memburu dengan pelipis yang dibasahi keringat dingin.

Laras seketika panik, menjatuhkan benang rajutnya. "Kak Aura?! Kakak kenapa?!"

"L-Laras... sakit... perut Kakak..." cicit Aura terbata-bata. Air ketuban perlahan mulai merembes membasahi gaun hamilnya.

"Kak Evan! Kak Evan!" teriak Laras histeris seraya berlari keluar dari area greenhouse.

Belum sempat Laras mencapai pintu utama rumah, sosok Evan Adijaya sudah melangkah cepat menerobos gerimis hujan. Pria itu baru saja membatalkan panggilan konferensi video dengan investor asing begitu insting batinnya merasa ada hal yang tidak beres.

Melihat Laras yang panik dan berteriak, Evan langsung berlari kencang menuju greenhouse.

"Aura!" jerit Evan begitu melihat istrinya bersandar lemas dengan wajah pucat pasi.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Evan mengangkat tubuh Aura ke dalam pelukan tangannya yang kokoh. Pria yang biasanya selalu tenang dan rasional itu kini memancarkan kepanikan yang amat sangat.

"Tahan, Sayang... Tahan... Aku di sini," bisik Evan seraya berlari menuju mobil SUV yang sudah disiapkan Pak Bimo di depan teras.

"Bimo! Ke rumah sakit sekarang! Buka semua jalur darurat!" teriak Evan bergema di seluruh halaman rumah.

Suasana di depan ruang persalinan VIP Rumah Sakit Internasional Medika begitu tegang. Kakek Surya duduk di kursi roda dengan doa yang tak putus-putus terucap dari bibirnya, sementara Laras dan Pak Bimo berjalan bolak-balik di koridor yang dingin.

Di dalam ruang operasi dan persalinan, Evan berdiri di samping kepala ranjang Aura. Ia mengenakan pakaian steril, tak membiarkan genggaman tangannya terlepas sedikit pun dari jemari Aura yang meremasnya kuat-kuat setiap kali gelombang kontraksi datang.

"Ayo, Nyonya Adijaya... Dorong sedikit lagi! Kepalanya sudah terlihat!" instruksi tim dokter spesialis dengan cekatan.

"Aaghhh! Evan...!" jerit Aura, peluh membasahi seluruh wajah dan lehernya.

"Kau bisa, Sayang... Kau wanita paling kuat yang pernah kukenal... Aku di sini, Aura... Aku mencintaimu," bisik Evan di telinga Aura, menciumi kening dan pipi istrinya berulang kali seraya menahan air mata harunya sendiri.

Aura mengerahkan seluruh sisa tenaganya, menggenggam erat tangan Evan untuk dorongan terakhir.

Oeeeekkk...! Oeeeekkk...!

Suara tangisan bayi yang nyaring dan melengking memecah ketegangan di dalam ruangan.

Seluruh tim medis bernapas lega dan mengumbar senyum bahagia. "Selamat, Tuan dan Nyonya Adijaya! Bayinya laki-laki, sangat sehat dan tampan!"

Aura terkulai lemas di atas ranjang, napasnya tersengal namun senyum kebahagiaan paling sempurna terukir di bibirnya. Air mata haru menetes membasahi pipinya.

Evan membeku, menatap suster yang sedang membersihkan bayi mungil berwajah sangat mirip dengannya itu. Untuk kedua kalinya dalam hidup, sang CEO Adijaya Group meneteskan air mata haru yang amat dalam.

Dokter menyerahkan bayi mungil yang telah dibalut kain hangat itu ke dalam dekapan Aura. Evan berlutut di samping tempat tidur, merangkul tubuh Aura dan bayi mereka sekaligus.

"Dia... sangat tampan, Evan..." cicit Aura dengan suara parau dan bahagia, menatap jemari mungil anaknya yang bergerak-gerak.

Evan mengecup kening Aura lama sekali, menyalurkan seluruh rasa syukur dan cinta yang tak terhingga. "Terima kasih, Aura... Terima kasih telah melahirkan malaikat kecil ini ke dunia."

Evan menatap wajah mungil bayinya, lalu memandangi Aura dengan iris mata hitam yang sarat akan pengabdian hidup.

"Namanya... Arka Vance Adijaya," bisik Evan lembut. "Penerus takhta Adijaya yang akan selalu mengingat bahwa cintaku padamu adalah hal terbesar yang membangun keluarga ini."

Aura mengangguk anggun, menyandarkan kepalanya di dada Evan seraya mengusap pipi lembut bayinya.

Di dalam ruangan yang hangat itu, di antara tangisan kehidupan baru dan dekapan cinta yang tulus, perjalanan panjang dari sebuah kesepakatan pernikahan kontrak kini telah resmi berlabuh pada takhta kebahagiaan yang sempurna dan abadi.

...

Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa tinggalkan Like & Komen...

1
Orang
Kerenn...
Orang
/Drool/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!