NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 14

Ia melangkahkan kakinya dengan penuh harap, hari ini ia si panggil untuk interview.

Sudah 6 bulan lebih ia menganggur di rumah ia sudah melamar pekerjaan namun karena tidak adanya koneksi membuat nya kesusahan.

Leonardo Alexander

Ia segera masuk ke ruangan setelah namanya di panggil, disana juga sudah ada 3 orang yang akan mewawancarai nya.

Leon menarik nafasnya perlahan berharap ia bisa melewati ini dengan baik, ia harus punya pekerjaan biar biasa bantu ekonomi keluarga nya yang sedang tidak baik.

leon dengan lancar menjawab semua pertanyaan saat di interview dan memberikan jawaban yang memuaskan, Nisa hanya mengangguk kan kepala nya ia puas. Namun ia diam diam kagum dengan pria di depan nya, siapa sangka sosok yang tidak ia sengaja bertemu sekarang malah ada di depan nya.

Setelah wawancara selesai Leon di persilahkan untuk ke ruangan direktur, ia sedikit gemetar karena ia akan bertemu langsung dengan atasan yang terkenal tegas.

Saat sudah sampai di depan ruang direktur Leon memantapkan hatinya untuk mengetuk pintu.

Tok

Tok

Tok

" silahkan masuk!"

"permisi Bu, saya Leon saya di suruh oleh HRD untuk keruangan ibu!"

leon masuk keruangan yang terasa begitu mencekam dan dingin, disana duduk sosok wanita yang telah menjadi bahan gosip di kantor ini.

" silahkan duduk!"

Leon segera duduk di kursi berhadapan dengan Nisa, Nisa memperhatikan Leon, tampilan pria ini membuat nya tersenyum. Penampilan pria ini memang sama persis seperti dirinya dahulu.

Mereka saling mengobrol tentang perusahaan hingga waktu makan siang tak terasa, Nisa mempersilahkan Leon untuk bisa mulai bekerja besok di tempat ini. Hal tersebut membuat Leon merasa senang, ia ingin segera pulang dan bertemu ibunya ingin memberitahukan wanita yang paling ia cintai bahwa anak nya bisa bekerja di perusahaan besar ini.

...----------------...

Kora bersama Hendra baru saja sampai di rumah mereka, Hendra dengan telaten memapah istri nya menuju kamar mereka, meski saat ini kora sudah mendingan namun ia tak ingin membuat kora terlalu lelah.

" sayang mau aku buatkan makanan?"

" kamu istirahat saja, habis ini aku mau balik ke kantor dulu ada urusan penting!"

" hmm"

Kora hanya mengangguk kan kepala nya ia menatap punggung Hendra yang perlahan meninggalkan nya, entah kenapa ada perasaan yang membuat nya tak nyaman. Ia masih mempertanyakan siapa yang ada dalam ingatan nya hanya sosok samar namun tak dapat ia ingat.

Kora turun dari kasurnya berjalan menuju lobby kamarnya, dari atas balkon kamarnya ia memperhatikan suaminya naik ke mobil sembari menelpon seseorang, senyuman di wajah itu yang seharusnya membuat nya tenang tapi hatinya malah merasa tak nyaman.

Hingga perlahan mobil Hendra merayap meninggalkan rumah nya, kora menatap mobil itu sampai benar-benar menghilang dari pandangannya. Ia mulai merasa bahwa sosok suaminya perlahan berubah tapi apa ia masih bingung dengan dirinya ada apa.

Kora tanpa terasa menitikan air mata nya, hati nya tak bisa berbohong bahwa ia begitu kesepian dalam istana cinta yang megah ini. Sosok yang dulu menjadi tujuan nya pulang kini terasa sudah jauh berbeda tidak lagi sama seperti dulu seperti hilang namun ia tak tau apa yang hilang dari dia.

Kora memilih masuk kedalam kamar nya, mata nya menatap kamar yang luas ini namun ia seolah melihat bayangan diri nya yang kesepian dan sering ditinggal oleh sang suami. Ia membuka laci meja nya disana ia mendapati kaos kaki yang ia rajut sebagai persiapan sewaktu waktu ia akan hamil dan punya anak, namun kenyataan nya hingga kini ia tak bisa merasakan itu.

Kora menangis sembari memeluk erat-erat kaos kaki mungil itu, ia masih ingat dengan jelas bagaimana dokter kemarin memberi tahu nya bahwa ia tidak akan pernah bisa punya anak.

dia mandul

kora benar-benar merasa hancur ia tak punya tempat hanya untuk sekedar bersandar atas kenyataan yang ia hadapi, ia sempat menanyakan dokter kenapa ia tidak bisa hamil. Alasan dokter cukup membuat nya shock berat bahwa rahimnya mengalami komplikasi akibat kecelakaan.

Kora tak ingat kapan ia mengalami kecelakaan dan dimana itu terjadi, apa selama ini ada yang di sembunyikan dari dirinya, namun kenapa suaminya tak pernah membahas atau memberitahukan nya tentang ini semua.

Kora hanya bisa mencari tau sendiri tentang ini semua dan apa yang sebenarnya terjadi, ia tidak akan diam saja jika benar ada yang salah dengan ini semua.

...----------------...

" kamu dimana ?"

" tebak, aku dimana?"

" dimana ?"

" aku lagi makan bareng mama di restoran!"

Hendra segera menyuruh sopirnya untuk menuju restoran sesuai maps yang di kirim tiara padanya, ia agak khawatir jika Tiara mengungkapkan hubungan mereka sekarang, ia belum siap belum sanggup jika menyakiti kora.

Sesampainya di restoran itu Hendra segera masuk kedalam, disana ia mendapati mama nya sedang asik mengobrol dengan Tiara, Hendra berjalan mendekati meja tersebut.

" halo mah!"

Debora kaget dengan keberadaan putranya yang tiba-tiba ada di tempat yang sama dengan nya.

" sedang apa kamu disini?"

" tadi ada meeting disini, eha ternyata ada mama sama Tiara disini!"

Hendra duduk di samping Tiara sedangkan Debora duduk di depan mereka berdua, mereka makan siang bersama. Meski itu terlihat makan siang biasa siapa sangka di bawah meja sana tangan Hendra dan Tiara bertaut dengan erat seolah Engan saling melepaskan.

Tiara mengelus paha Hendra dengan lembut seolah memberi isyarat bahwa ia begitu merindukan lelaki ini, Hendra membalas dengan menggegam tangan tiara tatapan nya seolah memberi tahu perempuan itu bahwa ia akan menghukum nya jika gadis itu masih nakal di bawah sana.

Tiara hanya tersenyum penuh kemenangan seolah menantang libido Hendra, tiara segera bangkit dari tempat duduk nya untuk ke toilet. Setelah dirasa tiara sudah agak jauh Hendra juga ijin pamit untuk pulang dulu karena ada urusan di kantor.

Debora hanya mengangguk kan kepala nya ia masih asik dengan ponsel nya sembari memposting makanan yang sedang ia makan bersama putranya di sosmed.

Sementara itu kedua nya tampak saling berbagi rindu yang begitu dalam, kecupan yang bergairah itu membuat mereka lupa mereka sedang ada di mana, Hendra sedikit menurunkan dress yang di kenakan tiara. Melakukan hubungan intim itu dengan penuh gairah Hendra sudah benar-benar lupa ia telah mengkhianati cinta dan telah menodai janji suci pernikahan nya, ia telah membawa noda dalam ranjang rumah tangga nya.

Sementara Tiara ia begitu menikmati permainan ini, ia sudah merencanakan ini semua, jika ia bisa memberikan anak pada Hendra ia pasti akan mendapatkan posisi itu. Ia telah mengonsumsi obat subur agar ia segera bisa hamil dan menikah dengan Hendra untuk menjadi seseorang yang tidak bisa di kalahkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!