NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Satisuci Ituaku

Naya terpaksa menggantikan kakak tirinya yang kabur beberapa jam sebelum pernikahan dengan Adrian, seorang CEO dingin yang lumpuh akibat kecelakaan misterius.

Bagi Adrian, Naya hanyalah pengganti yang harus menanggung dosa keluarganya. Di rumah mewah yang terasa seperti penjara, Naya dipaksa menjalani kehidupan penuh penghinaan dan penderitaan.

Namun Adrian tidak mengetahui satu kebenaran besar.

Wanita yang selama ini ia benci adalah orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya dari maut tiga tahun lalu.

Saat perlahan rahasia itu mulai terungkap dan hati Adrian mulai luluh, Naya justru memilih pergi.

Kini Adrian harus menghadapi satu pertanyaan yang terus menghantuinya:

Masih adakah kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya sebelum wanita yang dicintainya menghilang untuk selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Mereka Mengincar Ibuku!

Pagi itu, suasana kediaman keluarga Wijaya terasa berbeda.

Sinar matahari yang masuk melalui jendela-jendela besar menerangi setiap sudut rumah mewah tersebut. Namun perhatian para pelayan tidak lagi tertuju pada kemegahan rumah itu.

Mereka justru memperhatikan satu orang.

Naya.

Begitu wanita berhijab itu menuruni tangga, seluruh pelayan langsung membungkukkan badan dengan hormat.

"Selamat pagi, Nyonya Besar."

Naya masih belum terbiasa menerima perlakuan seperti itu.

Ia tersenyum canggung.

"Selamat pagi."

Perubahan sikap seluruh penghuni rumah membuatnya merasa tidak nyaman.

Beberapa hari lalu, dirinya masih dianggap sebagai pengganggu yang tidak diinginkan.

Kini semuanya berubah begitu cepat.

Saat memasuki ruang makan utama, Naya melihat Adrian sudah menunggunya.

Pria itu mengenakan kemeja hitam yang membuat penampilannya terlihat semakin berwibawa.

Namun begitu melihat Naya datang, sorot matanya langsung berubah hangat.

"Duduk di sini."

Adrian menarik kursi di sampingnya.

Wajah Naya langsung memanas.

"Mas Adrian, saya bisa duduk di kursi yang lain."

"Tidak."

Adrian menjawab santai.

"Istriku duduk di sampingku."

Beberapa pelayan langsung saling melirik sambil menahan senyum.

Sementara Naya hanya bisa menundukkan kepala karena malu.

Selama sarapan, Adrian beberapa kali mengambilkan makanan untuknya.

Perhatian sederhana itu membuat jantung Naya berdebar tidak menentu.

Namun suasana hangat tersebut tidak berlangsung lama.

Langkah cepat seseorang terdengar mendekat.

Dimas memasuki ruang makan dengan ekspresi serius.

"Tuan Adrian."

Adrian langsung mengangkat kepala.

"Ada laporan baru?"

Dimas mengangguk.

"Ketrin mulai bergerak."

Seketika suasana berubah.

Tatapan Adrian menjadi dingin.

"Apa yang dia lakukan?"

"Semalam dia menemui beberapa pemilik media dan influencer bisnis."

"Tujuannya?"

"Menyebarkan rumor bahwa Nyonya Naya menikahi Anda demi harta dan kekuasaan."

Naya langsung menunduk.

Meski sudah menduga hal seperti ini akan terjadi, tetap saja hatinya terasa tidak nyaman.

Namun Adrian terlihat sangat tenang.

Bahkan terlalu tenang.

"Hanya itu?"

Dimas terlihat ragu.

"Ada satu hal lagi."

"Katakan."

"Ketrin menyewa beberapa orang untuk menyelidiki masa lalu Nyonya Naya."

Rahang Adrian langsung mengeras.

Tatapannya berubah tajam.

"Dimas."

"Ya, Tuan."

"Tingkatkan pengamanan."

"Baik."

"Jangan biarkan siapa pun mendekati Naya tanpa izin dariku."

"Siap."

Naya menggenggam ujung jilbabnya.

"Mas Adrian..."

Pria itu menoleh.

"Saya tidak ingin menjadi penyebab masalah antara Anda dan keluarga Ketrin."

Tatapan Adrian melembut.

"Kamu bukan masalahnya."

"Lalu siapa?"

"Keserakahan mereka."

Jawaban itu membuat hati Naya kembali terasa hangat.

Namun jauh di tempat lain, seseorang sedang merencanakan sesuatu yang jauh lebih berbahaya.

---

Di sebuah kafe eksklusif kawasan pusat kota.

Ketrin duduk dengan wajah muram.

Di hadapannya duduk seorang pria berjas mahal berusia sekitar tiga puluh tahun.

Pria itu memutar cangkir kopinya perlahan.

"Jadi Adrian benar-benar memilih wanita itu?"

Tatapan Ketrin langsung tajam.

"Aku tidak datang untuk mendengar ejekanmu."

Pria itu tersenyum tipis.

"Aku hanya penasaran."

Ketrin mengembuskan napas kesal.

"Aku ingin Naya keluar dari hidup Adrian."

Pria itu menyandarkan tubuhnya.

"Dan kau ingin bantuanku."

"Benar."

Pria tersebut membuka sebuah map hitam.

Lalu mengeluarkan beberapa lembar foto.

Ketrin langsung meraihnya.

Namun detik berikutnya matanya membelalak.

"Itu..."

Foto-foto tersebut memperlihatkan kehidupan Naya sebelum menikah.

Rumah sederhana.

Lingkungan kampung.

Dan seorang wanita tua yang duduk di kursi roda.

Ibunda Naya.

Pria itu tersenyum penuh arti.

"Menarik, bukan?"

"Kau mendapatkan semua ini dari mana?"

"Aku memiliki sumber informasi yang cukup baik."

Ketrin terus menatap foto-foto tersebut.

Perlahan sebuah ide muncul di benaknya.

Pria itu kembali berbicara.

"Kita tidak perlu menyerang Naya secara langsung."

"Lalu?"

"Kita serang orang yang paling dia sayangi."

Mata Ketrin perlahan menyipit.

Tatapannya berubah dingin.

"Ibunya."

Pria itu mengangguk.

"Benar."

Senyuman tipis mulai muncul di bibir Ketrin.

Senyuman yang membuat siapa pun merinding jika melihatnya.

---

Namun mereka tidak menyadari satu hal.

Di sudut kafe, seorang pria bertopi hitam sedang memperhatikan seluruh percakapan mereka.

Pria itu merupakan anggota tim keamanan rahasia Adrian.

Begitu Ketrin dan pria misterius itu pergi, ia segera mengambil ponselnya.

Sebuah pesan langsung dikirim.

"Tuan Adrian."

"Ketrin berencana menggunakan ibu Nyonya Naya untuk menyerang beliau."

Tak sampai satu menit kemudian balasan masuk.

Hanya satu kalimat.

"Awasi mereka. Jangan biarkan siapa pun menyentuh keluarga istriku."

Pria bertopi itu tersenyum tipis.

Perintah tersebut sangat jelas.

Namun yang tidak diketahui Adrian adalah...

Permainan kali ini jauh lebih berbahaya daripada sekadar fitnah.

Karena pria yang duduk bersama Ketrin tadi bukan orang sembarangan.

Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun bersembunyi...

Dalang sebenarnya mulai menunjukkan dirinya.

Bersambung...

1
falea sezi
😒 telat lu bangke
Dinatha: saya follow ya🙏
total 4 replies
Satisuci Ituaku
mksih kk
Rani Saraswaty
knp cpt bgt tau sih??? 🤭
Satisuci Ituaku: mksih udah mampir kk
total 1 replies
Rani Saraswaty
kan kaya...mudah tuh cari yg bw lari uangnya...knp repot2...seluruh kluarga bs msk sel
Satisuci Ituaku
siap kk mksih udh mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!