NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:881
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belanja Bersama

Lia menatap langit malam dari balkon kamarnya. Sepi. Tak ada bintang maupun bulan disana.

Lia menyesap cokelat panas yang dibuatnya sebelum masuk ke kamar lalu menghela napas panjang. Biasanya, malam hari, Lia akan diganggu Julio yang suka sembarangan masuk ke kamarnya dan mulai bercerita tentang gebetan-gebetannya yang tak pernah berhasil dia dekati. Lia tersenyum membayangkan Julio yang mungkin kini sama seperti dirinya. Kesepian.

Lia kembali menyesap cokelat panasnya sambil mengingat wajah Ren saat makan malam. Ren begitu menikmati salmon steak buatan Lia, membuat Lia merasa senang dan bersemangat untuk memasak lagi keesokan harinya.

"Sesuatu yang ringan. Hmmm..." gumam Lia sambil merogoh ponsel di saku piyamanya.

Lia mencari rekomendasi menu sarapan di internet yang mungkin akan disukai Ren. Matanya terlalu fokus pada layar hingga tak memperhatikan bahwa Ren tengah menatapnya di ujung balkon yang lain.

Ren memperhatikan wajah serius Lia yang disinari cahaya layar ponselnya. Cantik, dengan rambut Lia yang tergerai dan sedikit tertiup angin malam.

"Ah!" pekik Lia sambil tersenyum, membuat Ren sedikit terkejut. Lia menoleh, menyadari ada seseorang di ujung lain balkon.

"Tuan Muda! Kebetulan!" kata Lia. Ren terdiam. Lia berjalan mendekat ke arah Ren.

"Anda biasa sarapan apa di kediaman Damaris?" tanya Lia sambil memasukkan ponselnya.

"Scrambled egg... Croissant... Smoked salmon..." jawab Ren sambil mengingat apa saja sarapan yang biasa chef di kediaman Damaris siapkan. Lia manggut-manggut sambil menyesap cokelat panasnya yang kini jadi hangat. Ren menatap Lia.

"Tuan mau cokelat panas?" tanya Lia. Ren menggelengkan kepalanya.

"Saya tidak suka manis," kata Ren datar sambil menatap pemandangan kota malam hari. Lia tersenyum.

"Saya bisa buatkan yang tidak manis kalo Tuan Muda mau," kata Lia sambil kembali menyesap cokelat hangatnya dan melempar pandangan ke jalanan kota. Ren menoleh, menatap wanita di sampingnya.

Dua hari ini, Lia selalu bersikap hangat pada Ren meski Ren selalu bersikap dingin padanya. Wanita lain biasanya tak ingin lagi mendekat pada Ren setelah mendapat respon dingin darinya. Tapi Lia tidak.

"Bener-bener sepi nggak ada Julio," kata Lia tiba-tiba, menyadarkan Ren dari lamunannya.

"Julio?" tanya Ren, seperti pernah mendengar nama itu. Lia tersenyum, menoleh ke arah Ren.

"Adik saya. Suka gangguin saya jam-jam segini. Dia mengelola resort Ayah di puncak dan kalo pulang ke rumah selalu masuk ke kamar saya tanpa permisi," cerita Lia.

Ren diam. Selama ini dia hanya satu-satunya anak di keluarga Damaris. Ren bahkan tak tahu bagaimana memperebutkan barang dengan saudara. Kehidupannya benar-benar sepi.

"Tuan Muda baik-baik saja?" tanya Lia pada Ren. Ren mengangguk pelan.

"Ya," jawab Ren sambil kembali menatap kota yang semarak dengan lampu-lampu dari jalanan dan mobil yang lalu-lalang di bawah sana.

Lia menatap Ren. Ada semburat kesepian di matanya. Lia jadi teringat tentang Arka. Dari apa yang Lia dengar kemarin, sepertinya selama ini Arka selalu bersama Ren. Dan setelah Tuan Besar Damaris tahu tentang hubungan mereka, Ren dan Arka tak lagi bertemu. Mungkin itu yang membuat Ren terlihat begitu kesepian.

Lia memutar badannya, membelakangi pemandangan kota dan menatap ke dalam apartemen mereka yang terlihat begitu kosong.

"Ehem..." Lia berdehem membersihkan kerongkongannya.

"Tuan Muda ada waktu luang besok?" tanya Lia. Ren menoleh, menatap Lia.

"Besok?"

Lia menoleh lalu tersenyum.

"Sebagai mantan mahasiswa Arsitektur Interior, saya sangat terganggu dengan isi unit apartemen Tuan Muda," kata Lia. Ren menoleh ke dalam apartemennya.

"Anda boleh mengisinya. Terserah," kata Ren datar. Lia mendengus, kesal.

"No! Anda juga harus ikut belanja dengan saya," kata Lia. Ren terdiam.

"Besok jam empat sore. Kita ketemu di Lunaria Home and Design. Kita belanja disana," kata Lia lalu berlalu meninggalkan Ren yang masih mencerna ajakan Lia.

"Saya jemput Anda," kata Ren, menghentikan langkah Lia. Lia memutar badannya dan tersenyum.

"Berarti Bumble-bee harus di rumah," kata Lia lalu kembali melangkah menuju kamarnya.

Ren menatap Lia yang melangkah masuk sambil bersenandung lirih.

'Dia... suka sekali menyenandungkan lagu itu,'

***

Lunaria Home and Design, sebuah perusahaan furnitur dan desain interior premium yang dikenal karena menggabungkan kemewahan dan kehangatan rumah yang personal. Lunaria Home and Design hanya menggunakan bahan-bahan premium seperti marmer, kayu solid, kaca kristal, dan logam yang berkualitas tinggi sehingga tak jarang menjadi langganan keluarga kalangan elite, apartemen mewah, hingga hotel bintang lima.

Lia dan Ren disambut dengan sangat ramah saat memasuki Lunaria Home and design. Manager Lunaria bahkan turun langsung untuk menyapa pasangan baru Keluarga Damaris itu.

"Nona Lavendra! Senang sekali bertemu Anda lagi!" kata Pak Darius Wicaksono, manager Lunaria Home and Design. Lia menjabat tangan Pak Darius sambil tersenyum ramah.

"Kali ini saya mengajak suami saya," kata Lia sambil menyentuh lengan Ren dan tersenyum bahagia.

"Ah! Suatu kehormatan bagi kami dapat melayani Tuan Muda Damaris," kata Pak Darius. Ren mengangguk sambil menjabat tangan Pak Darius.

"Mari silakan," kata Pak Darius sambil berjalan perlahan menuju showroom di lantai satu.

"Kami tinggal di apartemen baru dan belum banyak perabot yang dibeli suami saya," kata Lia sambil melihat-lihat rak buku untuk sudut ruangan. Pak Darius manggut-manggut.

"Makanya dia ngajak saya belanja perabot hari ini," lanjut Lia sambil tersenyum ke arah Ren. Ren tersenyum kikuk.

"Ah~ sepertinya Tuan Muda benar-benar memanjakan Anda," komentar Pak Darius.

"Sangat," kata Lia sambil tersenyum lebar. Pak Darius tertawa kecil.

"Kami mau lihat-lihat dulu. Bapak bisa meninggalkan kami. Kami bisa minta tolong pada staff Bapak nanti," kata Lia sopan.

"Oh! Ya, tentu saja, Nona. Silakan. Kalau begitu saya kembali bekerja," kata Pak Darius lalu meninggalkan Lia dan Ren.

Lia tersenyum lalu kembali berjalan menuju area living room furniture. Ren mengekor di belakang Lia sambil memperhatikan furnitur-furnitur disana.

"Kita beli ini?" tanya Lia sambil membalikkan badannya ke arah Ren. Ren mengangkat satu alisnya.

"Kita sudah punya bantal kursi," kata Ren datar. Lia mengerucutkan bibirnya.

"Yang di rumah terlalu monoton. Nggak hidup. Yang ini lebih hidup. Dan... lucuuu~" kata Lia sambil memeluk gemas bantal kursi berbentuk hati dengan warna pink pastel. Ren menghela napas panjang.

"Terserah..."

"Terserah aku? Oke. Terimakasih, Sayang~" kata Lia memotong kalimat Ren.

Ren sedikit terkejut, tapi kemudian Ren sadar bahwa Lia melakukan itu untuk mencegah Ren mengatakan kata "Anda" yang biasa Ren pakai.

"Yang ini? Lucu nggak sih?" tanya Lia pada Ren sambil membawa pajangan keramik berbentuk kucing calico gemuk. Ren menggelengkan kepala pelan. Lia kembali mengerucutkan bibirnya, kecewa.

Selama satu jam lebih Lia dan Ren memilih beberapa perabot. Sesekali Lia menanyakan pendapat, yang tak jarang mendapat gelengan kepala dari Ren. Ren menatap Lia yang terlihat begitu sempurna memainkan perannya sebagai isteri.

'Wanita ini... perasaannya terbuat dari apa?'

***

1
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!