NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Toko buku

Ajun menatap ke arah Zian dengan tatapan tajamnya, lalu dia pun mulai bertanya maksud dari perkataan Zian barusan.

"Maksud lo apa ngomong gitu Zi??"

"Apa? Omongan gue barusan?"

"Iya..."

"Masa lo nggak paham maksud gue, ya gue bakal rebut si Mirra dari Angkasa lah,  sama kayak Angkasa dulu yang pernah rebut Sandra dari gue. "

"Jangan gitu lah Zian, gue kan juga lagi merjuangin Mirra, kalo lo rebut, gue gimana? Tega bener lo."

" Ya makanya lo gercep lah, jangan sampe nanti Angkasa duluan yang bikin si Mirra jatuh cinta, kalo sampe kejadian, ya apa boleh buat, lo juga harus ngedukung gue, lagian gue cuma mau ngerebut dia dari Angkasa kok, bukan bener-bener jadiin si Mirra pacar gue, tenang aja, kalo gue udah puas bikin Angkasa merasa tersakiti, nanti gue balikin si Mirra ke lo."

Ajun sampai mengerutkan keningnya,  ia tak menyangka jika Zian akan berbuat senekat itu hanya untuk membalaskan dendamnya pada Angkasa.

"Terserah lo aja Zi, intinya lo jangan sampe suka beneran sama Mirra, awas aja lo."

"Iya....tenang aja, itu nggak bakal terjadi, udah ah, gue mau balik." Zian pun mulai berjalan meninggalkan Ajun dan menghampiri mobilnya, begitu juga dengan Ajun yang juga mulai berjalan menuju mobil nya.

*****

Toko buku. 

"Lo mau cari buku apa Mirr?" Tanya Angkasa begitu mereka sampa di depan toko buku.

"Kisi-kisi Biologi, buat gue pelajarin di rumah. " Jawab Mirra sambil turun dari motor Angkasa, lalu setelah itu dia mulai melepas helm nya, dan kemudian memberikan helm tersebut pada Angkasa.

"Ayo Mirr masuk..." Pinta Raya yang sudah berjalan masuk mendahului Mirra bersama dengan Jeje.

"Ayo Sa....."Ajak Mirra pada Angkasa sehingga Angkasa pun mengangguk lalu mulai mengikuti langkah kaki Mirra dari belakang.

Mereka mulai mencari dan memilih-milih buku yang akan mereka beli, dan keempatnya menghabiskan waktu selama setengah jam berada di dalam toko tersebut.

Mirra yang awalnya hanya ingin membeli satu buku itupun akhir nya memilih beberapa buku dan kemudian dia memutuskan untuk membeli tiga buku yang menurutnya cukup bermanfaat untuk membantunya dalam pelajaran.

"Lo udah milih buku Sa?" Tanya Mirra begitu dia selesai mencari buku yang diinginkannya.

"Udah nih, sama kayak lo, buku kisi-kisi Biologi."

"Itu doang?"

"Iya..."

"Yaudah, gue mau ke kasir,  mau bareng nggak?"

"Boleh deh."

"Ray, Je...gue ke kasir duluan ya." Mirra sedikit meninggikan suaranya, sehingga Raya dan Jeje pun hanya bisa mengangguk sambil melihat ke arahnya.

Dan begitu keduanya sudah selesai membayar buku mereka masing-masing, keduanya pun langsung keluar dari toko buku.

"Wah, ada tukang bakso, mau ah...ngebakso dulu yuk Sa..." Ajak Mirra sehingga Angkasa hanya mengiyakan ajakan Mirra itu dan mereka menghampiri tukang bakso tersebut.

"Bang, bakso nya dua ya." Pesan Mirra." Lo baksonya campur apa kosongan Sa?" Tanya Mirra pada Angkasa.

"Campur Mirr,  kalo kosongan gue ntar makan apa? Kalo abangnya ngasih mangkok doang kan repot." Jawab Angkasa dengan sedikit bercanda.

Mirra sedikit tertawa." Maksudnya bakso doang Sa kalo kosongan, ternyata lo bisa bercanda juga ya."

"Hehe..."

Lalu beberapa menit kemudian bakso pesanan mereka pun tiba, dan pada saat itu Jeje dan Raya mulai keluar dari dalam toko, mereka juga langsung menghampiri Mirra dan Angkasa.

"Lah, makan bakso nggak ajak-ajak." Celetuk Jeje.

"Yaelah Je, tinggal pesen aja...gue juga baru pesen." Jawab Mirra.

"Tau lo Je, ribet deh idup lo." Lanjut Raya sambil tersenyum ke arah Mirra.

Mereka berdua pun kemudian ikut memesan bakso, dan saat pesanan mereka tiba, kini mereka menikmati bakso yang sudah mereka pesan tersebut.

"Lo beli buku apa itu Je?" Tanya Mirra yang baru saja melihat cover buku yang di beli Jeje karena sedikit keluar dari kantong plastik nya.

"Si Jeje mah belinya novel Mirr, bukan buku kayak kita." Sahut Raya.

"Ya kan novel sama aja buku, apa bedanya?" Jawab Jeje membela diri.

"Yaudah, udah....kalian debat mulu dari tadi...udah lanjut aja makannya dari pada makin panjang perdebatannya." Lerai Mirra sehingga Jeje dan Raya saling bertatap-tatapan dengan sinis, dan setelah itu mereka lanjut menikmati bakso mereka.

Setelah beberapa menit.

Mereka sudah menyelesaikan makan mereka, Mirra juga sudah mulai beranjak dari duduknya, lalu tiba-tiba Jeje menghentikan Mirra begitu Mirra ingin berjalan ke arah abang tukang bakso.

"Mirr, udah biar gue yang bayar....hari ini gue traktir kalian makan bakso." Ucapnya.

"Serius Je?" Tanya Mirra.

"Iya..."

"Wihhhh, makasih lho Je...akhirnya ada sisi baiknya juga lo, nggak selalu nyebelin." Celetuk Raya.

"Ye, gue kan emang baik, kalo gue nggak baik lo dari awal mana mau temenan ama gue."

"Iya juga sih, lo nyebelinnya sebenernya akhir-akhir ini sih, nggak tau juga kenapa, lagi puber kali dia ya Mirr." Ungkap Raya.

Mirra hanya menaikkan kedua bahunya sambil tersenyum, sementara Angkasa, dia dengan kebiasaan diam seribu bahasanya hanya tersenyum kecil sambil mengamati ketiga teman-teman nya itu.

"Udah gue bayar, yuk balik..." Ucap Jeje begitu dia selesai membayar.

"Ayo Sa..." Ajak Mirra sehingga Angkasa pun langsung beranjak dari duduknya.

"Lo sama Angkasa lagi Mirr?" Tanya Jeje.

"Iya...."

"Tumben banget, biasanya lo mah nolak mulu kalo mau di anter pulang."

"Nggak sampe rumah Je, paling cuma sampe depan halte."

"Udahlah Je, lo dari tadi sewot mulu dah perkara anterin Mirra pulang doang geh." Gerutu Raya.

Jeje pun hanya bisa diam dan membiarkan Angkasa mengantar Mirra pulang. Padahal, di dalam hatinya, Jeje merasa kalah saing dengan Angkasa.

Pada awalnya memang Jeje hanya ingin berteman dengan Mirra, namun lama kelamaan dia merasa nyaman saat berbicara dengan Mirra dan kemudian akhirnya Jeje pun sedikit memiliki rasa suka pada Mirra.

"Yaudah, besok lo anterin gue pulang Je, gantian deh, biar nggak pundungan." Ucap Mirra yang bisa melihat raut wajah Jeje yang sudah di tekuk itu.

Jeje pun langsung mengembangkan senyumannya begitu mendengar apa yang baru saja Mirra katakan.

"Beneran Mirr?"

"Iya..."

"Yaudah, Ray, ayo pulang..."Ucap Jeje, lalu kemudian dia melihat ke arah Angkasa." Sa, ati-ati ya bawa motor nya...kabarin gue juga kalo lo udah selesai anter Mirra." Lanjut Jeje yang kini berbicara pada Angkasa.

" Ya pasti gue ati-ati Je,  kalo ngabarin, ngapain? Ada-ada aja lo."

"Hehe... yaudah, gue duluan." Pamit Jeje, lalu dia pun segera melajukan motornya begitu Raya sudah naik di atas motornya.

Di motor Jeje.  

Raya sedikit mengerutkan keningnya karena ada sesuatu yang mengganggu pikiran nya, Raya pun pada akhirnya memutuskan untuk bertanya pada Jeje.

"Je, lo suka sama Mirra ya?" Tanyanya dengan penasaran.

Jeje sedikit tersentak, lalu dengan suara yang meninggi dia menyangkalnya." Apaan sih lo Ray, gue cuma anggep dia temen kok, sama kayak lo." Jawabnya menyembunyikan perasaan nya yang sebenarnya.

"Oh, kirain, lagian lo kekeh banget pengen goncengin dia lah, terus pengen banget juga nganter dia pulang, jadi kan wajar kalo gue mikir lo suka sama Mirra."

"Haha, gue cuma penasaran aja pengen anter dia pulang." Jawab Jeje.

"Oke deh..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!