NovelToon NovelToon
LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: ꧁Diajeng rini꧂

Elara Safira Nirmala hanyalah gadis yatim piatu biasa di dunia modern, ia ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil dan dia tinggal di kos-kos an sederhana di salah satu kota. Pagi itu Elara hanya ingin pergi ke sekolahnya tetapi ada suatu yang terjadi padanya, ada sebuah tragedi membuatnya terbangun sebagai Elara Mirabel Astoria, lady terbuang dan tak berguna di kerajaan kuno, dengan kemampuan modern yang canggung dan komentar sarkastiknya Elara harus bertahan di tengah drama keluarga bangsawan, intrik politik, dan mungkin sedikit cinta yang tak terduga. Langsung baca aja yuk ceritanya daripada penasaran!!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ꧁Diajeng rini꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Suasana di Mansion Astoria yang biasanya sunyi dan penuh wibawa kini berubah menjadi neraka. Begitu Duke Alaric melangkah masuk ke ruang keluarga dengan wajah seputih kertas dan bahu yang merosot, badai langsung pecah.

"APA?! LILIAN DITAHAN?!"

Suara Duchess Astoria melengking memecahkan keheningan malam. Dia berdiri dari kursinya dengan napas tersengal, matanya melotot tajam ke arah suaminya "Bagaimana mungkin?! Dia itu calon permaisuri! Kau seharusnya melindunginya Alaric! Kenapa kau biarkan prajurit-prajurit rendahan itu menyentuh putri kesayanganku?!"

Duke Alaric tidak langsung menjawab. Dia menghempaskan tubuhnya ke sofa kulit, memijat pelipisnya yang berdenyut seakan mau pecah "Dia lancang pada Raja, Beatrice, dia berbohong di depan Yang Mulia! Kau pikir aku bisa apa ketika Pangeran Mahkota sendiri yang mengancam akan memasukkannya ke penjara bawah tanah?!"

"TAPI INI SEMUA GARA-GARA SI ELARA ITU!" teriak Julian sambil menendang meja kopi sampai pajangan kristal di atasnya hancur berkeping-keping.

Julian yang selama ini selalu memanjakan Lilian dan menganggap Elara sebagai aib tampak sangat kalut. Wajahnya merah padam karena emosi "Kenapa bukan Elara saja yang membusuk di sana?! Lilian itu lembut, dia tidak akan tahan di ruangan isolasi yang dingin! Ayah kita harus kirim pasukan! Kita harus protes!"

"Protes pada siapa Julian?! Pada Raja?!" Duke Alaric berdiri dan balas berteriak meluapkan rasa malunya yang sudah di ubun-ubun "Aku sudah dipermalukan di depan seluruh pejabat kerajaan! Reputasiku hancur! Semuanya tertawa... Mereka menertawakan betapa bodohnya aku karena menelantarkan Elara! Namaku sekarang jadi bahan olokan di seluruh istana!"

Duke menunjuk ke arah pintu dengan tangan gemetar "Gara-gara kebodohan Lilian yang sok pahlawan itu sekarang Elara berada di bawah perlindungan langsung Istana! Kita tidak bisa menyentuhnya lagi! Kita bahkan tidak bisa memerintahnya lagi!"

Duchess jatuh terduduk, menangis histeris sambil meremas gaunnya "Putriku... Lilian ku yang malang... dia pasti ketakutan di sana"

Di sudut ruangan yang agak gelap, Cassian hanya berdiri diam bersandar pada pilar. Dia tidak ikut berteriak tidak juga ikut menangis.

Matanya yang dingin hanya menatap kekacauan di depannya seolah sedang menonton pertunjukan sirkus yang menyedihkan.

"Kak! Kenapa kau diam saja?!" bentak Julian ke arah Cassian "Adik kita ditahan dan kau hanya berdiri di sana seperti patung?!"

Cassian menyesap anggur di gelasnya dengan tenang sebelum menjawab dengan suara rendah yang menusuk "Adik yang mana yang kau maksud? Lilian yang baru saja mempermalukan nama Astoria dengan kebohongannya yang dangkal? Atau Elara... yang baru saja membuktikan bahwa dia jauh lebih cerdas daripada kalian semua?"

"KAU—!" Caspian hendak menerjang tapi tatapan tajam Cassian menghentikannya.

"Ayah" Cassian menoleh ke arah Duke Alaric yang tampak sangat tua malam itu "Keamanan Elara bukan lagi urusan kita. Tapi keamanan leher kita... itulah yang harus Ayah pikirkan sekarang. Karena jika Raja memutuskan untuk menyelidiki lebih dalam soal 'kasih sayang tegas' yang Ayah berikan pada Elara, penjara isolasi Lilian akan terasa seperti hotel mewah dibanding apa yang akan kita terima"

Ruangan itu mendadak hening. Kata-kata Cassian menyadarkan mereka bahwa posisi keluarga Astoria sedang berada di ujung jurang.

Di luar jendela petir menyambar menerangi wajah Duke yang penuh ketakutan. Mereka yang dulu merasa paling berkuasa kini harus gemetar karena seorang Lady yang dulu mereka panggil hama

___

Di sebuah ruangan yang hanya diterangi oleh satu batang lilin yang hampir habis, bayang-bayang di dinding tampak menari mengikuti hembusan angin malam yang menyelinap dari celah jendela. Bau kayu cendana dan debu tua memenuhi udara yang dingin.

Dua sosok pria berdiri di antara tumpukan buku kuno dan gulungan perkamen yang berserakan.

"Kenapa Anda sejauh ini Tuan?" suara pria yang lebih muda terdengar ragu memecah keheningan "Gadis itu...Dia hanyalah seorang Lady yang dianggap cacat. Dia tidak punya mana, tidak punya koneksi politik yang menguntungkan dan sekarang dia hanyalah buronan di mata keluarganya sendiri. Mengapa Anda sampai sejauh itu untuk membantunya?"

Sosok yang dipanggil 'Tuan' itu tidak langsung menjawab. Dia berdiri membelakangi lampu menatap ke arah luar jendela yang memperlihatkan kerlip lampu Istana Timur di kejauhan.

"Kau melihatnya dengan matamu tapi kau tidak melihatnya dengan instingmu" jawabnya dengan suara rendah yang berwibawa namun menyimpan nada ketertarikan yang dalam.

Pria muda itu mengernyit "Maksud Anda?"

"Ada sesuatu yang baru di dalam dirinya" sang Tuan berbalik, cahanya lilin yang remang-remang memperlihatkan seringai tipis di wajahnya "Jiwa yang bersemayam di raga itu... itu bukan lagi jiwa seorang gadis lemah yang malang. Ada kekuatan besar yang asing, sesuatu yang sangat kuat dan liar yang baru saja terbangun. Rasanya seperti melihat sebuah matahari yang sedang berusaha pecah dari cangkang telur"

Dia melangkah mendekati meja, jemarinya yang panjang mengusap sebuah peta tua.

"Perasaan ku tidak pernah salah. Menolongnya bukan sekadar belas kasihan tapi investasi. Aku ingin melihat sejauh mana kekuatan besar itu bisa mengacaukan dunia yang membosankan ini. Elara Astoria... dia adalah kepingan yang akan mengubah seluruh papan catur kita"

Pria muda itu terdiam dan bulu kuduknya berdiri. Jika sang Tuan sudah bicara soal 'potensi' maka dunia benar-benar dalam masalah.

"Jadi... kita biarkan dia pergi ke desa itu dengan Pangeran Kaelen?"

"Biarkan dia pergi" bisik sang Tuan sambil meniup lilin hingga padam menyisakan kegelapan total "Biarkan sang Pahlawan tua itu yang memutuskan apakah dia akan menciptakan seorang dewi... atau seorang monster"

Pria muda itu terdiam sejenak lalu ia melirik ke arah sebuah mantel bulu yang tersampir di sudut ruangan, masih ada beberapa helai daun kering yang menempel di sana, persis seperti pohon besar yang berada di samping balkon Istana tadi siang.

Xander sang pemilik toko roti yang sebenarnya adalah pemimpin jaringan bawah tanah hanya mendengus pelan sambil memutar koin perak di jemarinya.

"Kaelen terlalu sibuk menatap mata Lady itu sampai dia tidak sadar ada 'burung' yang lebih besar sedang bertengger di dahan sampingnya" ucap Xander dengan nada santai "Lagi pula obrolan mereka terlalu menarik untuk dilewatkan. Menemui sang Pahlawan Sihir? Itu rencana yang sangat berisiko untuk gadis yang bahkan belum bisa merasakan aliran mana"

Xander melangkah mendekati jendela dan matanya menatap ke arah luar di mana kegelapan malam menyelimuti ibu kota Kerajaan Heist.

"Aku melihat bagaimana dia makan kue sus itu seolah dunianya tidak akan hancur besok pagi, dia punya ketenangan yang tidak masuk akal dan saat Kaelen menawarkan latihan sihir jiwanya bereaksi. Aku merasakannya dari atas pohon itu... sebuah getaran yang sangat asing"

_______________________________________________

1
Cty Badria
nah itu br benar crt jgn dipenggal2 buat org kesal. btw ni hadia /Rose/tuk up nya lg
Pa Muhsid
mamam tuh naga
Diajeng rini: ketar ketir ga tuh cecunguk nya😝
total 1 replies
Cty Badria
ah autor hobi memengal cerita ..ngesekin
Diajeng rini: udah aku post yaa bab 48 nya, stok buat besok demi para readers aku up sekrang🫶
total 1 replies
Miaaaoowww😸
kasih kopi dulu biarrr semangaaaatttt😘😘😘
Diajeng rini: makasih banyak kakakk🥰
tungguin kelanjutan Elara yaaa
total 1 replies
Cty Badria
saya selalu mengikuti Dan memberikan hadia biar semangat up ny
Diajeng rini: makasih kakak tungguin kelanjutannya yaa🥰
total 1 replies
Pa Muhsid
bantai semua nya el xan ada di belakang mu selalu 😍😍😍
Pa Muhsid
sama sama dikhianati keluarga
Diajeng rini: iya bener, kasian bgt mereka berdua
total 1 replies
Pa Muhsid
tenang ada pangeran kegelapan mu elxan
Miaaaoowww😸
wewwwwww serangan jantung gak tuh nanti🤣🤣🤣🤣
Diajeng rini: jantungnya sampe lompat
total 1 replies
Cty Badria
up lg ya ni hadiah
Pa Muhsid
yeay lixan otw
Miaaaoowww😸
wewwwww diperebutkan 2 cogan😍😍😍
kayaknya gak bakal pilih dua2nya🤣🤣🤣
Diajeng rini: bisa jadi sihhh, tapi liat aja besok Elara pilih yang mana🤭🤭
total 1 replies
Pa Muhsid
yang baju ungu siapa, apakah nona linggis ganti baju? 🤔
Diajeng rini: semuanya foto Elara soalnya rambut hitam
total 1 replies
Pa Muhsid
visual nya aja gak sinkron sama kaelen mah, tabrakan tor😃😃😃
Cty Badria
👍👍👍
Cty Badria
ayo lg tak beri hadia /Rose//Rose/
Diajeng rini: udah di up ya kakk🥰
total 1 replies
Cty Badria
ya kok cmn 1 lg donk
Diajeng rini: diusahakan ya kakkk, sabar okeyy, tunggu kelanjutan Elara kakakk🥰
total 1 replies
Pa Muhsid
cemburu nya 😋
Cty Badria
umik, lucu tdk membosankan
Cty Badria
y banyak donk tak Kasi hadia u byk juga
Diajeng rini: oke kak lagi dibikin dulu yaa, tunggu kelanjutannyaaa🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!