Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.
Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Kau...?
Kiara mengangkat wajahnya perlahan hanya untuk memastikan jikalau pria yang ada dihadapannya itu bukan Billy melainkan orang lain yang suaranya mirip dengan Billy.
Billy memperhatikan dengan saksama tanpa berkedip sedikitpun untuk memastikan jika wanita dihadapannya bukan Kiara. Namun wajah cantik yang selama beberapa minggu ini memenuhi ruang rindu dihatinya tiba-tiba saja menatapnya dengan wajah terperanjat.
"Kau....?!" keduanya menyebut kata yang sama dengan keterkejutan yang sama. Keduanya saling mengunci tatapan mereka dengan perasaan heran bercampur rindu yang tak terkendalikan. Kiara menahan luapan sisi emosionalnya dengan mata berkaca-kaca dan bibir bergetar.
"Kiara, bagaimana ini bisa terjadi? kamu Kiara kan bukan Amanda? apakah jangan-jangan kamu juga menyamar dengan nama Kiara untuk menutupi kejahatanmu?" tanya Billy dengan suara berat namun penuh dengan rasa curiga dan penasaran.
Kiara yang awalnya merasa Allah mengirim malaikat penyelamat untuknya agar bisa bebas dari tahanan itu tiba-tiba berganti dengan rasa kecewa. Kiara terdiam. Ia tidak ingin memberikan statement apapun karena percuma baginya untuk berteriak membela diri jika orang yang ingin ia minta perlindungan menjatuhkan mentalnya sejatuh-jatuhnya.
"Kenapa kamu diam? jawab Kiara...! oh bukan, kau adalah Amanda. Wanita yang sok suci di depanku tapi ternyata hanya seorang wanita gila yang penuh ambisius," ledek Billy dengan emosi tertahan.
Kiara hanya menahan air matanya yang hampir tumpah ruah. Dibandingkan penyiksaan yang dilakukan oleh Kelly ditambah kelaparan yang hinggap diperutnya setiap saat kini lebih menyakitkan ucapan mematikan Billy seakan menguburnya hidup-hidup.
"Ya Allah, ampunilah yang terlalu berharap pada manusia namun ternyata Engkau lah adalah sebaik-baiknya penolong," jerit Kiara membatin menelan semua penghinaan Billy pada dirinya.
"Apakah kamu tidak mendengarkan aku, hah?! jawab pertanyaan ku sialan...!" umpat Billy tidak sabaran karena dikuasai amarah yang sudah mengubun. Kiara menatap wajah Billy yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuh seakan ingin mencabik'cabik tubuhnya yang sudah terlihat sangat kurus dan lelah.
"Jika aku mengatakan yang sebenarnya bahwa aku bukan orang yang kamu tuduh, apakah kamu percaya padaku, hmm? dan hati-hati dengan ucapanmu yang penuh hinaan itu karena kau akan menyesal setelah mengetahui bahwa aku tidak terlibat kejahatan apapun yang dilakukan oleh Amanda yang asli. Namaku Kiara dan ini adalah pertama kali aku ke Amerika," jelas Kiara dengan bibir bergetar.
"Jadi, kau ingin mengatakan bahwa kamu tahu atau lebih tepatnya kau sedang bekerjasama dengan penjahat Amanda yang asli, begitu?" tanya Billy terdengar datar namun wajahnya menyiratkan amarah yang menggebu-gebu.
"Yah. Aku bisa buktikan kalau aku adalah korban dari dunia kecanggihan teknologi. Yang bisa mengubah fakta apapun demi ambisi seseorang. Dan saya yakin ada para petinggi di negara ini yang ada dibelakang layar menggunakan Amanda asli sebagai alat pemburu mereka untuk membunuh mangsa tanpa mengotori tangan mereka sendiri," jelas Kiara yang kembali ke setelan pabrik.
Mendengar penjelasan jujur Kiara yang tidak terlihat kebohongan sama sekali, Billy segera mematikan mikrofon di dalam ruangan itu agar dibalik dinding transparan itu, obrolan mereka tidak terdengar.
"Apakah kamu bisa membuktikan ucapanmu, Kiara?" tegas Billy yang sangat penasaran dengan kecerdasan Kiara yang bisa menganalisa kasus dingin yang selama ini sulit diatasi oleh polisi karena rapinya para pemain kejahatan dibalik topeng jabatan yang terlihat terhormat namun tercipta kelicikan yang menjijikkan.
Kiara mengangguk mantap meyakinkan Billy.
"Baiklah. Aku akan membebaskan mu dari sini dengan cara yang sama liciknya sama seperti apa yang dilakukan oleh mereka padamu," janji Billy.
"Memangnya apa rencanamu?" tanya Kiara bingung.
"Lihat saja nanti..! ikuti saja permainan mereka...! setelah ini kita akan memberikan panggung untuk mereka agar mereka bisa menjiwai peran mereka yang sebenarnya," Billy menyeringai licik.
Ia tidak lagi terlihat sama seperti sebelumnya. Ia terlalu sabar menghadapi manusia curang yang mengajarnya untuk berbuat diluar akal sehat. Ajaran ketulusan yang didapatkan dari orangtuanya tidak berlaku untuk orang-orang hebat namun serakah untuk meraih kekuasaan.
Kelly dan Vandem membuka pintu ruangan itu dengan cepat. Keduanya menatap tajam wajah Billy yang terlihat tenang namun penuh dengan rencana.
"Apa yang tuan lakukan?" tanya Kelly berusaha tetap bersikap manis karena ia sangat mengagumi sosok Billy yang menjadi incaran wanita.
"Emangnya apa yang aku lakukan?" tanya Billy pura-pura terlihat bodoh.
"Mengapa tuan mematikan alat penghubung ini?" tanya Vandem menatap tajam wajah Billy.
"Oh maaf. Aku tidak mau kata-kata cabulku pada wanita ini terdengar oleh kalian. Apakah kalian paham maksudku?" Billy keluar dari ruang interogasi sambil melirik Kiara.
Kiara pura-pura menjadi korban pelecehan secara verbal yang dilakukan Billy padanya. Wajahnya terlihat cemberut namun diam seribu bahasa. Kelly tergelak sinis.
"Bukankah kau tidur dengan banyak lelaki? kenapa kau merasa menjadi korban pelecehan. Dasar jalan**g...!" Kelly meludahi Kiara yang langsung memalingkan wajahnya.
Melihat sikap Kelly yang langsung menendang tubuh Kiara dari samping membakar amarah Billy. Entah mengapa ia merasa Kelly telah membuat kesalahan fatal pada wanita yang dipujanya.
"Lihat saja nanti...! aku akan membuat kedua kakimu itu hilang...!" batin Billy lalu keluar dari ruang itu karena tidak tega melihat wanitanya disiksa.
Di rumah sakit, seorang perawat yang merupakan suruhan Amanda sedang melakukan kejahatan pada Anabell. Amanda ingin Anabell mati dengan cepat sebelum Kiara siap disidangkan tiga hari lagi. Anabel menjadi saksi satu-satunya yang menangkap basah dirinya sedang melakukan sesuatu pada mobil ayah Anabell.
"Maafkan aku nona kecil. Aku sangat membutuhkan uang untuk putraku yang akan melanjutkan pendidikan," gumam perawat itu dibalik maskernya lalu mematikan tabung oksigen yang tersambung ke tubuh Anabell.
Tubuh Anabel bereaksi kejang seakan ia sedang mencari udara disekitarnya karena paru-parunya sudah kosong kini.
Seorang dokter yang melihat layar monitor cctv segera berlari ke ruangan Anabell. Perawat jahat itu sangat kesal karena aksinya tidak berhasil membuat Anabell mati.
"Ada apa ini? kenapa tabung oksigen ini dalam posisi mati?" teriak dokter itu marah besar pada anak buahnya.
"Tuan, saya sudah memastikan tabung oksigen itu masih tetap on," ucap perawat jahat itu pura-pura melakukan tugasnya dengan baik.
Dokter itu tidak percaya begitu saja. Ia menatap wajah ketakutan perawat jahat itu.
"Karirku akan dipertaruhkan disini. Jika kamu sengaja melakukannya, aku tidak akan segan untuk menyingkirkan mu dari sini...!" ancam dokter perempuan itu lalu meminta satpam untuk mengamankan perawat jahat itu.
"Ikuti kami untuk melakukan pemeriksaan melalui cctv...!" ucap satpam itu.
"Periksa saja cctv nya. Untuk apa aku membahayakan anak ini," tantang perawat jahat itu.
"Dasar bodoh....! cctv tersembunyi di setiap ruang ICU yang tidak bisa dimatikan oleh kamu karena tersambung langsung ke bagian keamanan," ucap satpam itu membuat wajah perawat jahat itu pucat.
Degg....
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭