NovelToon NovelToon
CEO Itu Ayahku

CEO Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Single Mom
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: T Moel

Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesibukan Rania

Hari telah berganti, hari ini Rania sudah mulai bekerja, toko roti yang di siapkan tuan Aditama memang sudah berjalan sebelum Rania pindah ke Jakarta, karena sebelum nya Rania sudah mengurus toko roti tersebut dati Kalimantan, namun sekarang Rania terjun langsung untuk mengurus toko roti nya.

Para karyawan yang sudah mengetahui bahwa Rania adalah bos mereka, menunduk terseyum penuh hormat, "Selamat oagi bu, selang datang. " sapa karyawan yang mengenal Rania.

Namun yang belum mengenal Rania, mereka hanya diam saja, di sangka nya Rania adalah pelanggan toko roti.

"Kok kamu bersikap seperti itu, memangnya siapa dia? " tanya seorang karyawan.

"Beliau bu Rania, pemilik toko roti ini, yang sebelumnya ada di Kalimantan. " Jelasnya.

"Bukannya toko roti ini milik tuan Aditama? "

"Bu Rania adalah putrinya tuan Aditama. "

"What....? "

"Iya putri nya. Kenapa? "

"Untung saja tadi aku bersikap hormat karena melihat kamu menunduk dan terseyum, sehingga aku tidak akan di pecat karena tidak menghormati pemilik toko. "

"Itu tandanya nasib baik masih berpihak sana kamu. "

"Terus bagaimana dengan bu Selly, dia kan suka semena mena terhadap yang lain dan juga dia belum tahu kalau bu Rania sudah datang. Aku hanya ingin tahu bagaimana reaksinya melihat bu Rania. "

"Kita lihat saja nanti. "

"Bu Selly belum tahu wajah bu Rania kan? "

"Belum."

"Jangan di kasih tahu biar dia tahu rasa. "

"Terus gimana kalau bu Selly masuk ke dalam ruangan bu Rania, pasti akan ada keributan. "

"Mene ke tehe,.. "

"Apa? "

"Mana ku tahu. "

"Oh..... "

"Sstttt...... "

"Kerja kerja..!!!!" Sahut yang lain.

Keduanya seketika terdiam dan kembali bekerja.

Ada seorang karyawan baru yang menduduki sebagai kepala toko, tidak tahu kalau Rania adalah bos mereka, saat Rania masuk ke dalam ruangan nya, selang orang tersebut baru saja datang. Karena merasa sebagai kepala toko yang di rekomendasi kan oleh tuan Aditama, sehingga perlakuannya terhadap karyawan lain semena mena.

Setelah terlambat satu jam, Selly baru datang seperti biasanya dengan sombong, tidak mau menyapa para karyawan lainnya.

"Kerja yang benar, jangan biarkan pelanggan menunggu. "

"Baik bu.... " Jawab yang lain serempak.

"Dini, kamu bawakan kopi ke ruangan saya dan jangan lupa bawa roti yang biasa saya makan. Ga pake lama. "

"Baik bu. "

Selly tidak tahu jika Rania sudah berada di dalam ruangan yang biasanya di pakai oleh dirinya, karena merasa paling di percaya.

Selly masuk ke ruangan yang saat ini ada Rania di dalam nya, tanpa mengetik pintu, langsung masuk ke dalam ruangan. Namun tiba tiba saja Selly berteriak karena di meja kerjanya ada seorang wanita sedang duduk.

"Hei siapa kamu, berani beraninya ya duduk di meja kerja saya? " Teriak Selly.

Rania yang membaca laporan terkejut, pasalnya ruangan itu memang miliknya sedari awal toko roti itu mulai beroperasi, namun entah kenapa Selly yang menempati ruangan tersebut.

"Kamu berteriak pada siapa? " Tanya Rania.

"Kamu, tentu saja, karena di ruangan ini hanya ada kamu. "

"Lalu kenapa ada salah dengan saya berada fi ruangan ini? " tanya Rania dengan nada biasa saja.

"Tentu saja ada yang salah, ini adalah ruangan aku. Dari awal toko roti ini buka, ruangan ini sudah menjadi milik saya, karena saya adalah kepala toko roti ini. Mengerti kamu? " Dengan nada tinggi Selly bertanya.

"Apa, kamu bilang sejak toko roti ini mulai di buka, kamu ada di ruangan ini? "

"Iya.. "

"Apa kamu tahu kapan toko roti ini di buka? " tanya Rana.

"Sejak satu bulan yang lalu, dan perlu kamu ketahui resep roti yang di buat di toko roti ini juga berasal dari resep yang aku buat. " Selly jumawa.

'Oh ya? "

"Apa kamu tidak percaya? "

"Tidak." Jawab Rania.

Tiba tiba pintu ruangan di ketuk dari luar, tampak Dini membawa secangkir kopi dan dua buah roti yang masih panas.

Rania menoleh ke arah Dini yang mem awa nampan berisi kopi dan roti. Alis Rania terangkat, untuk siapa Dini membawa nampan tersebut.

"Dini, untuk siapa kopi dan roti itu? "

"Ya tentu saja buat saya, sebagian kepala toko harus di hormat dong, dengan memberi pelayanan yang terbaik. " Selly yang menjawab.

"Dini, kamu sudah bekerja di toko roti ini sudah berapa lama? " tanya Rania

"Saya sudah dua bulan, satu bulan untuk pengarahan dan training sebelum toko di bua, dan satu bulan setelah toko di buka. " Jawab Dini.

"Siapa nama kamu? " tunjuk Rania terhadap Selly.

"Nama saya Selly. " penuh penekanan.

"Kanu bilang sudah satu bukan, harusnya kamu sama dong dengan Dini, bekerja di sini sudah selama dua bulan, apalagi kamu sebagi kepala toko. "

Selly tidak menjawab pertanyaan Rania, namun natanya melotot tidak suka dengan pertanyaan Rania.

"Dini, kamu sudah dua bulan bekerja di sini" tanya Rania.

"Iya bu.... " Dini menunduk.

"Italia berarti kamu tahu siapa saya di toko roti ini? " tanya Rania sambil matanya tertuju ke arah Selly.

"Tahu bu... "

"Kalau kamu tahu siap saya, coba kamu katakan yang kerasa, kalau perlu berteriak siapa saya. " Rania dengan tenang.

Dini merasakan ragu, sesekali matanya melirik Selly, namun juga melihat ke arah Rania yang menantikan jawaban.

"Kamu tidak usah takut. "

Dini mengangguk. kemudian berbicara dengan nada tinggi, lebih seperti berteriak.

"Ibu Rania adalah pemilik toko roti RAZNA. " selesai bicara seperti itu, nata Selly terbelalak, seakan tidak percaya dengan kenyataan yang ada, karena me urutnya bosnya adakah tuan Aditama.

"Tidak mungkin. "

"Apa yang tidak mungkin? "

Selly hanya terdiam berdiri tidak percaya dengan kenyataan yang ada.

"Saya akan telpon papah, bertanya mengapa papah merekomendasikan karyawan yang tidak punya atitude seperti kamu. "

Rania mengambil ponsel nya du atas meja, kemudian mencari nomer tuan Aditama, beberapa kali panggilan belum ada jawaban mungkin sedang sibuk.

Panggilan terakhir ada jawaban dari tuan Aditama.

"Halo ada apa telpon papah? "

"Maaf Ran ganggu papah yang lagi sibuk. "

"Ga apa apa, kenapa telpon, apa ada yang penting? "

Rania menceritakan kejadian yang baru saja terjadi dengan dirinya dan Selly, Rania tidak bisa melakukan sesuatu karena Selly bekerja dengan rekomendasi dari papah nya.

'Memang papah yang rekomendasi kan, karena Selly anak salah satu teman sekolah papah dulu waktu SMA. ayahnya minta untuk mempekerjakan Selly, karena kebetulan toko roti sedang memerlukan pegawai, makanya papah masuk kan ke toko roti. "

Iya pah Ran ngerti, hanya saja Ran kurang suka dengan kelakuannya terhadap karyawan lainnya, tidak ada sopan santun nya dengan orang lain yang baru kenal, Ran tidak mau dalam tempat usaha Ran ada yang seperti itu."

'Bagaimana kalau ada pelanggan Ran kena dampaknya dari perbuatan nya. "

"Oh gitu, kalau memang menurut Rania kinerjanya tidak bagus, terserah kamu karena toko rotinya punya Rania, lakukan yang terbaik. "

"Sudah berapa lama selly bekerja ini pah? "

"Mungkin sekitar dua minggu. "

"Oh pantes Ran baru bertemu sekarang. "

"Baiklah pah, kalau papah menyerahkan semua keputusan pada Rania. "

"Lakukan yang menurut mu baik, papah percaya dengan penilaian kamu. "

Telpon di tutup setelah dirasa cukup, Rania memandang Selly yang menundukkan kepala tak berkutik seperti tadi.

"Kamu dengar sendiri, papah saya bilang apa?"

Sedangkan Selly hanya tertunduk merutuki kejadian yang tidak seharusnya terjadi, andai saja dirinya nya tahu kalau Rania adalah ownernya toko roti mungkin saja pekerjaan nya tidak akan menjadi taruhan.

"Satu hal lagi, saya sudah cek CCTV, kelakuan kamu itu sangat tidak mencerminkan sebagai kepala toko yang seharusnya menjadi tauladan para karyawan lain. "

"Tapi Itu tahun tidak benar bu. " Selly membantah.

"Tidak benar dari mananya, apa perlu saya beberkan di layar CCTV, di saat semua bekerja membersihkan semua bagian toko omi, tapi kamu hanya ongkang kaki. "

Selly semakin menunduk, dirinya nya akan ketahuan, karena setahunya, di toko roti hanya beberapa CCTV, sedangkan duren ny bersantai di area bebas CCTV.

'Kenapa kamu heran ternyata di tempat kamu bersantai ada CCTV, memang di sana tidak di pasang CCTV.. " Rania menjeda ucapannya.

Selly mengkerut kan kening ya, sempat terpikir tidak ada CCTV berada ada orang yang sudah membocorkan nya dan melaporkan nya pada Rania.

"Kamu pasti sudah berprasangka buruk pada orang lain kalau apa yang kamu lakukan karena ada orang yang melaporkan nya pada saya? "

"Gila, dia tahu kalau aku menduga ada yang melaporkan aku ke bos. "

"Itu karena saya menyimpan kamera tersembunyi di sofa belakang dekat kaca. Tidak percaya? Cek sendiri. " Rania sangat kesal.

"Sialan, kenapa sampai ga tahu, aduh harus bagaimana ini? " Selluy menggerutu dalam hati.

"Sekarang kamu bereskan semua barang kamu, dan mulai saat ini juga aku pecat kamu karena membuat semua karyawan resah dan saya akan melaporkan semua ini dengan papah dengan semua bukti. " Ucoa Rania tegas.

Selly langsung terkesiap mendengar perintah Rania, hati kecilnya menyuruh untuk memohon pada Rania. Dengan tanpa malu Selly bersimpuh di bawah memohon ilagar Rania tidak memecatnya.

"Ampuni saya bu, jangan pecat saya. masih butuh pekerjaan ini, karena semua keluarga ku tergantung pada aku. " pinta Selly

"Setelah kejadian seperti ini saja kamu ingat dengan keluarga mu, kemarin kamu kemana?"

"Ampuni saya bu, saya janji akan akan merubah kelakuan saya, mohon jangan di pecat. " Selly memohon.

Rania memang tidak berniat untikecta Selly, bagaimana pun juga masih punya hati untuk langaung memecat orang begitu saja, karena yang di lakukan Selly masih batas nya.

'Bangun lah, saya tidak mau orang lain menilaiku sebagai orang yang tega membuat orang menderita, orang akan mengira saya menindas kamu. " Rania berkata tegas.

Dengan perasaan campur aduk, Selly bangun dari duduk bersimpuh nya. Matanya sembab, hidungnya merah, air mata nya masih ada membekas di pipinya.

"Apa ibu mengampuni saya, dan tidak memecat saya? " dengan nafa bergetar Selly memaksakan bertanya.

"Karena pertimbangan kemanusiaan, saya hanya menurunkan jabatan kamu, saya ingin lihat dulu bagus kinerja kamu. Mulai saat ini jabatan kepala toko saya cabut dan akan saya ganti kan dengan Dini, dia mampu menjadi seorang pimpinan di banding kamu. "

"Maksud ibu? "

"Kamu gantikan posisi Dini menjaga gerai, kamu layani para pembeli dengan sikap yang sopan. Agar pembeli betah datang ke toko roti kita. "

"Jadi....? "

"Ya jadi kamu turun jabatan menjadi pelayan biasa menggantikan Dini. "

Dengan wajah lesu, Selky tertunduk, hatinya tidak bisa menerima keputusan Rania, namun jika dirinya di pecat, bagaimana dengan keluarga nya. Selly menyesali semua perbuatannya.

"Sekarang kamu tidak usah menyesali yag sudah terjadi karena itu semua akibat perbuatan kamu sendiri. "

"Keluarlah, panggil Dini ke sini.! " Perintah Rania.

Dengan langkah gontai, Selly keluar dari ruangan Rania untuk memanggil Dini. mau tidak mau Selly menerima keputusan Rania.

Rania memegang pelipisnya kepalanya terasa sangat pusing menghadapi masalah ini, kemudian mengambil minuman air putih yang ada di mejanya meminumnya hingga sisa setengah.

Pintu ruangan di ketuk dari luar, Dini masuk ke dalam ruangan dan mempersilakan untuk duduk.

"Ibu memanggil saya? "

"Iya. " Duduklah perintah Rania

Dini duduk di kursi yang ada di depan meja Rania. "Ada apa bu memanggil saya? "

"Kamu mulai hari ini naik jabatan menjadi kepala toko menggantikan Selly, dan Selly akan menggantikan posisi kamu sekarang. "

"Tapi bu apa tidak salah dengar? "

"Tidak, kamu tidak salah dengar. Semua karena Selly yang berulah sehingga tukar jabatan ini terjadi. "

Dini merasa tidak percaya dengan semua yang terjadi, karena Dini tidak pernah bermimpi sedikitpun bisa menduduki jabatan sebagai kepala toko.

"Bagaimana kamu mau menerima atau jabatan ini saya berikan pada karyawan lain. "

Rania melihat Dini tampak diam saja.

"Mau bu mau, jabatan ini jangan di berikan pada orang lain, saya tadi hanya terkejut saja karena tiba tiba saya menjadi kepala toko, rasanya seperti mimpi. " Dini tersenyum sumringah.

"Saya berikan jabatan ini karena melihat kinerja kamu yang baik, walaupun saya hanya melihat sekilas melalui CCTV dan sebentar melihatnya langsung, tapi dedikasi kamu yang mbuat saya menjatuhkan jabatan ini pada kamu. Selamat ya. "

"Terima kasih bu... " Dini menangis.

"Sekarang tugas odetama kamu, pantau Selly yang bekerja menggantikan posisi kamu. "

"Baik bu, sekali lagi terima kasih. " Dini menunduk.

Setelah berkata demikian dengan Rania, Dini keluar dari ruangan Rania, kemudian berjalan ke arah teman teman-teman nya.

"Dini, ada apa kamu di panggil ibu Rania, Apa kamu membuat kesalahan? " Tanya Lisa.

Beberapa karyawan yang kebetulan tidak ada pelanggan datang menghampiri Dini yang di kelilingi teman temannya.

"Bu Rania mengangkat aku menjadi kepala toko menggantikan Selly, karena bu Rania sudah menurun kan Selly menjadi karyawan biasa, sekarang dia menjadi kawan kalian. " Dini tertawa meledek kawan kawannya yang tidak menyukai Selly.

Sementara Selly hanya bisa meratapi nasib karena harus menjadi karyawan biasa dan bergabung dengan yang lain, karyawan yang biasanya selalu di bentak bentak dan di perintah oleh dirinya. Kini mereka menjadi teman nya.

Ada rasa takut dalam diri Selly jika mereka akan bales dendam kerena mereja pernah di sakiti oleh dirinya.

Selly hanya diam menerima nasib nya.

...****************...

1
tia
lanjut thor
tia
cepat satukan thor kembar sama papa nya
Nadia salma: ada lika liku dulu kak, biar ada gregetnya
total 1 replies
tia
tambah lagi Thor 🫢,,suka cerita ny
Nadia salma: siap kak...
total 1 replies
tia
update yg banyak lah thor
Nadia salma: akan saya usahakan kak, karena saya sambil kerja membagi waktu. Terima kasih sudah menyukai karya saya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!