NovelToon NovelToon
Susuk Suanggi

Susuk Suanggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam / Iblis
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Me Tha

​Setelah diperkosa secara massal oleh 10 warga desa dan diusir secara hina oleh suaminya sendiri akibat fitnah rekaman video, Ratri menempuh jalan kegelapan. Ia memasang susuk emas "Suanggi" dari seorang dukun di hutan Weling , di organ vitalnya.

Kini, ia kembali bukan untuk cinta, tapi untuk membalas pada kejantanan mereka dan nyawa siapa pun yang pernah menyakitinya.

Namun, kehadiran seorang Ustadz muda bernama Fatih membawa pilihan sulit , terus memupuk dendam yang memakan jiwanya, atau melepaskan iblis itu demi sebuah ampunan yang tak terduga dan hidup dengan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Tha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkumpulan lelaki mesum

​Malam di Desa Karang Jati terasa lebih pekat dari biasanya. Angin yang berembus dari arah Hutan Weling membawa hawa dingin yang tidak wajar, seolah-olah membawa pesan kematian yang belum tuntas. Di Warung Pojok Mak Ipah yang sudah tutup untuk umum, sebuah pertemuan rahasia sedang berlangsung di bawah temaram lampu bohlam yang berkedip-kedip.

​Pak RT Hardo duduk di kepala meja kayu yang panjang. Wajahnya yang biasanya terlihat berwibawa kini tampak kuyu, dengan kantung mata yang menghitam. Di depannya, Bambang duduk meringkuk, tangannya tak henti-hentinya gemetar saat memegang gelas kopi. Ada pula beberapa pria lain yang dulu ikut serta dalam kejadian di ladang jagung; mereka semua tampak gelisah, sesekali menoleh ke arah kegelapan di luar warung.

​Suasana mencekam itu pecah ketika deru motor Agus terdengar mendekat. Tak lama kemudian, sang hansip masuk dengan langkah terburu-buru, wajahnya masih memerah—separuh karena sisa gairah dari rumah Ratri, separuh lagi karena emosi setelah dipaksa pulang oleh Juragan Tono.

​"Ada apa lagi ini, Pak RT? Malam-malam begini kumpul seperti ada penggerebekan saja," gerutu Agus sambil menarik kursi di sebelah Bambang.

​Pak RT Hardo tidak langsung menjawab. Ia menatap Agus dengan pandangan yang dalam, seolah sedang menimbang-nimbang sesuatu. "Sugeng sudah tidak ada, Gus."

​Agus terdiam. Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. "Apa maksudmu, Pak RT? Sugeng kenapa? Tadi siang aku lewat gapura memang ada bendera kuning, tapi aku tidak sempat tanya..."

​"Sugeng mati sore tadi di rumah sakit kota," sela Bambang dengan suara parau, hampir menangis. "Darahnya tidak bisa berhenti. Istrinya... Wiwin... dia benar-benar gila. Dia menebas 'barang' Sugeng sampai putus, Gus. Kamu bayangkan, mati karena kehabisan darah setelah dipotong oleh istri sendiri."

​Agus terkesiap. Bayangan kematian Sugeng yang tragis itu seketika beradu dengan memori nikmat yang baru saja ia rasakan bersama Ratri. Rasa dingin mulai merayap di tengkuknya.

​Pak RT Hardo mengetuk meja, meminta perhatian. "Dengar semuanya. Kita harus bicara serius. Coba kalian lihat runtutan kejadian ini baik-baik. Pertama, Karno. Dia pulang dari ladang tebu dalam keadaan gila, meracau nama Ratri sampai sekarang masih di RS jiwa. Kedua, Sugeng. Dia baru saja pamer padaku kalau dia 'menang' setelah mendatangi Ratri di Sukomaju, tapi malamnya dia malah kena petaka dari istrinya sendiri."

​Hardo menjeda kalimatnya, menarik napas panjang. "Dan sekarang, satu lagi berita buruk. Aku tadi mencoba mencari keberadaan Bayu ke rumah saudaranya di kecamatan sebelah. Mereka bilang Bayu sudah menghilang sejak setahun yang lalu. Tidak ada yang tahu dia ke mana. Motornya masih ada di rumah, tapi orangnya lenyap."

​Mendengar itu, bisik-bisik ketakutan mulai terdengar di antara mereka.

​"Siapa dalang di balik semua ini?" tanya salah satu pelaku dengan suara gemetar. "Apakah ini semua ulah Bayu? Mungkin dia sebenarnya tahu kejadian dua tahun lalu dan sekarang dia sedang menuntut balas secara sembunyi-sembunyi?"

​"Atau Ratri?" sahut yang lain. "Ratri kembali ke desa sebelah dengan harta melimpah, itu saja sudah aneh. Jangan-jangan dia menggunakan ilmu hitam untuk menghancurkan kita satu per satu."

​Suasana semakin panas. Argumen demi argumen terlontar, saling tuduh dan saling takut. Namun, di tengah kegaduhan itu, Agus tiba-tiba menggebrak meja dengan keras.

​"Sudah! Jangan bicara omong kosong seperti orang penakut!" bentak Agus.

​Semua mata tertuju padanya. Agus berdiri, membusungkan dadanya yang bidang. Sisa-sisa aroma melati dari tubuh Ratri seolah masih melekat di indra penciumannya, memberinya keberanian yang salah arah.

​"Kalian ini pengecut semua," sindir Agus. "Bayu? Bayu itu lelaki lemah! Kalau dia mau balas dendam, dia sudah lakukan sejak dulu, bukan menghilang seperti tikus. Dan Ratri? Aku baru saja dari rumahnya tadi siang. Aku menyentuh kulitnya, aku merasakan napasnya. Dia tidak mungkin dalang di balik ini!"

​Agus tertawa meremehkan. "Tuduhan kalian soal ilmu hitam itu konyol. Sugeng mati karena dia tidak becus menjaga rahasia dari istrinya yang cemburuan. Wiwin itu yang gila, bukan Ratri yang mengirim santet! Ratri malah sangat terbuka denganku. Kami bahkan sudah... yah, kalian tahu sendiri lah."

​Agus menyeringai licik, memberikan isyarat cabul dengan tangannya. "Kami sudah sepakat. Aku akan bantu dia urus tanah di sini, dan dia akan memberiku 'jatah' setiap malam. Ratri itu hanya wanita kesepian yang butuh perlindungan lelaki perkasa seperti aku. Dia sama sekali tidak terlihat punya dendam. Malah dia bilang, dia senang kalau teman-teman lamanya datang berkunjung."

​Pak RT Hardo mendengarkan penjelasan Agus dengan saksama. Rasa was-was yang tadi menghimpit dadanya perlahan memudar, berganti dengan rasa penasaran yang menggelitik. Ia melihat perubahan pada diri Agus; hansip itu tampak sangat bergairah, wajahnya berseri-seri seolah baru saja menemukan harta karun.

​"Jadi... kamu benar-benar sudah menyentuhnya tadi siang, Gus?" tanya Pak Hardo dengan nada rendah, matanya berkilat penuh minat.

​"Lebih dari sekadar menyentuh, Pak RT," jawab Agus dengan jumawa. "Dia sekarang jauh lebih sexy dibanding dulu. Kulitnya seperti porselen, baunya wangi melati mahal, dan caranya melayani... wah, Sugeng tidak bohong soal itu. Dia benar-benar menggoda. Dress yang dipakainya tadi siang saja sudah membuatku hampir meledak di tempat."

​Agus mulai menceritakan secara detail—dengan sedikit bumbu hiperbola—tentang kemolekan tubuh Ratri yang sekarang. Ia menceritakan belahan gaunnya, tatapan matanya yang sayu namun liar, hingga bagaimana Ratri mengelus "pusakanya" dengan lembut.

​Para pria di warung itu, termasuk Bambang yang tadinya ketakutan, kini mulai terbius oleh cerita Agus. Nafsu hewani mereka kembali bangkit, menutupi rasa ngeri atas kematian Sugeng yang belum genap sehari. Di otak mereka, Ratri kembali menjadi objek yang menggiurkan, apalagi kini ditambah dengan status sosialnya yang kaya raya.

​Pak RT Hardo mengusap dagunya yang kasar. "Kalau benar begitu... berarti Ratri memang tidak tahu apa-apa soal musibah yang menimpa Karno dan Sugeng. Mungkin itu memang hanya kebetulan atau sial saja."

​Hardo tersenyum tipis. Ambisinya untuk kembali merasakan tubuh Ratri kini tak terbendung lagi. "Menarik. Kalau si hansip ini saja bisa dapat jatah, harusnya aku sebagai orang nomor satu di sini punya akses lebih mudah."

​Namun, di balik kegembiraan nafsu mereka, sebuah bayangan hitam besar tampak bertengger di atas atap Warung Pojok. Sosok Suanggi yang dipelihara Ratri sedang mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut para pendosa itu. Ia menjilat taringnya yang panjang, seolah-olah sedang menghitung mundur waktu kematian mereka.

​"Besok," ucap Pak RT Hardo sambil berdiri, mengakhiri pertemuan. "Besok kita akan lihat perkembangan selanjutnya. Gus, kamu tetap jalankan rencanamu soal tanah itu. Tapi ingat, jangan serakah. Bagi-bagi kalau ada 'kesempatan' lain."

​"Beres, Pak RT," sahut Agus dengan tawa keras.

​Mereka pun membubarkan diri satu per satu, kembali ke rumah masing-masing dengan kepala yang dipenuhi fantasi kotor. Mereka tidak menyadari bahwa di Desa Sukomaju, Ratri sedang duduk di depan cerminnya, memegang sebuah boneka jerami yang di lehernya terikat seuntai benang hitam.

​"Delapan orang lagi," bisik Ratri dingin. "Besok, si sombong Agus akan datang membawa 'nyawanya' sendiri ke kamarku. Dan Pak RT... kamu akan menjadi hidangan penutup yang paling aku tunggu."

" Jangan Ratri, biarkan si Agus itu ku ambil saripati kehidupan secara perlahan agar tidak ada menyadari "

​Malam itu, Desa Karang Jati kembali sunyi, namun kesunyian itu seperti napas yang tertahan sebelum sebuah badai yang lebih besar datang meluluhlantakkan mereka semua.

1
Lis Lis
yaaaaa blm Up 😭😭😭😭
Lis Lis
sukurlah .....
kirain istrinya yg di bacok
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨
ceritanya udah bagus, Thor. tapi alangkah lebih baiknya, kalau cerita ini di cari tau asal usul Suanggi itu darimana, lalu dibuat lokasinya ditempat asal Suanggi, dari wilayah Timur Indonesia, sesuai adat budayanya pasti lebih ngena.

dan jangan lupa, perdalam literasi, hantu Suanggi itu apa, dan untuk apa.
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: iya. satu lagi. Suanggi itu hanya ada di seputaran Sulawesi. asalnya asli dari Pulau Suanggi. gak ada di Pulau manapun.

dia bukan susuk, tapi ilmu hitam yang diturunkan melalui warisan keluarga.

suanggi gak pernah muncul memangsa korbannya dalam wujud manusia, tetapi sudah berubah bentuk menjadi makhluk yang diinginkannya saat memakan mangsanya.

ibarat Kuyang, adanya cuma di Kalimantan, begitu juga Suanggi, adanya ahanya di Wilayah Timur Indonesia, di Pulau Suanggi, Pulau Sulawesi, Pulau Papua, dan sekitarnya.

jadi kalau di buat versi Jawa gak ngena dianya.
total 2 replies
Mersy Loni
lanjut thor
Bp. Juenk
mampir di karya saya Thor "Siapa Aku"
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻
Hmm ..... sepertinya Pakk RT salah satu pelaku yang menganiaya Ratri 🤔

kalau benar demikian, siap siap aja Pakk RT jadi korban Ratri seperti Pakk Karno
Skay Skayzz
ngeri bngtt
Rembulan menangis
blm juga up ya best uda nunggu dri kmarin
Bp. Juenk
Hutan weling itu dimana ka
Halwah 4g: ada d ujung hutan ,Bwah bukit, di lembah 🤭
total 1 replies
Bp. Juenk
Ampun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!