"Hei Betina! Dia Jantan ku! Apa kau berani, menyentuh Milikku?" lembut, namun tajam.
Qingling, gadis dengan sejuta pesona yang selalu menampilkan wajah datar tanpa ekspresi setelah kematian kakeknya.
Tanpa disadari ia telah melakukan perjalanan waktu karena ulah seniornya, hingga sampai zaman dimana, para Orc atau Beastman berkuasa.
"Jantan Tampan, Manis, Arogan, Penurut dan suka Mengintimidasi aku memiliki semuanya."
"Mereka memaksaku untuk kawin dengan mereka semua? yang benar saja!"
Penasaran dengan kisah Qingling dan Jantan Tampan disekelilingnya? Bukan hanya Percintaan, tapi juga tentang Hubungan, Keberanian, Kejujuran, dan Balas Dendam.
Yuk! Simak kehidupan Qingling di Dunia Binatang.
No Plagiat. Karya murni dari isi pikiran Author. Jika ada Kesamaan Nama atau Tokoh, Mohon di maafkan..
Selamat Membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hua chia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Tabib Su
Serigala itu sontak mendongakkan kepalanya, ia merasa familiar dengan suara seorang yang membantunya. Matanya membulat sempurna melihat seorang yang dikabarkan gugur karena kehilangan Inti Roh berdiri dengan gagah di depannya.
"Yu-Yuze..." tebaknya tanpa mengalihkan pandangan dari singa putih yang berjalan mendekatinya.
Yuze berubah menjadi manusia, Ia melihat keterkejutan di mata serigala yang ditolongnya. "Kenapa kau bertarung dengan Suku Kalajengking Tabib Su?" yah, serigala yang ditolongnya merupakan tabib Su yang menjadi penatua sekaligus tabib di Suku Serigala yang sangat dihormati Beastman Kota Niye.
Mendengar pertanyaan Yuze, Tabib Su berubah menjadi manusia dan bersandar di dahan pohon. Tangannya menutup perutnya yang mengeluarkan banyak cairan merah. "Dasar anak nakal! Bukannya mengobati dulu malah bertanya. Apa kau berharap aku mati muda?" ucapnya dengan nada sengit dan gurauan.
'Serigala tua tak tau diri' batin Yuze mendengar ucapan Tabib Su yang tak masuk akal.
Tanpa banyak bicara. Yuze mengangkat tubuh Tabib Su dan membawanya kembali ke gua, di jalan pulang rasanya Yuze ingin menjatuhkan tabib Su yang sedari tadi mengoceh tak henti, menanyakan dirinya yang bisa hidup lama tanpa Inti Roh.
"Diam atau turun" ancamnya tanpa menoleh belakang.
"Kau sangat dingin anak nakal. Aku hanya bertanya, dan tugasmu menjawab." Murka tabib Su, memukul kepala belakang Yuze.
Melihat Tabib Su diam, membuat Yuze bernafas lega dan melanjutkan perjalanan nya dengan tenang.
Sesampainya di depan pintu gua, Tabib Su melihat wajan yang terbuat dari tanah liat, yang didalamnya terdapat sup daging yang sangat menggugah selera. Aromanya menyebar ke segala arah hingga ia hampir meneteskan air liurnya.
"Yuze, apa kau sudah kembali? ke marilah, makan malam sudah siap" ucap seorang gadis yang keluar dari dalam gua membawa mangkuk kayu, tanpa menatap lawan bicaranya.
Saat akan bertanya kepada Yuze, matanya dikejutkan dengan gadis cantik yang tak pernah ia jumpai keindahannya, keluar dari dalam gua. "Betina yang sangat cantik, Selama 90 tahun aku hidup, belum pernah melihat betina secantik ini" ucapnya dengan mengelus janggutnya dan mata berbinar seolah melihat barang langka.
Qingling menoleh mendengar suara asing yang datang bersama Yuze. Ia melihat seorang kakek tua dengan janggut putih panjang, memiliki telinga seperti serigala, wajah ramah, dan tatapan penuh semangat saat menatapnya. 'Mengapa kakek tua ini, menatap ku seperti itu.' Qingling merasa risih saat tabib Su menatapnya dari atas ke bawah berulang-ulang, sesekali menatapnya sedih dan mengusap janggutnya.
'Ah, betina kecil yang lemah' batin tabib Su menatap sedih Qingling, tapi wajahnya berubah bahagia saat melihat gunung Qingling yang besar dan berisi. 'masih kecil tapi sangat subur' pikirnya merencanakan sesuatu yang tersusun rapi di otaknya.
Sudut bibir Yuze berkedut mendengar ucapan tabib Su yang memuji betinanya. Melihat Qingling bingung menatapnya, ia mengerti dan menjelaskan pada Qingling bahwa yang datang bersama nya adalah tabib Su yang pernah ia katakan sebelumnya.
Mendengar penjelasan Yuze, Qingling mengangguk dan mengenalkan dirinya sebagai pasangan Yuze. "Aku bisa mengobatinya tabib Su, silahkan masuk ke dalam" ucapnya setelah melihat luka besar di perut tabib Su.
Qingling mulai menyayat kulit, tabib Su dan membuang lendir hitam kehijauan dari lukanya. Tabib Su awalnya ragu dengan cara pengobatan Qingling. Tapi, melihat keteguhan di mata Qingling membuat tabib Su memilih mempercayai nya.
Disela-sela pengobatan, tabib Su aktif berbicara menceritakan Suku Serigala tanpa diminta, ia memperkenalkan tempat tinggalnya, Jantan, dan kehebatan berburu sukunya.
"Suku Serigala sangat tampan, pemberani, dan pandai berburu. Nak Qing, berkunjunglah, ke Suku ku. Kami memiliki Jantan terbaik dan berkualitas. Kau pasti menyukai Kepala Suku kami, dia adalah Ketua termuda di dalam sejarah Suku Serigala, dia Jantan yang sempurna, tampan, dan tangguh." Tabib Su menceritakan Kepala Suku mereka dengan mata berbinar penuh kekaguman.
'Tabib Su sangat cerewet' batin Qingling meringis, mendengar ucapan tabib Su yang seperti mak comblang yang suka menjodohkan orang tak jelas.
"Kep..."
"Tabib Su, apa kau mencoba menculik betinaku?"
Tabib Su menoleh menatap Yuze yang terlihat menatapnya tak suka. "Aku sendiri mampu melindungi betinaku, Jantan di sukumu kecuali Serigala hitam, bukan tandingan ku" sambungnya dengan nada angkuh menghampiri Qingling yang tersenyum menatapnya.
Sedari tadi Yuze berdiri, membawa mangkuk. Memperhatikan tabib Su yang dengan bangga menceritakan kehebatan Jantan Suku mereka. "Sudahlah, Yuze kenapa kau marah? Tabib Su hanya bercanda" Qingling mengusap dada Yuze berusaha menenangkan hati Yuze.
'Kurang ajar! Bocah ini paham maksudku, gagal aku memperkenalkan betina kecil ini untuk anak bodoh itu.'
Melihat tabib Su, yang terlihat sedih membuat Qingling merasa bersalah. Ia merasa tabib Su sosok yang peduli dan hangat. "Maafkan, Yuze. Tabib Su aku harus mengajarinya untuk menghormati yang lebih tua" Qingling tersenyum menatap tabib Su yang terlihat sedih mendengar ucapan Yuze.
Rasa hangat memenuhi hati tabib Su. Mendengar suara dingin namun halus Qingling yang meminta maaf padanya. 'Aku tak menyangka, betina kecil ini tidak sombong dan angkuh seperti betina lainnya. Beruntung sekali Yuze memenangkan hatinya' tabib Su mengangguk dan tersenyum menatap Qingling yang menyodorkan semangkuk sup daging padanya.
Satu suapan masuk didalam mulut tabib Su. Rasa gurih, manis, dan enak itu yang dirasakan tabib Su, ia belum pernah memakan makanan seenak ini. "Luar biasa, ini sangat enak" puji tabib Su dengan mata berbinar menyantap makanannya. Saat asik menyantap makanannya, ia merasakan tenggorokannya seperti tertusuk jarum, dan memuntahkan beberapa batu kecil berwarna hijau. "A-apa ini..." bingung tabib Su menatap batu kecil sebesar biji gandum keluar dari tubuhnya.
Melihat kebingungan tabib Su, Qingling menjelaskan makanan tabib Su telah dicampur dengan Daun jari lima, yang bermanfaat untuk menghilangkan racun dan menambah sel darah merah, batu kecil yang keluar dari tubuh Tabib Su adalah racun yang mengendap dan sisa racun yang tinggal di tenggorokannya. Ia menjelaskan racun itu sudah ada sekitar 2 tahun berada ditubuh tabib Su.
Mendengar penjelasan Qingling, raut wajah tabib Su berubah menjadi terkejut. Pasalnya ia tak pernah keracunan selama 2 tahun belakangan, 'Dari mana racun ini berasal.'
Qingling bisa melihat keterkejutan dan kebingungan di wajah tabib Su. Ia tak tega melihat kakek tua di depannya yang terlihat banyak pikiran.
"Ada apa tabib Su? Apa ada yang menggangu pikiran mu."
Tabib Su menghela nafas, dan menggelengkan kepalanya tak tau apa yang sedang terjadi padanya. Ia tak menyangka dirinya telah diracuni secara diam-diam selama 2 tahun tanpa dia sadari, Ia mengira tubuhnya mudah sakit dan pernafasannya menjadi berat disebabkan oleh usianya yang sudah tua.
"Istirahatlah tabib Su, tidak usah dipikirin lagi, yang penting sekarang kesehatanmu." Mendengar ucapan Qingling mampu menenangkan hati tabib Su yang semulanya cemas dan penuh kebingungan. Ia sangat mengagumi kepribadian Qingling yang bijaksana dibalik tubuhnya yang kecil dan lemah.
Mimin mau minta maaf udah lebih 3 hari kayaknya, mimin ga update.🥺
kalian jangan bosen nungguin cerita mimin yah.🤗
Oh ya, mimin buat Cover baru. Ayo tebak berapa Jantan Qingling.
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
Selamat menebak.
semangat tor.. /Determined//Determined/
ditunggu ya kelanjutannya author 🤭
jangan lama2 soalnya penasaran nungguin yaa author
jangan lama2 thor
jangan lama-lama😊😊😊😊