NovelToon NovelToon
Negosiasi Di Ranjang Musuh

Negosiasi Di Ranjang Musuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Romansa
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: chrisytells

​Alicia Valero adalah ratu properti Madrid yang tak tersentuh—hingga ia mencium aroma pengkhianatan di balik kemeja suaminya, Santiago. Alih-alih meratap, Alicia memilih jalur yang lebih panas: balas dendam total. Ia akan merebut kerajaan Solera Luxury Homes dan menghancurkan Santiago.
​Namun, demi memenangkan perang ini, Alicia harus bersekutu dengan iblis: Rafael Montenegro.
​Rafael, pesaing suaminya yang kejam dan memikat, adalah bayangan gelap yang selalu mengincar kehancuran Solera. Ia memiliki tatapan yang menjanjikan dosa dan sentuhan yang bisa membakar segalanya.
​Alicia Valero kini menari di antara dewan direksi yang kejam dan pelukan rahasia yang terlarang. Persekutuan berbahaya ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi tentang gairah yang menyala di atas tumpukan pengkhianatan.
​Dalam permainan kekuasaan, siapa yang akan menjadi korban? Apakah Alicia bisa mengendalikan serigala itu, ataukah ia akan menjadi mangsa berikutnya dalam kehancuran yang paling manis dan mematikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chrisytells, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14 : Runtuhnya Martabat di Bawah Lampu Neon

Pagi itu di Madrid, langit tampak begitu biru dan bersih, namun di balik dinding-dinding batu megah milik sebuah klub pribadi yang eksklusif, sebuah eksekusi sedang direnakan dengan sangat rapi. Rafael Montenegro duduk bersandar di kursi kulit yang mahal, menatap seorang pria paruh baya dengan lencana resmi di kerah jasnya. Pria itu merupakan seorang Menteri Tata Kota di Madrid, seseorang yang berutang budi besar pada keluarga Montenegro selama puluhan tahun.

"Yayasan Bumi Valero," ucap Rafael, suaranya tenang namun memiliki nada yang tak bisa dibantah. "Aku menemukan bahwa perizinan mereka untuk penggunaan lahan di pinggiran kota memiliki cacat administratif yang sangat... mengkhawatirkan."

Si Menteri berdehem, tampak tidak nyaman. Ia tahu persis siapa yang sedang dibicarakan Rafael. "Tuan Montenegro, membatalkan izin yayasan nirlaba di tengah sorotan media bisa menimbulkan sentimen negatif. Publik sangat menyukai drama 'kebaikan' yang mereka jual."

Rafael menyesap kopinya perlahan, lalu menatap sang Menteri dengan mata predatornya. "Sentimen negatif hanya berlaku bagi mereka yang tidak punya narasi kuat. Katakan pada publik bahwa lahan itu akan dialokasikan untuk proyek sosial yang 'lebih kredibel' di bawah pengawasan Solera. Lagipula, bukankah kau ingin pemilihan tahun depan berjalan lancar tanpa ada skandal pendanaan masa lalu yang terungkap?"

Ancaman itu tersirat namun sangat tajam. Sang Menteri menyeka keringat di dahinya dengan sapu tangan. "Aku mengerti. Aku akan memastikan komisi perizinan meninjau ulang status mereka sore ini. Izin operasinya akan dibekukan sementara untuk investigasi."

Rafael tersenyum puas. Begitu pria itu pergi, ia langsung mengirim pesan singkat kepada Alicia: "Jaring sudah ditarik. Ikan terakhir kita tidak akan punya tempat untuk bersembunyi. Yayasan mereka sudah mati hari ini."

...****************...

Di sebuah apartemen sempit yang berbau alkohol dan keputusasaan, Santiago Valero menatap tumpukan surat tagihan dan dokumen pengadilan yang berserakan di meja makan. Listrik di apartemennya baru saja diputus satu jam yang lalu karena tunggakan. Apartemen ini jauh dari kemewahan penthouse yang dulu ia miliki. Di sini, setiap sudut ruangan seolah menertawakan kegagalannya.

"Brengsek! Semuanya brengsek!" raung Santiago. Ia melempar botol wiski kosong ke arah dinding hingga pecah berkeping-keping.

Ia telah kehilangan segalanya. Perusahaannya, martabatnya, dan kini yayasan yang ia jadikan tameng terakhir sedang berada di ujung tanduk. Ia mendengar kabar dari orang dalamnya bahwa pemerintah sedang membekukan izin Bumi Valero. Ia tahu ini adalah tangan Rafael. Ia tahu Alicia sedang menontonnya dari atas menara kacanya sambil tertawa.

"Kenapa, Alicia? Kenapa kau harus menghancurkanku sampai ke akar-akarnya?" gumamnya dengan suara serak.

Pintu kamar terbuka, dan Isabel melangkah keluar dengan wajah pucat dan mata sembab. "Santiago, apa lagi yang pecah? Kenapa kau terus berteriak? Aku tidak tahan lagi dengan suasana ini!"

"Diam kau, Isabel! Kau tidak tahu apa-apa!" bentak Santiago. "Yayasan kita habis. Perizinannya dibekukan. Kita tidak punya uang lagi!"

"Apa?" Isabel terpekik, tangannya menutupi mulutnya. "Tapi itu satu-satunya harapan kita! Bagaimana dengan citraku? Bagaimana dengan semua pengorbananku?"

"Persetan dengan citramu, Isabel!" Santiago meraih kunci mobilnya—mobil murah yang ia sewa setelah semua asetnya disita. "Aku butuh keluar dari sini. Aku butuh merasa seperti pria lagi, bukan pecundang yang terus-menerus mendengarmu mengeluh!"

Santiago keluar dan membanting pintu, meninggalkan Isabel yang jatuh terduduk di lantai sambil menangis histeris. Santiago merasa tercekik. Ia butuh pelarian. Ia butuh tempat di mana tidak ada yang mengenalnya sebagai "Mantan CEO yang gagal" atau "Pria yang dicampakkan Alicia Valero".

Tanpa menghiraukan suara Isabel, Santiago berkendara tanpa arah hingga ia sampai di sebuah area yang dikenal sebagai pusat lokalisasi yang kumuh di pinggiran kota. Di sana, lampu-lampu neon merah berkedip-kedip, dan aroma parfum murahan bercampur dengan bau asap rokok. Di tempat ini, tidak ada kontrak bisnis, tidak ada negosiasi properti, hanya ada transaksi daging dan pelarian sesaat.

Ia masuk ke sebuah bar remang-remang. Santiago memesan minuman keras paling kuat dan mulai mendekati seorang wanita penghibur yang mengenakan pakaian sangat minim.

"Kau terlihat sangat menderita, Sayang," ujar wanita itu, seorang PSK bernama Maria, sambil menyandarkan kepalanya di bahu Santiago.

"Aku hanya butuh seseorang yang tidak bertanya tentang masa laluku," jawab Santiago, matanya merah karena mabuk. "Ayo kita ke atas. Aku punya uang. Aku masih punya sedikit harga diri untuk dibayar."

Di dalam kamar yang sempit dan pengap, Santiago mencoba melupakan wajah dingin Alicia dan tangisan drama Isabel. Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa ia masih memiliki kuasa atas sesuatu, bahkan jika itu hanya dalam hitungan jam.

Namun, tanpa ia ketahui, setiap gerak-geriknya sedang diawasi. Isabel, yang merasa curiga sejak Santiago pergi tanpa pamit, telah memasang aplikasi pelacak di ponsel Santiago secara diam-diam. Hal tersebut sudah ia lakukan sejak dulu, agar dapat terus memantau Santiago dimanapun berada.

Saat ia melihat lokasi suaminya berada di area lokalisasi, darahnya mendidih. Ia merasa dihina hingga ke sumsum tulang.

"Setelah semua yang kulakukan untuknya! Setelah aku merusak namaku demi dia!" teriak Isabel di dalam mobilnya sambil memacu gas menuju lokasi tersebut.

...****************...

Pintu kamar hotel murah itu ditendang hingga terbuka. Isabel berdiri di sana dengan rambut berantakan dan mata yang berkilat penuh kegilaan. Ia melihat Santiago sedang duduk di tepi ranjang dengan Maria yang hanya mengenakan pakaian dalam.

"SANTIAGO! KAU BINATANG!" jerit Isabel, suaranya melengking hingga terdengar ke lorong.

Santiago tersentak, hampir jatuh dari ranjang karena terkejut. "Isabel? Bagaimana kau... apa yang kau lakukan di sini?!"

"Apa yang kulakukan?!" Isabel menerjang maju, mencoba menjambak rambut Maria. "Aku menyelamatkan harga dirimu setiap hari di depan media, dan kau di sini bersama pelacur murahan ini?! Kau menjijikkan!"

"Hentikan, Isabel! Kau gila! Keluar dari sini!" Santiago mencoba melerai, namun Isabel justru menampar wajahnya dengan sangat keras.

"Aku gila karena mencintaimu! Aku gila karena percaya pada janji manismu!" Isabel mulai menangis histeris, menjatuhkan dirinya ke lantai sambil memukul-mukul kakinya ke lantai, persis seperti adegan drama yang sering ia mainkan. "Alicia benar! Kau hanyalah sampah! Kau tidak pernah berubah! Kau lebih memilih sampah jalanan ini daripada wanita yang memberikan segalanya untukmu!"

"Kemari kau perempuan jalang!!" jerit Isabel kembali bangkit dan menyerang ke arah Maria. Maria berteriak dan berusaha membela diri, menciptakan kekacauan yang luar biasa.

Sementara Santiago terus berusaha menahan Isabel terus menangis histeris.

Maria, yang merasa terancam, segera memakai bajunya dan keluar dari kamar sambil berteriak memanggil keamanan. Keributan itu menarik perhatian orang-orang di bar bawah. Seseorang di lorong mulai merekam kejadian itu dengan ponsel mereka.

"Ayo pulang, Isabel! Kau mempermalukan kita!" bentak Santiago, mencoba menarik tangan Isabel.

"Mempermalukan?! Kau yang mempermalukan aku!" Isabel berdiri, wajahnya penuh coretan maskara yang luntur. Ia menatap Santiago dengan kebencian yang mendalam. "Aku akan pastikan seluruh Madrid tahu apa yang kau lakukan malam ini. Aku akan menjadi korban lagi, dan kali ini, aku tidak akan melindungimu!"

Isabel berlari keluar dari hotel itu, berteriak-teriak di jalanan tentang pengkhianatan suaminya, mengundang perhatian lebih banyak orang. Santiago hanya bisa berdiri di pintu kamar, menutupi wajahnya dengan tangan, menyadari bahwa hidupnya baru saja mencapai titik terendah yang paling memalukan.

...****************...

Keesokan paginya, suasana di penthouse Rafael begitu tenang dan kontras. Alicia Valero duduk di meja sarapan, menyesap teh melati sambil menatap layar tabletnya. Sebuah video viral berjudul "Mantan Raja Properti Madrid Dilabrak Istri di Lokalisasi" menjadi berita nomor satu di media sosial Spanyol.

Alicia tidak tertawa. Ia hanya menatap video itu dengan ekspresi dingin yang sangat tajam.

"Kau melihatnya?" tanya Rafael, yang baru saja selesai mandi, handuk putih melingkar di lehernya yang kokoh.

"Aku melihatnya," jawab Alicia pelan. "Aku tidak menyangka dia akan jatuh secepat ini. Benar-benar menyedihkan. Dia tidak punya martabat lagi."

Rafael duduk di depan Alicia, mengambil tablet itu dan mematikan videonya. "Itulah yang terjadi pada pria yang tidak punya tulang punggung. Saat dunianya runtuh, dia mencari pelarian di tempat paling kotor. Dan Isabel... wanita itu benar-benar tidak tahu kapan harus berhenti berakting. Dia membuat skandal ini semakin besar hanya demi mendapatkan simpati publik sebagai 'istri yang dikhianati'."

"Dia ingin menjadi martir lagi," ujar Alicia, matanya beralih ke jendela yang menampilkan pemandangan kota. "Tapi kali ini, drama itu tidak akan menyelamatkan mereka. Publik justru akan melihat mereka sebagai pasangan yang menjijikkan."

Rafael berdiri, berjalan ke belakang kursi Alicia, dan memeluk bahunya dengan posesif. "Izin yayasan mereka sudah resmi dibekukan pagi ini. Mereka tidak punya uang, tidak punya izin, dan sekarang, tidak punya reputasi yang tersisa. Santiago sudah selesai, Alicia."

Alicia bersandar pada dada Rafael, merasakan kekuatan pria itu. "Aku ingin ini segera berakhir, Rafael. Aku ingin menghapus jejak mereka dari hidupku sepenuhnya."

"Bersabarlah, mi reina," bisik Rafael di telinganya. "Santiago akan datang merangkak kepadamu untuk meminta bantuan atau pengampunan. Dan saat itu terjadi, kau akan memberikan pukulan terakhir yang akan menguburnya selamanya."

"Aku tidak akan memberikan pengampunan," desis Alicia. "Aku hanya akan memberikan apa yang pantas dia terima: kehancuran total."

Di kejauhan, Madrid terus berputar, namun bagi Santiago Valero dan Isabel, dunia mereka baru saja berhenti di dalam kegelapan skandal yang mereka buat sendiri. Alicia dan Rafael kini berdiri sebagai penguasa mutlak, menanti saat yang tepat untuk menutup tirai drama ini untuk selamanya.

1
🦊 Ara Aurora 🦊
Kk mampir yuk 😁
🦊 Ara Aurora 🦊
Alicia kasihnya 😢😢
(Panda%Sya)💸☘️
Semangat terus ya thor💪
nadinta
oh my god, Alicia. Perempuan mahallll
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
cerita bagus gini yg nge like kok cm sdkt ya. minim typo, aq suka. semangat thor 💪💪💪
chrisytells: Makasih, kakak🙏
Harapan aku, makin banyak lagi yg baca karya aku🤗
Kalau boleh aku minta bantu promosi juga, wkwk 🤭😄
Rajin² tinggalkan komentar ya, kak😍
total 1 replies
BiruLotus
lanjut thor
d_midah
Rafael, pilis jangan jadi pria jahat😭
d_midah
jangan gitu dong Rel🥲
Tulisan_nic
Pembalasan yang elegan sekali Alicia,aku suka tipe wanita sepertimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!