Yan Chen ,Penguasa dewa tertinggi merasa hidupnya sudah mencapai akhir, ia kemudian memberikan kekuasaannya kepada muridnya yang paling ia percaya ,Ling Yan ,setelah itu ia berwasiat kepada muridnya untuk tidak membuka segel iblis di gunung Immortal.
Sang murid yang sudah mendapatkan amanat itu mematuhinya dan mengantarkan sang master untuk terakhir kalinya ,sebelum kematiannya ,Yan Chen memberi nasihat untuk muridnya agar ia tidak si makamkan melainkan di baringkan di atas ujung dunia dewa.
Sang murid juga mematuhinya dan setelah kematiannya, secara tidak terduga segel iblis di gunung Immortal terbuka ,hal itu karena desakan dari beberapa murid Junior lain di bawahnya dan akhirnya karena segel telah terbuka ,alam Dewa menjadi kacau dan Ling Yan orang pertama yang menjadi korban dari kekacauan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14 hadiah di pagi hari yang berharga
Balas budi ?"
" ya ,kamu harus membalas budi karena memakai tubuh kosong seorang wanita ,di mana itu merupakan karma karena mengambil tubuh wanita yang sudah tidak memiliki jiwa" kata Yan Chen dengan wajah penuh keseriusan.
" baiklah Yang Mulia saya bersedia, saya akan membalas budi dan memenuhi semua permintaan keluarga pemilik tubuh yang akan saya tempatkan " jiwa biru Yu Weiwei , kemudian menghilang dan melayang ke arah pemakaman desa.
Yan Chen hanya menghela nafas, ia tidak menyangka bisa bertemu dengan prajurit wanita asli dari zaman Yan Kuno .
Ia kemudian menghentikan teknik pemanggilan jiwa surgawi dan memutuskan hanya Yu Weiwei saja yang akan menjadi pengikut pertamanya dalam membangun kembali Dinasti abadi Yan Kuno .
Keesokan harinya, cuaca cerah dengan udara segar menyapa wajah tampan Yan Chen ,dan perlahan pemuda itu membuka kedua matanya ,ia merasa terkejut hingga hampir membangunkan seisi rumah .
" aduh bagaimana bisa aku tidur di sini " gumamnya menoleh ke samping ,di mana ia melihat wanita yang akrab berbaring di sampingnya ,terutama kaki dan tangan wanita cantik itu mengunci pergerakan Yan Chen hingga tidak bisa bergerak.
Mata Yan Chen hanya bisa menatap langit langit kamar ,ia berfikir untuk menjelaskan kebenarannya namun saat berfikir itu ,Yun Qingyi terbangun dari tidurnya ,ia menggeliat hingga tangannya menepuk wajah Yan Chen .
Tuk .
" ahh .... siapa ini ..!" Sebelum berteriak keras ,Yan Chen terlebih dahulu membungkam mulut Yun Qingyi hingga kedua tubuh sepasang pria wanita itu menyatu hingga tercium bau bunga sakura yang bercampur dengan asap dupa di dalam kamar itu .
" zttt jangan berteriak, diam ,nanti ibu dan keluargaku tahu " bisiknya di telinga putih Yun Qingyi.
Wajah Yun Qingyi terlihat memerah dan mendekat rona pucat ,ia sudah berfikir yang tidak tidak dan mencoba memeriksa bagian bawahnya ,namun tidak ada hal yang mencurigakan dan juga ia tidak melihat darah di tempat tidur.
Wajahnya sedikit lega dan kemudian ia tersenyum tipis " Chen Gege apakah kamu sudah tidak bisa tahan untuk menunggu sampai kita sampai ibukota kerajaan?"
" tidak! Aku tidak tahu bagaimana aku bisa tidur di sini, padahal aku di luar sedang berkultivasi semalaman " ucapnya menggelengkan kepala.
Yun Qingyi cemberut " jadi Chen Gege tidak sengaja tertidur di kamar ini ?"
" ya ," Yan Chen tersenyum membenarkan.
" baiklah, tapi bagaimana kalau Qingyi sudah Chen Gege tiduri ,apakah Chen Gege bisa bertanggung jawab ?" Mata lentik Yun Qingyi bergetar pelan ,menunggu jawaban pria di sampingnya yang sudah duduk itu.
" kalau memang aku yang melakukannya ,aku akan bertanggung jawab ,"
" baguslah ,aku kira Chen Gege akan berkilah dan menolak hal ini " Yun Qingyi meregangkan tangannya yang terasa sangat kaku .
Mata Yan Chen sedikit terbelakak lebar melihat dua buah kebanggaan yang sangat besar di balik jubah berlapis Yun Qingyi.
Yun Qingyi menyadari tatapan Yan Chen yang sangat tidak bisa dimaafkan baginya, dengan cepat ia menutup kedua buah kebanggaannya yang sangat besar itu " Chen Gege sama seperti pria lain ,suka melihat hal yang besar " wajahnya tampak merah padam dan berbalik dari pandangan Yan Chen yang tampak canggung itu.
" Qingyi maaf aku tidak sengaja ,lagipula aku seorang laki laki normal ,jadi wajar bila melihat sekilas " kata Yan Chen membela diri .
" oke ... aku akan maafkan, tapi Chen Gege akan aku hukum dengan masak yang enak selama satu minggu ini ,kalau tidak, aku akan beritahu bibi ,bahwa Chen Gege tidur denganku selama satu malam ini "
" jangan...!" Yan Chen membayangkan kemarahan ibunya yang sangat menakutkan, ia mengingat bagaimana ingatan jiwa sebelumnya begitu takut dan segan terhadap ibunya yang sangat keras.
" baiklah Chen Gege bisa keluar, aku mau mengganti pakaian dulu !" Dengan berani Yun Qingyi perlahan membuka jubahnya yang sangat banyak dengan lapisan lima lembar kain.
Dan Yan Chen tahu bahwa wanita cantik yang ada di kamarnya itu sudah mulai mendominasi dirinya dan keluarganya, hati Yan Chen merasa teriris saat mengingat janji di kehidupan dahulunya ,dan dia sudah berkata demi surga untuk memenuhinya.
" ahh sudahlah... nanti setelah menikah ,apakah dia akan menurut atau tidak ..hehehe" Yan Chen tersenyum menyeringai, dan senyumnya itu terlihat oleh ibunya yang baru saja muncul dari belakang rumah.
" ehh nak kamu sudah bangun ,di mana Qingyi?" Xu Jia menatap curiga kearah putranya yang tampak bahagia, terutama ia melihat putranya sedang berdiri di dekat pintu kamarnya.
" nak ada apa denganmu, tampaknya begitu senang ?"
" tidak bu ,aku merasa hari ini sangat cerah, ohh iya bu ,aku akan kembali ke bukit, dan mungkin sampai waktu tertentu aku belum bisa kembali, "
" ya tidak apa apa ,yang penting jaga Qingyi, dia adalah putri dari Raja dan juga sahabat ibu dahulu ,bila kamu menyakitinya secuil rambut pun ,akan ibu tindak sampai kamu menyerah " kata Ibunya mengingatkan.
" tenang saja bu ,Qingyi akan aman bila bersama denganku "
" baguslah... !"
Tak lama kemudian Yun Qingyi keluar dari dalam kamar ,penampilannya di hari yang cerah itu sangat memukau ,hingga Yan Chen di dekatnya merasa ingin segera membawanya kembali ke istana dan melamarnya , namun pikirannya seketika buyar tatkala Yun Qingyi tampak menginjak kaki Yan Chen .
" ada apa Qingyi... kenapa dengan wajah merahmu itu ?" Yan Chen menghapus air liurnya dan kembali seperti batu yang tidak bisa disentuh atau dipilih, sangat kaku .
" tidak ada, bibi ,kami akan kembali ke perkemahan, bila bibi ada waktu bisa bertemu dengan ibuku yang sangat kesepian di istana , "
" tentu ,bibi sudah lama belum bertemu Qilian, apakah dia akan ingat bibi yang sudah tua ini " Xu Jia tampak tertawa lirih ,kemudian ia mengambil sesuatu dari sakunnya.
" Qingyi, bibi tidak bisa memberikan apapun, hanya ini ,tusuk rambut Phoenik merah peninggalan Yan Lin , bibi tidak tahu bagaimana cara menggunakan dengan benar tusuk rambut ini, "
" bibi ini sangat berharga..." Yun Qingyi tampak begitu terharu ,ia menerima pemberian tusuk rambut itu dan menyimpannya di dalam cincin penyimpanannya .
Namun itu dihentikan oleh Yan Chen ,kedua wanita yang ada di ruangan itu terlihat kebingungan dengan perilaku Yan Chen yang tampak janggal dan aneh itu.
" ada apa putraku ?"
" Qingyi kamu tidak bisa menyimpan tusuk rambut itu ,berikan padaku...!"
" ahh buat apa Chen Gege, " raut wajah cantik Uun Qingyi terlihat berubah dan kebingungan, namun tangannya tetap memberikan tusuk rambut kepada Yan Chen .
" berbalik ..!"
Yun Qingyi menurut dan segera berbalik dengan wajah bingung, dan secara cepat merasakan sentuhan sesuatu yang lembut di rambut kepalanya yang sangat indah dan halus .
" kamu terlihat cantik dan cocok sebagai permaisuri...!" Yan Chen berbinar dan matanya tidak teralihkan pandangannya dari wajah dan rambut indah Yun Qingyi.
" apakah ini sangat cocok buatku ..?"