Kisah ini beragam namun aku tak pernah tahu jika awal hidupku yang menderita akan menyesatkan pada keturanku.
lanjutan dari cerita budubynsitter
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. DANISA P.O.V
Untuk berdiri ditempat ku sekarang, ada hal yang harus ku relakan. Mati-matian aku melawan ego dan amarah agar bisa menjadi wanita karir, ku jalani namun kadang, tanpa sadar gejolak diri ingin memberontak dan rasa sedih membawa rasa penyesalan kenapa harus mengalah dan ikut tidak sang ibunda ratu.
Sungguh wanita itu tidak puas menyiksa daniel, fatih yang kala itu belum 17 tahun pun bahkan dibawa ke panti jompo untuk melakukan bakti sosial, seperti biasa, manusia batu itu tidak melakukan perlawanan namun sebelum pergi, dirinya minta barang yang tidak disangka-sangka.
Mengenai permintaan fatih, sungguh tak ingin ku bahas sama sekali. Ternyata memang setiap anak punya aturan dan waktunya masing-masing. Kala giliranku tiba, aku tahu bagaimana besarnya rasa benci daniel pada ati namun mantan korban malah dengan bijak menasehati ku untuk patuh. umpatan, perlawanan sempat kulakukan, namun tak seorang pun yang menahan.
sial memang, aku pernah kabur dari rumah selama seminggu namun tak seorang pun mencari, bahkan dikala rasa frustasi hampir menguasai bahkan membuatku kehabisan akal berbuat apa ditempat persembunyian, tiba-tiba ati masuk kedalam apartemen dengan membawa banyak kotak berisi makanan.
Hal yang sangat percuma rasanya jika aku bertanya bagaimana dia tahu keberadaan ku. Dengan dia datang bahkan masuk dengan sendirinya di apartemen ini, terasa amat sangat wajar jika tak seorang pun menghubungi untuk menanyakan keberadaan ku, menanyakan kabar apa lagi memintaku pulang.
Mata kami sempat bertatapan namun benar-benar hanya sesaat karena setelahnya, wanita itu melangkah santai seolah sudah sangat familiar dengan tempat ini lalu berujar,
"kalo mau memberontak jangan tanggung-tanggung tapi mengingat kau terlalu pilih-pilih makanan, ati bawa ini biar kau semakin semangat" ujarnya acuh sembari meletakkan semua barang bawaannya diatas meja lalu berbalik merapikan kulkas.
enggan sekali rasanya bertemu apalagi berada diruangan yang sama dengan wanita itu, namun sialnya, aku tanpa sadar menelan air liur lalu melangkah mendekati meja makan bahkan dengan lihat tangan membuka satu persatu toples untuk tahu isinya.
Aku mengumpat diri sendiri sebenarnya tapi tidak perlu ada harga diri dihadapan wanita yang ku sapa ati, makanan benar-benar meruntuhkan ego serta amarahku. berbicara soal makan, aku sulit sekali mencari warung yamg rempahnya pas di lidahku.
Persoalan isi perut saja sudah menghancurkan amarahku, apa lagi soal ekonomi. Sungguh tidak pernah ku sangka hidup diluar tanggungan orangtua benar-benar mahal dan sebanyak apa pun aku berusaha menghemat, yang ada aku malah terkesan dirampok oleh diriku sendiri.
Tanpa memperdulikan aktivitas ati, aku menyendok makanan yang ada ke mulutku hingga rasanya aku tidak akan mempermasalahkan jika berat badan naik bahkan jika perutku membesar sekarang juga. Aku benar-benar rindu masakan ati selama sebulan ini.
"semuanya sudah masuk, gih lanjutin mogoknya" ujar ati acuh setelah membilas tangannya lalu kini mulai mengeringkan tangan dengan tissu yang dia temukan diatas meja. aku sempat terpaku sesaat namun sadar drama ini tidak akan berakhir jika aku tak berbicara, dengan cepat aku berkata,
"ati tidak mungkin hanya datang untuk ini dong?!" tanyaku dengan wajah judes dan mempertahankan harga diriku.
"ogh iya, benar hampir ati lupa" ucapnya dengan ekspresi sedikit kaget dan menyesal jadi satu namun setelahnya wanita itu mengeluarkan sebuah amplop dan meletakkan di hadapanku.
"apa ini?" tanyaku bodoh
"itu titipan ati, api dan daniel. katanya untuk mastiin kamu nggak jadi gelandangan bulan depan" jawabnya dengan tutur kata yang lembut dan disertai dengan senyum manis
Lupakan usiaku yang setiap tahunnya kian bertambah, yang ada aku malah menangis meraung karena amarahku tidak dipedulikan, tak seorang pun menemui ku untuk membujuk bahkan mereka semua benar-benar mendukung untuk aku keluar dari rumah.
"ati jahat...." jeritku tanpa peduli orang lain akan mendengar.
seolah anak kecil aku malah menangis tersedu-sedu meraung-raung diatas karper seperti orang kerasukan lalu menghadang ati untuk pergi. Sungguh aku seolah kembali ke masa usiaku masih 10 tahun. Aku meraung dengan puas dan baru berhenti kala ati mendatangiku lalu menyerahkan segelas air putih.
"sudah puas nangisnya?"
Aku tak berujar malah memilih mengangguk sebagai jawaban lalu kembali menikmati air yang ati beri padaku "jadi sekarang kita boleh bicara?" tanya ati lagi dan lagi-lagi ku balas dengan anggukan kepala,
"jadi masalah sekarang apa?" tanyanya dengan posisi jongkok agar mensejajarkan posisi kami dan kami bisa bersitatap
"apa ati bilang?" teriakku dengan segala rasa frustasi yang ada.
kali ini ati tak bersuara malah terkesan menunggu aku menjelaskan dengan sendirinya. Ekspresinya benar-benar datar hingga aku tidak bisa menebak isi hati juga pikirannya kini.
"kenapa aku tidak dibujuk, rayu, bahkan disogok lalu diminta pulang?" cicitku lirih awalnya
"apa?" tanya ati memastikan karena aku yakin dirinya memang tidak mendengar ucapanku.
"kenapa aku tidak dibujuk, rayu, bahkan disogok lalu diminta pulang?" ulangku sekali lagi dengan nada jelas dan tegas diawal kalimat namun lirih diakhir kalimat.
"apa?" tanya ati sekali lagi dengan kening berkerut dalam.
"Kenapa aku tidak dibujuk, rayu, bahkan disogok lalu diminta pulang?" jeritku pada akhirnya saking merasa frustasi dengan tingkah mereka yang entah memang tidak peka atau masa bodoh dengan perasaan serta kondisiku.
Mendengar ucapanku dengan jelas, ati bukannya menjelaskan apalagi menenangkan, dirinya malah tertawa terbahak bahkan memegangi perutnya. Runtuh sudah seluruh harga diriku, ini adalah tragedi paling memalukan menurutku.
ogh ya, sudahkah ku jelaskan jika penyebab hal ini dikarenakan ati memintaku berhenti didunia modeling dan fokus dengan dunia kerja yang seprofesi dengan ijazah yang telah kudapatkan, yaa bagi ati, hobby is hobby selebihnya tidak perlu menjadi pro untuk dianggap layak sebagai wanita terhormat.
"ati jahat" ucapku ketus namun memluk wanita itu terasa sangat erat,
ga up lagi kah trs kisah mereka sama pasangan masing ²di pisah pisah Thor?
gaya gayaan mau demo, di iming imingi makanan lgsg lumer aja 😁😁😁
ada cerita dr si A, ada cerita dr si B, ada cerita dr si C. dan itu untuk kejadian yg sm. trus ku yg baca jadi bingung. ini pemeran utama dlm cerita ini siapa?🤔🤔🤔
ada cerita dr si A, ada cerita dr si B, ada cerita dr si C. dan itu untuk kejadian yg sm. trus ku yg baca jadi bingung. ini pemeran utama dlm cerita ini siapa?🤔🤔🤔
aku ....suka loh gayamu....