NovelToon NovelToon
Kau Ambil Calon Suamiku Ku Nikahi Pria Idaman Mu!

Kau Ambil Calon Suamiku Ku Nikahi Pria Idaman Mu!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Nuraa tersentak, di tangannya ada sebuah undangan pernikahan yang baru saja di kirim oleh seseorang entah siapa, mungkin saja seorang kurir. Nuraa tertegun memandangi 2 nama di bagian depan dari undangan tersebut. 2 nama yang sangat Nuraa kenal, bahkan kedua nama tersebut memiliki tempat istimewa di hatinya.
"Bagaimana mungkin? Tidak!" teriak Nuraa.
"Tidak mungkin mereka menikah." Undangan itu pun lolos begitu saja dari tangan Nuraa, bersamaan dengan tubuhnya yang merosot dan luruh ke lantai.

Penasaran dengan kelanjutan kisah Nuraa?

Ikuti terus dengan membaca novel ini yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Benar saja ... pukul 2 dini hari di saat orang lain terlelap Nuraa justru gelisah dalam tidurnya, Nuraa terus saja membuat gerakan ke kiri dan ke kanan.

"Dasar si Evelyn ... apa susahnya sih tinggal bilang aja langsung isi diary si Vivi, kaya gini kan aku jadi gak bisa tidur, nyebelin banget," gerutu Nuraa.

"Apa Vivi menyimpan banyak keburukan yang aku gak tau ya ... padahal kita sahabatan udah lama, parah sih kalo dia ternyata menyembunyikan banyak hal dari aku, sementara aku selalu terbuka sama dia."

Keesokan paginya Nuraa bangun terlambat karena semalaman dirinya sulit untuk tidur.

Samar-samar Nuraa mendengar suara yang sangat berisik dari luar kamarnya, sesekali ada suara tawa dan juga suara teriakan kecil wanita, Nuraa yang tersadar langsung lompat dari kasurnya dan menuju ke luar kamar.

"Om Rahardiaaannn!" Teriak Nuraa sembari berlari kecil menghampiri Rahardian dan memeluknya dengan erat.

Rahardian adalah keluarga Nuraa satu-satunya yang tersisa, karena mendiang ibu Nuraa sama seperti dirinya yang hanyalah anak tunggal, sementara mendiang ayah Nuraa hanya 2 bersaudara.

Selesai melepaskan kerinduan dengan sang om, Nuraa langsung menghampiri tante nya dan juga sepupu kecil kembarnya.

"Tante Salma ... aku kangen banget tau sama tante dan juga si kembar, mereka tambah lucu ya." Nuraa bersandar manja di bahu Salma, matanya menatap penuh cinta ke arah 2 anak kembar yang sedang bermain di jaga oleh bi Sarti.

"Tante juga kangen sama kamu, Raa ... sekarang kamu kurusan ya, apa kamu diet?" Salma berbalik memperhatikan wajah Nuraa yang di lihatnya sedikit lebih tirus dari biasanya.

"Gak kok ... apa aku kelihatan kurus ya," balas Nuraa.

"Pipi kamu kempot, gak usah diet- diet entar kelihatan kaya nenek-nenek loh, Kevin gak mungkin dong mau calon istrinya kaya nenek-nenek," Salma mencandai Nuraa.

Mendengar nama Kevin di sebut, wajah Nuraa langsung murung, Salma yang menyadari hal tersebut langsung bertanya.

"Kenapa? Kok jadi murung? Kamu lagi bertengkar sama Kevin?" tanya Salma penuh perhatian.

"Non Nuraa, maaf ... di luar ada non Vivi marah-marah dan maksa masuk," sela satpam Nuraa yang masuk ke dalam rumah dengan napas terengah-engah karena berlari kecil.

"Loh kenapa gak biarin aja Vivi masuk, Pak. Biasanya juga kan Vivi keluar masuk rumah ini," timpal Rahardian dengan raut wajah keheranan.

"Bentar ya, Tant...." Laura berdiri dari duduknya.

"Aku ke depan bentar, Om." Nuraa pun berjalan bersama-sama satpam mereka keluar rumah.

Rahardian menatap heran kepergian ponakannya tersebut.

"Bi ... ada apa ini? Kenapa Vivi sampe gak boleh masuk ke rumah ini? Apa Vivi dan Nuraa lagi berantem? Mereka kan sahabatan dari kecil," tanya Rahardian.

Rahardian berjalan menghampiri Salma dan duduk di sampingnya.

"Maaf den, rasanya gak pantas bibi yang ceritain, biar non Nuraa aja yang ceritain semuanya ke den Rahardian," jawab bi Sarti.

Rahardian pun tidak lagi banyak bertanya, tetapi wajahnya tampak seperti orang yang sedang berpikir keras.

"Mas ... nanti kita bisa tanya ke Nuraa, mas gak perlu khawatir, mereka berdua udah dewasa." Salma menenangkan Rahardian, membelai lembut lengan suaminya tersebut.

Nuraa berjalan cepat menghampiri Vivi yang dilihatnya berdiri dengan berkacak pinggang membelakangi pagar rumahnya.

"Ada perlu apa lagi kamu ke sini? Apa ucapan aku kemarin kurang jelas, Vi?"

Mendengar suara yang sangat Vivi kenali, ia langsung berbalik dan melihat Nuraa sudah berdiri di balik pagar rumah.

"Begini cara kamu memperlakukan sahabat kamu, Raa? Seenggaknya biarin aku masuk dan bicara di dalam rumah kamu, bukan di depan pagar kaya gini," protes Vivi, karena Nuraa hanya diam saja, berdiri dengan tangan yang terlipat di depan dada.

"Sorry aku ralat, yang benar itu mantan sahabat, kamu pikir aku masih sudi sahabatan sama wanita yang tega mengkhianati sahabatnya sendiri," cibir Nuraa.

"Oke lupakan soal itu, aku ke sini cuma mau nanya ke kamu, apa kamu kemarin ke apartemen aku? Kamu masuk tanpa ijin, dan ambil barang-barang di dalam apartemenku tanpa ijin juga, kamu gak bisa seenaknya kaya gitu Raa, apartemen itu di beli bukan dari uang pribadi kamu!" imbuh Vivi.

"Ya aku emang ke apartemen kamu kemarin, dan aku masuk tanpa ijin dari kamu, salah sendiri kenapa kamu belum ganti sandi nya," jawab Nuraa enteng.

Sementara Vivi yang mendengar jawaban Nuraa, wajahnya merah padam, menahan gejolak emosi yang sebenarnya ia tahan dengan sekuat tenaga, agar tidak meledak dan hilang kendali di hadapan Nuraa.

"Soal barang yang aku ambil, kamu gak salah bilang begitu ke aku, Vi?!"

"Kamu gak amnesia, kan?" tanya Nuraa lagi.

"Barang yang aku ambil itu milikku! Kalung berlian, dress dan juga tas yang pernah kamu pinjam tanpa kamu ingat untuk kembalikan!"

"Lagian selain ambil itu, apa yang bisa aku ambil di apartemen kamu? Gak ada benda yang berharga, kalo pun ada aku bisa beli benda itu lebih dari 1."

"Gak ada yang menarik di dalam apartemen kamu, Vi!" remeh Nuraa.

Mendengar hinaan yang keluar dari mulut Nuraa kedua tangan Vivi mengepal dengan kuat, jika saja tidak di batasi oleh pagar, rasanya Vivi ingin meremas mulut wanita yang saat ini berdiri di hadapannya tersebut.

"Nuraa sialan! Selama aku masih ada, aku gak akan biarin kamu bahagia, sudah cukup waktu yang aku kasih buat kamu Raa ... setelah ini, gak lagi," bathin Vivi tangannya masih mengepal kuat.

Vivi pun akhirnya memilih pergi, dengan langkah kaki yang ia hentak-hentakkan Vivi kembali masuk ke dalam mobilnya.

Sementara Nuraa yang melihat hal itu tersenyum puas, Nuraa juga kembali masuk ke dalam rumahnya.

"Mana Vivi Raa ... om juga kangen sama dia, kenapa gak di ajak masuk?" tanya Rahardian, melihat Nuraa hanya masuk ke dalam rumah seorang diri.

"Udah pulang," jawab Nuraa singkat.

Rahardian semakin heran mendengar dan juga melihat raut wajah Nuraa, biasanya Nuraa akan senang sekali saat ada Vivi datang ke rumah ini, keduanya selalu saja bersama kemana pun.

"Raa...," panggil Rahardian, lirih.

"Om aku mau mandi dulu ya, rasanya gerah banget badanku." Nuraa berlalu pergi begitu saja dari ruang keluarga menuju kamarnya.

"Sabar Mas ... kita baru aja datang, masih banyak waktu untuk cari tau apa yang terjadi di antara Vivi dan juga Nuraa."

"Sebaiknya kita fokus membantu persiapan untuk pernikahan Nuraa, kamu loh yang akan jadi walinya nanti, Mas," seru Salma.

"Iya kamu benar, Sayang ... lagi pula kita bakalan menetap terus di indonesia, kita gak akan ninggalin Nuraa sendirian lagi."

"Mas Rama nitipin Nuraa ke aku, jadi aku harus pastikan Nuraa bahagia." Rahardian menatap lurus ke arah Nuraa yang berjalan ke kamarnya.

Bersambung...

1
D_wiwied
endingnya koq gantung ya rasanya
Dhira: coba deh baca novelku yg judulnya pembalasan senyap sang istri sah kak...kali aja suka sama alur ceritanya hehehe...
total 3 replies
D_wiwied
si aska ini jd lelaki krg tegas, gampang bgt terpengaruh, untung aj Nuraa udh cinta jd bs menerima
D_wiwied
go kepin, segera ambil diary vivi, baca isinya apa aja
D_wiwied
karena Nuraa nunggu pria yg benar2 tepat, bahagia selalu ya kalian berdua Azka Nuraa
D_wiwied
apalah daya jiwa missqueen ku meronta rontaaaa 😆😆
Dhira: 🤣🤣🤣🤣 wkwkwkw
total 1 replies
D_wiwied
kalo sampe percaya berarti kamu mmg bodoh Ka
D_wiwied
apa hakmu nglarang2
D_wiwied
bunda lupa klo punya anak kandung mlh lbh mentingin si anak tiri yg gatau diri, heran deh koq bisa ya berlaku tdk adil bahkan selalu negatif thinking sm anak sendiri 🤔😠
D_wiwied
Nura nya emang pingin dihukum tu 😁
D_wiwied
heeehhh terus yg kemarin di apart apa piiin, amnesia ya kamu pake ga ngaku udah ena2 ma vivi
D_wiwied: sama2 kak, aku baru nemu novel ini ceritanya bagus so far 👍
total 2 replies
D_wiwied
yaa begitulah cewek, baju selemari tp bingung pake yg mana 😆😁😁
Rismawati Damhoeri
kenapa nggak ke rumah nuraa aja?, kan punya rumah mewah juga, suka2 mau ngapain berdua, drpd satu rumah 3 kk
Dhira: makasih yaa udah luangin waktu buat baca novel aku...trimakasih kak hehehe
total 2 replies
Astri Maulina
novelnya bagus kak ... semangat ya
Dhira: terimakasih kak...baca novel aku yang lain juga dong hehehe...kalo lagi banyak waktu luang yaa..
total 1 replies
D_wiwied
lepasin aja si kepin, mup on cari lg yg lain yg lebih segalanya dr si mantan
D_wiwied
rubah licik
D_wiwied
tadinya masih mikir jangan2 kepin dijebak sm vivi, ternyata... kepin ta sepolos yg ku kira 🤭😱
Nur Hafidah
belum sadra juga kebangeten ibunya aska,kasihan evelyn dirumah sendiri malah diabaikan demi anak pungut ratu drama
Nur Hafidah
kenapa ibu dan ayahnya azka belum sadar juga siapa vivi sebenarnya ya,yang suka drama
Nur Hafidah
Selamat nura semoga samawa
Nur Hafidah
makanya jadi orang jangan jahat kamu vi,kena juga kan dikerjain sama si kevin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!