Seorang gadis berusia 23 tahun yang dipaksa menikah dengan ayahnya karna perjodohan, gadis itu bernama Raisa.
Raisa terpaksa menerima perjodohan itu sebab dia tidak bisa menolak keinginan papanya, dia dijodohkan dengan seorang pemuda berusia 29 tahun anak dari sahabat papanya.
pemuda itu bernama Billy, pemuda yang sama sekali belom pernah dia kenal bahkan melihatnya, namun kini akan menjadi suaminya.
pernikahan karna perjodohan tanpa adanya cinta diantara mereka berdua.
Apakah yang akan terjadi dirumah tangga mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani Suaharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aktivitas.
Raisa merasa lega karna Billy sudah keluar dari kamarnya, dia bergegas mandi, setelah selesai mandi dia memakai pakaian kerjanya, bermake up secukupnya.
"Hmm nampaknya aku terlihat cantik" gumannya didepan cermin.
Setelah siap, Raisa keluar dari kamar, lalu memasuki ruang makan, untuk melakukan sarapan pagi.
"Aku ingin susu, ada tidak ya susu disini" ucap Raisa mencari- cari susu disekeliling dapur nampaknya ada susu dilaci atas.
"Ini dia yang ku cari" guman Raisa sembil membuat susu.
Terdengar ada seseorang berjalan memuruni tangga, dan sudah rapi dilihatnya hanya saja belum memakai Dasi, sesorang itu ternyata Billy.
"Mau kopi?" tanya Raisa saat Billy sudah ada dikursi meja makan.
"Boleh" ucapnya .
Raisa membuatkan kopi untuk Billy, kopi sudah siap dan Raisa memberikanya kepada Billy, disruputlah olehnya.
Setelah membuatkan kopi Billy Raisa mengambil sarapan pagi untuknya ditemani segelas susu putih, sarapan pagi Raisa telah selesai.
"Aku berangkat kerja dulu ya." ucap Raisa yang ingin beranjak dari duduknya.
"Tunggu" cegahnya.
"Ada apa?" tanya Raisa.
"Kau kerja naik motor saja yang ada digarasi, ini kuncinya dan ini uang untukmu membeli bahan bakar motor" ucapnya sembari menyodorkan kunci motor dan 2 lebar uang 100k.
"Apa tidak terlalu banyak uang ini" Raisa menegonya
"Ambil saja sisanya bisa kau belikan makan siang" ucapnya.
"Trimakasih, ug bahagianya kerja dikasih uang hehehe" ucap Raisa lalu dia membenarkan dasi Billy yang belom terpasang itu.
Tatapan mata Raisa dan Billy lagi-lagi bertemu saat Raisa memasangkan Dasi Billy.
"Maaf aku hanya ingin berterimakasih saja denganmu" ucap Raisa dengan tersipu malu.
"Ini menjadi kewajiban barumu setiap harinya" ucap Billy yang ingin mengerjai nya.
Mata Raisa membelolok padanya, serasa ia ingin sekali menolak tapi apalah daya daripada dia tidak dapat uang jika menolak lebih baik dia nurut saja walaupun terpaksa.
"Baiklah, sekali lagi trimakasih" ucap Raisa sambari mengerutkan dahinya dibalas senyum dengan Billy.
Raisa beranjak meninggalkan Billy.
"Yasudah aku berangkat dulu ya" pamitnya lalu dia keluar dari Rumah Billy dan menghilang dari tatapan mata Billy.
Billy melanjutkan sarapannya lalu berangkat kerja setelah itu.
Sesampainya diperusahan, Billy Banyak sekalai pekerjaan karna kemarin dia meninggalkan perusahaan, banyak sekali berkas yang harus dia cek dan dia tanda tangani.
"Permisi pak, ini diatas meja ada berkas-berkas yang harus bapak cek dan tanda tangani" ucap sekertarisnya memberitahu.
Dia mengangguk saja lalu menyelesaikan pekerjaannya dan sekertaris itu keluar dari ruangannya.
*******
Disebrang sana Raisa sudah memasuki ruang kerjanya, tampak seperti biasanya dengan wajah ceria yang terukir diwajahnya.
"Kayak musim pancaroba saja kau Sa hahaha" ledek Anggun yang tiba-tiba masuk keruangan Raisa
"Kenapa? Gua keliatan cantek kan hari ini" jawab Raisa sambil melihat Anggun lalu tertawa.
"Hahaha"
"Apa yang kau lakukan saat cuti, kau jadi kawen?" tanya dia penasaran sambil menggoda Raisa dan meneplok pantat Raisa.
"Hmm menurut lo!" jawab Raisa singkat menatap Anggun.
"Udah gue tebak" ucap Anggun.
"Aku terpaksa ngun menerima perjodohan itu, yaah untunglah pria itu juga terpaksa jdi kami membuat perjanjian lalu akan bercerai selama satu tahun pernikahan" ucap Raisa dengan enjoy.
"Perjanjian apa Sa?" Anggun mengerutkan dahinya memandang wajah Raisa dengan seksa penuh pertanyaan.
"Yaa perjanjian kalau kita hanya suami istri diatas kertas, bukan suami istri sungguhan" jawab Raisa.
"Jadi maksud kau nanti menjadi janda ting ting gitu setelah perceraian" tanyanya kembali.
"Yaa begitulah, jangan kau ceritakan kesiapaun ya tentang pernikahanku, kau maksud kan ngun" ucap Raisa pernikahanku
"Siapppp beres dah" Anggun menampol pantat Raisa lagi dan lagi, lalu dia keluar ruangan Raisa.
Jam kerja sudah dimulai Raisa mengerjakan semua pekerjaan yang sudah beberpa hari dia tinggalkan.
Simak terus yaa!! masih penasaran kah dengan cerita selanjutnya Antara Raisa dengan Billy.