NovelToon NovelToon
Mami Untuk Alicia

Mami Untuk Alicia

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anugrah Utarie

"Aku bersyukur Tuhan mengirim kamu untukku dan Alicia. Terimakasih sudah menerima diriku dan putriku" ~ Adhit


Pertemuan tidak sengaja antara Adhitama dengan Clara membuat mereka saling terikat satu sama lain. Clara yang berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan Adhit, justru takdir mempertemukan mereka kembali.

Clara yang sangat menyayangi Alicia terpaksa menerima lamaran Adhit untuk menjadi istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anugrah Utarie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginap

"Kamu baru pulang dek?" tanya Talita tiba-tiba dan langsung duduk di sebelah Clara.

"Iya kak, aku baru pulang" Clara menoleh kepada kakaknya.

"Siapa?" tanya Talita sedikit berbisik pada adikya.

"Ini Alicia dan itu Adhit kak, a.. "

"Saya teman sekantornya" Adhit memotong ucapan Clara.

Clara kaget ucapannya di potong tiba-tiba (Kenapa dia memotong ucapanku, his dasar menyebalkan) gerutu Clara dalam hati.

"Sayang, Clara sudah pulang ya" Gilang menyusul istrinya ke depan dan duduk disebelah Adhit. Ia tidak terlalu memperhatikan siapa yang duduk disampingnya saat ini.

"Iya, Clara baru pulang bersama laki-laki disebelah kamu Mas" Talita menunjuk Adhit dengan mulutnya.

Saat menoleh ke arah laki-laki yang ada disebelahnya, Gilang langsung tersentak kaget. Karena ia sangat mengenal laki-laki yang sedang duduk disebelahnya.

"Tuan Adhitama" sapa Gilang setelah mengetahui siapa yang ada disebelahnya.

Adhit hanya diam (Ya ampun, sudah susah payah dari tadi menyembunyikan semuanya. Akhirnya terbongkar juga)

"Waktu itu saya hanya bertemu dengan Alvaro, Asisten pribadi Tuan Adhitama. Akhirnya saya bisa bertemu Tuan disini" Gilang begitu antusias setelah bertemu dengan Adhit.

"Iya Tuan Gilang, kebetulan waktu itu saya tidak bisa hadir. Jadinya saya meminta Asisten saya untuk menemuimu"

(Jadi Mas Gilang mengenal manusia menyebalkan ini?) gumam Clara dalam hati.

"Mas kenal dengan Adhit? " tanya Talita pada suaminya.

"Tentu saja Mas kenal, Tuan Adhitama ini adalah pemilik SYH Company sekaligus rekan bisnis Mas" Gilang menepuk bahu Adhit.

Talita melongo mendengar jawaban suaminya "Dek jadi dia atasan kamu?" bisik Talita pada adiknya.

"Iya kak, dia laki-laki yang aku ceritakan itu" Clara memelankan suaranya.

"APA? " Talita kaget sampai tidak sadar suaranya di tinggikan.

Adhit dan Gilang menoleh bersamaan, sedangkan Alicia tidak terusik sama sekali.

"Kak" Clara mencubit pinggang kakaknya.

"Aww, sakit dek" Talita meringis kesakitan setelah dicubit adiknya.

"Ada tamu rupanya" Papa Abimanyu ikut bergabung dengan yang lainnya dan duduk di sofa kosong dekat Adhit.

"Iya Mas, temannya Clara" Mama Vania mengarahkan tangannya kepada Adhitama.

"Selamat malam Paman, saya Adhitama temannya Clara" sapa Adhit ramah pada Papa Abimanyu.

"Iya, selamat malam nak Adhit" Papa Abimanyu tersenyum hangat.

"Ohh iya Pa, tadi Papa dapat salam dari Paman Adinata. Katanya beliau teman Papa sewaktu SMA dulu" Clara menoleh pada Papa Abimanyu.

"Benarkah sayang, apa dia Adinata Erlan Syahreza nak? " tanya Papa Abi pada putrinya.

"Iya Pa, Paman Adinata itu Papinya Adhit Pa" jawab Clara lagi.

"Wahh, Papa sudah lama tidak bertemu dengannya. Ternyata dia punya anak tampan seperti kamu nak Adhit" Papa Abi menpuk-nepuk bahu Adhit.

"Iya Paman, tadi Papi juga bilang begitu. Kalau dia sudah lama tidak bertemu dengan Paman" Adhitama tersenyum kearah Papa Abi.

"Kalau begitu kalian lanjutkan saja obrolannya aku akan menidurkan Alicia dulu. Kasian dia dari tadi tidur di gendongan terus" Clara langsung pergi dari ruang tamu menuju kamarnya. Kemudian ia disusul oleh Talita dan Mama Vania. Sedangkan Adhit kembali berbincang dengan Gilang dan Papa Abimanyu.

"Dek, coba jelaskan apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Talita saat sudah berada di dalam kamar adiknya. Clara terlebih dahulu menidurkan Alicia di tempat tidur dan menyelimutinya. Kemudian Ia segera duduk di sofa diikuti oleh Talita dan Mama Vania ikut masuk ke dalam kamar putrinya lalu bergabung duduk di sofa. Setelah semuanya berkumpul, Clara mulai bercerita.

"Jadi yang kamu bilang kalau ketemu dengan laki-laki itu lagi di kantor, dia adalah Adhit atasan kamu dan itu adalah putrinya" Talita menunjuk Alicia yang sedang tidur.

"Iya kak" jawab Clara singkat.

"Tapi kenapa kamu waktu itu bohong dek?"

"Aku kan tidak bohong, aku hanya bilang kalau dia satu kantor denganku"

Talita terkekeh "Oh iya, waktu itu kamu bilang begitu."

"Lalu, apa hubungan kamu dengan laki-laki itu? " pertanyaan Talita mulai serius.

"Iya sayang, ada hubungan apa diantara kalian? " Mama Vania ikut bertanya.

"Tidak ada hubungan apa-apa, hanya sebatas atasan dan karyawan saja" jawab Clara polos.

Talita dan Vania saling pandang dengan ekspresi bingung mendengar jawaban polos Clara. Karena mereka yakin keduanya tidak mungkin tidak memiliki hubungan khusus.

"Ya ampun adiku tersayang, kamu jangan bohongin kakak deh. Mana mungkin kalian tidak punya hubungan apa-apa? " ucap Talita penuh penekanan.

"Kakak tidak percaya padaku, aku tidak bohong kak, aku tidak punya hubungan apa-apa dengan Adhit" Clara menjelaskan semuanya apa adanya, karena dia memang tidak punya hubungan apa-apa dengan Adhitama.

"Kamu ini polos atau bagaimana sih dek? Mana ada seorang atasan mau mengantarkan karyawannya pulang, kalau tidak ada tujuannya?" Talita mulai kesal pada adiknya.

"Aku juga tidak tau kak, dia tiba-tiba mengajakku ke rumah orang tuanya lalu mengantarku pulang. Karena tadi mobilku di bawa oleh Asistennya" Clara menatap serius kearah kakaknya.

Talita tidak tau lagi harus bicara apa pada adiknya, tapi dia yakin kalau hubungan mereka bukan hanya sebatas bos dan bawahan saja. Karena Adhit sudah membawa adiknya menemui keluarganya dan sekarang laki-laki itu juga sedang bersama dengan Papa dan suaminya di bawah.

Mama Vania hanya diam dan sejenak berpikir setelah mendengarkan penuturan Clara "Kak kamu ikut Mama ke bawah" ajak Mama Vania pada putrinya. "Kamu istirahatlah sayang, sepertinya kamu sudah lelah" ucap Mama Vania mencium puncak kepala anaknya.

"Iya ma" Clara segera bangkit dari sofa dan beranjak menuju kamar mandi.

"Ayo kak" Mama Vania segera meninggalkan kamar anaknya bersama Talita. Mereka segera ke bawah menuju kamar Talita, karena Talita sekalian melihat Adelia.

Clara sudah keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian. Kemudian merebahkan tubuhnya disamping Alicia.

"Selamat malam anak manis" Clara tersenyum setelah mengecup kening Alicia. Kemudian ia segera menyusul Alicia ke alam mimpi.

*********

Sementara para lelaki sedang asik berbincang di ruang tamu di temani kopi dan cemilan yang disajikan Bi Atun. Mereka membahas bisnis, dan berbagai macam pembahasan lainnya. Kalau laki-laki sudah berkumpul ujung-ujungnya mereka pasti membahas perempuan.

"Paman, sebenarnya saya kesini mau meminta izin untuk melamar Clara menjadi istri saya" Adhit tiba-tiba mengatakan sesuatu yang membuat Papa Abi dan Gilang kaget mendengar penuturan Adhit yang begitu mendadak.

"Wow, Tuan Adhitama, kamu gentle sekali meminta Clara langsung untuk menjadi istrimu" Gilang takjub dengan keberanian Adhitama.

"Hahah, benar sekali Gilang. Papa saja sampai kaget" ujar Papa Abi pada menantunya.

"Jadi bagaimana Paman? Apa Paman memberikan izin kepada saya untuk menikahi putri Paman" tanya Adhit lagi dengan ekspresi serius. Dia sebenarnya gugup sekali, tetapi dia memberanikan dirinya meminta Clara pada Papanya.

"Paman setuju saja, tapi itu tergantung Claranya setuju atau tidak. Karena anak Paman itu sangat keras kepala nak Adhit" jawaban Papa Abi seketika membuat senyuman Adhit mengembang sempurna.

"Wah, Tuan Adhitama akan menjadi adik iparku dong" Gilang merangkul pundak Adhit.

"Ahh jangan memanggiku Tuan calon kakak ipar, panggil Adhit saja" Adhit tidak suka orang yang dekat dengannya memanggil dirinya Tuan. Rasanya tidak nyaman saja di hatinya.

"Baiklah Adhit" ujar Gilang menghapus batas kecanggungan diantara mereka.

"Oh iya Paman, paman jangan memberitahukan masalah ini terlebih dahulu pada Clara. Karena saya belum bicara apa-apa padanya" pinta Adhit pada Papa Abimanyu.

"Nak Adhit tenang saja, Paman tidak akan memberitahu kepada Clara kalau dia baru saja di lamar" Papa Abi sedikit tertawa, dan mereka bertiga tertawa lepas malam itu. Tergambar raut kebahagiaan di wajah Papa Abimanyu, setelah mendengar lamaran Adhit untuk putrinya.

Talita yang mendengar tawa lepas Papa dan suaminya, mengernyit heran "Ma, kenapa mereka tertawa seperti itu ya? Seakan Papa dan Mas Gilang mendengar kabar bahagia saja" Talita bertanya pada Mamanya.

"Entahlah sayang, Mama juga tidak tau apa yang sedang mereka bicarakan" Mama Vania sebenarnya juga penasaran dengan apa yang sedang suami dan menantunya bicarakan dengan Adhitama.

"Lalu bagaimana dengan adikmu kak? Mama masih tidak percaya mereka tidak mempunyai hubungan apapun! " Mama Vania kembali membahas tentang putri bungsunya dengan putri sulungnya.

"Aku juga tidak percaya Ma, tapi aku melihat Clara memang tidak berbohong, kalau dia tidak ada hubungan apa-apa dengan laki-laki itu."

Hening, tidak ada pembicaraan lagi diantara keduanya. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Ceklek

Pintu di buka oleh seseorang dari luar "Loh Mama ada disini? " tanya Gilang saat baru saja masuk ke dalam kamarnya.

"Iya nak, tadi Mama dari kamar Clara lalu kesini" ujar Mama Vania pada menantunya. "Apa nak Adhit sudah pulang Gilang?" tanya Mama Vania lagi.

"Belum Ma, Adhit masih di depan bersama Papa" Gilang menghampiri kedua wanita itu.

"Baiklah kalau gitu Mama kedepan dulu menemui mereka" Mama Vania segera beranjak meninggalkan kamar putrinya dan menuju ke ruang tamu menemui suaminya dan Adhitama.

"Sepertinya seru sekali obrolannya" Mama Vania tiba-tiba muncul dan ikut bergabung dengan mereka.

"Iya sayang, Nak Adhit ini ternyata orangnya cerewet sekali. Padahal tadi Mas kira dia ini anak yang pendiam dan tidak terlalu banyak bicara. Ternyata diluar perkiraan" Papa Abi tertawa lepas.

"Ahh Paman bisa saja, saya jadi malu" Adhit sedikit merendah.

"Kamu juga harus tau, tadi Adhit melamar Clara untuk menjadi istrinya. Dia meminta izin langsung padaku" Papa Abi menjelaskannya dengan senyum yang tidak pernah lepas dari wajahnya.

Vania begitu terkesiap mendengar penuturan suaminya "Benarkah yang Mas Abi katakan? "

"Iya sayang, tapi jangan beritahukan pada Clara dulu ya. Karena dia belum mengetahuinya" Papa Abi memperingatkan istrinya.

"Pantas saja anak itu mengatakan tidak ada hubungan apa-apa" gumam Mama Vania pelan.

"Kenapa sayang" tanya Papa Abi karena baru saja mendengar istrinya berbicara.

"Ahh bukan apa-apa Mas" elak Mama Vania pada suaminya. "Nak Adhit menginap disini saja, karena sudah larut malam. Nanti Bibi akan menyuruh Bi Atun membersihkan kamar Tamu."

"Tidak perlu repot-repot Bibi, biar saya saja nanti yang membersihkannya" jawab Adhit sungkan.

"Tidak masalah nak" Kemudian Mama Vania meminta Bi Atun membersihkan kamar tamu, supaya Adhit bisa beristirahat.

Adhit akhirnya menginap di rumah Clara, karena Alicia juga sudah tidur. Jadi tidak mungkin dia pulang malam ini. Waktupun juga sudah hampir tengah malam, saking asiknya ia mengobrol dengan Abimanyu.

1
Neng Alifa
ni suami isteri baperan
Tata google
bulek semua/Drool/
Tata google
lah ngelamar kayak beli cilok pinggir jalan.. /Grin/
Tata google
tiba2 heran emg ada ya orang asing baru kenal tiba di rumah langsung boleh masak /Grin//Grin/
Tata google
ini uda 2025 aku baru mampir/Smile/ nama tokohnya ngikuti gen alpha bener..
krisan
lanjut
Dzaky Fadillah
Btw Thor Alicia kan seharian ikut k kantor ya pulang ny tidur trs ikut k rumah Clara tidur tp gak d bersihin dan ganti baju jg
sudah 2x loh kyk gitu kasian kan Alicia ny thor
Whindy Anugrah: Oke kak, nanti aku cek lagi ya. Makasih udah disampaiin 😊
total 1 replies
Alanna Th
aah, skrg dmaafin - bsk brbwt lg, lbh baik g usah minta maaf deh. cuek" bebek aja 😕😒🙄😜
Alanna Th
yaaah, kaya maen kucing"n! 😢 repooot 😜
Alanna Th
💣 siap meledak!! lari jauuuh 😜😁👊
Alanna Th
ooalaah, djailin adhit y. awas dbls clara lho 🤫
Alanna Th
anaknya kepincut duluan, daddynya mnyusul 😕🙄👍
TRIANI
nikahnya secara islami, pi keseharainnya gk, masak habis gituan gk mandi langsung ke dapur sich,
TRIANI
beda usia alicia sama bian kan jauh, masih SD pula, iyaaa kalee anak seumuran alicia suka anak kecil, dan sudah ada teror2an, kayak orang dewasa, gk masuk akal nee
Ika Rochmawati
up
Sri Wahyuni
kok ganteng varo iya am adit visualnya
Ika Rhia
suka karakter clara yang gak gampang di tindas
Ika Rhia
Kapan MP nya?
Ika Rhia
ehem ehem,,ada yang kebakar api cemburu nih🤭🤭
Amie chie
ya iya lah marahh..... karna d cuekin itu sangat sangat dan sangat menjengkelkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!