NovelToon NovelToon
Menaklukkan Suami Liar

Menaklukkan Suami Liar

Status: tamat
Genre:Tamat / Reinkarnasi / Time Travel / Percintaan Konglomerat / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Rebirth For Love
Popularitas:788.8k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

Neil sudah meninggal, suami yang terobsesi padaku, meninggal dalam senyuman... menyatakan perasaannya.

"Jika aku dapat mengulangi waktu, aku tidak akan membiarkanmu mati..." janjiku dalam tangis.

Bagaikan sebuah doa yang terdengar, kala tubuh kami terbakar bersama. Tiba-tiba aku kembali ke masa itu, masa SMU, 11 tahun lalu, dimana aku dan Neil tidak saling mengenal.

Tapi...ada yang aneh. Suamiku yang lembut entah berada dimana. Yang ada hanya remaja liar dan mengerikan.

"Kamu lumayan cantik...tapi sayangnya terlalu membosankan." Sebuah penolakan dari suamiku yang seharusnya lembut dan paling mencintaiku. Membuatku tertantang untuk menaklukkannya.

"Setan! Aku tau di bagian bawah perutmu, tepat sebelum benda pusakamu, ada tahilalat yang besar!" Teriakku padanya. Membuat dia merinding hingga, menghentikan langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Play

"Ini untuk ibu, makanlah yang banyak." Bianca tersenyum, mengambilkan potongan buah untuk Sela."Omong-ngomong apa kakak belum bangun? A...apa mungkin karena kakak mengalami pelecehan jadi---" Lagi-lagi Bianca menggantung kata-katanya, mengarahkan opini jika Cheisia melakukan hal yang buruk semalam.

"Cheisia tidak mengalami pelecehan. Lagipula Neil lumayan sopan." Sela menghela napas menikmati sarapannya.

"Ta...tapi... aku benar-benar melihat Neil mengikuti tawuran." Ucap Bianca cepat.

"Benar apa yang dikatakan Bianca. Sejujurnya aku tidak begitu menyukai anak itu (Neil). Hazel lebih baik dari segala sisi, status sosial, kecerdasan, prilaku baik. Bahkan keluarganya, semuanya sempurna untuk Cheisia." Dirgantara terlihat makan dengan tenang, namun, jujur saja dalam hatinya gelisah, bagaimana jika Cheisia mogok makan berhari-hari. Bagaimana jika putri kecilnya sakit, karena mogok makan?

Tapi tidak, ini demi kebaikan Cheisia, dirinya harus lebih tegas pada putrinya.

"Ta...tapi ayah, ini tidak adil bagi kak Hazel. Jika Cheisia sudah dilecehkan, maka kak Hazel akan dirugikan dalam hal ini." Ucap Bianca tanpa ragu sama sekali.

Sedangkan Sela yang tengah meraih butter terdiam sejenak. Kalimat Risa, Jessi dan Tantra tiba-tiba terngiang dalam benaknya. Matanya menelisik, sebaik apapun prilakunya Bianca, gadis ini merupakan anak angkat. Tidak seharusnya mencampuri kehidupan anak kandung.

"Selama Hazel tidak keberatan, tidak masalah. Misal, Cheisia terjerat pergaulan bebas, kemudian hamil di luar nikah. Selama Hazel bisa menerimanya kemudian menikahinya, tidak ada yang salah bukan?" Kalimat provokatif penuh perangkap dari Sela. Berusaha bersabar menunggu jawaban Bianca.

Tapi.

"Itu tidak adil bagi kak Hazel!" Bianca tiba-tiba meninggikan intonasi bicaranya.

Hal yang membuat Sela mulai curiga, apa benar Bianca hanya menginginkan kebahagiaan Cheisia? Dirinya benar-benar mengingat kalimat ketiga remaja itu. Anak angkat yang seharusnya membantu sang pewaris suatu hari nanti. Tapi jika begini, bukankah akan menjadi pisau yang menikam balik putri kandungnya?

"Sayang..." Dirgantara mengernyitkan keningnya, terlihat protes dengan ucapan istrinya.

Namun tawa terdengar."Aku hanya bercanda! Lagipula jika pun Cheisia pada akhirnya dengan Neil bukankah itu sama baiknya dengan Hazel? Sekolah tempat Cheisia saat ini, bukan sekolah biasa. Kalangan bawah yang dapat masuk minimal anak dokter atau pengacara, selebihnya jika terlalu pintar baru dapat memiliki beasiswa. Jujur saja, Cheisia hanya kalangan menengah di sana. Kamu ingat Tantra? Pewaris tunggal RV Corporation? Dia teman putri kita. Jadi, Neil sudah pasti memenuhi syarat, dari segi status sosial. Tidak ada alasan melibatkan Hazel yang dari awal menolak pertunangan."

Sela meminum tehnya pelan. Matanya berusaha mencerna bagaimana ekspresi Bianca saat ini. 4 tahun sudah dari hari dirinya mengadopsi Bianca ke rumah ini. Selama itu pula, Sela selalu mencerca Cheisia untuk menjadi seperti Bianca yang berprestasi.

Bahkan tidak mempedulikan Cheisia, hanya karena Bianca mengaku kerap menerima kekerasan verbal dan non verbal dari Cheisia. Tapi apa benar? Itulah yang ingin diketahuinya saat ini.

Bianca terdiam sejenak mulai berfikir. Jika status keluarga Hazel yang setara dengan Dirgantara hanya kalangan menengah di sekolah tersebut. Lalu kalangan atas seperti apa?

"Tidak! Cheisia tidak boleh lebih baik dariku. Jika aku sekolah di tempat itu, mungkin aku akan memiliki banyak teman kalangan atas. Atau mungkin mendapatkan seseorang dengan status sosial lebih tinggi daripada Hazel." Batinnya, memutar otak agar dapat berada di sekolah tersebut.

"Ibu, ayah, untuk mengawasi kak Cheisia, aku bersedia pindah sekolah. Agar jika Cheisia terlibat pergaulan bebas, aku dapat menghentikannya." Kalimat lugu penuh senyuman. Tapi tersembunyi ambisi di dalamnya.

Sedangkan senyuman pudar dari wajah Sela. Bianca tidak sepolos yang diduga olehnya. Apa seperti ini sebenarnya wajah seorang Bianca? Memanfaatkan situasi untuk segalanya? Tidak! Dirinya tidak boleh mengambil kesimpulan terlalu cepat.

"Baik! Jika begitu kamu boleh pindah ke sekolah yang sama dengan Cheisia." Kali ini Sela akan mengalah, dirinya ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.

Senyuman cerah menyungging di wajahnya. Tantra, Jessi dan Risa, dirinya dapat meminta informasi dari ketiga anak itu.

Ada rasa bersalah tersendiri jika memang benar sifat Bianca manipulatif. Sekali? Tidak! Berkali-kali dirinya menyalahkan Cheisia, karena dianggap menyakiti Bianca. Selain itu, Bianca kerap tidak sadarkan diri tanpa sebab. Namun, ketika diperiksa oleh dokter spesialis sekalipun, tidak ada penyakit yang diidap putri angkatnya. Apa itu semua cuma akting untuk mendapatkan perhatian?

Tantra, Jessi dan Risa sedikit membuka matanya. Tentang pada siapa dirinya harus berpihak, bukankah tugas anak angkat membantu anak kandung mengelola perusahaan suatu hari nanti? Tapi bagaimana jika anak angkat mengigit tangan sang anak kandung?

Segalanya masih penuh tanda tanya. Dirinya meminum air mineral, sembari berfikir sejenak. Willem Alexander Niel Andreas? Dari keluarga mana pemuda itu? Haruskah dirinya juga menemui orang tua sang pemuda?

Benar! Dirinya akan mengikuti Cheisia sore ini.

*

Sementara itu di tempat lain.

Ada siswa yang bahkan menjatuhkan bukunya. Bahkan ada yang terjatuh karena membentur tiang kala berjalan.

Perhatian dan konsentrasi mereka teralih ke arah Willem Alexander Niel Andreas, yang untuk pertama kalinya datang dengan anak baru?

"Kakanda romantis..." Cheisia tersenyum kala Neil melepaskan helmnya.

"Mulutmu!" Geram Neil menatap dingin, bukankah ini tugas pacar? Menjaga dan berpihak pada anak bebek (Cheisia) ini?

"Kenapa? Mulutku begitu basah ya? Membuatmu tidak tahan menciumku?" Tanya Cheisia membuat Neil terdiam sejenak menelan ludahnya.

Pemuda yang menghela napas, berusaha untuk melupakan ciuman tiga season kemarin."Mulai sekarang kamu boleh menggunakan namaku. Tapi, ingat satu hal! Pulang sekolah harus langsung menemui ibuku. Jika kamu sedikit saja membuat perasaan ibuku memburuk. Kamu akan tau akibatnya."

Aura mematikan penuh ancaman dari sang naga. Tapi sialnya sang anak bebek memberi hormat, tidak terlihat takut sama sekali."Baik! Aku akan menemui ibu mertua! Sekaligus menemuimu...aku merindukanmu."

"Aku tidak! Ini makananmu!" Neil memberikan tiga kotak makanan yang dikemas dalam satu paper bag.

"Bekal penuh cinta?" Tanya Cheisia.

"Bukan!" Tegas Neil.

"Oh! Bekal penuh napsu. Astaga! Setelah lulus kita harus membuat anak. Kamu diatas atau aku diatas." Kalimat Cheisia yang sukses membuat Neil meninggalkannya.

Pemuda yang menghela napas berkali-kali. Raut wajahnya masih terkesan datar dan dingin. Tapi perasaannya gelisah, terasa aneh tidak menentu."Sial! Wanita itu benar-benar pengaruh buruk!" Batinnya merasa kehidupan tenangnya terusik. Tapi di sisi lain, dirinya tidak dapat berhenti memikirkan Cheisia.

Apa rasa benci yang mendarah daging? Itulah yang ada di benak Neil.

"Kakanda! Nanti pulang sekolah kita, bersama lagi!" Teriak Cheisia menatap ke punggung Neil.

Sejenak senyuman menghilang dari wajahnya. Benar-benar berubah menjadi pandangan penuh kerinduan. Suami yang begitu mencintainya, Neil yang selalu tersenyum sebelum kehidupan terulang. Neil yang selalu memeluknya setiap malam.

"Tidak ada cinta seperti cintamu..." gumamnya dengan suara kecil.

Hingga Risa, Jessi dan Tantra datang menghampirinya.

"Ka...kalian? Jangan bilang kalian pacaran?" Tanya Tantra mencubit kedua pipi Cheisia, terlihat gemas.

1
Fani Indriyani
sadis banget fitri membantai satu keluarga dan menyembunyikan mayatnya didinding
Fani Indriyani
udh deg2an ta kira ryu bakal mati,tp gmn dgn cheseia,bkn kah dadanya sdh kena tembak atau cheseia memakai rompi anti peluru 🤔🤔
Fani Indriyani
enric betul2 mirip niel 😜
ira rodi
coba saja cheisia jujur soal kehidupan keduanya didepan yulia...mgkin yulia jg akan sadar kalo apa yg pernah dimimpikannya memang betul...bukan sekedar mimpi...walaupun saat kehidupan sebelumnya yulia sdh meninggal...
Lailatunnasihah Nasihah
lanjuuutttttt
parknanao
Ceritanya seru
Royhan
Luar biasa
lady rose
hahahaha...3 wanita penguasa bumi..
lady rose
dasar cegil....go go go cheisia
venny
👍👍
lidya makadada
Luar biasa
Beti Hartati
Bagus
Beti Hartati
ya allah cheisia 🤣🤣🤣🤣🤣
Tunduk Kepada Hwang Hyunjin🛐
inimah buah jatuh sepohon-pohonnya😭😭
✨Announcement✨
hahaha pls lah cheisia😭😭
✨Announcement✨
benar-benar agak konslet ni otaknya😭
✨Announcement✨
bukan gitu astaga😭😭
✨Announcement✨
HAHAHA PLS😭
✨Announcement✨
itu niel pasti auto syok, klo author nya kejam langsung dibikin koid dua kali😭
✨Announcement✨
please malu banget bacanya😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!