⚠️ UNTUK 18TH KEATAS, BIJAKLAH DALAM MEMBACA!
Caleste seorang gadis Werewolf yang terlanjur "Having Fun" dengan seorang Vampire bernama Ian, ternyata dari hubungan terlarang itu Caleste hamil. Bayi Hybrid percampuran Werewolf dan Vampire.
Bayi yang menjadi ancaman kaum Werewolf, Vampire maupun Witch. Disisi lain Ian ternyata malah jatuh cinta dengan seorang manusia i'm, Freya gadis blonde yang merupakan seorang Psikolog.
Apa yang akan terjadi pada bayi Hybrid itu?
Read more...
"I'm Fallin Love With Devil"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vietha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14 | Selamat Tinggal.
Hari kemarin telah berlalu, pagi ini Bianca menemui lagi Gillbert di kamarnya, kemarin saat ia menemui Gillbert ia tak jadi menyampaikan maksudnya. Dan hari ini Bianca membulatkan tekatnya.
"Brother, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan!" ucap Bianca dari belakang Gillbert yang sedang membuka lembaran jurnalnya.
"Ada apa sweetheart?!" saut Gillbert menanggapi.
"Aku ingin pergi!" ucap Bianca.
"Baiklah, nanti jangan pulang terlalu larut, Caleste akan kesepian menunggu mu sendiri!" kata Gillbert.
"Aku tidak akan kembali Gill!" saut Bianca.
Seketika Gillbert membalik badannya dan mendekati Bianca di sana.
"Aku kesini hanya untuk bertemu dengan mu, memastikan kau tak kesulitan dengan Ian, dan aku sudah cukup lelah selama ratusan tahun melihat peperangan dalam hidup Ian, dan aku yakin kau tak bisa meniggalkannya Gill, I will be free!" jelas Bianca sambil menangis saat ini.
Gillbert pun terdiam, dan hanya tercengang, ia sendiri mengerti perasaan saudarinya itu.
"You'll be free, berbahagia lah Bianca!" ucap Gillbert kini sambil mengecup pipi adiknya itu.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Disisi lain⚜️
Saat ini Freya tengah merapikan pekerjaannya di Bar. Tentunya saat siang hari Bar tutup dan Freya bisa bergegas ke Kampusnya setelah meja di sana tersusun rapi.
Tak lama Ian datang memasuki Bar dan berjalan mendekati Freya yang seorang diri di sana.
"Apa yang kau lakukan di sini?!" ucap Freya yang kebingungan melihat Ian datang padanya.
"Apa kau ingat janji yang ku buat padamu?!" ucap Ian kemudian dalam langkahnya menuju Freya.
"Janji?! Tidak!" kata Freya.
Kemudian Freya menatap mata Ian yang kini terseyum padanya. Sontak Freya mengingat kembali bahwa Ian seorang Vampire dan malam itu Ian membuat janji dengannya.
"Ya, I remember!"
"Kau berjanji tentang Sean, kau akan memberi tau ku kalau Sean tidak bunuh diri kan?!" ucap Freya dengan sebuah harapan kini mendekati Ian.
"Dan aku menepati janji ku, kau benar, saudara kembar mu bukan mati bunuh diri, seorang Penyihir menyihirnya untuk membunuh dirinya sendiri!" jelas Ian bercerita kepada Freya.
"Aku tau itu, aku tau dia tidak mungkin gila, siapa Penyihir itu?!" tanya Freya dengan cepat.
"Oh kau tidak perlu mengkhawatirkannya, dia sudah membayarnya dengan darahnya!" ucap Ian sambil tersenyum sumringah pada Freya.
"What's? Wait, you kill somebody?!" sentak Freya tercengang kemudian.
"Ya tentu saja, sudah ku katakan aku akan memberikan keadilan atas Sean!" ucap Ian di sana.
Plaaak...
Tiba-tiba Freya menampar Ian dengan tatapan amarahnya.
"Maafkan aku jika aku terkejut dengan reaksi mu ini!" ucap Ian kini dengan ekspresi yang tak seperti semula.
"Memangnya aku harus bereaksi apa?! Kau membuatku merasa bersalah dalam balas dendam yang tidak pernah ku minta!" teriak Freya padanya.
"Dengar, aku sudah hidup ratusan tahun dan aku bisa meyakinkan mu banyak orang yang mati, lagi pula sekarang kau bisa tenang karena tau kebenarannya!" saut Ian dengan cepat.
"Kebenaran?! Kau mengendalikan aku, kau membuat ku damai dengan menipuku, seharusnya aku berduka atas kematian saudara ku!" tegas Freya kini sambil menangis menatap tajam mendekati Ian.
"Aku tak tau bagaimana caranya, tapi aku akan mengembalikan apa yang telah kau lakukan padaku, aku akan mengembalikan semua ingatan ku yang telah kau lenyap kan, dan saat aku berhasil kau takkan pernah melihat ku lagi!" kata yang terakhir keluar dari mulut Freya untuk Ian di sana dengan tetesan air mata yang menetap di pipinya.
Kemudian Ian yang seolah kebingungan dengan situasi ini, dengan cepat melesat pergi meninggalkan Freya dalam Bar-nya.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Disisi lain⚜️
Kini Bianca datang menemui Daniel di kediamannya. Daniel sedang seorang diri duduk di sofa sambil menikmati Alkoholnya di sana.
"Aku kesini untuk berpamitan!" ucap Bianca begitu sampai.
"Have a nice live!" saut Daniel santai sambil menenggak minumannya.
Kemudian Bianca melangkahkan kakinya pergi setelah menarik nafas mendengar perkataan Daniel itu.
"But hey, bagaimana dengan segelas minuman?!" saut Daniel kini sambil berjalan mendekati Bianca yang hendak pergi itu.
"Agar kau bisa merayuku dan mebujukku untuk tinggal?!" tanya Bianca seketika.
"Lalu untuk apa kau kemari?!" tanya Daniel balik.
"Aku datang untuk mengucapkan selamat tinggal!!" tegas Bianca lagi.
"Then Say It!" tegas Daniel kini dengan menatapnya dari dekat.
Bianca kini merasa kesal...
"Aku bersyukur membuangmu!" ucapnya pada Daniel dan berbalik arah meninggalkannya.
Namun dengan cepat Daniel menarik tangan Bianca dan mencium mesra bibirnya di tempat. Di lumatnya bibir indah Bianca dengan penuh nafsu. Namun seketika Bianca melepaskan ciuman itu dan terdiam menatap Daniel.
"Fuck!"
Bianca kini mendorong Daniel ke sofa dan balik mencium bibirnya. Terdengar hela nafas berat dari keduanya. Mereka memang sudah lama menahan diri satu sama lain. Dan kini mereka bercinta melepaskan hasratnya.
"Haah... haaah... "
Bianca melepaskan bajunya kini begitu juga dengan Daniel. Ia langsung mencium leher indah Bianca yang tepat di hadapannya sampai Bianca memejamkan mata.
"Mmmmh... "
Desah suara Bianca yang menikmati, karena saat ini Daniel sedang melancarkan aksinya tanpa sehelai benang pun tersisa pada mereka kini.
"Aaaah... "
Desahan Bianca semakin menjadi sampai ia meremas punggung kekar Daniel.
"Oh damn!" lirih Bianca terbuai.
Puuk... Pukk... Pukk...
Permainan terus berlanjut hingga malam hari pun tiba...
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
"Kau telah mendapatkan apa yang kau inginkan, sekarang kau immortal dan telah menjadi seorang Raja, ikutlah denganku!" ucap Bianca kini setelah selesai bercinta dengan orang yang memang di sukainya sejak dulu.
"Kemana Bianca?!" saut Daniel yang masih memeluk Bianca di sofa itu dengan selimut yang menutupi.
"Kemana pun yang kita mau, kita bisa membangun rumah, kita bisa meninggalkan kota ini pada Ian, meninggalkan semua masalah dan semua Vampire yatim piatu itu!" jelas Bianca padanya.
"Ooh, Vampire Vampire itu keluarga ku sekarang, dan kota ini adalah rumah ku!" jawab Daniel padanya.
Seketika Bianca tercengang, dan mengangkat tubuhnya dari dekapan Daniel.
"Ini dulu juga rumah ku, tapi... " saut Bianca.
Belum selesai ia bicara Daniel memotongnya.
"Kerajaan ini sekarang milikku dan kau meminta ku untuk lari, aku seorang lelaki yang tak lari dari rumahnya!" tegas Daniel kemudian.
Sontak reaksi Daniel itu membuat Bianca meneteskan air matanya. Dengan amarahnya kini, Bianca berbicara tegas dengan Daniel yang masih berada di hadapannya.
"Aku telah hidup lebih lama darimu Daniel, aku telah lihat para Raja bangkit dan jatuh, tapi seberapa besar kerajaan mu, It's Nothing, jika kau tak punya seorang Ratu untuk membaginya. Kau ingin kota ini, ambillah, aku takkan menghentikan mu!" tegas Bianca dengan emosinya kepada Daniel.
Kini Bianca menyeka air matanya dan mengenakan busananya kembali, dengan cepat ia pergi meninggalkan Daniel setelah itu. Daniel pun nampak kesal dan merasa bersalah dengan ucapannya pada Bianca. Namun Bianca telah beranjak dari sana kini.
Tak lama masuk lah seorang anak buah Daniel sembari berbicara di telinganya. Kini hanya terlihat ekspresi amarah dari seorang Daniel setelah mendengar berita dari anak buahnya.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Saat ini di Kediaman Ian⚜️
Tokk... Took...
Seseorang mengetuk pintu rumah Ian, dan Caleste yang membukanya.
"Kemana Ian, aku tidak menemukannya dari tadi?!" ucap seseorang seketika dengan panik.
"Well, aku bukan pengasuhnya you know, Ian dan Gillbert maupun Bianca tidak sedang di rumah sekarang, siapa kau?!" tanya Caleste dengan tamu yang mengetuk itu.
"Daniel sudah mengetahui tempat tinggal kalian aku mata-mata Ian, dia berjanji memberikan a daylight ring untukku (cincin Vampire untuk bertahan di matahari), tolong sampaikan informasi ini padanya dan berhati-hati lah!" ucap pemuda itu dan bergegas pergi setelahnya.
Caleste pun seketika menutup pintunya dan nampak kebingungan setelah itu.
Tak lama ada seseorang lagi mengetuk pintu rumah Ian...
Took... Tokk...
Kemudian Caleste membukanya.
"Hallo, I'm Daniel, aku rasa kita belum pernah bertemu!" ucap Daniel kini dengan senyuman setan berdiri di hadapan Caleste.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
Beberapa saat Kemudian...
Selang beberapa waktu, Gillbert yang baru sampai ke rumahnya langsung berkeliling mencari Caleste.
"Caleste, where are you?! Kenapa rumah ini sepi sekali?!" ucap Gillbert dalam langkahnya.
Ia mencari Caleste dari kamar, sampai ke ruang Library namun tak menemukannya, tak lama Gillbert pun menelfon Bianca kini.
📱📱📱
"Bianca, She's with you?!" ucap Gillbert di telfonnya.
"Aku sudah pergi Gillbert, jangan menggangguku lagi!" tegas Bianca sambil mengendarai Red Car-nya.
"Caleste, dia tidak ada di rumah!" ucap Gillbert yang kebingungan kini.
"What's?!" saut Bianca.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Lanjut di Next Bab⚜️
tak bisa berkata-kata 😎
apa talinya kendor ya...??🙄🙄