NovelToon NovelToon
Pesona Putri Sambungku

Pesona Putri Sambungku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:147.6k
Nilai: 5
Nama Author: Virus

Jeno Alvaro, adalah seorang Dokter Obgyn yang jatuh cinta pada wanita yang sudah menikah, Marisa. Marisa yang tengah hamil besar harus kehilangan suami dan keluarga besarnya saat peristiwa Tsunami.

Marisa melahirkan tanpa suami di sampingnya. Jeno yang membantu persalinannya pun mendekati Marisa perlahan, kemudian menikahinya.

Setelah beberapa bulan, Marisa meninggal karena kanker yang bersarang di otaknya. Jeno merasa sangat kehilangan, namun ia harus kuat dan dengan penuh kasih dia membesarkan sendiri putri sambungnya, yang bernama Luna.

Waktu demi waktu terlewati, semakin dewasa, pesona kecantikan Putrinya melebihi kecantikan mendiang istrinya dahulu. Gejolak cinta semakin Jeno rasakan.

Apakah Jeno akan menyatakan cintanya pada putri sambungnya tersebut? Apakah Luna juga memiliki perasaan terhadap Papa sambungnya? Akankah mereka menikah? Atau melupakan perasaan masing-masing dan menikah dengan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malaikat Darat

Setibanya di rumah, Luna turun membukakan pagar untuk Jeno. Kemudian dia membuka kunci pintu rumahnya.

Jeno yang sudah memarkirkan mobilnya langsung memanggil Luna.

"Luna, kamu rebahan dulu. Nanti papa periksa kondisi kamu," ucap Jeno sembari mengunci pagarnya kembali.

"Luna gak sakit Pah," ucap Luna seraya masuk kedalam setelah berhasil membuka kunci pintu rumahnya.

"Loh tadi kenapa lama ke toilet trus pake bilang mules?" tanya Jeno menghampiri Luna kemudian mengunci pintu rumahnya kembali

"Hehe Luna kan mau jodohin Papa tadinya, makannya lama di toilet,"

"Trus bilang kenapa pake bilang mules? Atau kamu berubah pikiran ya? Hemm?" tanya Jeno

"Itu hehe abis Tante Maya agak genit juga sama Papa jadi Luna tiba-tiba gak suka," ucap Luna dengan alasan yang lain padahal karena dia masih tidak rela jika Papanya menikah dengan orang lain.

"Kamu ini ya, harus Papa kasih pelajaran nih, " ucap Jeno seraya menggelitik pinggang dan perut Luna

"Hahaha geli Pah haha," Luna tertawa kegelian

"Kalau besok-besok sakit beneran yang ada Papa jadi susah untuk percaya, ini Papa gelitikin biar jera,"

"Hahaha emangnya Luna ga bisa balas hahah nih," ucap Luna seraya membalas serangan Papanya. Ia tahu betul bagian mana yang paling membuat Jeno geli, yaitu bawah ketiak.

Pria itu pun kegelian kini yang menang adalah Luna. Jeno menjatuhkan dirinya di sofa, sementara Luna tersandung kaki meja. Posisi mereka pun jadi bertumpu kan.

Luna menghentikan aksi gelitikannya sembari memandangi Jeno. Jeno mulai mereda tawanya lalu ia langsung terdiam saat menyadari posisi Luna yang berada diatas tubuhnya.

Papa seperti Malaikat Darat, Tampan, Baik, Penuh kasih sayang. Aku yakin ini perasaan lain. Ya Allah kenapa aku harus jatuh cinta dengan Papa sambung ku sendiri, batin Luna

Luna beranjak berdiri dan berkata, "Hemm hehe maaf Pah, Luna kesandung meja,"

Ia pun jadi salah tingkah sembari menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal.

"Iya, yaudah kamu ke dalam. Bersih-bersih badan trus tidur," ucap Jeno kemudian berdiri dan mengelus kepala Luna.

"Iya Pa,"

"Papa juga mau tidur cepat. Jangan pernah jodohin Papa lagi ya?" ucap Jeno seraya masuk kedalam kamarnya.

Cepat-cepat ia masuk dan menutup pintu kamarnya dan mengelus dadanya.

"Astaga kalau aku gak tahan iman, bisa-bisa aku kebablasan. Gak boleh. Aku harus tahan diriku. Lebih baik aku simpan perasaan ini sampai maut menjemputku," pikir Jeno.

Ia langsung membuka bajunya dan meletakkannya ke pakaian kotor dekat lemari. Lalu mengambil baju bersih dan mulai ke kamar mandi.

Tiba-tiba ada sebuah ketukan pintu dan membuat Jeno berbalik

"Pa...., ada tamu," panggil Luna seraya mengetuk pintu kamarnya

Ceklek

Jeno langsung membuka pintu kamarnya. Sementara Luna menatap sepersekian detik, otot-otot tubuh Papanya. Meski sudah berumur pria itu selalu menjaga kondisi tubuhnya.

"Tamu? Siapa?" tanya Jeno

"Hemm siapa ya...., " seketika Luna hilang ingatan

"Kamu kenal gak?" tanya Jeno lagi

"Oh iya Luna inget, om Haris," sahut Luna.

"Hemm masa gitu aja lupa," ujar Jeno terkekeh. Ia pun menghampiri Haris dengan menyampirkan handuk di pundaknya dan dengan tanpa mengenakan atasan.

Sementara Luna yang baru tahap pendewasaan merasakan debaran jantung yang tak menentu. Seperti ada yang menyetrum dirinya. Ia lalu masuk ke kamar dan menghilangkan pikiran kotornya.

Tak berapa lama Luna keluar lagi, dia lupa harus menyuguhkan minuman untuk tamu Papanya.

"Ada apa Ris?" tanya Jeno setelah sampai di ruang tamu.

"Kamu mau mandi? Aku lagi ada masalah No, kamu mandi aja dulu biar enakan ngobrolnya,"

"Aku mandinya lama loh,"

"Mandi apaan? Mandi kembang?" ujar Haris

"Haha biasa sambil konser," ucap Jeno alias mandi sambil bernyanyi.

"Astaga, trus direkam gitu suaranya,"

"Haha yo'i,"

Tak berapa lama Luna datang membawakan dua gelas teh hangat untuk Jeno dan Haris

"Om Haris, diminum dulu ya tehnya,"

"Makasih ya cantik, makin cantik aja kamu Lun," rayu Haris

"Haha bisa aja Om Haris," Luna terkekeh,

"Beneran cantik, kalau Om masih muda nih ya Om langsung lamar kamu Lun, hehe," ucap Haris lalu melirik ke arah Jeno sementara Jeno melotot kan matanya.

"Hehe canda bro, Canda ya Lun. Kalo Papanya kayak Jeno, Om Haris kabur duluan deh ehhe, "

"Ih masak takut sama Papa sih," Luna kemudian duduk di seberang kursi Haris dan Jeno

"Loh kamu gak tahu ya, Papa mu ini jago bela diri, Karatenya dah sabuk hitam. Dulu tuh waktu muda, Dia suka nangkapin maling di kompleks loh ahaha, " ucap Haris sengaja memberitahukan siapa Papanya dahulu

"Ih serius, benaran Papa bisa bela diri?" tanya Luna

"Jangan berlebihan deh Ris, yaudah aku mandi dulu ya," ucap Jeno yang malu sendiri

"Beneran lah, Ya biar Luna tahu kelebihan Papanya gak cuma dokter,"

"Rupanya Papa bener-bener malaikat tak bersayap. Malaikat daratnya Luna," sahut Luna dengan polosnya

Dan Haris makin tertawa dibuatnya. Sementara Jeno makin membesar kepalanya.

1
Yanita Dewi
ah ga seru jeno ny meninggal
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐: xixi😂😅
total 1 replies
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
Luar biasa
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
sama kayak lahiran anak pertama ku.. karna BBnya 3,7 terpaksa di gunting.. trus jahit smpe 8 jahitan... makanya sempat trauma melahirkan smpe anak pertama ku 6 tahun bru lahir adeknya 😁😁😁
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
ya Allah... jd inget kisah temanku yg hrus melahirkan prematur pasca gempa dan likuifaksi melanda tempat tinggalnya, mana anak keduanya msh terjebak di reruntuhan rumahnya bersma neneknya, beruntung anaknya msh bsa di selamatkan setelah tertimbun slma 18 jam... hanya neneknya tdk bsa selamatkan 😭😭😭😭
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
jd ingat gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu 2018😭😭😭😭 hampir aja anak pertama ku jd korban dri tembok kamar yg roboh😭😭😭
lenong
🤣🤣🤣
lenong
👍👍👍
RS
Luar biasa
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐: terimakasih 🥰
total 1 replies
WindA²
detective wasabi kah itu? /Grin/
WindA²
luna ga tau, tapi aku tau lho.. /Chuckle/
WindA²
sabar Lun...
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
🤣🤣🤣🤣🤣
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
WindA²
haduh ribetnya
tak adakah cara yg lebih menghemat?
budayakan Lean donk
WindA²: eh
si abang ngekek /Grin/
total 2 replies
WindA¹
memang.. hal ini jika berada pada dunia nyata, bisa dipastikan akan menimbulkan huru hara

namun disini kita diajak untuk lebih jeli dalam menelaah pergulatan bathin yg muncul dalam tiap tokohnya

keren ide ceritanya. semoga makin semangat dalam berkarya
WindA¹
apa bnr sudah siap dg segala konsekuensinya?
WindA²
sayangmu versinya gimana dulu /CoolGuy/
WindA²
haih 😮‍💨
jangan posesif" gitu napa sih jen
WindA¹
aduh
janda gatel
WindA¹
waduh, jalaran soko copet 🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!