NovelToon NovelToon
Assalamu'Alaikum Pak Polisi 2

Assalamu'Alaikum Pak Polisi 2

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Tamat
Popularitas:225.5k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Herliyah

Meidina kini telah resmi menjadi istri seorang Kapolsek, Nyonya Radit Al Farizi. Pria yang mencintai nya tulus tanpa, memandang status masa lalunya.

Derajat Meidina, kini terangkat setelah menikah dengan Radit. Pria yang mampu menutupi masa lalunya sebagai wanita malam, dan memberikan sebuah kebahagiaan yang selama ini dia cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Sakit, Saya Pun Akan Merasakan Sakit

"Jujur Bang, jujur sama saya." ucap Meidina.

"Abang, harus mulai dari mana?" ucap Radit.

Meidina memegang wajah Radit, di kecup nya kening, kedua mata dan bibir nya. Radit memejamkan kedua mata nya, saat Meidina memberikan sentuhan lembut.

"Apapun yang terjadi sama Abang, saya harus tahu. Saya ini adalah istri Abang. Jangan Abang pendam sendiri, atau rasakan sendiri."

"Sayang, maafkan Abang, kalau Abang tidak jujur sama kamu. Abang salah, tapi Abang takut."

"Takut apa Bang, saya ini istri Abang."

"Bukan maksud begitu, Abang takut kamu kepikiran. Abang takut, kamu stres."

"Katakan, apa Abang memiliki sakit jantung?"

"Iya, Abang sakit jantung. Jantung Abang bengkak, tapi sedang di obati. Kalau masih, Abang harus operasi katup jantung."

"Ya Allah Abang, hiks.. hiks... " ucap Meidina langsung memeluk tubuh Yudha.

"Abang sakit."

"Abang harus sembuh, Mei akan selalu ada buat Abang. Kalau merasakan sesuatu, Abang harus bilang sama Meidina."

"Iya sayang, makasih ya. Maafkan Abang , kalau tidak jujur."

"Abang harus kuat, harus sembuh."

****

"Abang obat nya yang mana nih? yang di minum dulu." tanya Meidina sambil memperlihatkan beberapa macam obat.

"Strep warna Silver itu dulu, sama yang yang biasa garis merah." jawab Bagas.

Meidina langsung membuka streep nya, dan memberikan nya pada Radit, lalu Radit minum obat tersebut.

"Kalau habis minum obat gimana?" tanya Meidina.

"Agak mendingan, tidak seperti dulu rasa nya sakit banget."

"Padahal Abang tidak merokok kan?"

"Abang dulu perokok berat, baru berhenti satu tahun."

"Oh pantesan, Abang perokok , saya juga perokok dan peminum Bang."

"Cukup Abang saja, yang rasakan sakit."

"Abang juga harus sembuh, ini anak Abang, hitungan bulan bakalan lahir."

"Abang nggak sabar sayang."

*****

"Mas itu heran sama kamu, makin kesini kok kamu itu seperti bukan wanita alim." ucap Bagas.

"Maksudnya apa?" ucap Anisah, dengan suara lantang.

"Kamu itu sedang ingin minta apa sih? saya heran.Mas itu paling tidak suka, kamu itu selalu menyudutkan Mei, dan kamu itu yang sopan sama Mami Rosa. Mana etika kamu, dan kamu itu istri dari pria berpangkat. Kalau sampai tahu, sama istri anak buah Mas, sikap kamu seperti itu. Mas malu, malu tahu. Kamu tidak malu dengan hijab kamu?"

"Cukup Mas, jangan menghakimi saya terus. Mas kenapa? kalau masalah Meidina mas itu, sensitif sekali."

"Iya sensitif, bagaimana juga dia saudara ipar Mas. Kamu yang dulu ingin, membawa dia ke jalan yang benar, tapi kamu apa? kamu malah yang tidak benar. Mana Anisah yang dulu, mana? "

"Mas, saya begini, walau kalian tidak saling mencintai lagi, tetap saja Mas, walau saudara, saya anggap sebagai duri."

"Astagfirullah, kamu itu sadar nggak sih?"

"Cukup Mas, saya capek. Urusan terus yang berhubungan dengan Meidina atau Mami Rosa. Bagi saya, mereka hanya keturunan orang ketiga."

"Cukup...!!! kamu itu mirip sama Almarhum Om Daus ya, ternyata sifat nya menurun sama kamu."

"Mas nggak suka?"

"Iya, kenapa? salah...!! kalau kamu tidak suka, jangan pernah di depan suami kamu bicara seperti itu lagi."

"Cukup...!!! " bentak Anisah.

"Kamu bentak suami kamu hah...!! "

"Apa...!!! tidak terima? ngomong."

"Anisah.. !! Bagas hampir menampar pipi Anisah, tapi langsung di urungkan.

" Jangan buat Mas kasar sama kamu."

"Saya pergi Mas, saya pergi. Saya capek, biar Mas puas saya pulang ke rumah Abi." ucap Anisah langsung masuk kedalam kamar nya, dan memasukan semua pakaian nya kedalam koper.

"Anisah...!! " bentak Bagas.

"Taruh kembali." ucap Bagas tegas.

Namun Anisah tidak menghiraukan ucapan Bagas, dan fokus pada pakaian yang sedang dia taruh asal ke dalam koper.

"Kamu tidak dengar Mas?"

"Saya pulang ke rumah Abi."

"Kamu keluar, berarti kamu tidak ingin hidup dengan Mas lagi."

Anisah tidak menghiraukan nya, dan hanya terus berjalan melangkah kan kedua kaki nya ke arah pintu keluar.

*****

Hoek.. hoek..

Meidina memuntahkan semua isi nya, Radit langsung mendekat dan memijat tengkuk leher nya.

"Mual banget ya?" ucap Radit.

"Bau banget Bang, bau nggak enak."

"Bau apa?"

"Bau nasi, bau lauk."

"Terus, makan apa?"

"Sedang tidak ingin Makan Bang, mual banget."

"Istirahat ya, nanti Abang buatkan air jahe."

"Iya Bang, mau."

Radit membuat air rebusan Jahe, dan dimasukan gula merah. Setelah matang, Radit langsung bawah untuk Meidina.

"Minum dulu sayang, biar tidak mual."

Adinda meminum nya, terasa sangat enak di tubuh dan rasa mual pun hilang. Radit terus memijat kedua kaki Meidina.

"Bang, sudah. Abang istirahat saja, ini sudah enak Bang."

"Nggak apa - apa, sekarang mau apa lagi?"

"Tidak mau apa - apa Bang, hanya ingin hilang kan rasa mual nya saja."

"Ya sudah, nanti Abang pesan kan buah ya, biar rasa mual nya hilang."

"Makasih Ya Bang."

"Iya sayang, sama - sama." ucap Radit sambil membelai wajah Meidina.

Saat Radit keluar kamar, kedua mata Meidina berkaca - kaca, hati nya menjerit, saat tahu kondisi suami nya yang sedang sakit.

"Ya Allah, angkat lah penyakit suami saya. Kembali untuk hidup normal lagi, seperti dulu lagi. Hilang kan rasa sakit nya, saya ingin menua bersama dan membesarkan anak bersama dia. Hanya dia, orang yang paling sayang, dan mau menerima baik buruk nya saya. Dia suami yang sangat baik,dia pria paling berharga dalam hidup saya. "

Meidina langsung mengusap kedua air matanya. Dan Radit pun masuk, sambil membawa buah jeruk yang ada di dalam kulkas.

"Masih ada buah, tapi sudah Abang pesan kok."

"Pesan apa Bang?"

"Macam - macam buah, ada jeruk, anggur, apel, pisang."

"Banyak banget. "

"Kan buat stok."

"Makasih, Abang memang suami siaga."ucap Meidina sambil membelai pipi kanan Radit.

" Sama - sama sayang, Abang kan tidak mau calon anak kita dan Mamah nya kenapa - napa."

"Abang juga, harus rajin minum obat."

"Iya sayang, pasti. Abang juga ingin sembuh, ingin sehat seperti dulu." ucap Radit.

"Pasti Abang sembuh, saya yakin dan Abang juga harus yakin." ucap Meidina.

.

.

.

1
Jelita Permatasari
good job
Al_nindra
2x saya kehilangan calon baby ku, karena lahir prematur semua,.stelah SC yg k2 sempet nenangin hati waktu masih diruang pemulihan "apa iya Allah tega mengambil babyku untuk k2 kalinya,ga mungkin kan ya" tp ternyta Allah bner2 menguji keimanan & kewarasanku
7 bln & 8bln sudh dlam kandungan ku bawa kmna2 tp dia lbh senang memilih Allah,.
tunggu mamah disana ya 2bidadari kecilku
Itha Honkjy
sedih bngt air mataku kluar trus 😭😭😭😭
Chaira 62js
Luar biasa
Jefri Mohd
sedihnya...airmata saya tk boleh tahan..trus menangis😭😭😭
Daffa.Nakhlah Rafie
anisa percm pendidikan ttggi dn ilmu agama yg mempuni kl tdak kuat iman...br dpt cobaan seperti itu aja sdh gila..apskbr kl dia berada diposisi mei bisa2 mati bunuh diri
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💪🥰
Sagitarius
❤❤❤
Sagitarius
😐😐
🌺Meylianti🌺
Aku nangis dari baca part satu sampai part 2 nya 😭😭😭 ya Allah thour kapan Mei bahagia bagi kek ke Anisah
Tara
Aduch.. Pengen dach punya Suami polisi apalagi yg gagah nan tampan. Uhuy🌹😍💞💖🤗🙏
Eva kusrini
ending ya mengharu biru hatiku... seorang wanita ditinggal pergi suaminya setia tidak menikah lagi itu hebat dengan kedua tangganya Mei bisa membesarkan radit menjadi seorang polisi keinginan alm papanya radit...
mama Al
aku suka ending kayak gini

perempuan itu tipe nya setia jika di tinggal meninggal suaminya. Jika di sakiti lelaki jangan memikirkan cari pasangan baru. karena anak lebih penting dari cari suami baru.
Puspa Herliyah: 🙏🙏...
total 1 replies
Jovita Deliana
mksh author semangat terus berkarya nya..saya suka dengan ending nya ..jd ga ad yg kecewa krna Bagas dan Mei..tetap dengan cnt sejati nya Bagas dan Anisa ..Mei dan Radit..bisa membuktikan bahwa perasaan Mei dan Bagas itu slh dan cm sementara krna cnt abadi Bagas untuk Anisa dan Mei untuk Radit
Puspa Herliyah: 🥰🥰🥰🥰...
total 1 replies
rya
akhirnya tamat, tapi kalau menurut aku kok pengin mei dan Bagas bersatu ya...
Ryanti Yanti
cinta sejati meidina tetap buat bang radit😩😩😩😩😩
Ryanti Yanti
turut berduka cita bang bagas
Ryanti Yanti
bau"si anisah mo koit
Ryanti Yanti
si anisah bikin bagas mlarat🤣🤣🤣🤣
Ryanti Yanti
semoga si anisah gk bikin ulah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!