NovelToon NovelToon
Di Ujung Penantian

Di Ujung Penantian

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:537.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Mei-Yin

Amara Khaira Shaza tidak pernah menyangka perilaku buruknya di masa lalu menjadikan calon suaminya membatalkan rencana pernikahan yang telah disusun rapi. Calon suaminya membatalkannya sepihak tanpa memberinya penjelasan yang gamblang.

Amara patah hati, dia terluka oleh seseorang yang begitu dipercaya. Rasa frustasi dan keterpurukan yang dirasakan membuatnya selalu mengurung diri dan menjauh dari semua orang. Hingga akhirnya dia dikirim oleh kedua orang tuanya datang ke pesantren untuk melupakan segalanya dan belajar ikhlas untuk apa yang telah terjadi dalam hidupnya.

Ketika Amara menyerahkan seluruh cinta dan hidupnya hanya pada Allah, Allah datangkan seseorang yang baik untuk menjadi jodohnya.

Namun, godaan kembali datang saat Amara kembali di hadapkan pada kenyataan bahwa suaminya juga memiliki masa lalu yang kelam.

Akankah kehidupan Amara akan menemukan titik bahagia atau harus kembali menerima cobaan yang lebih dahsyat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei-Yin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah

Pagi itu Kota Lamongan cukup cerah. Sejak pukul delapan pagi Amara sudah bersiap di ruang tamu menunggu kedatangan sopir yang akan menjemputnya.

Sebenarnya Amara sudah mengatakan tidak perlu dijemput, dia akan pulang sendiri dengan menyewa mobil atau naik angkutan umum saja. Namun, kedua orang tuanya tidak mengizinkan karena dia belum paham betul kota ini.

Tak lama mobil jemputan tiba, Amara segera berpamitan pada Umi Rahma dan teman-temannya yang lain, termasuk Fatimah dan Aisha yang mengantarnya dengan mata berkaca-kaca seolah dia akan pergi dan tak akan kembali.

Amara memeluk keduanya dan berbisik, “Aku hanya tiga hari. Kalian cengeng sekali,” katanya.

“Hati-hati di jalan, Nak Mara. Kabari umi jika kamu sudah sampai dengan selamat di rumah orang tuamu.”

“Baik, Umi. Aku pamit semua. Assalamu’alaikum.”

Amara masuk ke dalam mobil yang kemudian melaju perlahan meninggalkan pondok.

Dalam perjalanan Amara mengingat tentang ponselnya yang dinonaktifkan sejak kepergiannya. Tangannya mencari ponsel yang ada di tas dan mengaktifkannya.

Serbuan pesan masuk begitu ponsel itu menyala.

Amara melihat pesan teratas yang paling banyak, nama Bilal Hasby menjadi urutan pertama. Dia mulai membacanya dari awal hingga terakhir kalinya beberapa hari yang lalu.

Pesan dari teman-temannya menyusul kemudian. Mereka menanyakan tentang keberadaannya yang sulit sekali ditemui. Diam-diam dia tersenyum. Dalam keterpurukan dia tahu mana teman yang benar-benar peduli dan mana yang hanya ingin kesenangan saja.

Pesan dari Umi Rahma kembali diingat. Bertemanlah dengan siapa saja, tetapi jika dia membawa keburukan bagimu, cukup hindari agar tak sampai terjerumus dalam pergaulan yang salah.

Amara mengirim pesan pada ibunya dan katakan dia sedang dalam perjalanan pulang.

“Pak Abas nanti mampir di toko oleh-oleh khas Lamongan. Ada gak, ya?”

“Ada, Mbak. Sepertinya ada di depan sana,” jawab sopir itu dengan ramah.

Sesuai permintaanya, mobil menepi di deretan ruko-ruko yang menjual berbagai macam oleh-oleh khas Lamongan. Salah satunya wingko babat yang terkenal rasanya.

Mobil kembali melaju kembali. Sesekali dia memejamkan mata saat bayangan mantan calon suaminya muncul dengan senyum menawan.

“Astaghfirullah. Sadar, Mara. Dia suami orang, jangan memikirkannya lagi.”

Amara menghapus tetesan bening yang ada di sudut matanya.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam, akhirnya mereka telah sampai di rumah.

Amara menatap rumahnya dengan penuh kerinduan. Dia segera masuk ke dalam rumah, tak lupa mengucapkan salam dan dijawab oleh pelayan yang kebetulan membersihkan ruang tamu.

“Alhamdulillah si cantik akhirnya pulang. Emak rindu sekali dengan Mbak Mara,” kata wanita paruh baya itu dengan senyum lebar.

“Emak, jangan bikin Mara nangis deh.” Amara tersenyum, menghampiri wanita paruh baya itu dan memeluknya sekilas. Dia telah menganggapnya lebih dari sekadar asisten rumah tangga. Sejak kecil dia sudah diasuh oleh Sumiyati saat kedua orang tuanya sibuk membesarkan usaha.

“Ibu masih di luar lihat restoran yang ada di Sidoarjo, mungkin siang baru pulang. Bapak masih lihat pembangunan di mana tadi, ya ... lupa,” kata Sumiyati sambil menggaruk kepalanya.

Amara terkekeh, dia mengangguk. Dia tidak sedih karena tak disambut kedua orang tuanya, dia sudah dewasa untuk mengerti tentang kesibukan mereka.

Amara meminta Sumiyati membagikan oleh-oleh yang dibawa kepada semua pekerja di rumah. Dirinya sendiri segera naik ke kamarnya dan memilih istirahat.

Sudah satu jam sejak dirinya masuk ke kamar, tetapi Amara belum bisa memejamkan mata. Dia hanya menatap langit-langit kamar, sesekali dia menoleh ke arah boneka kesayangannya, memeluknya, kemudian berbicara seolah boneka itu bisa mendengarnya.

Namun, detik berikutnya Amara gegas bangun seolah ingat sesuatu.

“Jika aku ingin melupakan, maka aku harus mengeluarkan semua kenangan kita dalam hati dan hidupku. Terima kasih untuk pelajaran berharga yang telah kamu berikan, Mas Haris.”

To Be Continue ....

1
Arya Al-Qomari@AJK
Harris dan keluarganya merasa suci seolah gk punya dosa. orang² yg begini nih yang pada akhirnya tenggelam lebih dulu
Sri Darmayanti
sedih
Dede Bleher
Ajaran ibuku,saurna walaupun kamu bandel tapi jangan pernah serahkan kesucian mu pada pria yg bukan suami mu!
krna kesucian itu kehormatan kluarga.
pun begitu,teman temanku walaupun mereka minum Alkohol dan pernah ke Club malam, mereka masih bersih.
mereka tahu hanya suami yg berhak atas dirinya.
jd tk pernah bablas dlm pacaran!
Rima baharudin
ya allah amara......... jangan bilang gitu org tua mu sedang berusaha membuat mu bangkit kembali, lupakan haris dengan cara mengikhlaskan nya
neng ade
happy ending utk Amara Akram dan kedua putri nya yg satu blm dikasih nama kah . ??
neng ade
sejak awal kedatangan nya di rumah itu niat nya memang ingin menggoda Akram agar mau menikahi diri nya ..
neng ade
syukurlah akhir nya Amara udah sembuh dan bisa berjalan normal lagi .
neng ade
apa tuh hadiah nya .. bikin pemasaran nih. ..
neng ade
ternyata Adnan kenal dngn sopir. mobil itu yg bernama Lukman .. siapa sisik yg bernama Lukman itu
neng ade
itu yg nabrak Mara orang suruhan nya Claudia
neng ade
detektif Adi kah itu yg datang. ??
neng ade
semangat dan sukses selalu utk mu thor 🙏❤❤❤
neng ade
jngn sampai Claudia berhasil kabur
neng ade
jngn ada yg tergiur dngn uang suap yg Claudia kasih
neng ade
obsesi mu akan menghancurkan diri mu sendiri Claudia ..
neng ade
bayi yg tak berdosa itu harus kena imbas nya atas skandal yg melibatkan Akram
neng ade
Luar biasa
neng ade
semoga semua nya cepat selesai ..
detektif Adi harapan ku ada pada mu
neng ade
licik nya ..
neng ade
jadi gregetan juga sm Claudia.. dia ternyata udah hamil dan sengaja menjebak Akram agar bisa menutupi kehamilan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!