NovelToon NovelToon
Wedding Drama

Wedding Drama

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:16.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kim Meili

Hervinda Serana Putri, seorang gadis dengan kesabaran setebal baja. Hidup dengan keluarga angkat yang tidak pernah menganggapnya keluarga. Hidup terlunta dan diperlakukan seperti pembantu. Bahkan, dia seperti membiayai kehidupannya sendiri. Suka, duka dan bahkan segala caci makian sudah diterimanya.

Kejadian besar menimpa Hervinda ketika saudaranya, Rensi kabur dari rumah ketika hari pernikahannya. Seluruh keluarga bingung. Akhirnya, mereka menjadikan Hervinda sebagai ganti tanpa sepengetahuannya.

Michael yang merupakan calon Rensi sudah sangat bahagia. Sayangnya saat dia tau wanita yang dinikahinya bukanlah Rensi, emosinya meluap. Dia berjanji akan menyiksa Hervinda dan mendapatkan kembali Rensinya.

"Apapun untuk mendapatkannya. Kamu bukan yang aku inginkan. Bahkan melukaimu pun aku sanggup."

-Michael Adithama-

"Setidaknya tatap aku dan belajarlah mencintaiku."

-Hervinda Serana Putri-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Meili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 14_Terasa Salah

Michael masih sibuk dengan tumpukan berkas di meja kerjanya. Meneliti setiap laporan dari masing-masing divisi yang ada di bawah naungannya. Pekerjaannya benar-benar menumpuk karena beberapa hari dia terpaksa menyerahkan semua urusannya kepada sekretarisnya. Sedangkan dia, sibuk membuat sengsara Vinda dan terus mengejar Rensi. Mengingat Rensi, dia hanya tersenyum dan menyalakan ponselnya. Tampak wajah Rensi yang tanpa sengaja diambilnya.

“Dari dulu kamu emang paling cantik,” ucap Michael dengan wajha bersemu.

Masih asik dengan pikirannya, Michael dikagetkan dengan suara pintu yang tiba-tiba saja terbuka dan menampilkan dua pria seumuran dengannya mengenakan pakaian rapi, tidak jauh dengannya. Kemeja, dasi dan juga kemejanya. Sedangkan Michael yang melihat langsung berdecih kesal melihatnya dan segera menggulung kemeja lengan panjangnya hingga sesiku.

“Hallo, Bapak Michael yang terhormat. Apa kabara?” tanya seorang pria dengan senyum mengejek.

Michael yang melihat hanya mendengus kesal. “Kalian bisa ketuk dulu sebelum masuk, kan? Setidaknya lapor dengan Rika di depan,” ucap Michael ketus karena kedua sahabatnya selalu masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Terutama Mike yang bekerja di satu perusahaan dengannya. Dia hanya menyengir tanpa rasa bersalah karena sudah sering melakukannya.

“Jadi, bagaimana pencarianmu sebulan ini. Aku dengar kamu menemukan malaikatmu,” tanya salah satu pria yang sejak tadi menatap Michael dengan tatapan mengejek. Dia bahkan menulikan telinga dan enggan mendengar ocehan Michael yang tidak bermutu menurutnya.

“Tau dari mana, kamu?” tanya Michael memicingkan mata dan menatap Ronald-sahabatnya yang juga menjabat sebagai pengaca pribadi untuknya.

Ronald hanya tersenyum dibuat-buat dan melirik Mike yang masih asik memainkan game di ponselnya dan itu membuat Michael tau siapa biangnya. Masih asik dengan game di tangan, matanya melirik sekilas temannya yang sudah menatapnya lekat dan berhasil mengganggu konsentrasinya.

Mike meletakan ponselnya dan menatap ke dua temannya dengan malas. “Hey, kenapa kalian menatapku seolah aku melakukan kesalahan?” gerutu Mike kesal.

Michael menegakan badan dan melangkah meghampiri ke dua sahabatnya dengan langkah angkuh yang jelas tidak membuat teman-temannya takut. Sudah sejak SMA mereka saling mengenal dan dekat. Jadi, terasa cukup untuk saling memahami.

“Mike, kenapa mulutmu selalu saja seperti wanita? Kamu suka bergosip kemana-mana?” celetuk Michael kesal. Dia bahkan tidak mengatakan perihal apapun tentang pencariannya kepada Ronal. Dia tidak mau diejek.

“Tenanglah, Michael. Aku hanya mengatakan apa yang aku tau,” jawab Mike tanpa rasa takut dan terlihat santai.

Michael masih ingin menanggapinya, tetapi dihentikand engan suara Ronald yang membuatnya tersenyum bangga.

“Apa dia sejelek yang diceritakan Mike?” tanya Ronald penasaran.

Michael yang mendengar langsung tersenyum bangga. “Kali ini kalian salah. Malaikatku begtiu cantik dan juga mempesona,” ucapnya dengan nada membanggakan Rensi. Ingatannya mengawang membyaangjan nanti saat dirinya mengatakan yang sebenarnya kepada Rensi.

Bagaimana reaksi Rensi nantinya?

_____

“Jadi, kamu sudah bekerja dengan Michael selama sepuluh tahun?” tanya Vinda sembari menatap Roy dengan tatapan tidak percaya. Mulutnya menganga lebar mendengar Roy sudah selama itu bersama dengan Michael yang menurutnya menakutkan. Namun, sayangnya dia juga merasa nyaman tanpa disadari.

Roy hanya menatap danau buatan dihadapannya dan tersenyum mengembang sembari mengangguk. “Tuan Michael sangat baik. Dia hanya terlalu terobsesi untuk menebus kesalahannya kepada Rensi. Jadi, apa pun yang dilakukannya, dia merasa benar.”

“Termasuk mengeluarkan ku dari kampus dan pekerjaan?” sahut Vinda sembari menatap Roy lekat. Matanya mengamati lekuk wajah Roy yang masih terlalu muda menurutnya. Hidung mancung, rahang keras, bibir tipis dan juag alis tebal yang hampir saling bertautan. Terasa tegas dan menakjubkan sekaligus.

Vinda yang sadar dengan pikirannya langsung menggeleng pelan, berharap semua pikirannya akan hilang. Pikiran konyol, tetapi melihat sikap baik Roy kepadanya, rasanya dia benar-benar rileks duduk berdua dan berbincang. Meski baru beberapa hari mereka saling mengenal dan itu pun karena kekonyolan Michael.

Roy yang melihat Vinda menggeleng sembari menepuk pipinya pelan tersenyum dan itu membuat Vinda menghentikan gerakannya. Senyum pria dihadapannya mampu menghipnotis dan mengunci pandangannya. Rasanya dia enggan mengalihkan matanya. Sampai goncangan ringan diterimanya. Vinda langsung sadar dan terjun ke dunia nyatanya.

“Kamu baik-baik saja?” tanya Roy yang kaget karena Vinda tidak meresponnya.

“Ah,” Vinda melongon sekejap dan kembali mengalihkan pikirannya, “iya,” jawabnya dengan wajah yang benar-benar terihat bodoh.

Roy mengangguk dan kembali menatap danau dihadapannya. “Vinda, aku harap kamu tidak membenci Tuan Michael,” celetuk Roy tiba-tiba.

“Kenapa?” Vinda mengerutkan kening heran. Dia bahkan sudah membenci ketika baru saja melihat Michael yang dengan seenaknya memutuskan rantai makanannya.

“Karena dia sebenarnya baik. Dia ingin melindungi Rensi. Sama seperi Rensi dulu melindunginya sewaktu kecil. Dia hanya dibutakan dengan rasa bersalah karena membiarkan Rensi dalam kesedihan dan juga penyiksaan.”

Vinda yang mendengar langsung mengerutkan kening. Dia bingung dengan apa yang diceritakan Roy padanya. Menyelematkannya saat kecil? Memangnya Rensi bisa melakukan hal semacam itu sewaktu keci. Dia pikir saudara tirinya adalah orang berhati batu yang tidak akan goyah dengan apapun. Ternyata, di luar dugaan, Rensi pernah berbuat baik di saat usianya masih begitu muda.

“Tapi aku merasa Tuan Michael salah mengira. Mungkin dulu Rensi mengalami luka dan ketidakadilan. Namun, sekarang aku merasa kamu yang terluka dan tersakiti, bukan Rensi,” ucap Roy sembari menatap Vinda lekat.

Vinda yang mendengar sontak menatap Roy dengan tatapan bingung. Bibirnya perlahan menunjukan senyum canggung dan langsung mengalihkan pandangannya menatap danau dihadapannya. Rasanya dia tau kalau Roy menyimpan sesuatu.

“Kamu baik-baik saja, Vinda? Jari mu?” tanya Roy dan langsung menatap tepat di jemari Vinda yang tampak luka.

Vinda yang melihat reaksi Roy langsung tersenyum dan menyembunyikan tangannya. “Tentu saja, aku baik-baik saja,” jawab Vinda dengan senyum canggung yang dipaksakan.

Roy hendak mengatakan semua yang dilihatnya semalam, tetapi diurungkan. Dia menatap Vinda dengan tatapan kagum. Gadis yang saat ini duduk disebelahnya terasa berbeda. Padahal dia tau bahwa Vinda tidak sedang baik-baik saja. Namun, dia menunjukan wajah kuat yang enggan dikasihani.

“Kamu akan terlepas dari ini semua, Vinda,” gumam Roy lirih, tetapi masih didengar Vinda.

Vinda yang mendengar hanya diam dan tidak menuntun penjelasan. Roy mengatakannya lirih, jadi dia harus berusaha supaya tidak mendengar ucapan tersebut. Dia langsung mengalihkan pembicaraan mereka dan membuang semua yang mengganggu pikirannya. Jantungnya bahkan berdetak cukup keras merasakan perhatian Roy kepadanya. Baru pertama kali dia mendapatkan perhatian seperti saat ini.

Vinda menghela nafas panjang dan menenangkan hatinya. Terasa ada yang salah, batinnya dalam hati dan matanya menatap Roy yang masih asik bercerita. Bahkan dia sudah tidak konsen dengan apa yang dikatakan Roy.

Mengagumkan, pikirnya dalam hati dan tersenyum menyadari pikiran bodohnya.

_____

1
falea sezi
halahhh klo jd michael mending nikah lagi ngapain nunggu orang koma hadeh ksian anaknya lahh
falea sezi
vinda goblok harusnya urus cerai sendiri lah tolol suami bego aja di pertahanin knp semua tokok di novel mu bodoh
Dian Oktaviya
Luar biasa
nhenhe
pede gilaaaa lu ...
YuWie
enakmen jadi resti ya..sdh hampir jadi pembunuh tapi masih bebas melenggang.
ael apakabar, gak pingin bales tuh
YuWie
semangat Vin
fifa
baru mampir Thor 🙂
Dewi Melow
********* itu maksudnya apa?
masa bacanya Michael bintangbintangbintang kertas 😑🙄
Nani Desmiwati
Ceritanya bagus
Mei Muntiani
Kecewa
Amirah iz
die bkn gila lagi dave saraf akut malah
Lusiana Serly
pasti alur nya kayak Michael sama vinda yg langsung memaafkan, sama kayak cerita tanpa perjuangan panjang
Ruk Mini
oohhh... thorr..kau buat aq mewek2...haru biru..sukaa bgt bucin .walo d awal ngeselin bgt..ok tq thorr d tunggu karya2 mu Bu lgi
call mi
bagus
Hida Hida
ketembak di dada itu tindakan nya harus nya di operasi,masak tindakan nya cuma di panggil kan dokter ke rumah 😅
Ana Marina
good
KING'Tozis - Fingerstyle Ndr
top👍 buat bara
Leli Darwika
penyesalan selalu datang terlambat.
Leli Darwika
asli, karya oThor banyak mengandung bawang.🥺🥺🥺🥺
Leli Darwika
memang kamu keeejaaammmm teramat kejammmm Randy.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!