Kyalowng, nama dunia dari sebuah game petualangan online bernama Deep Dive.
Tak disangka ngototnya seorang pemuda tampan ketika harus mempertahankan gelarnya sebagai pemain terbaik pada game tersebut justru mengundang mala petaka. Tanpa diduga dia masuk ke dalam dunia milik Deep Dive.
Siapa yang membawanya ke sana? Bagaimana mungkin di dunia nyata, seseorang bisa masuk ke dalam dunia game? Tidakkah itu hanya mimpi semata?
Entahlah! Author tidak bisa membuat deskripsi dengan baik. Selanjutnya akan author sertakan nomor bab yang ada gelutnya, menghindari bosan terhadap cerita yang tidak jelas. Mohon dimaklumi. Thanks
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BaDiPra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melawan Perampok (revisi)
Natura bangun pagi dengan semangat menggebu-gebu. Setelah mandi di sungai yang masih sangat sejuk, dia mulai membuat satu rumah pohon lagi untuk sang nenek yang kemarin membantunya mengaktifkan ultimate.
Setelah dua jam berlalu, Natura akhirnya menyelesaikan rumah pohon. Dia lalu turun dari pohon dan bergabung dengan nenek bercucu untuk sarapan. Senyum canggung menghiasi wajah Natura sebab hidangan di depan matanya hanyalah roti dan ikan kering beserta minuman teh pahit. Dia menjadi tahu jika mereka berdua setidaknya memang sedang berhemat atau memang jauh lebih miskin daripada dirinya. "Nenek, bolehkah aku ikut perjalanan kalian? Aku berpikir kembali jika aku mungkin memang sangat membutuhkan ahli buff. Apakah nenek bersedia mengabulkan keinginanku ini?"
Nenek bercucu saling bertatapan dan mengangguk dengan wajah bahagia. "Tentu tiga lebih baik daripada dua. Kami akan senang jika orang sepertimu bergabung dengan kami. Setidaknya kau dapat kami jadikan pengecoh bila kita diserang oleh monster yang tak mungkin kami hindari. Kita berangkat sekarang!" Nenek bercucu bergegas membereskan barang-barang.
"Nek, apakah nenek yakin jika kita harus berangkat sekarang? Tidakkah ini terlalu terburu-buru?"
"Persediaan makanan kami hampir habis. Memangnya kau tak bosan memakan roti kering dengan lauk ikan kering saja?"
"Ah iya, makanan di desa ini memang enak, namun harganya terlalu mahal untuk orang yang sedang berhemat ... Baiklah, mari berangkat!"
Wajah Natura terlihat gembira ketika dia mendapatkan 500 koin kecil atas penukaran surat identitasnya. Itu disebabkan oleh rumah pohon yang Natura dirikan akan dihitung sebagai upah pekerja karena tak sampai menginap lebih dari seminggu. Namun ketika menengok ke arah nenek bercucu di sampingnya, Natura menjadi kesal karena mereka juga mendapat porsi yang sama. Padahal Naturalah yang membangun semua rumah pohon. Terlebih, satu rumah pohon yang didirikan tak dapat diakui sebagai miliknya. "Sungguh licik, mereka benar-benar licik. Aku yakin mereka kemarin berpisah hanya untuk mencari orang guna dimintai tolong supaya membuatkan rumah pohon. Sungguh itu pasti isi kepala mereka!" batin Natura menyembunyikan kekesalan.
"Ngomong-ngomong siapa namamu, Nak?" ucap sang nenek menatap Natura.
"Natural ... Maksudku Natura. Nenek dapat memanggilku Natura."
"Gadis bisu nan bandel ini bernama Enenga, sementara aku, Alia. Jadi apa yang membuat Natura menjadi seorang petualang dan mengembara seorang diri?"
"Aku memiliki cita-cita dan harus terwujud walau syaratnya adalah menjadi petualang nomor satu."
Nenek dan cucu itu menahan tawa mendengar ucapan serius Natura. "Seratus tahun lagi kau pasti dapat mewujudkan cita-cita itu, atau mungkin seribu tahun lagi. Jika gagal, berarti kau hanya butuh waktu tambahan dan seterusnya."
Mereka pun berlari ke arah barat menuju kota Yasa. Dari ucapan Alia, Natura dapat mengetahui jika perjalan yang mereka tempuh akan memakan waktu setidaknya satu bulan. Tentu dia merasa kesal. Apalagi nenek bercucu itu tak mungkin dapat lari secepat dirinya. Tak mungkin juga lari cepat mengonsumsi mana atau stamina sebab diperjalanan mungkin saja akan menghadapi hal yang tak terduga. Selain monster, perampok juga salah satu kendala bagi para petualang berlevel rendah yang tak mampu membeli item teleportasi.
Selain dua hal itu, ada hal lain yang menjadikan mereka harus tiba di tujuan lebih dari waktu minimal. Tak lain adalah biaya masuk ke kota dan biaya menggunakan jasa ahli buff yang menjadi kendala. Nenek bercucu itu berencana untuk memburu monster yang dapat dikalahkan demi mengumpulkan koin. Terlebih lagi, Natura juga tak memiliki koin sebanyak yang diperlukan.
Perjalanan telah mereka tempuh selama satu hari. Menjelang matahari tenggelam mereka beristirahat di bawah pohon besar. Saat mereka duduk bersandar sambil menyantap roti, nenek Alia terlihat melirik sekitar dengan tatapan tajam. "Apa kalian sadar jika kita sedang diawasi?" tanyanya dengan lirih.
Suara tawa seorang lelaki terdengar begitu lantang membuat Natura, Alia, dan Enenga berdiri membentuk formasi bertahan dengan saling membelakangi satu titik.
10 pria menampakkan diri; ada yang memperlihatkan diri dari balik semak-semak; ada juga yang berdiri maupun jongkok santai di atas dahan pohon.
"Kami adalah perampok Taring Harimau. Apakah kalian memperlihatkan formasi bertahan guna melawan kami? Ayolah bung, nenek dan kekasihmu tidak mampu mempertahankan nyawa jika melawan kami," ucap lelaki yang terlihat adalah pemimpin mereka.
"Pemimpin, level nenek itu adalah 40, gadis itu adalah 30, sementara si cantik berdada rata itu ... Eh? Dia seorang pemula?" ucap pria berpakaian layaknya ninja yang sedang jongkok santai di atas dahan sambil memegang koin kaca pemindai status karakter.
"Berapa level gadis rata itu?" tanya pemimpin.
"Nol."
Semua perampok langsung memasang kuda-kuda kecuali ninja itu. "Tenanglah! Si rata itu hanyalah seorang pemula .... "
Ucapan ninja terhenti setelah jidatnya terkena koin yang melesat dengan cepat walau tidak berimbas. "Oi, siapa yang berani menghinaku dengan serangan menggunakan koin kecil ini?!"
"Gadis cantik rata, gadis rata, si rata ... Apakah aku terlihat cantik di mata lelaki?! Apanya yang cantik?! Jika aku mau, maka saat ini aku telah memiliki tiga istri dan satu diantara mereka adalah seorang bangsawan. Nana Rambutane, itulah nama gadis bangsawan berparas cantik jelita yang tidak rela aku pergi berkelana!" terang Natura dengan wajah terlihat membanggakan diri.
Seketika Enenga memukul pipi Natura untuk tak berbicara.
Pemimpin perampok lalu mengambil selebaran yang menyangkut nama Nana Rambutane. "Satu koin Besar?! Sungguh gadis rata bersuara laki-laki ini memiliki harga semahal itu?" Para perampok terlihat bersemangat. Mereka tentu tergiur dengan hadiah luar biasa dari menangkap Natura.
"Kalau begitu kita hanya perlu menangkap si lelaki cantik. Namun kita tidak boleh melukainya atau menghancurkan mentalnya," ujar ninja.
"Ini akan sangat mudah ... Tu, Olu, kalian hadapi nenek bercucu. Lainnya ikut bersamaku melawan gadis tampan ini," ujar pemimpin.
Di sisi lain Natura mengikuti gerakan Alia dan Enenga yang menumpuk telapak tangan guna menjadi satu party. Hal yang lucu sebab terlihat sangat percaya diri bagi para perampok. Begitu juga dengan Natura. Namun Natura juga tak mau menyerahkan diri. Terlebih, dia pernah melihat betapa gilanya orang-orang yang dapat saling bonoh hanya karena berebut monster.
Serangan pertama yang dilancarkan adalah serangan serempak pria bernama Tu dan Olu untuk memaksa kelompok Natura berpencar.
"Oi nek, levelku 60, kau harus mengalah supaya tidak terluka atau mat¡," ucap Olu, lawan nenek Alia.
"Kau meremehkanku? Lihat saja akibatnya!" Walau Alia menyerang lelaki itu dengan serangan gesit dan terukur, namun nyatanya Olu dapat menangkis semua serangan tanpa harus melangkahkan kaki.
Sementara itu, suara kesal seorang pria berbama Tu terdengar dari arah lain. "Menyerahlah gadis bisu! Kau akan benar-benar mat¡ jika aku sampai menyerangmu. Aku adalah ahli combo. Satu kali rehat dua sk¡ll dan ultimate-ku mampu membonohmu!"
Enenga tetap menyerang pria itu walau belum ada serangannya yang berhasil meninggalkan luka.
Sementara itu, tujuh perampok lain masih berdiskusi dengan Natura. "Ayolah pria tampan. Kau hanya perlu menemui tunanganmu dan berhenti berpetualang seorang diri seperti ini. Sadarilah kerapuhan dirimu. Kau bahkan hanya menggunakan satu item yang mana tiada makna sama sekali. Dua serangan senjata kami berarti kau mat¡. Masihkah kau menyia-nyiakan kehidupan mewahmu itu?"
"Jika kalian dapat memecahkan item revive milikku, maka aku bersedia ikut kalian dengan syarat, kalian tidak boleh melukai rekan-rekanku," ujar Natura sambil menunjuk ke arah Alia dan Enenga.
"Tu, Olu, kalian mengerti 'kan maksud gadis tampan ini?"
"Oke," jawab Tu dan Olu.
Dengan sangat cepat Natura berlari dan langsung mengincar leher pemimpin perampok.
Mata sang pemimpin perampok melebar menyadari serangan pemuda yang dia remehkan sangat memat¡kan. "Terlalu cepat!" batinnya tanpa dapat menghindari pedang besi pondasi yang kini kurang dari satu jengkal telah mengacung tegas di depan tenggorokannya.
Serangan itu bahkan sampai menyentuh kulit leher sang pemimpin perampok.
Dan semoga novel2 tentang olahraga ranjang yg ikut nimbrung di genre ini bisa terpindah semuanya ☺
rya anda bagus👍
trus kata notifikesong nya lumayan mengganggu 🤭
di tambah setiap kata dari karakter MCnya yang pintar main game tapi tolol saat di dalam game gak masuk akal.. 👎