Patah hati dan jatuh cinta kembali. Itu biasa bukan? Tapi bagaimana jika jatuh cinta kembali pada seorang pria yang ternyata dia adalah kakak dari sang mantan.
Setelah menikah dan hidup bersama dengan sang kekasih, bukannya hidup dengan bahagia tapi justru malah mendapatkan banyak masalah.
Bukan hanya yang akhirnya hidup satu atap dengan sang mantan, tapi mantan kekasih suami juga datang kembali.
Tidak!
Bukan mantan kekasih, tapi tunangan suami. Dan ternyata dia adalah seorang psikopat yang tidak mau lepas dari suami.
Penasaran kan? Yuk kepoin kisah Nadisya yang harus hidup di kelilingi para mantan dan menjalani hidup yang keras.
Only on: Married With You
suka membaca dan menulis
penyanyi solo dalam hening
follow my ig @reezheety_
add my fb Ree Zheety
dont forget like, komen, vote and follow :))
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nhur Syaibani Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Luka
Tak henti hentinya nadisya menitikkan air mata, Diandra dan naira sampai kebingungan, ada apa dengan sahabatnya itu
"Sya kenapa ? Ngomong dong !" tanya naira
"Semuanya selesai ra semuanya selesai" ucap nadisya akhirnya
"Maksudnya selesai gimana sya ?" tanya Diandra
"....."
"Sya ngomong yg jelas" kata Diandra
Nadisya menatap kedua sahabatnya bergantian, naira dan Diandra kini menatap wajah nadisya dengan serius
"Aku sama alfa udahan" kata nadisya akhirnya
"Huhh" Diandra dan naira terkejut dengan apa yg sahabatnya katakan
"Kok bisa ??" tanya naira
"Kalian berantem??" kata Diandra, nadisya menggelengkan kepalanya lalu menunduk lemah
Diandra memegang kedua bahu nadisya
"Disya? Liat aku sekarang !! Ada apa ??" tanya Diandra
Air mata kini menetes kembali, nadisya tak dapat lagi menahannya, ia tak sanggup menahannya lagi
"Ibunya alfa" ucap nadisya, Diandra melepaskan tangannya dari bahu nadisya
"Ibunya alfa?" kata naira , naira dan Diandra saling menatap wajah tak mengerti
"Dia ngga suka aku berhubungan sama alfa, dia minta aku jauhin alfa, menjauh dari hidupnya" kata nadisya
"Terus? Kamu iyain gitu aja" tanya Diandra, "syaa ? Kamu harusnya pertahanin dong masa kamu langsung kaya gini sihh kamu ga mau berjuang ?" tanya Diandra lagi
"Aku berusaha mempertahankan dia dii tapi ibunya..."
"Ibunya apa??" tanya Diandra
"Nadya !!"
"Nadya ? Apa sih sya ? Aku ga ngerti !!" kata Diandra
"Kecelakaan kemarin, bukan kecelakaan biasa, itu .... Ibunya alfa yg lakuin semua itu" kata nadisya lalu menunduk
"Kamu serius sya? Jahat" kata naira, Diandra hanya terdiam melihat nadisya
"Dia bilang kalo aku masih tetap bersama dengan alfa, bukan cuma nadya tapi mungkin kalian juga bisa jadi selanjutnya, dan tidak hanya patah tulang mungkin bisa lebih parah dari itu dan aku ga mau kalian kenapa-kenapa, aku takut ra, dii" kata nadisya
Diandra dan naira memeluk erat sahabatnya berusaha menguatkan sahabatnya lalu melepaskannya
"Alfa tau?" tanya Diandra
Nadisya menggelengkan kepalanya lemah, ia kembali menitikkan air matanya, dengan cepat Diandra menghapus air mata di pipi nadisya
"Pasti ada solusi, kamu tenang jangan nangis, mata kamu udah bengkak gini syaa!!" kata naira,
Diandra menganggukkan kepalanya "iya sya pasti ada solusi"
"Kita kasih tau alfa" kata naira
"Nggak!! Ibunya alfa ga bakalan tinggal diem, dia bakalan cari tau siapa yg ngasih tau alfa, kalian bisa dalam masalah, aku ngga mau itu terjadi, cuma kalian yg aku punya, cuma kalian keluarga aku sekarang, mungkin emang harus kaya gini, aku gapapa" kata nadisya
"Setidaknya kamu ga sendirian sya, ada aku naira dan nadya di samping kamu"
"Rafli juga tau masalah ini" kata nadisya
"Kok bisa?" tanya naira
"Dia denger pembicaraan aku sama ibunya alfa waktu itu, alfa pasti berfikir kalo aku meninggalkan dia karna rafli, kemarin rafli yg bawa aku dari alfa" kata nadisya ia menghembuskan nafasnya kasar " ya udahlah" ia menaikkan kedua bahunya
"Nadya gimana?" tanya nadisya
"Dia udah lebih baik sekarang, kamu ga perlu khawatir" kata Diandra
****
"Alfa ga dateng lagi dii?" tanya Andra
"Nggak ndra, udah 3 hari dia ga masuk aku udah telfon dia berkali kali tapi ga ada jawaban" kata Diandra
"Duhhh"
"Kenapa?" tanya Diandra
"Kita ada meeting dii, ini penting, kalo proyek ini berhasil perusahaan bisa untung gede"
"Kamu ga bisa handle ini sendirian ??"
"Aku cuma kaki tangannya dii, selebihnya si alfa yg memutuskan" kata Andra
"Kamu handle aja ndra apapun hasilnya nanti setidaknya kamu udah berusaha, lagian disaat kaya gini si alfa ga mungkin bisa diajak bicara" kata Diandra
"Emang dia kenapa??" tanya Andra
Diandra melirik kearah kanan dan kirinya
"Aku ga bisa jelasin disini!!"
"Kita bicara didalem" kata Andra menunjuk ke ruangan alfa, Diandra mengangguk mengerti
Diandra menceritakan semua yg terjadi secara rinci dan detail
"Kamu serius dii ?" tanya Andra, Diandra mengangguk mengiyakan semua yg ia katakan pada Andra
"Bener kata nadisya dii, bu metta emang sulit untuk di lawan, dia bukan tandingan kita, kalo kita bilang yg sebenarnya sama si alfa dia bakalan cari tau sampe ke akar-akarnya dan orang itu pasti dalam masalah, dia ga pernah main main dii" kata Andra
"Terus kita harus gimana sekarang?" tanya Diandra
"Untuk perusahaan aku akan coba handle sebisa mungkin, untuk masalah nadisya aku ga tau dii, ini terlalu sulit" ucap Andra "tapi aku bakalan liat si alfa, aku khawatir sama keadaan dia sekarang apalagi dia udah ga masuk beberapa hari ini" kata Andra, Diandra mengangguk mengerti
****
"Gimana keadaan kamu nad?" tanya nadisya
"Udah mendingan sya" kata nadya
"Maafin aku nad, semua salah aku" ucap nadisya, ia menatap diandra, diandra menutup matanya sekejap dan mengangguk, nadya menatap nadisya tak mengerti "aku yg salah, kamu gini karna aku" kata nadisya, Diandra mengelus pelan bahu nadisya
"Maksudnya ? Aku ga ngerti" kata nadya, nadisya menjelaskan semuanya
"Kamu serius sya??" tanya nadya, nadisya mengangguk mengiyakan
"Aku minta maaf nad. Aku ga bermaksud nyakitin kamu" kata nadisya lalu menunduk
"Udah syaa gapapa lagian aku udah baik baik aja kok, kamu liat sendiri kan" ucap nadya lalu tersenyum
"Nad, jangan bilang sama alfa yaa, cukup kita-kita aja yg tau" kata nadisya, nadya mengangguk mengerti
****
Andra menekan bel apartemen alfa beberapa kali namun tak ada jawaban, ia lalu menekan beberapa digit kode kata sandi apartemen alfa, tanggal lahir nadisya, Andra tahu betul kata sandi apartemen boss nya itu karna ia sering sekali menginap tanpa persetujuan si pemiliknya, Andra masuk dan Ia terkejut melihat keadaan apartemen boss sekaligus sahabatnya itu, sungguh berantakan ada banyak kaleng minuman kosong yg berserakan, ia mencari dimana keberadaan sahabatnya, ia mulai memasuki kamar alfa. Andra melihat alfa sedang tertidur pulas, ia melihat jam di pergelangan tangannya, pukul 13.00
Mungkinkah ia tertidur dari tadi pagi, ia mendekati alfa dan mencium bau alkohol yg sangat menyengat, Andra segera menghindarkan wajahnya
"Berapa banyak ia minum" kata andra pelan
Andra lantas langsung keluar dari kamar alfa, membereskan semua yg nampak kacau, membuang semua yg berserakan dilantai, menyapu dan mengepelnya
Andra menghempaskan tubuhnya dengan kasar diatas sofa ruang tamu, matanya mulai terpejam mencoba mengistirahatkan tubuhnya yg lelah
"Kamu disini ?" suara seseorang mengagetkannya, Andra membuka matanya dan menengok kearah si suara
"Ngapain pagi pagi udah disini ?" kata alfa sembari memegang kepalanya yg terasa berat
"Ini udah sore makanya kalo minum jangan kebanyakan" kata Andra, alfa menghampirinya dan duduk disebelahnya, alfa tersenyum miring
"Kamu kalo kaya gini, masalah ga bakalan selesai al, mau sampe kapan ??"
"Dia yg mulai ndra" kata alfa "dia lebih memilih mantannya" alfa kembali tersenyum "harusnya dari awal aku sadar saat si brengsek itu datang lagi, semua pasti bakal kaya gini, dia emang cinta banget sama mantannya, kamu inget kan gimana dia dulu, saat si brengsek itu ninggalin dia, dia kacau itu karna dia cinta banget sama si ... Ah males" kata alfa, mata alfa kini mulai berkaca kaca, ia segera memalingkan wajahnya dan mengusap kedua matanya
"Jangan dulu berfikir negatif al, aku kenal nadisya gimana, semua pasti ada jalan keluarnya" kata Andra
"Semua udah jelas ndra, aku liat dengan mata dan kepalaku sendiri, dia pergi sama mantannya"
"Kita cari solusinya al, hmmm tadi aku meeting dengan klien kita dari swiss al, mereka .... "
"Aku ga peduli ndra, kamu urus aja, kalo udah ga ada yg mau dibicarain kamu bisa pulang, aku ingin sendiri" kata alfa lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya
"Mau sampe kapan kamu siksa diri kamu kaya gitu, itu cuma mempersulit diri kamu al" kata Andra
"Sampe rasa sakit ini hilang" kata alfa lalu masuk kedalam kamarnya
Andra meninggalkan apartemen alfa setelah pembicaraan barusan, ia bingung harus bagaimana, ia ingin membantu sahabatnya tapi metta setyana bukan lawannya
Alfa memasuki kamarnya, menutupnya rapat rapat, kali ini ia tak dapat lagi menahannya, hatinya benar benar terluka dengan sangat dalam ia melihat fotonya dan nadisya tengah berpelukan dengan latar pegunungan yg indah, ia mengambil foto tersebut di atas nakas, ia menatap wajah nadisya dalam foto itu yg nampak sangat bahagia
"Kenapa sya? Kenapa ?" tanya alfa, ia langsung melempar foto itu ke tembok dengan sangat kasar hingga tak berbentuk dan tersisa serpihan-serpihan kaca
Alfa mengusap wajahnya kasar, ia benar benar frustasi, kali ini hatinya benar benar sudah tak berbentuk, ia benar benar hancur
jadi ikut melo
bagus
sukses
semangat
kemaren author Hiatus jd ikutan Hiatus jg bacanya.
kenapa baru baca lg Uda meweeek trus dari episode sebelumnya GK berenti2😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 thor, kenapa dimasukkan bawang disini😭😭😭