Della Puspita gadis cantik 18 Tahun,harus kehilangan kesuciannya karna direnggut paksa oleh seseorang yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri.
Masa depan dan cita-citanya hancur.
Menikah di usia dini terpaksa harus dia jalani.
(jangan lupa terus dukung author ya....!!)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melisa d'angel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menikah 13
Sampai rumah Della langsung lari kedalam kamar, Dina menyusulnya.
"Della dengarkan mba.. !
Kamu nggak boleh keras kepala seperti ini Dell.
Apa yang dikatakan Bu Ningsih dan Alvand adalah demi kebaikan kamu.
Tidak ada untungnya bagi mereka.
Bu Ningsih sudah bersedia merawat dan menjaga kamu selama masa kehamilanmu nanti,apa lagi yang kamu mau..?
Apa kamu mau mba yang merawat kamu, sementara mba juga harus kerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga ini..? "
"Bukan gitu mba.
Tapi aku gak mau menikah sama dia.
Aku membencinya.
Aku takut ketemu dia dirumah itu.
"Della pernikahan ini hanya status saja, supaya nanti saat orang-orang tahu bahwa kamu hamil, kamu tidak dicibir sebagai
seorang wanita yang hamil diluar nikah dan tanpa suami.
Saat anakmu lahir nanti dia juga butuh status orang tuanya dek.
Lagi pula menikah dengan Alvand dan tinggal serumah dengannya, bukan berarti kamu juga harus tidur sekamar dengannya jika kamu tidak mau.
Bu Ningsih sudah menyiapkan kamar lain untukmu.
Nanti mba sendiri yang akan membuat perjanjian dengan mereka, bahwa selama pernikahan kalian, Alvand tidak boleh menyentuhmu.
Pernikahan ini hanya sampai anakmu lahir, setelah itu kau boleh bebas menentukan kemana arah hidupmu lagi. "
Della hanya tertunduk diam dan menangis.
Sejenak dia mencoba mencerna semua yang dikatakan kakaknya dengan kepala dingin.
"Baik lah mba aku akan menikah dengannya..." jawab Della tiba-tiba.
Mendengar jawaban Della,Dina senang dan langsung memeluk adiknya itu.
"Dengar dell,apapun yang mba lakukan semua adalah demi kebaikan kamu.
Mba yakin Bu Ningsih dan keluarga tidak akan mengingkari janjinya. percayalah..! "
Della hanya diam dan mengangguk.
****
Esok harinya sebelum berangkat kerja Dina mampir dulu kerumah Bu Ningsih.
Dina memberi tahu Alvand dan keluarga bahwa Della sudah mau menyetujui pernikahan itu.
Bu Ningsih tersenyum lega mendengarnya .
Dina juga tidak lupa menyebutkan beberapa syarat yang diminta oleh Della.
- Bahwa Alvand tidak boleh menyentuh Della selama pernikahan.
- Kamar mereka harus terpisah.
- Dan setelah anaknya lahir, Alvand harus menceraikan Della kembali.
- Kemudian hak asuh anaknya nanti akan diberikan pada Alvand.
- Alvand lah yang harus membesarkan anaknya sendiri ,tidak boleh membebani Della nantinya.
Begitulah isi perjanjian yang diminta oleh Della.
Bu Ningsih dan Alvand menyetujui perjanjian tersebut.
"Makasi Dina kamu sudah mau membujuk Della." ucap Bu Ningsih.
"Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk adik saya Bu.
"Baik lah kalau begitu hari ini Ibu akan mengurus persiapan pernikahan mereka.
Mudah-mudahan nanti semua berjalan lancar ya.
"Iya saya serahkan semua sama Ibu ya.
Kalau gitu saya pamit pergi kerja dulu Bu.
"Iya Dina hati-hati.
Oh ya Rafa kamu tinggal sama siapa.?
"Hari ini Della gak kesekolah Bu.
Biar dia saja yang menjaga Rafa dirumah hari ini.
"Oh gitu, ya sudah.." jawab Bu Ningsih.
Setelah itu Dina pun pergi.
****
Tiga hari kemudian, semua persiapan pernikahan sudah selesai diurus oleh Bu Ningsih.
Setelah itu Alvand dan Della tinggal melangsungkan pernikahan di KUA.
Sebagaimana yang sudah dijanjikan,pernikahan mereka dilakukan tertutup.
Hanya di hadiri oleh keluarga Bu Ningsih, dan keluarga Dina saja.
Ijab Kabul pun dimulai.
Penghulu : "Saudara Alvand,saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Della Puspita binti Mawardi dengan maharnya seperangkat alat Shalat, dan Emas 100 gram dibayar tunai.
Alvand : "Saya terima nikah dan kawinnya Della Puspita binti Mawardi dengan mahar tersebut dibayar tunai..."
"Saaahh.. " tanya Bapak Penghulu.
Saah..saaah ..saah..."jawab para saksi.
Setelah itu para hadirin serentak mengucap syukur.
Begitu juga dengan Alvand.
Dia mengusap muka dengan kedua telapak tangannya,sambil mengucap syukur sedalam-dalamnya.
Kini dia sudah resmi menikahi Della.
Senyum bahagia terpancar dari wajahnya.
Tapi berbeda dengan Della, raut mukanya datar saja.
Tidak menunjukkan ekspresi apapun.
Tanpa pikir panjang alAlvand lansung mengacungkan tangannya pada Della,berharap Della akan menjabat dan mencium punggung tangannya.
Sebagaimana yang dilakukan pasangan menikah setelah Ijab Kabul biasanya.
Tapi ternyata respon Della berbeda.
Dia hanya membalas jabatan tangan Alvand sebentar dan kemudian menarik tangannya dengan cepat kembali.
Setelah itu memalingkan wajahya.
Senyum yang tadinya sedang merekah dibibir Alvand, seketika memudar.
Ada perasaan sedih melihat respon Della, tapi dia kembali mencoba untuk mengerti bahwa pernikahan itu memang tidak di inginkan Della sebelumnya.
Semua orang yang berada disanapun berusaha memaklumi sikap Della.
Setelah pernikahan selesai mereka semua kembali lagi kerumah..
********
Gimana Monica dibenci sama orang yang Kamu sukai,itu Obsesi bukan Cinta Monica🙄🙄