Chang Sheng adalah anak kecil berumur 10 tahun yang dianggap sampah oleh semua orang di desanya. Dia selalu ditertawakan dan ditindas oleh anak-anak seumurnya. Sampai suatu hari kecelakaan yang membawa keberuntungan, mengubah nasib Chang Sheng. Ikut pertualangan Chang Sheng menuju puncak ilmu bela diri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HankQ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Keadaan di Dalam Gua
Chang Sheng berpikir cukup lama, tetapi tidak bisa menemukan jawaban untuk keanehan titik Dan Tian. Akhirnya Chang Sheng memutuskan untuk mengakhiri meditasi pernapasan dan tidak memikirkan keanehan tersebut untuk sementara waktu.
" Lebih baik aku tidak memikirkan hal ini sekarang. Rasanya belum ada jawaban atas keanehan ini. Aku akan bertanya pada Tetua Bai Lao nanti saat aku kembali ke Sekte. " Pikir Chang Sheng sambil mengakhiri meditasinya.
Setelah mengakhiri proses meditasinya, Chang Sheng berdiri dan mengamati keadaan di sekitarnya. Chang Sheng merasakan ada kejanggalan tentang kerangka tulang Kilin Suci Api dan kerangka tulang Ular Raksasa.
" Mengapa di tempat ini ada dua kerangka tulang? Apakah terjadi pertarungan di antara dua Binatang Legenda ini? " Chang Sheng yakin bahwa Ular Raksasa juga merupakan Binatang Legenda seperti Kilin Suci Api. Melihat ukuran kerangka tulang Ular Raksasa yang lebih tinggi dari kerangka tulang Kilin Suci Api. Apalagi panjang tubuh Ular Raksasa tersebut mencapai seratus meter.
" Apakah mungkin masih ada lagi Binatang Legenda lainnya yang masih hidup? " Pandangan Chang Sheng terarah ke mulut gua. Chang Sheng mencoba mencari tahu keadaan di dalam gua. Perlahan-lahan Chang Sheng berjalan memasuki gua sambil meningkatkan kewaspadaan.
Setelah masuk ke dalam gua, Chang Sheng merasa takjub melihat keadaan di dalamnya. Ukuran di dalam gua cukup luas dan terdapat banyak jenis tanaman obat yang tumbuh dengan subur. Di dalam gua juga terang seperti ada lentera yang menerangi tempat tersebut. Ternyata terang di dalam gua disebabkan karena salah satu jenis tanaman yang tumbuh di sana.
" Ini... Bukankah ini Bunga Lentera Api? " Chang Sheng menghampiri tanaman itu untuk memastikan dugaannya.
" Ternyata benar, ini memang Bunga Lentera Api. " Chang Sheng tersenyum setelah memastikan tanaman itu.
Bunga Lentera Api adalah sejenis tanaman merambat yang bunganya berbentuk seperti lentera berwarna merah. Ada seberkas sinar yang memancar dari putik bunga tersebut, sehingga memancarkan cahaya kemerahan yang membuat tempat di sekitarnya menjadi terang. Seperti ada sinar matahari di dalam gua.
Bunga Lentera Api merupakan salah satu tanaman obat tingkat tinggi. Keberadaan tanaman ini sudah terbilang langka. Sudah sangat sulit untuk ditemukan di Daratan Tengah. Tetapi di dalam gua tempat Chang Sheng berada, tanaman ini tumbuh sangat subur sehingga menjalar ke mana-mana. Bunganya juga mencapai seribu lebih kuntum.
Chang Sheng melihat tanaman-tanaman lainnya yang tumbuh di dalam gua tersebut. Chang Sheng benar-benar terpana dengan tanaman yang ada di sana. Semua tanaman obat di sana banyak jenis dan jumlahnya juga sangat banyak. Apalagi tanaman tersebut adalah tanaman obat tingkat tinggi yang sudah langka dan harganya sangat mahal.
" Aku benar-benar kaya mendadak...! " Chang Sheng tersenyum lebar memikirkan tanaman obat yang harganya sangat mahal di Dataran Tengah.
Setelah tersenyum agak lama, Chang Sheng kemudian menuju ke sebuah kolam yang terletak di tengah-tengah gua. Di sekeliling kolam ditumbuhi bermacam-macam pohon yang rindang. Ada pohon Pearl Darah, pohon Cherry Ungu, pohon Kesemek Biru, pohon Buah Jiwa, dan masih banyak pohon jenis lainnya. Semua pohon berbuah sangat lebat. Buah dari pohon tersebut juga merupakan sumber daya untuk berkultivasi.
Lagi-lagi Chang Sheng dibuat takjub dengan kondisi di dalam gua. Gua ini benar-benar terdapat banyak sumber daya untuk kultivasi seorang pendekar.
Chang Sheng tiba di tepi kolam dan melihat ada keanehan yang terjadi di bagian tengah kolam. Ada bulir-bulir kecil air dari kolam yang melayang ke atas gua. Di bagian tengah atas gua, terdapat sebuah kolam yang airnya tidak tumpah ke bawah. Air yang melayang ke atas, berkumpul di kolam tersebut.
Chang Sheng menjadi heran dengan fenomena yang terjadi di depan matanya.
" Ini... Mengapa air yang ada di atas gua tidak tumpah ke bawah, tapi malah bulir-bulir air di kolam melayang menuju ke atas sehingga membentuk sebuah kolam di atas gua? "
Chang Sheng mengambil sebuah batu kecil di tepi kolam dan melempar ke kolam atas gua. Tiba-tiba muncul sinar emas yang berbentuk diagram lingkaran dengan pola yang rumit, melindungi kolam atas gua. Batu kecil yang dilempar Chang Sheng ikut terserap masuk ke dalam kolam itu.
" Ini adalah salah satu pola enkripsi pelindung. Sepertinya seorang pendekar spiritual tingkat tinggi yang memasangnya. " Kata Chang Sheng dalam hati.
" Tetapi mengapa gua ini tidak ada penghuninya? Kelihatannya gua ini sudah lama ditinggalkan oleh seseorang. " Chang Sheng berpikir demikian karena setelah mengamati keadaan di dalam gua dengan tanaman obat yang tumbuh menjalar ke mana-mana. Bahkan sampai menutupi dinding gua. Hal ini disebabkan karena pemilik gua sudah lama pergi, sehingga tanaman obat menjalar karena tidak terawat.
Chang Sheng tidak memikirkan keanehan ini untuk waktu yang lama. Hal yang ingin dilakukan Chang Sheng sekarang adalah membersihkan diri segera mungkin dengan mandi di dalam kolam.
Seluruh pakaian Chang Sheng sudah sangat kotor, ditambah bau busuk dari hasil proses Pemurnian Darah membuat Chang Sheng tidak tahan lagi.
Setelah mengamati keadaan di dalam kolam dan memastikan tidak ada bahaya, Chang Sheng segera melompat ke dalam kolam untuk membersihkan diri.