NovelToon NovelToon
Gulungan Tabib Langit Dan Bumi

Gulungan Tabib Langit Dan Bumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Di Benua Awan Timur, kekuatan adalah segalanya. Para kultivator jenius membelah gunung dengan lambaian tangan dan menghancurkan kota hanya dengan hembusan napas. Namun, epik ini tidak dimulai dari puncak kejayaan, melainkan dari sudut dunia fana yang terlupakan. Li Yun hanyalah seorang tabib muda biasa di kota perbatasan. Ia tidak memiliki akar spiritual surgawi, garis keturunan dewa, ataupun takdir pahlawan yang terpilih.
Ketika seorang kultivator sakti tewas di depan kliniknya yang sederhana, kehidupan tenang Li Yun hancur. Ia mewarisi sebuah teknik rahasia kuno yang tidak memberinya kekuatan penghancur instan, melainkan menuntut pemahaman mendalam tentang hukum alam, alkimia, dan aliran energi yang sangat lambat. Di dunia yang dipenuhi kejeniusan arogan dan sekte-sekte kuno yang kejam, Li Yun menyadari bahwa bertahan hidup membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan murni. Ia harus menggunakan kecerdasannya, menyembunyikan bakat aslinya di balik identitas seorang tabib sekuler.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Akar di Balik Bayangan dan Tulang Kayu Besi

​Pertarungan malam itu berakhir secepat datangnya.

​Diakon Fang, terlepas dari terobosannya yang dipaksakan ke Lapis Keenam, bukanlah tandingan Zhao Yan yang memiliki fondasi solid dan pengalaman membantai ratusan kultivator. Hanya dalam waktu kurang dari separuh batang dupa, pedang Zhao Yan memenggal kepala Diakon Fang. Tubuh tanpa kepala itu dibiarkan membeku di atas lumpur, sementara Zhao Yan membawa kepalanya kembali ke Puncak Penegak Hukum sebagai bukti.

​Keesokan paginya, Sektor Ketiga seperti kota hantu. Tidak ada lonceng pagi, tidak ada cambukan penjaga, dan tidak ada kuota yang diteriakkan.

​Sekte Seratus Obat adalah mesin raksasa yang birokratis. Kematian seorang Diakon luar membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diselidiki, dilaporkan, dan digantikan oleh pejabat baru. Untuk sementara waktu, pengawasan Sektor Ketiga diserahkan kepada para wakil penjaga yang korup dan tidak kompeten. Tanpa pemimpin yang kuat, sistem penimbangan herbal menjadi kacau balau, dan kekosongan kekuasaan yang menganga lebar pun terjadi.

​Bagi para budak, ini adalah anarki yang membingungkan.

​Namun bagi Li Yun, ini adalah ladang panen yang telah ia persiapkan dengan susah payah.

​Di dalam tenda medisnya yang telah dibangun ulang dengan kayu yang lebih kokoh, Li Yun sedang menyeduh teh daun teratai. Di depannya duduk Ah San, pemuda gesit yang perutnya baru saja ia jahit minggu lalu, beserta dua pria paruh baya lainnya—Paman Zhou dan Si Pincang Ma. Ketiganya adalah pencari herbal veteran. Mereka telah bertahan hidup di Hutan Tulang Berduri lebih lama dari siapa pun di sektor ini, mengetahui setiap jalan tikus, sarang monster, dan lembah tersembunyi.

​"Luka di perutmu sudah menutup dengan baik, San," ucap Li Yun tenang, meletakkan cangkir tehnya. "Tapi racun dingin dari serangan malam itu membuat akar meridian kalian bertiga melemah. Jika kalian kembali ke hutan tanpa perlindungan, miasma akan membunuh kalian dalam seminggu."

​Wajah ketiga veteran itu memucat. Mereka tahu Tabib Li tidak pernah membesar-besarkan diagnosisnya.

​Si Pincang Ma, yang kehilangan separuh kakinya karena jebakan sekte bertahun-tahun lalu, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Tabib Li, nyawa kami sudah Anda selamatkan berkali-kali. Kami tidak punya batu roh untuk membayar obat mahal. Apa... apa yang harus kami lakukan?"

​Li Yun menatap ketiganya dengan sorot mata yang sulit dibaca. Bukan tatapan seorang tuan yang menindas, melainkan tatapan seorang pedagang yang sedang menawarkan kesepakatan iblis.

​"Aku butuh bahan penelitian," ucap Li Yun perlahan, suaranya sangat pelan hingga nyaris tak terdengar di luar meja. "Penjaga sekte sedang lengah. Mereka hanya peduli pada kuota herbal standar untuk mengisi perut mereka sendiri. Mulai hari ini, setiap kali kalian menemukan herbal langka, herbal bermutasi, atau tanaman yang mengandung elemen murni di luar daftar kuota wajib... jangan serahkan ke pos penimbangan."

​Ketiga pria itu terbelalak. Menyembunyikan herbal langka dari sekte adalah kejahatan yang hukumannya direbus hidup-hidup.

​"Bawa kepadaku melalui jalur pembuangan limbah medis di belakang tendaku saat tengah malam," lanjut Li Yun, tidak membiarkan mereka menyela. Ia mengeluarkan tiga botol porselen kecil dan meletakkannya di atas meja. "Sebagai gantinya, aku akan memberikan Pil Penghalau Miasma racikan khususku setiap minggu. Pil ini bukan hanya akan melindungi kalian dari gas beracun, tapi perlahan-lahan menyembuhkan luka lama dan memperkuat stamina kalian."

​Ah San menatap botol porselen itu dengan tangan gemetar. Ia telah merasakan sendiri bagaimana "pil limbah" buatan Tabib Li menyelamatkannya dari maut. Jika ia memiliki pasokan pil ini, ia bisa masuk ke zona berbahaya yang belum pernah tersentuh dan memanen herbal tanpa takut mati keracunan.

​"Jika ketahuan..." Paman Zhou menelan ludah, suaranya bergetar.

​"Jika ketahuan, kalian hanya akan mati. Tapi jika kalian tidak melakukannya, kalian pasti mati dalam seminggu karena meridian kalian membusuk," balas Li Yun dengan senyum tipis yang membekukan darah. "Pilihannya sederhana. Bekerja untuk sekte yang memperlakukan kalian seperti anjing pelacak yang bisa diganti kapan saja, atau bekerja bersamaku, dan kalian akan hidup cukup lama untuk melihat rambut kalian memutih."

​Tidak ada keraguan yang bertahan lama di hadapan ancaman kematian yang pasti. Ah San adalah yang pertama meraih botol itu, diikuti oleh Si Pincang Ma dan Paman Zhou.

​"Mulai hari ini," Ah San berbisik dengan mata menyala, "Tim kami hanya tunduk pada Anda, Tabib Li."

​Dalam beberapa minggu berikutnya, sebuah jaringan bayangan terbentuk di bawah hidung para penjaga sekte.

​Ah San dan kelompok veterannya merekrut belasan pencari herbal tepercaya lainnya secara rahasia. Mereka membentuk serikat tak bernama. Setiap pagi, mereka menyetorkan herbal standar ke pos sekte sekadar untuk memenuhi kuota. Namun di malam hari, aliran herbal langka dan bermutasi—Teratai Hitam Rawa, Akar Tulang Naga, hingga Jamur Darah Pucat—mengalir deras ke ruang bawah tanah tenda Li Yun.

​Sektor Ketiga mungkin terlihat hancur dan miskin di permukaan, tetapi di bawah tanah, Li Yun telah menjadi raja herbal tanpa mahkota.

​Enam bulan berlalu sejak kematian Diakon Fang. Musim dingin kembali menyelimuti lembah.

​Di ruang rahasia yang ia gali tepat di bawah meja bedahnya, Li Yun duduk bertelanjang dada di atas lempengan batu giok hangat. Di sekelilingnya, menumpuk ratusan kotak kayu berisi herbal berharga yang tidak mungkin bisa didapatkan oleh murid luar sekte secara legal.

​Kultivasinya telah stabil di puncak Lapis Kelima Pengumpulan Qi, dan ia merasakan dinding tak terlihat dari Lapis Keenam.

​Namun, Li Yun menghentikan penyerapan Qi-nya.

​Sutra Pernapasan Kayu Mati memiliki rahasia besar yang baru ia pahami saat ia membedah teks kuno itu berulang kali. Kebanyakan kultivator berfokus mengumpulkan Qi sebanyak-banyaknya di Dantian untuk menembus Pembentukan Fondasi. Namun, teknik kayu ini berbeda.

​"Pohon yang tinggi menjulang, jika kayunya rapuh, akan roboh menahan bebannya sendiri," gumam Li Yun, menatap tangannya.

​Untuk mencapai Pembentukan Fondasi menggunakan Sutra Kayu Mati, seorang kultivator tidak boleh hanya melebarkan Dantian, melainkan harus mengubah seluruh struktur tulang dan ototnya menjadi apa yang disebut Tulang Kayu Besi. Ia harus mencelupkan tubuhnya ke dalam siksaan energi elemen alam berulang kali, menghancurkan sel-sel fananya, dan membiarkan Qi kayu menyembuhkannya menjadi sesuatu yang melampaui manusia.

​Ini adalah proses persiapan yang memakan waktu bertahun-tahun dan ribuan herbal murni. Sebuah kemewahan yang dulu mustahil ia raih. Namun sekarang, dengan jaringan Ah San yang mensuplainya, Li Yun memiliki semua yang ia butuhkan.

​Ia mengambil sebuah pot tanah liat hitam. Di dalamnya berisi Mandi Darah Mendidih—ramuan mendidih yang ia ciptakan dari ekstrak jantung monster dan belasan herbal api beracun.

​Tanpa keraguan sedikit pun, Li Yun mencelupkan kedua tangannya ke dalam cairan mendidih itu.

​Sssshhh!

​Rasa sakit yang luar biasa, seolah dagingnya dikelupas hidup-hidup dari tulangnya, langsung menghantam otaknya. Otot-otot tangannya melepuh seketika, darahnya menguap. Jika manusia biasa melakukan ini, lengan mereka akan hancur menjadi abu dalam lima detik.

​Namun Li Yun tidak menjerit. Ia menggigit gulungan kayu di mulutnya hingga berdarah. Matanya membelalak, memutar Qi dari mutiara perak di Dantiannya.

​Qi berelemen kayu yang sangat murni dan dipenuhi vitalitas mengalir cepat ke kedua lengannya yang hancur. Seperti musim semi yang datang setelah musim dingin ekstrem, Qi itu menyembuhkan otot yang melepuh, merajut kembali serat daging, dan melapisi tulang tangannya dengan lapisan energi hijau redup. Tulangnya yang semula berwarna putih kusam, perlahan mulai memancarkan kilau hijau gelap layaknya batang besi tua.

​Proses kehancuran dan penyembuhan ini berulang puluhan kali malam itu.

​Menjelang fajar, Li Yun menarik napas panjang dan perlahan menarik lengannya dari pot yang telah mendingin. Lengannya terlihat normal—kulitnya sedikit pucat, tampak lemah seperti tabib biasa.

​Namun ketika ia menjentikkan jarinya perlahan ke tepi piringan batu bata di sebelahnya...

​Krak!

​Batu bata itu hancur menjadi bubuk halus tanpa menggunakan sehelai Qi pun, murni hanya dari kepadatan dan kekuatan fisiknya.

​Li Yun tersenyum puas, mengusap keringat di dahinya. "Fondasi sejati sedang dibangun."

​Tepat saat ia hendak mengenakan jubahnya kembali, telinganya yang tajam menangkap suara derap langkah kaki berlumpur dari luar tendanya di atas. Suara itu bukan langkah Ah San, melainkan derap sepatu bot besi milik penjaga sekte, dan jumlahnya lebih dari selusin.

​"Tabib Li! Keluar sekarang juga!" suara berat seorang penjaga senior menggema dari luar tenda medisnya. "Diakon Baru telah tiba di Sektor Ketiga, dan beliau memerintahkan seluruh staf medis untuk berkumpul di paviliun utama. Ada inspeksi total!"

​Senyum di wajah Li Yun menghilang, digantikan oleh raut datar dan dingin. Masa emas anarki di Sektor Ketiga tampaknya telah berakhir. Sekte akhirnya mengirimkan penguasa baru, dan dari nada suara penjaga itu, pejabat baru ini sama sekali tidak berniat membiarkan sektor ini berjalan dalam bayang-bayang.

​Li Yun mengenakan jubah rami kumalnya, mengambil keranjang bambu bututnya, dan mengatur napasnya kembali ke Lapis Pertama.

1
yudie yudie
lanjut thor
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
ARay
mantap Thor 😎
ARay
bagus ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!