NovelToon NovelToon
Sang Pembantai Dewa

Sang Pembantai Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarmadi

BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.

👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13 sekali lambaian tangan musuh lewat.

Meski terpisah jarak ratusan mil, Yefan mampu merasakan keistimewaan buah Ganoderma Lucidum yang berada di hadapannya. Dari kejauhan saja, energi sepiritual murni yang dipancarkan buah tersebut sudah terasa begitu jelas, seolah-olah mengandung vitalitas yang luar biasa.

Sementara itu, para kultivator yang menyaksikan sosok pemuda keluar dari Jurang Keputusasaan—wilayah mematikan yang bahkan sangat ditakuti oleh para kultivator Alam Roh—terperanjat hebat.

Keheningan hanya berlangsung sesaat sebelum kegemparan pecah di antara mereka.

" Lihat dia! Mengapa tubuhnya sama sekali tidak terkorosi oleh Jandi Jurang Keputusasaan?"

" Bukankah itu aura yin yang berasal dari ribuan mayat tawanan perang zaman purba? yang mengandung kebencian begitu tragis!"

" Lalu bagaimana mungkin dia baik-baik saja? Bukankah kultivasinya baru berada di Ranah Transenden tahap awal?!" teriak pengawal Nanli dengan suara gemetar, tak mampu menyembunyikan keterkejutannya.

Bahkan Tuan Muda Nanli, yang sebelumnya masih bersikap tenang dan berwibawa, kini merasakan gejolak hebat di dalam dadanya.

Hanya dengan berdiri di kejauhan, aura pembantaian yang terpancar dari tubuh Yefan sudah membuat naluri bahaya Nanli berteriak keras. Yang lebih mengerikan lagi, tingkat kultivasi mereka sebenarnya berada pada tingkatan yang sama.

Namun, perasaan yang diberikan Yefan kepadanya benar-benar berbeda.

Seolah-olah yang berdiri di hadapannya bukan seorang kultivator dari tingkat yang sama, melainkan seekor binatang buas purba yang baru saja terbangun dari tidur panjang.

WUSSS!

Dalam sekejap, Yefan melangkah maju.

Satu langkah...

Dua langkah...

Sepuluh langkah!

Hanya dalam sepuluh langkah, jarak ratusan mil seolah dipangkas begitu saja. Sosok Yefan telah berdiri tegak di hadapan mereka yang masih terpaku dalam keterkejutan.

Tekanan yang sungguh mengerikan...

Nanli menelan ludah. Saat merasakan aura Yefan dari jarak sedekat itu, bulu kuduknya berdiri tanpa sadar.

Di lubuk jiwanya hanya tersisa satu peringatan yang terus berdering:

Bahaya!

Sebuah firasat buruk yang begitu kuat hingga sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Di sisi lain, meskipun Culian juga merasakan bahaya yang sama hebatnya, senyum tipis justru terukir di bibirnya.

Matanya menyipit, menangkap arah tatapan Yefan yang sejak tadi tertuju lurus pada buah Ganoderma Lucidum yang berada di tangan Nanli.

Culian bersikap seolah tengah menantikan sebuah pertunjukan berdarah.

Berbeda dari mereka, pria paruh baya dan wanita muda di sisi lain justru diliputi ketidakpastian.

"Paman... dia..." bisik sang wanita dengan nada bergetar. "Apakah dia pria yang dahulu terbunuh oleh Tupai Berekor Tiga?"

Paman Ketiga terdiam.

Meskipun raut wajah pemuda di hadapan mereka tidak sepenuhnya sama dengan sosok yang mereka lihat sebelumnya, keberadaan Kuas Bertinta Hitam yang terselip di pinggangnya serta Busur Tulang yang bertengger di punggungnya terlalu identik untuk diabaikan.

"Mustahil!" tegas Paman Ketiga dengan tatapan sengit.

"Kita menyaksikan sendiri bagaimana esensi darah pemuda itu diserap hingga kering oleh senjatanya sendiri sebelum pemimpin Tupai Berekor Tiga mendekat. Meskipun kita tidak melihat hembusan napas terakhirnya secara langsung, sudah jelas bahwa dia tewas saat itu."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada penuh keyakinan.

"Lagipula, pemuda yang kita lihat waktu itu sama sekali tidak memiliki dantian."

Wanita muda itu terdiam.

Apakah ada kebetulan di dunia ini?

Pertanyaan itu terus berputar di dalam benaknya.

Tatapannya kembali tertuju pada pupil mata Yefan.

Tatapan tersebut terasa begitu familier.

Sangat identik dengan sosok yang pernah ia lihat dahulu—pemuda yang organ dalamnya telah hancur berantakan, tetapi masih berdiri tegak menatap dunia tanpa sedikit pun memohon pertolongan meski nyawa telah di hadapan nya.

Merasakan adanya tatapan yang terus mengamatinya, Yefan sedikit mengernyitkan alis.

Wajah wanita di hadapannya terasa tidak asing.

Gaun bermotif bulan dan salju yang dikenakannya bahkan sangat mirip dengan pakaian yang ia lihat sehari sebelumnya.

Kebingungan Yefan semakin bertambah ketika menyadari bahwa pria paruh baya di samping wanita itu juga merupakan sosok yang sama.

Namun, Yefan enggan membuang waktu untuk memikirkan teka-teki tersebut.

Ia mengalihkan pandangan dan menatap lurus Tuan Muda Nanli.

"Aku sangat menginginkan buah Ganoderma Lucidum di tangan Anda sebagai hadiah untuk ibuku," ujar Yefan tenang, disertai senyum tipis.

Mendengar ucapan tersebut, Nanli sempat terdiam.

Pemuda ini jelas memiliki kekuatan yang luar biasa. Namun, alih-alih langsung merampas buah di tangannya, ia justru menyampaikan keinginannya dengan sopan.

Sikap tersebut benar-benar bertolak belakang dengan aura pembantaian mengerikan yang menyelimuti tubuhnya.

"Ehem!"

Nanli berdeham singkat untuk menenangkan gejolak batinnya.

"Tentu saja. Harta ini memang sangat berharga. Selain mampu meningkatkan tingkat kultivasi satu tingkat Tampa efeksamping, khasiatnya juga dapat membantu seorang wanita paruh baya tidur lebih nyenyak ketika mengalami gangguan tidur akibat faktor usia. Harta ini memang sangat cocok dijadikan hadiah untuk ibumu."

"Apa yang harus kutukar agar bisa memiliki Ganoderma Lucidum ini?" tanya Yefan langsung pada inti persoalan.

"Karena Tuan Muda sendiri yang menginginkannya, aku dengan sukarela menyerahkan harta ini tanpa meminta imbalan apa pun," jawab Nanli lugas.

Nanli memahami satu hal dengan sangat jelas.

Seorang pemuda yang mampu keluar dari Jurang Keputusasaan tanpa luka sedikit pun jelas bukan sosok biasa.

Mungkin di balik pemuda ini terdapat latar belakang yang bahkan tidak mampu ia bayangkan.

Mumpung memiliki kesempatan, lebih baik ia menanam karma baik.

Kelak, jika pemuda ini benar-benar tumbuh menjadi sosok besar, kebaikan kecil hari ini mungkin akan berubah menjadi pertolongan yang sangat berarti.

Yefan mengangguk perlahan.

Ia memahami maksud di balik kebaikan Nanli.

Pada dasarnya, Yefan tidak suka berutang budi kepada siapa pun. Namun, demi sang ibu yang telah menunggunya begitu lama dan sering mengalami kesulitan tidur karena faktor usia, ia tidak keberatan menerima kebaikan tersebut.

Buah Ganoderma Lucidum akhirnya berpindah ke tangan Yefan.

Culian yang sejak awal mengira akan menyaksikan pertumpahan darah justru terperanjat.

Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Tuan Muda dari keluarga besar seperti Nanli akan mendadak menjadi begitu dermawan hanya kepada seorang pemuda yang tidak diketahui asal-usulnya.

Apakah dia lupa betapa sulitnya meningkatkan kultivasi satu tingkat?

Kesulitannya bagaikan menapaki jalan menuju surga!

Sejak zaman kuno hingga sekarang, tak terhitung jumlah kultivator yang berakhir tragis—bahkan menyeret orang-orang tak berdosa—hanya demi memperebutkan harta yang mampu meningkatkan kultivasi seperti buah Ganoderma Lucidum.

Namun, Nanli benar-benar menyerahkannya begitu saja.

Culian semakin penasaran dengan identitas Yefan.

Tepat ketika Yefan berbalik hendak pergi membawa buah tersebut—

"Hahahahaha!"

Sebuah suara berat tiba-tiba menggema dari segala arah.

Suara itu mengandung tekanan yang amat kuat, membuat atmosfer di sekitar seolah berubah menjadi lebih berat.

"Jika buah Ganoderma Lucidum itu sudah tidak lagi berada di tangan Tuan Muda Nanli yang terhormat, bukankah aku tak perlu ragu lagi untuk merebutnya?"

Mata Paman Ketiga menyipit.

"Ranah Transenden tahap tengah..." gumamnya sembari memasang kewaspadaan penuh.

Nanli langsung menatap ke arah datangnya suara.

"Jiun Yi! Meski harta itu tak lagi berada di tanganku, pemuda ini sudah kuanggap sebagai teman!"

Nada suaranya berubah dingin membeku.

"Jiun Yi?"

Culian mengangkat alis.

"Bukankah dia Tuan Muda kedua dari Keluarga Ji yang berpengaruh di Kota Kekaisaran?"

Senyum sinis muncul di wajahnya.

"Semakin menarik saja."

WUSSS! WUSSS!

Dua bayangan melesat dari kejauhan dengan kecepatan tinggi.

Dalam sekejap, dua sosok pria muda berusia sekitar dua puluh tahunan mendarat di hadapan mereka.

Aura kuat langsung menyebar dari tubuh keduanya.

Pepohonan tua di sekitar mereka bergoyang hebat, beberapa bahkan hampir tumbang akibat tekanan tersebut.

Dengan kedua tangan berada di belakang punggung, Jiun Yi menatap Nanli dengan tatapan dingin.

"Aku telah mencapai Ranah Transenden tahap tengah. Sedangkan Anda...?" ucap Jiun Yi dengan nada meremehkan.

Jiu Liang, adik Jiun Yi, ikut melangkah maju.

"Betapa dermawannya Tuan Muda Nanli yang terhormat. Menyerahkan Ganoderma Lucidum begitu saja kepada orang tak dikenal. Padahal, benda itu adalah batu loncatan untuk meningkatkan kultivasimu sendiri."

Nada suaranya penuh ejekan.

"Aku peringatkan, sebaiknya kalian angkat kaki dari sini!" geram Nanli. Raut wajahnya mulai dipenuhi kemurkaan.

"Hahaha! Tuan Muda Nanli, jika buah itu masih berada di tangan Anda, tentu aku tidak akan berpikir untuk merebutnya."

Tatapan Jiun Yi perlahan berubah tajam.

Niat membunuh yang pekat terkunci lurus pada tubuh Yefan.

"Tapi sekarang..."

Ia tersenyum dingin.

"Ganoderma Lucidum itu sudah berada di tanganku. Jadi, biarlah setiap urusan yang datang menjadi tanggung jawabku sendiri."

Suara Yefan terdengar datar.

Ia bahkan tidak menoleh kepada Jiun yi yang memiliki niat membunuh pada nya.

Mendengar hal tersebut, Nanli hendak membuka mulut untuk menolak.

Namun, pengawal di sampingnya segera menahan lengannya.

"Tuan Muda, untuk saat ini hindari bentrokan langsung dengan Keluarga Ji. Ini adalah perintah langsung dari Kepala Keluarga," bisik sang pengawal.

Nanli mengepalkan tangan.

Ia jelas tidak rela meninggalkan Yefan begitu saja, tetapi perintah Kepala Keluarga bukan sesuatu yang dapat ia abaikan.

Setelah mengembuskan napas berat, ia akhirnya mengalah.

"Hati-hati. Dia menguasai teknik warisan tertinggi Keluarga Ji—Tombak Penghancur Gunung," ujar Nanli sebagai peringatan.

Yefan tidak menjawab.

Ia hanya melirik Jiun Yi, kemudian menyunggingkan senyum mengejek di wajah tampannya.

"Cih!"

Jiu Liang langsung murka.

"Beraninya kau memandang rendah Kakakku! Kau benar-benar berniat mencari kematian!"

BOM!

Aura kultivasi Ranah Transenden tahap awal meledak hebat dari tubuh Jiu Liang.

Tanah di bawah kakinya langsung retak dan hancur menjadi debu.

WUSSSS!

Tubuhnya melesat seperti anak panah.

Pedang di tangannya terangkat tinggi, kemudian menebas lurus ke arah Yefan.

Ia berniat menghabisi Yefan hanya dengan satu serangan.

Penghinaan terhadap Tuan Muda Keluarga Ji hanya memiliki satu ganjaran—

Kematian!

Namun, tepat ketika ujung pedang itu hampir menembus titik vital Yefan—

DING!

Sebuah dinding aura bening tiba-tiba muncul di hadapan Yefan.

Tebasan pedang Jiu Liang berhenti seketika.

Ujung pedangnya seolah menghantam dinding tak kasatmata yang tidak dapat ditembus sedikit pun.

"Apa?!"

Jiu Liang terkejut.

"Kau cukup mampu..."

Matanya berubah dingin.

"Hancur!"

BOMMM!

Ia mengerahkan seluruh kekuatan kultivasinya.

Ledakan dahsyat langsung meletus.

BOOOOOOMMMMM!

Ledakan beradius puluhan meter menyapu area sekitar seperti kiamat kecil.

Pepohonan tercabut dari tanah.

Tanah terbelah.

Batu-batu besar terlempar ke segala arah.

Culian, Paman Ketiga, dan wanita muda di sampingnya bahkan terpaksa mundur berkali-kali untuk menghindari gelombang kehancuran.

Mereka semua dibuat syok oleh skala serangan tersebut.

"Apakah ini kekuatan sebenarnya dari Tuan Muda Keluarga Ji? Sungguh mengerikan..." ujar Paman Ketiga dengan wajah serius.

Ia melirik Jiun Yi dan Nanli yang masih berdiri tenang menyaksikan ledakan.

Namun, beberapa saat kemudian—

Asap tebal perlahan tersapu angin.

Pemandangan di dalamnya membuat seluruh orang menahan napas.

Jiu Liang masih berdiri.

Yefan juga masih berdiri di tempat yang sama.

Tidak bergeser satu langkah pun.

Seolah-olah ledakan dahsyat tadi tidak pernah terjadi.

"Kau..."

Suara Jiu Liang bergetar.

"Kau... siapa sebenarnya?!"

Ketakutan liar mulai merayapi pikirannya.

Mereka berada pada tingkat kultivasi yang berbeda? Tidak.

Mereka jelas berada pada tingkat yang sama.

Namun, mengapa kekuatan mereka seperti berada di dua dunia yang berbeda?

Yefan tidak menjawab.

Ia hanya mengangkat satu tangan.

Lalu mengibaskannya dengan santai.

BOMMM!

Gelombang Qi berwarna ungu kehitaman melesat keluar.

Jiu Liang bahkan tidak sempat bereaksi.

DUARRR!

Seolah dihantam palu godam raksasa yang tak terlihat, gelombang Qi tersebut menghantam dadanya dengan telak.

Dada Jiu Liang langsung ambles.

Namun anehnya, tubuhnya tidak terpental.

Ia tetap berdiri di tempat semula.

Hal tersebut justru menunjukkan betapa mengerikannya kendali Yefan terhadap kekuatannya.

Ia tidak sekadar memiliki kekuatan besar.

Ia mampu mengendalikan kekuatan tersebut dengan presisi mutlak.

"Uhuk! Uhuk!"

Jiu Liang memuntahkan darah segar yang bercampur dengan pecahan organ dalam.

Tubuhnya mulai gemetar.

Pandangan matanya kabur.

Ia menatap Yefan dengan ketakutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Ka... kau..."

Suaranya terputus-putus.

"Berani membunuhku? Keluarga Ji... tidak akan..."

Bruk!

Kalimatnya belum selesai.

Cahaya di mata Jiu Liang telah sepenuhnya padam.

Tubuhnya ambruk ke tanah.

Nyawanya telah melayang lebih dahulu.

Seluruh tempat mendadak sunyi.

Tak seorang pun berani bersuara.

Yefan hanya berdiri tenang sambil menggenggam buah Ganoderma Lucidum.

Seolah membunuh seorang Tuan Muda Keluarga Ji bukanlah sesuatu yang layak di banggakan.

(Bersambung)

1
Ed Troivan
plagiat kau
Rozer Cros: diam Diam diam, 🥹
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
bikin yefan jadi alkemis tingkat tinggi yang mana kaisar tianming sendiri harus berlutut dan memberi hormat bikin nanti yefan bantai klan yujin dan hancurkan kaisar itu beserta keluarganya kaisar itu
Fajar Fathur rizky
cepat bikin yefan bantai jendral
Rozer Cros
mksh kk ketitik nya.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏
intsomi: itu buzzer,jangan di liat komenannya,abaikan saja
total 5 replies
Ed Troivan
Author plagiat, ngga bakal ditamatin
Ed Troivan
Pasti ini karya plagiatmu lagi author tolol, kau bisa-bisanya menerjemahkannya lalu kau ubah nama tokoh-tokohnya makanya nggak kau lanjut novel Sang Penakluk... 👍
Rozer Cros: terima kasih kk udah dukung karya ini meski tidak sebaik yang lain. semoga sehat selalu kk
total 1 replies
Ed Troivan
kok rantaul
Ed Troivan: nggak bertanggung jawab lu Thor
total 4 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
Fajar Fathur rizky
nanti bikin yefan bantai keluarga yunjin dengan cara paling kejam dan sadis
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yanfeng bikin ranah kultivasi yefan langsung naik ke ranah yang lebih tinggi dari ranah yanfeng
Farhan Sadewa
gereget BNR lihat tingkah laku Yulin zou ini 🤭
Ed Troivan: Author tolol
total 1 replies
Farhan Sadewa
membuat penassran
Farhan Sadewa
penuh misteri👍
Ed Troivan: penuh misteri🤣 author gak jelas. palingan ilang lagi nanti karena nggak bisa plagitin lagi
total 1 replies
Farhan Sadewa
penasarn
Farhan Sadewa
jadi penasaran🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!