NovelToon NovelToon
BOBON PENDEKAR TERKUAT

BOBON PENDEKAR TERKUAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:944
Nilai: 5
Nama Author: GEELANG

Di Desa Windu Sari yang tenang, hiduplah Bobon, bocah polos yang selalu lapar dan membantu Nenek Mira menjual tahu. Tanpa sadar, ia memiliki kekuatan aneh yang kadang muncul tiba-tiba.

Nenek Mira menyimpan rahasia besar tentang asal-usulnya. Ketika peristiwa tak terduga terjadi, sosok asing mulai mengintai desa. Siapa sebenarnya Bobon, dan apa yang tersembunyi dalam dirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Lukisan Aneh

Pagi hari tiba dengan sinar matahari yang cerah. Bobon bangun lebih awal dari biasanya. Segel keempat di dadanya masih terasa hangat, dan kenangan tentang wanita berseruling itu masih menghantuinya. Dia ingin segera mencari tahu siapa wanita itu dan apa hubungannya dengan masa lalunya.

Sarapan berlangsung singkat. Bobon makan dengan cepat dan segera pamit pada keluarga kerajaan. Ada sesuatu yang menggelitik pikirannya. Sesuatu yang berhubungan dengan lukisan di perpustakaan. Mungkin ada jawaban di sana.

"Kau mau ke mana, Bobon?" tanya Putri Laras yang melihatnya bergegas.

"Aku mau ke perpustakaan, Putri. Ada yang ingin aku lihat."

"Aku ikut. Aku juga suka membaca."

Bobon mengangguk dan mereka berjalan bersama menuju perpustakaan istana. Ruangan itu luas dan penuh dengan rak-rak tinggi berisi buku-buku tua. Aroma kertas dan tinta menyambut mereka saat masuk.

Putri Laras berjalan di samping Bobon sambil melihat-lihat rak. "Kau mencari buku apa?"

"Aku ingin melihat lukisan itu lagi. Lukisan Pendekar Dewata."

Putri Laras mengangguk dan membawanya ke sudut ruangan tempat lukisan itu tergantung. Bobon berdiri di depan lukisan itu dan mengamatinya dengan seksama. Kali ini, dia melihat detail yang tidak dia perhatikan sebelumnya.

Di sudut lukisan itu, ada gambar kecil seorang wanita dengan seruling di tangannya. Wanita itu berdiri di belakang Pendekar Dewata, tersenyum lembut. Bobon menatap gambar itu dan merasakan dadanya berdebar.

"Putri, siapa wanita ini?"

Putri Laras mendekat dan mengamati gambar kecil itu. "Aku tidak tahu. Tapi aku pernah melihat gambar serupa di buku sejarah kerajaan. Mungkin ada catatan tentangnya di suatu tempat."

"Di mana?"

"Ada ruangan khusus di bagian belakang perpustakaan. Di sana disimpan buku-buku kuno tentang sejarah persilatan."

Mereka berjalan ke bagian belakang perpustakaan. Ruangan itu lebih gelap dan lebih sepi. Rak-rak di sini penuh debu, menandakan jarang ada yang mengunjunginya. Bobon dan Putri Laras mulai mencari di antara tumpukan buku.

Beberapa jam berlalu. Bobon sudah hampir menyerah ketika tangannya menyentuh sebuah buku tua dengan sampul biru. Ada gambar seruling di sampulnya. Dia membuka buku itu dan menemukan halaman yang menggambarkan seorang wanita dengan selendang biru dan seruling di tangannya.

"Ini dia!" seru Bobon. "Ada tulisannya!"

Putri Laras mendekat dan membaca bersama. "Wulan Suara Maut. Murid Sekte Selendang Biru yang dikhianati oleh kekasihnya. Kemudian menjadi Jenderal Seruling Kematian dari Sekte Iblis."

Bobon terkejut. "Jenderal Seruling Kematian? Tapi wanita dalam lukisan itu... dia tidak terlihat jahat."

Putri Laras melanjutkan membaca. "Dulunya dia adalah pendekar yang baik hati. Tapi setelah dikhianati, hatinya berubah. Dia bergabung dengan Sekte Iblis dan menjadi salah satu yang paling ditakuti."

Bobon merasakan sesak di dadanya. Ada hubungan antara wanita dalam lukisan itu dan Jenderal Seruling Kematian. Tapi dia tidak tahu apa hubungannya dengan dirinya.

"Apa ada catatan tentang kekasihnya?" tanya Bobon.

Putri Laras membalik halaman. "Tidak disebutkan namanya. Hanya ada satu kalimat. 'Kekasihnya adalah seorang pendekar yang meninggalkannya demi misi yang lebih besar. Wanita itu tidak pernah memaafkannya.'"

Bobon memegangi kepalanya. Kenangan samar mulai muncul. Dia melihat wanita itu menangis dan berkata, "Kau memilih mereka daripada aku!" Lalu wanita itu pergi dan tidak pernah kembali.

"Bobon, kau baik-baik saja?" tanya Putri Laras khawatir.

"Aku... aku ingat sesuatu. Wanita itu... dia marah padaku. Karena aku meninggalkannya."

Putri Laras terdiam. "Jadi... kau kekasihnya?"

"Aku tidak tahu. Tapi rasanya aku mengenalnya. Aku merasakan kesedihan yang mendalam ketika memikirkan wajahnya."

Putri Laras menutup buku itu dan menepuk pundak Bobon. "Mungkin kau perlu waktu untuk mengingat semuanya. Jangan memaksakan diri."

"Tapi aku harus tahu, Putri. Aku harus tahu apa yang terjadi."

Mereka kembali ke ruang utama perpustakaan. Bobon duduk di kursi dengan pikiran kacau. Dia memegang kain biru di sakunya dan menggenggamnya erat.

"Putri, tolong pinjamkan aku buku itu. Aku ingin membacanya lebih lanjut."

Putri Laras mengangguk. "Tentu. Kau bisa membawanya ke kamarmu."

Bobon membawa buku itu ke kamarnya dan membacanya sepanjang malam. Setiap halaman membawa petunjuk baru tentang masa lalunya. Tentang wanita berseruling itu. Tentang pengkhianatan dan kehilangan.

Dia membaca tentang bagaimana Wulan Suara Maut menjadi murid terbaik Sekte Selendang Biru. Tentang bagaimana dia jatuh cinta pada seorang pendekar yang datang ke sekte mereka. Tentang bagaimana pendekar itu pergi untuk misi dan tidak pernah kembali. Tentang bagaimana Wulan menunggu bertahun-tahun, lalu hatinya berubah menjadi batu ketika dia tahu kekasihnya tidak akan pernah kembali.

Bobon menutup buku itu dengan tangan gemetar. Air mata mengalir di pipinya.

"Aku yang meninggalkannya," bisiknya. "Aku yang membuatnya menjadi seperti ini."

Dia teringat Nenek Mira yang mengatakan bahwa setiap segel membawa kenangan menyakitkan. Segel keempat ini adalah tentang cinta yang hilang. Tentang wanita yang dia cintai dan kemudian dia tinggalkan.

"Maafkan aku," bisik Bobon. "Aku tidak ingat apa yang terjadi. Tapi aku minta maaf."

Di luar jendela, angin malam berhembus. Membawa suara seruling yang samar. Melodi sedih yang memilukan hati.

Bobon berdiri dan berjalan ke balkon. Di bawah, di taman istana, bayangan wanita dengan seruling berdiri memandanginya.

Bobon menatap bayangan itu dengan mata penuh air mata. "Wulan?" panggilnya pelan.

Bayangan itu tidak menjawab. Tapi serulingnya mulai memainkan melodi yang lebih jelas. Melodi tentang kehilangan, tentang pengkhianatan, tentang cinta yang berubah menjadi kebencian.

Bobon merasakan sakit di dadanya. Segel keempat berdenyut kuat. Dia ingin melompat turun dan menghampiri bayangan itu. Tapi kakinya terasa berat.

"Aku tahu kau marah padaku," kata Bobon. "Aku tahu kau membenciku. Tapi tolong... beri aku kesempatan untuk menjelaskan."

Bayangan itu berhenti bermain seruling. Untuk sesaat, ada keheningan yang memilukan. Lalu bayangan itu berkata dengan suara yang lembut namun dingin.

"Kau tidak perlu menjelaskan. Aku sudah tahu semuanya. Kau memilih mereka. Kau memilih dunia. Kau tidak memilihku."

"Tapi aku..."

"Aku sudah menunggu terlalu lama, Bobon. Aku sudah menangis terlalu banyak. Sekarang giliranmu yang merasakan apa yang aku rasakan."

Bayangan itu menghilang. Hanya meninggalkan suara seruling yang memudar di kejauhan.

Bobon jatuh berlutut di balkon. Air mata mengalir deras. Dia merasakan sakit yang begitu dalam. Sakit karena kehilangan. Sakit karena bersalah.

"Aku akan memperbaikinya," bisiknya. "Aku akan memperbaiki semua yang telah aku rusak. Aku berjanji."

Di dadanya, segel keempat retak lebih lebar. Kenangan tentang Wulan mulai mengalir lebih jelas. Senyumnya, tawanya, air matanya. Dan janji yang pernah dia buat.

"Aku akan kembali padamu. Tunggu aku."

Tapi dia tidak pernah kembali.

Dan Wulan berubah menjadi Jenderal Seruling Kematian.

Bobon memejamkan mata dan membiarkan kesedihan mengalir. Tapi di balik kesedihan itu, ada tekad baru. Dia akan memperbaiki semuanya. Dia akan menemukan Wulan. Dia akan meminta maaf. Dan dia akan membawanya kembali ke jalan yang benar.

Apapun yang terjadi.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Tak kira judulnya Babon, jebule Bobon🗿👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!