NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.

cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 KECURIGAAN DINAR

Dinar yang merasa heran dengn hilangnya Meta, merasa ingin tahu kemana sahabatnya itu, hari ini Dinar akan kerumah Nenek Aini untuk bertanya tentang keberadaan Meta.Setelah balik dari konsultasi skripsinya Dinar menuju rumahnya Meta.

Sesampainya dirumah Nenek Aini Dinar mengetuk pintu rumah itu.

"Assalamu'alaikum Nek... "

"Assalamu'alaikum Nek.... Meta"

Rumah Nenek Aini nampak sepi dan nampak rumah itu terkunci. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Dinar meninggalkan rumah itu, karena nampaknya rumah itu kosong tak ada penghuni. Dinar pergi menuju mobilnya yang diparkir didepan rumahnya.

Saat Dinar akan memasuki mobil nya dia melihat sebuah mobil sedan warna hitam menepi ke pinggir jalan didepan rumah Nenek Aini. Kening Dinar nampak berkerut karena dia sangat mengenal mobil tersebut yaitu mobil Papanya.

Setelah mobil itu parkir, didalamnya keluar Nenek Aini. Dinar sedikit bingung dan menghampiri mobil tersebut.

"Papa..?"

"Dinar... " Pak Rudiansyah sedikit kaget putrinya dirumah Nenek Aini.

"Kamu disini Nak"

"Iya Dinar mau lihat Meta karena sudah Tiga bulan nggak ketemu, takut dia kenapa-kenapa, karena biasanya Meta kerumah, sejak Mama meninggal Meta ngak kerumah lagi"

Nenek Aini memandang kearah Pak Rudiansyah yang membuka kaca mobilnya.

"Ohh Meta sudah ngak disini Dinar, Meta sedang menyelesaikan skripsinya dan lagi melakukan tugas survey keluar daerah."

"Karena terburu-buru mungkin ngak sempat bicara dengan kamu, Nenek juga jsibuk pula lupa bicara dengan kamu Dinar"

"Oh gitu... Dinar sedikit memikirkan perkataan Nenek, tapi sudahlah dia tidak memikirkan"

"Papa kok bisa bareng dengan Nenek Meta"

"Pa.. Papa ketemu tadi dijalan lihat Nenek Aini dijalan"

"Oh Gitu.. hmm"

"Ya sudah kamu pulang gi kasihan Iqbal sendiri dirumah, Papa akan nyusul"

"Iya Pak... "

"Baik"

Dinar menyalami tangan Nenek Aini,yang masih berada disamping mobil Pak Rudiansyah dan beranjak ke mobilnya. Dinar akhirnya meninggalkan rumah Meta, namun dia merasa aneh saja Papanya sangat akrab dengan Nenek Aini, dan kenapa Meta pergi menyelesaikan surveynya, sedangkan dia dalam pembuatan skripsi dan biasanya Meta selalu bicara dengannya kemana-mana. ini telpon nya mati total.

"Hmmm kenapa Nenek nampak gugup ya tadi ketika menjawab"

Ada kecurigaan dihati Dinar bahwa ada yang disembunyikan tentang Meta oleh Nenek.

sementara Pak Rudiansyah yang mengikuti mobil Dinar melaju menuju rumah nampak sedikit shok karena bertemu dengan anaknya dirumah Nenek Aini.

"Untung Nenek Aini bisa menjawab pertanyaan Dinar tadi"

Sesampai dirumah kedua mobil itu masuk di bagasi rumah, Dut keluar berlari melihat kedua mobil Papa dan Kakaknya masuk.

"Kakak.... "

Dut berlari mengejar Dinar kakaknya, Dut yang baru berusia Tiga Belas Tahun itu nampak lucu dan imut.

"Apa... besok ada acara disekolah untuk mencari berbagai macam Snack sepuluh buah"

"Oooh gitu, ya sudah ayo kita ke market, kita dengan motor aja ya"

"Mau kemana kalian"

"Ke market Papa" ucap Dut.

"Oh... Papa... Papa"

Dut mengulurkan tangannya, sebagai tanda minta uang"

"Apa..... "

Pak Rudiansyah tertawa melihat tingkah anak bungsunya itu yang paling disayanginya.

"Oh duit"

Pak Rudiansyah merogoh sakunya dan mengambil uang lembaran merah.

"Ini... belanja yang banyak ya sayang"

"Ok Papa"

Dut berlari kearah Dinar yang sedang menghidupkan Motor.

"Da.. dada.. Papa"

Dinar dan Dut pergi ke market meniggalkan Pak Rudiansyah. Rudiansyah menatap kedua anaknya itu, anak yang ditinggalkan oleh Bunga buah cinta mereka, di satu sisi Rudiansyah kembali kepada dirinya tapi disisi lain kadang dia tak menyadari perilaku yang dilakukanya selama ini, seolah seperti mimpi.

Terkadang jiwanya hampa dan ada perasaan bersalah kepada Bunga wanita yang sangat dicintainya. Tapi kini kenapa kehidupannya jadi seperti ini dia seolah tak baik. menjadi seorang ayah bagi anak-anaknya.

Rudiansyah akhirnya pergi masuk dan menenangkan dirinya.

***

Beberapa hari Dinar masih berpikir kemana sahabatnya Meta pergi, rasa penasaran masih ada di dirinya. Pagi itu Dinar pergi ke kampusnya dan menuju perpustakaan, disana tidak sengaja Dinar bertemu Bobby.

"Di... "

Bobby memanggil Dinar yang akan naik tangga perpustakaan.

"Bobby apa kabarnya kamu"

"Hahahahah... aku selalu baik"

"Aku senang akhirnya kamu kembali kekampus"

"Makasih Bobby, aku sedang menyelesaikan

BAB 3"

"Wah asyik dong bentar lagi kamu wisuda"

"Sama aku InshaAllah"

"Aku sudah dapat kerja, di rumah sakit"

"Benar... "

"Wah asyik dong"

"Iya... ntar kamu main ya kerumah sakit aku"

"Iya... "

"Sekalian kalau ada lowongan kamu kerja disana"

"Iya.... ntar aku lamar disana"

"Oo ya gimana kabarnya Meta, Dinar, beberapa bulan yang lalu aku melihat dia dirumah sakit bersama Neneknya "

"Oh kapan itu karena dia sudah Tiga Bulan lebih aku tak bertemu denganku"

"Hmmm kok"

"Iya"

"Kamu lagi cari buku, aku temani ya, habis tuh kita ke cafe yuk, kangen aku sama kamu Dinar"

"hahahah,ada aja kamu Bob"

"Iya.. ntar kamu jadi pacar Pak dokter ya"

"Boleh"

"Hahahah keduanya saling tertawa"

Setelah keduanya mencari buku yang dicari, Dinar dan Bobby makan di sebuah cafe di mall.

Mereka berdua saling ceria dan tertawa, Bobby walau dari keluarga milioner tapi dia tidak sombong, Dinar tahu bahwa Bobby menyukainya dan dihati Dinar pun juga menyukai Bobby.

Tapi mereka berdua tidak bisa serius mengungkapkan hati masing-masing, karena mamang mereka saelalu bercanda sejak berteman dari sekolah.

Setelah beberapa jam nyantai akhirnya mereka berdua pulang. Dalam perjalanan pulang Dinar nampak santai membawa mobilnya dan bermaksud mengambil jalan pintas dan tiba-tiba mata Dinar terbelalak karena melihat mobil Papanya didepan rumah Nenek Aini,Nampak Nenek Aini yang turun dari mobil tersebut, Dinar sengaja menghentikan mobilnya agar Papanya tidak melihat mobilnya.

"Kok Papa ketemu Nenek Aini terus ya"

"Kenapa perasaan aku ngak enak"

Setelah mengantarkan Nenek Aini akhirnya Pak Rudiansyah melajukan mobilnya dan menuju kearah rumahnya. insting Dinar mulai bekerja dengan kecurigaan dihatinya.

"Ini Ada apa ya?"

Dinar melajukan mobilnya kembali kearah yang sama yaitu pulang. Setelah beberapa saat Pak Rudiansyah masuk ke rumahnya baru Dinar masuk kerumah tersebut.

Pikiran nya masih berkecamuk ada apa sebenarnya ini dari Meta yang menghilang tiba-tiba, sampai dia sudah dua kali melihat Nenek Aini bersama Papanya. Sejak Mamanya meninggal sejak saat itu pula Meta tak bertemu dengannya.

"Ya Allah ini ada apa, kenapa perasaanku tak enak, tidak mungkin pertemuan Papa dan Neneknya Meta kebetulan selalu, dan akrab sekali"

Aku harus selidiki ini, besok aku coba tanya ke Dina, teman satu kampus Meta dimana Meta survei. Karena ini sudah mulai penjadwalan kuliah lagi. Dinar nampak tak bisa tidur karena merasakan keanehan yang dirasakannya di dirinya.

Esok harinya Dinar berangkat sekitar pukul Sembilan Pagi untuk konsultasi dengan dosennya, Papa dan Dut sudah pergi sebelum jam tujuh tadi untuk menghindari kemacetan. Sambil menuju kampus, Dinar akan lewat ke rumah Dina teman Meta satu jurusan kuliah yang tinggal dekat dari kampusnya.

1
Delsi Irma
Hai singgah dinovel perdanaku ya....saling support Sabahat Novel toon semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!