Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Depan Kamu Sayang...
Pagi hari yang cerah di sekolah SMA Alexander semua siswa siswi di kejutkan dengan datangnya mobil sport keluaran terbaru berwarna pink yang memasuki parkir sekolah.
"Gila itu mobil siapa?"
"Itu mobil impian gue ya ampun dan hanya ada beberapa di Indonesia."
"Sekaya apa dia sampai punya mobil sekeren itu."
"Kira-kira siapa ya yang ada di dalam mobil itu."
"Lama banget keluarnya."
"Gue yakin orangnya juga gak kalah cantik dan keren liat mobilnya aja sekeren itu woy."
"Apa mobil itu si anak baru ya?"
"Keknya iya sih anak baru."
"Gue rasa dia langsung populer."
"Fix gue bakalan daftar jadi temen dia sih."
"Gue juga mau daftar dan gue jadi langsung populer."
"Tentunya dia kaya raya."
"Kalo gue jadi temennya dia gue bakalan manfaatin dia."
Begitulah ucapan²hebih para semua siswa siswi Alexander yang begitu penasaran dengan orang yang berada di dalam mobil tersebut.
Sedangkan Aretta yang berada di dalam mobil masih duduk santai sambil menikmati berbagai macam ekspresi siswa siswi Alexander.
"Dasar penjilat." Cibiru Aretta dengan pandangan mengarah ke siswi yang terakhir bicara.
Serasa sudah cukup Aretta berlama-lama di dalam mobil dan membuat semua siswa siswi penasaran Aretta memutuskan untuk keluar dari mobil dengan gaya slow motion.
Memperlihatkan sepatu kets yang berwarna putih dengan brand ternama tak lupa kaki jenjang Aretta yang putih mulus membuat para lelaki tidak bisa mengalihkan pandangannya. Sebab Aretta memakai kaos kaki hanya sebatas mata kaki.
Semua siswa siswi terkejut setelah mengetahui orang yang turun dari mobil tersebut. Tentu saja mereka tidak percaya yang merasa iri karena Aretta bisa mempunyai mobil yang mereka idam²kan.
"Aretta si cupu." Pekik heboh kumpulan para cewek yang dengan pakaian ketatnya.
Sampainya Aretta sudah benar-benar keluar dari mobil Aretta langsung berjalan dengan anggun mengibaskan rambutnya ke belakang lalu menyibak rambut haluskan karena terkena angin.
Hal itu tentu saja menjadi heboh apalagi di kalangan para siswa yang tidak bisa mengalihkan pandangannya malahan mereka menjadi tertarik dengan Aretta. Aretta yang dulunya cupu sekarang menjadi bidadari SMA Alexander.
Sedangkan Aretta hanya acuh tak memperdulikan sekitarnya ia terus berjalan menuju kelasnya. Banyak siswa siswi di koridor yang menyapa Aretta bahkan ada yang menembak Aretta secara terang-terangan, tentu saja Aretta tidak menanggapi mereka semua bahkan Aretta merasa jijik dengan mereka.
"Waktu si Aretta aslinya masih jadi cupu lo pada bully abis²an tapi sekarang lo mau temenan secara terang-terangan. Emang nyata banget penjilatnya." Batinnya.
Saat sedang asik berjalan santai tiba-tiba Aretta terjatuh karena menabrak sesuatu.
Brugh.
"Aduh pant*t seksoy gue." Ringis Aretta.
"Gak tau apa pantat gue seksi begini malah pake jatoh segala kan sakit pant*t gue gak seksoy lagi." Misuh² Aretta yang belum menyadari sekitarnya.
"Lagian itu apa sih keras banget? Gue tdi nabrak orang apa benda atau apa sih keras banget." Gerutu Aretta dengan ekspresi bingungnya.
"Aretta mencoba bangun lalu menepuk² roknya karena ada debu yang menempel. "Siapa sih mindahin tembok di depan gue gak tau apa itu jalanan buat orang lewat, sakit nih jidat gue." Omel Aretta.
Lalu ia menegakkan badannya kedua tangannya Aretta di pinggang lalu mendongakkan kepalanya menatap horor. Tiba-tiba Aretta membelalakkan matanya terkejut bukan main ternyata ia tertabrak bukan dengan tembok tapi dengan orang, haisss malu sekali mana udah ngomel-ngomel gak jelas tadi pikir Aretta.
Dirinya yang mengetahui bahwa telah menabrak orang hanya meringis malu mengusap tengkuknya yang tak gatal mengumpat kebodohan dan kecerobohannya, mengutuk mulut lemesnya yang ngomel-ngomel gak jelas tanpa melihatnya terlebih dahulu.
Sedangkan orang yang di tabrak hanya menatap Aretta dengan wajah datarnya dan dingin. Aretta menggerutu kesal sebab bukannya di bantuin saat ia jatuh tadi malah hanya di liatin aja.
"Sakit gak dek?" tanya Alex lebih tepatnya sedang meledak Aretta. Pandangan Aretta langsung mencari ke arah suara itu seketika mata ya melotot, ia tak menyangka ternyata ada Abang kembarannya di sana bersama para sahabatnya yang tengah melihat ke arahnya dengan berbagai macam ekspresi.
"Bacot." Sarkasnya. Tentu saja Aretta merasa kesal dengan abangnya itu yang biasanya hanya meledek saja tidak berniat mau bantuin bangun tadi, sedangkan Alex terkekeh geli melihat Aretta yang kesal.
Alex terkekeh geli. "Jangan marah dek nanti cantiknya ilang." Ucapnya tersenyum menyebalkan. Aretta hanya mendengus kasar mendengarnya.
Tanpa berlama-lama dan tanpa banyak tanya cowok yang di tabrak Aretta tiba-tiba mengangkat tubuh ramping dan mungil Aretta lalu menggendongnya apa karung beras. Aretta yang tak siap merasa terkejut dan takut ia berteriak histeris minta di turunkan.
"AAAAAAAAA TURUNIN GUE WOY."
"MOMMYYYYYYY TOLONGIN ARETTA ANAKMU DI CULIK OM² GANTENG."
"MOMMYYYYYYY KEPALA ARETTA PUSING KARENA KEPALANYA DI TARO DI BAWAH."
"MOMMYYY ARETTA TAKUT MOMMYYY."
"HUA MOMMYYYYYY RASANYA ARETTA MAU MENINGGOY
Teriak Aretta histeris ia meronta-ronta menendang perut cowok itu dengan brutal agar dirinya di turunin. Tapi sayang beribu-ribu sayang teriakan Aretta tidak membuat cowok itu tidak menurunkan Aretta malah ia membawa Aretta ke tempat yang ia hanya sendiri yang tau.
Sedangkan cowok itu hanya tersenyum tipis dengan kelakuan gadis kecilnya. Berbeda dengan Alex yang merasa khawatir dengan Aretta.
"Woy mau di bawa kemana itu?" Teriak Alex.
Zergan yang melihat Alex khawatir mencoba menenangkannya. "Udah tenang aja Aretta gak bakalan di apa²in sama bang bos." ucapnya.
Aries mengangguk setuju. "Bener apa yang di bilang Zergan Lex Lo tenang aja bos gak akan nyakitin adek lo." Ucap Aries. Ia merupakan murid baru juga yang datang bersama cowok itu.
Ara siswa dan siswi yang melihatnya tercengang tak menyangka mereka semua berbisik-bisik dan bertanya-tanya ada hubungan apa cowok cupu itu sama Aretta.
"Aretta ada hubungan apa sama cowok baru itu?"
"Tapi cocok sih sama-sama cupu."
"Kita punya anak baru dua guys yang satu cowok cupu yang satunya cowok speak pangeran."
"Walaupun itu cowok cupu tapi tetep keliatan gantengnya."
"Gak kalah ganteng sama yang satunya lagi."
"Kenapa tuh cowok harus jadi cupu sih."
"Kita comblangin aja Aretta sama cowok cupu itu."
"Itu cowok kan murid baru yang tadi pagi dateng sama gengnya Alex." Ucap salah satu siswi itu dengan suara sedikit keras.
"Eh iya bener." Timpal siswa siswi yang mendengar ucapan siswi tadi. Mereka menyadari bahwa cowok tadi anak baru SMA Alexander yang baru saja masuk hari ini.
Begitupun dengan Sean dan para sahabat²nya mereka yang ikut menyaksikan dari awal sampai akhir tercengang tak menyangka, pemikiran Sean dan para sahabatnya juga sama ada hubungan apa Aretta dengan cowok cupu itu. Namun berbeda dengan Navarez yang tersenyum miring melihat Abang sepupunya begitu posesif dengan gadisnya.
"Ck, dasar posesif gak liat tempat." Batin Navarez mencibir Abang sepupunya dengan pandangan yang terus ke arah pundak Kaivan yang semakin menjauh.
Kaivan? Yaps cowok itu Kaivan, Abang sepupunya Navarez sekaligus seorang pengusaha yang sangat sukses di usia mudanya. Kaivan reka melakukan hal konyol menjadi anak SMA demi untuk menjaga dan melindungi gadisnya dari para hama.
"Anjir itu cowok siapanya si cupu?" Ucap Ashaz.
"Apa jangan-jangan tuh cowok naksir sama si cupu." Ucap Dani melirik ke Sean yang menampilkan wajah datarnya.
Navarez yang mendengar ucapan Dani melirik ke arah Sean yang sedang menampilkan tatapan tak sukanya yang seperti sedang menahan emosinya, ia melirik juga ke arah tangan Sean yang terkepal kuat. Navarez tersenyum miring melihat itu
"Gue yakin lo udah mulai suka sama dia Sean." Batin Navarez.
"Cowok itu siapanya si cupu ya? Sial bagaimanapun caranya gue harus bisa dapetin Aretta." Batin Dani tersenyum miring dengan segala pikiran mesumnya.
"Jangankan mendapatkannya lo sentuh Aretta seujung kuku pun gak akan bisa. Dani-dani orang kek lo emang harus hilang dari dunia ini bahkan gue jijik liat kelakuan bejad lo sama mereka yang gak punya salah apapun sama lo." Batin Navarez. Ia melirik Dani dengan sorotan yang tajam.
Navarez sangat benci dengan pemikiran Dani yang di penuhi oleh kesenangan dunianya saja, bahkan Dani suka memakai cewek² yang masih bersegel, ia memaksa cewek itu untuk melayaninya dan itu tak hanya sekali tapi berkali-kali Dani melakukan itu dengan cewek yang masih bersegel. Jika mereka tidak mau maka Dani akan mencekokkan obat per***sang dosis tinggi pada cewek itu dan al hasil mereka melakukan itu dengan alasan suka sama suka yang di mana si cewek yang menyerang Dani lebih dulu. Dani yang mempunyai otak kriminal ia akan memanfaatkan itu semua dengan merekam kegiatan mereka, tiba waktunya cewek itu meminta pertanggung jawaban dan mengancamnya, Dani dengan santai memberikan bukti kegiatan mereka dan memeras cewek itu Dangan tebusan yang gak main-main.
_o0o_
"Turunin gue woy." Ucap Aretta yang masih saja berontak minta di turunin.
"Diam sayang, kamu hari ini banyak banget bergerak nanti kamu bisa kecapean." Ucap Kaivan dengan suara deep voice yang mengalun indah di telinga Aretta.
Aretta yang tadinya berontak brutal seketika menjadi diam setelah mendengar suara deep voice Kaivan. Hal itu membuat Kaivan tersenyum melihat tingkah menggemaskan Aretta.
Tak lama Kaivan dan Aretta telah sampai di sebuah ruang pribadi Kaivan ia menurunkan Aretta mendudukkan tubuh Aretta di sofa lalu Kaivan bergegas pergi ke arah dapur untuk mengambil makanannya.
Aretta masih diam membisu mencerna semuanya yang baru saja ia alami. Ia mengerjakan matanya sambil berfikir keras. Sayang? Ya Aretta masih terngiang-ngiang dengan panggilan itu, apa maksudnya? Siapa dia? Kenapa bisa memanggil dirinya sayang?. Begitu banyak pikiran yang berkecamuk di otak Aretta sampai ia di kejutkan dengan Kaivan yang tiba-tiba mengangkat tubuhnya dengan mudah lalu dudukin pangkuannya.
Aretta menatap Kaivan dengan wajah polosnya beberapa menit Aretta tersadar lalu melototin Kaivan horor. "Aaaaaa sialan lo siapa hah." Pekik Aretta yang langsung beranjak bangun dari pangkuan Kaivan. Namun hal itu sia-sia sebab Kaivan lebih dulu menahannya dan memeluk Aretta erat menahan dagunya di pundak Aretta.
"Jangan teriak-teriak sayang nanti tenggorokan kamu sakit." Ucap Kaivan lembut mengelus-elus rambut belakang Aretta.
Tubuh Aretta menegang bulu kuduknya berdiri Aretta jadi merinding sebadan² mendengar suara yang aneh menurutnya, suara lembut tapi terkesan datar dan dingin.
"L...lo siapa sih?" Ucap Aretta tergagap.
"Masa depan kamu sayang." Ucap Kaivan tersenyum manis yang... Sangat aneh menurut Aretta.
Aretta melotot horor. "Gue gak kenal sama lo om." Ucap ketus Aretta mendelik tajam.
Tanpa permisi Kaivan mencium pipi chubby Aretta gemas yang membuat Aretta berteriak histeris.
"Aaaaaa pipi gue gak perawan lagi." Teriak Aretta menggema di dalam ruangan itu.
•