Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.
Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.
Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
"Ah, maaf... maafkan saya, saya hanya terharu saja tadi," ucap Arhan dengan suara sedikit parau. Ia buru-buru mengusap sisa air mata menggunakan punggung tangan.
Melihat Arhan sudah tersenyum dan tampak tenang kembali, kerumunan orang yang tadi tegang dan bingung pun akhirnya ikut tersenyum lega.
Akhirnya mereka pun berakhir menjadi suasana damai. Tidak ada lagi teriakan atau tuduhan, hanya rasa malu dan hormat yang tertinggal di hati para warga.
"Sudah tidak apa-apa Pak, kami juga minta maaf sekali lagi ya," kata salah satu pria yang tadi paling galak.
Akhirnya, insiden itu berakhir baik-baik saja. Para warga berpamitan dan kembali pulang ke rumah masing-masing.
Petugas polisi pun menutup laporan dan kembali ke kantor setelah memastikan tidak ada keributan yang terjadi.
Di balik kaca gelap sebuah mobil mewah yang diparkir di sudut jalan yang agak jauh, Gina duduk mematung.
Wajahnya terlihat sangat masam dan murka, Matanya memancarkan rasa benci yang sangat dalam dan tidak masuk akal menatap ke arah Arhan yang sedang berbincang dengan damai bersama para warga.
"Apa? Damai begitu saja? Mereka semua baik-baik saja dan dia tidak ditangkap? Kok bisa sih?!" gumamnya dengan nada kesal yang tertahan, tangannya mencengkeram setir mobil dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih.
Gina sama sekali tidak merasa bersalah. Ia justru merasa sangat kecewa dan geram karena rencananya untuk menjatuhkan Arhan gagal total.
Arhan seharusnya dipenjara, disiksa, atau setidaknya dipermalukan. Bukan justru dipuji dan dianggap pahlawan!
Ia Merasa tidak terima dan tidak puas dengan hasil akhir itu, Gina langsung membuka pintu mobil dan turun dengan terburu-buru. Ia melihat mobil polisi yang baru saja akan melaju untuk kembali ke kantor.
"PAK POLISI! TUNGGU SEBENTAR!" teriaknya nyaring, berlari kecil mengejar mobil patroli itu.
Mendengar teriakan itu, pengemudi mobil polisi pun menginjak rem perlahan dan menghentikan kendaraannya di pinggir jalan.
Seorang petugas polisi menurunkan kaca jendelanya dan menoleh ke arah Gina.
"Ada apa, Nona?" tanya petugas itu datar.
Gina langsung berdiri di samping jendela mobil, wajahnya terlihat bingung dan penuh rasa tidak terima.
"Pak, mohon maaf... tapi kenapa pria itu tidak ditangkap? Dia kan menculik wanita itu! Kenapa dibiarkan bebas begitu saja?!" tanyanya dengan nada protes.
Petugas polisi itu menghela napas panjang, lalu menatap Gina dengan tatapan yang agak menyepelekan dan sedikit menegur.
"Nona, tolong lain kali jangan terlalu emosian dan asal menuduh atau melapor kalau belum tahu jelas ceritanya," kata petugas itu tegas.
"Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pria itu BUKAN penculik. Dia justru adalah PENYELAMAT. Dia yang membawa wanita itu ke RS dan berkat tindakannya yang cepat, nyawa pasien bisa tertolong. Untung sekali masih sempat diselamatkan, kalau terlambat sedikit saja bisa jadi mayat," kata polisi itu.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...