NovelToon NovelToon
BLACK ROSE

BLACK ROSE

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumi

Black Rose julukannya, ada tatto mawar hitam di punggungnya. Dia agen rahasia XpostOne 06 yang paling ditakuti. Sepak terjangnya terdengar sampai belahan dunia. menyamar sebagai jurnalis dan presenter hot news di sebuah televisi swasta milik ayahnya.

Kini ia ditugaskan untuk menangkap seorang pemb*nuh bayaran yang lari ke luar negeri. Konon pemb*nuh ini sangat licik dan dilindungi oleh sindikat bawah tanah.

Mampukah dia menangkap pemb*nuh itu atau dia malah terb*nuh?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.32.KABUR

Qai dan Agung mulai memencet chip yang tertanam di lengan dan mengirim SOS kepada Jhon Meyer. Lewat rekaman kaca mata elektrik yang tersambung ke gedung XpostOne, Jhon Meyer akan tahu dan bisa menolongnya melalui aparat polisi setempat.

Seolah mereka mengerti, atribut yang berbahaya di ambil anak buah Anurak, mereka menggeledah dan membuang satu persatu senjata rahasia yang dibawa Qai dan Agung. Tinggal kaca mata saja.

Ini namanya nyawa di ujung tanduk. Bathin Qai berusaha terus berkomunikasi kepada lawan dan menawar supaya di lepas oleh sindikat Anurak. Tapi mereka tidak mau melepas dan mengancam akan menjual Qai dan Agung ke Kamboja.

"Anurak, kau pasti tahu dunia mu penuh kegelapan dan tidak berkesudahan, titik akhirnya pasti terbunuh. Semua ini kau lakukan karena uang. Bagaimana kalau aku menawarkan kompensasi sejumlah uang." ucap Qai mengulur waktu.

"Apa kompensasinya kalau melepaskan kalian, apa kalian bisa memberi kita uang tiga puluh miliar? Perorang sepuluh miliar tanpa ada police."

"Silahkan komunikasi dengan bos kami." ucap Qai memberi nomer telepon gedung XpostOne.

Jhon Meyer hanya bisa melihat lewat televisi keadaan anak buahnya, ia percaya kepada Qai pasti semua bisa di bereskan.

Agak sulit juga melawan Anurak, mereka berdelapan membawa pistol. Mungkin jalan satu-satunya berdoa menunggu ke ajaiban, karena semua senjata di ambil anak buah Anurak Qai juga tidak berani mengambil resiko.

Police belum juga datang padahal hampir tiga puluh menit mereka menyandera. Wajah Agung dan Qai sudah babak belur dihajar mereka.

Anehnya, Dewi tidak ikut dipukul malah Anurak seperti membelai rambut Dewi. Persetan dengan Dewi yang penting Jhon Meyer menyetujui uang tiga puluh miliar menjadi milik Anurak.

"Bawa uangnya ketempat yang sudah ditentukan." ucap Anurak dengan suara keras.

"Kami setuju, kasi tenggang waktu tiga puluh menit."

Tiba-tiba ada sirene police yang membuat keadaan menjadi kacau. Anurak langsung menyandera Agung.

"Kalian menyerah atau kami tembak!" teriakan polisi terdengar lewat pengeras suara.

"Berani maju aku tembak orang ini!" Anurak semakin marah.

Suasana gelap sangat menguntungkan bagi Qai, ia mencari celah supaya bisa melawan.

"Doorrr...Doorr...Doorrr

Ntah dari mana datangnya tiba-tiba suara tembakan terdengar. Semua kaget dan berlari kocar kacir. Qai cepat menendang lawan dan melompat lari.

Setelah cukup jauh Qai berhenti, ia cepat memakai masker untuk menutupi wajah. Ia memanggil taxi dan segera pulang.

Tadi ia sangat jelas melihat kalau Dewi menembak Agung dan menembaknya. Untung waktu itu gelap jadi yang kena anak buah Anurak.

Bagaimanapun juga ia harus hati-hati kepada Dewi, melihat gelagatnya setiap hari sangat mencurigakan. Ia harus pergi dari Apartemen dan mengambil Adrian di penitipan.

Turun dari taxi Qai langsung mencari Adrian di rumah ibu Meng. Pengasuhnya ini sudah terbiasa kalau Qai datang malam menjemput Adrian atau sering tak di jemput. Yang penting uang dia tidak masalah.

"Pak tunggu saya mau mengambil anak, tunggu ya."

"Oke..oke.."

Qai bergegas menuju apartemen bu Meng, ada perasaan takut kalau Dewi datang. Melihat kejadian tadi harusnya ia curiga kepada Dewi. Tapi Dewi apa sengaja membunuh Agung atau karena panik.

Tookkk...Tookk...

"Malam bu Meng, saya akan masuk."

"Sini-sini, nona terluka?" tanya bu Meng buru-buru mencari air es. Dia sudah biasa melihat Qai terluka, tapi dia tidak penah bertanya karena apa bisa terluka.

"Adrian tidur? rencananya saya mau bawa pergi." ucap Qai. Ia takut kalau Dewi datang mengambil anaknya.

"Tidak di obati dulu?"

"Tidak usah." sahut Qai ke kamar bu Meng dan menggendong Adrian.

"Aku pergi dulu, nanti aku transfer uang." ucap Qai bergegas. Qai menuju kedutaan minta tolong dipulangkan ke Indo.

Masalahnya semua senjatanya dilucuti oleh anak buah Anurak dan sekarang ia juga lari dari apartemen. Terpaksa minta bantuan supaya bisa pulang ke Indo.

Kehilangan Agung yang baik hati, yang suka mengingatkannya bahwa Dewi punya niat jahat tidak ia percayai. Sampai sekarang ia meragukan. Dewi teman baik masa mau membunuhnya? Tapi melihat dengan jelas pistol Dewi mengarah ke Agung kepercayaan Qai menjadi hilang.

APARTEMEN

Dewi memarkir mobil sembarangan, ia harus bisa membunuh Qai, supaya tidak ada yang menghalangi dirinya menjadi cucu kakek Raharja. Ia yakin Agung sudah terbunuh tangannya sendiri menembaknya.

"Qai...Qai...kau dimana, kau tertembak? Keluarlah..."

Dewi kecewa tidak menemukan Qai, ada perasaan ragu dibenaknya, apa Qai sudah tertembak, saat itu keadaan kacau dan diluar rencana yang sudah disusun 1 dengsn

Yang pasti Agung berlumuran darah, situasi gelap gulita jadi tidak tahu mana yang tertembak. Ia sempat menembak Dewi, karena banyak police, ia cepat lari dari TKP malas berurusan dengsn police lokal.

Ia ingin tahu keadaan Dewi sekarang. Jika tidak ada Dewi di apartemen berarti Dewi sudah men*nggal. Lebih baik aku tunggu, jika sampai besok tidak datang berarti Dewi meninggal.

Dewi mulai merapikan barang-barang Qai dan memasukan ke koper. Ia perlu semua milik Qai supaya keluarga Raharja lebih percaya padanya.

*****

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
wahhhh.... jangan sampai sianida itu di campur ke kopi / ke susu... bisa" kejang" yang minum
Cu
bagus
Ci
suka sama jln ceritanya
Ca
ku dukung sama dia
Bo
nice
Be
romantis
Bu
asik nih
Bi
wiuuh mantapp
Ba
cepet sembuh kek
Sin
good job
Lala
emang keren ini
90
lanjut cari
89
jangan lupa mampir
88
bisa aja nih
87
apa ya kisah selanjutnya
86
next penasaran
85
makin penasaran
84
seksi gt ya
83
wow keren banget
82
yess bgus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!