NovelToon NovelToon
Dijadikan Taruhan

Dijadikan Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.

Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.

Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.

Rahasia apa yang tersembunyi?

Apa yang akan terjadi kepada Rani?

Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?

Ikuti kelanjutan ceritanya?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Dinda mendengar teriakan Rama. Dinda berhasil menghindar. Orang itu terus mengincar Dinda. Dinda sengaja memperlambat motornya. Dinda tidak melihat pembalap lain selain mereka berdua.

Setelah motor Dinda hampir sejajar dengan motor pembalap curang itu, Dinda melempar pecahan aluminium yang ada dalam saku jaketnya ke arah ban cowok itu. Dinda kembali melaju ke arena untuk mencari Wira.

Perlahan tapi pasti, pembalap yang tadi ingin berbuat curang kepada Dinda mengalami kebocoran ban. Dia tertinggal jauh di belakang. Dia mengumpat dan mengacungkan jari tengah ke arah Dinda.

Dinda terus melaju sambil memperhatikan lawan yang ada di depannya. Dinda menemukan motor Wira. Dinda berkelak kelok menyalip beberapa lawan yang berusaha menghalang-halangi jalannya.

Dinda tepat di belakang Wira. Wira terlihat fokus mengejar Kenzo. Dinda memperhatikan tangan Wira yang mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Dinda melihat Wira mengarahkan pistol ke motor Kenzo.

Dinda dengan penuh keberanian memposisikan motornya di tengah motor Wira dan Kenzo. Dinda melepas helm dan dengan sekuat tenaga melemparkannya ke lengan Wira.

DOOOOORRRR!

Tembakan Wira meletup ke udara. Pistol terlepas dari tangannya. Semua yang ada di arena balapan kaget. Wira panik.

"Ternyata, Lu, Dinda!" Geram Wira.

Wira ingin membuat perhitungan pada Dinda. Tapi dia mengurungkan niatnya karena melihat dari arah belakang beberapa orang berteriak menantangnya. Wira memilih melarikan diri.

Dinda terus mengejar Wira. Kenzo juga berusaha menghentikan Wira. Tapi Wira berhasil melarikan diri dan banyak melemparkan paku ke arena balapan.

Dinda dengan cepat menarik rem tangannya. Dinda turun dari motornya dan berdiri di tengah arena balapan. Dinda berteriak memberikan peringatan, di depan sana banyak paku. Dan berusaha menghentikan pembalap lain.

Kenzo tidak mendengar peringatan Dinda. Kenzo tidak bisa mengendalikan laju motornya. Ban motor Kenzo tertancap paku dan oleng menabrak Dinda. Dinda jatuh tergeletak dan mengeluarkan darah.

"Dinda! Dindaaaaaaa!" Kenzo turun dari motornya.

Kenzo mencoba membangunkan Dinda. Dari arah belakang, Rama berlari menghampiri Dinda. Rama memeriksa denyut nadi Dinda. Kenzo minta maaf kepada Rama karena tidak sengaja menabrak Dinda.

Kenzo akan bertanggungjawab. Dinda dibawa ke rumah sakit oleh Rama dengan menggunakan mobil Kenzo. Sepanjang perjalanan, Kenzo terus saja memandangi Dinda dari balik kaca spionnya.

Rama terus saja memanggil nama Dinda. Rama meneteskan air mata. Rama takut kehilangan Dinda.

Rama memberitahu Kenzo, ada seseorang yang mengarahkan pistol ke arahnya. Dinda lah yang menyelamatkan Kenzo saat itu dengan melempar helmnya ke arah cowok itu.

Kenzo melotot saat tahu Dinda telah menyelamatkannya. Kenzo bertanya kepada Rama, apa yang mereka lakukan di sini. Rama bilang ingin ikut balapan. Dan ini kali pertama Dinda ikut balapan.

Akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Rama mengangkat Dinda dan langsung menuju ruangan UGD. Dinda diperiksa dan diberikan pengobatan.

Di luar ruangan UGD, Rama dan Kenzo menunggu. Kenzo menanyakan hubungan antara Rama dan Dinda. Apakah mereka saudara ataukah sepasang kekasih. Rama menjawab dia adalah saudara Dinda.

Ada perasaan senang saat mendengar Rama mengakui Dinda sebagai saudara. Kesempatan Kenzo untuk mendekati Dinda terbuka lebar.

Rama menghubungi teman-temannya. Rama meminta bantuan kepada mereka untuk mengantarkan dua motornya ke rumah orang tuanya. Rama kemudian mencari makan siang di luar rumah sakit.

Kenzo kembali ke ruangan UGD. Dokter menyarankan agar Dinda rawat inap di rumah sakit. Dinda mengalami benturan di area kepalanya.

Setelah Kenzo ke bagian administrasi, Dinda dipindahkan ke ruang perawatan. Kenzo menemani Dinda di dalam ruangan. Dinda terbaring tidak sadarkan diri dengan kepala di perban.

Telepon Kenzo berdering. Kenzo berdiri di depan jendela sambil bicara dengan temannya di telepon.

Dinda tidak bisa membuka matanya. Dinda mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan Kenzo dengan temannya di telepon. Semua itu tentang Wira.

Perlahan ingatan Dinda pada saat terjadi kecelakaan muncul. Dinda ingat saat Arlo merayunya di kafe. Ya suara itu, suara Arlo, sama persis dengan suara Kenzo.

Dinda juga dengan jelas melihat wajah Arlo. Tapi, wajah Arlo dan Kenzo tidak mirip. Dinda memaksa membuka mata. Dinda harus menyelidiki Kenzo.

"Dinda, Dinda," suara Kenzo terdengar sangat dekat.

Dinda juga mendengar suara langkah kaki dari arah luar. Dinda mendengar suara Rama juga sangat dekat. Dinda merasa matanya dibersihkan seseorang dengan tisu basah.

"Dinda, bangunlah," ucap Rama.

Dengan sangat hati-hati, Dinda bisa membuka mata. Dinda melihat Rama dengan tisu basah di tangannya. Di sampingnya berdiri Kenzo. Dinda memperhatikan wajah Kenzo dengan seksama.

Semakin Dinda perhatian, wajah Kenzo ada sedikit kemiripan dengan wajah Arlo. Matanya sama persis dengan mata Arlo. Arlo mempunyai tahi lalat di atas keningnya, Kenzo juga punya. Suara mereka juga sangat mirip.

"Dinda, apa kamu mengenali kami?" tanya Kenzo.

"Dinda, coba lihat aku," Rama memegangi lengan Dinda

"Tentu saja, Kak Rama dan Kenzo," jawab Dinda.

Dinda kemudian cerita, dia melihat Wira di arena balapan. Wira ingin menembak Kenzo.

"WIRA!" Kenzo dan Rama berbarengan.

"Kamu kenal Wira?" tanya Dinda.

"Tentu saja. Dia kan saudara kamu," sahut Kenzo.

"Ada dendam apa dia sama kamu?" Dinda semakin penasaran.

Kenzo mengangkat kedua pundaknya. Kenzo hanya bilang dia dan Wira tidak dekat. Kenzo berpendapat, Wira melakukan segala cara untuk menang balapan. Dan kebetulan saat itu, Kenzo berada di barisan pertama di arena balap.

Rama setuju dengan pendapat Kenzo. Mengingat tidak ada peraturan dan larangan dalam arena balap Kenzo. Setiap pembalap bebas melakukan kecurangan.

Tapi Dinda menaruh kecurigaan kepada Kenzo dan Wira. Dinda ingat saat di kafe kota Agate, teman Arlo panik dan bilang, cewek yang ada di kamar itu lagi over dosis. Dinda sangat yakin, Arlo dan Wira ada hubungannya dengan obat terlarang.

Kenapa Dinda sangat yakin, pada saat Dinda setengah sadar, Dinda juga melihat ada cowok yang digotong dua temannya dalam keadaan mulutnya mengeluarkan busa.

Dinda juga ingat saat Arlo mengejar motor Bima. Arlo menembak ban motor Bima.

"AAAAAGGGHH!" Dinda menjerit kesakitan sambil memegangi kepalanya.

Kenzo panik, Kenzo keluar dari ruangan memanggil Dokter. Rama juga terlihat panik tidak tahu harus berbuat apa.

"Dinda, tahan sebentar ya," Rama mengusap kepala Dinda.

"Kak Rama, aku ingat semuanya. Aku ingat siapa aku, aku juga ingat kejadian malam itu," kata Dinda.

"Syukurlah, tapi, bagaimana dengan kepalamu?"

"Sakit Ka," Dinda masih menahan sakit.

Dinda meminta Rama untuk merahasiakan ingatannya sudah kembali. Untuk sementara,. Dinda tidak ingin orang lain tahu. Dinda curiga pada Kenzo. Dinda ingin menyelidiki dan mencari bukti sebanyak-banyaknya agar bisa menangkap pelaku yang telah membuatnya kecelakaan.

"Aku yakin, Kenzo ada hubungannya dengan Arlo Kak Rama, tolong bantu aku cari informasi tentang Kenzo," pinta Dinda.

"Baiklah."

Tidak berapa lama, Kenzo datang bersama Dokter dan perawat untuk memeriksa Dinda. Dinda disuntik obat oleh Dokter. Dinda kembali tertidur pulas.

Rama berterima kasih kepada Kenzo. Rama akan menjaga Dinda. Kenzo dipersilahkan pulang karena Rama tidak ingin merepotkan Kenzo.

"Ok, gue pamit pulang. Besok gue akan datang lagi," kata Kenzo.

Kenzo melangkah pergi. Kenzo memerintahkan orang-orangnya untuk mencari Wira.

"Wira, gue akan kejar lu!" Kenzo mengepalkan tangannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Fang
😱
Mauk
kembaran Wira 😱
Al!f
Siapa
Rose
Salfok sama covernya. 😍
Wings
Covernya cihuy badai
Al!f
Ada yg beda, covernya 👍👍👍👍👍
Queen
Gila, covernya mantap. Kereeeeeen 👏👏👏👏
Kimberly
makin cakep aja covernya Thor. suka ❤❤❤❤❤
Andi
Covernya mantap 💪
Bho Tak
Aku suka covernya ❤
Ais
wawwwww covernya keren 😍😍😍😍
Mauk
😱😱😱😱
Mauk
Terserah author aja dah 🤣
Mauk
Ihhhh
Mauk
Kenzo ternyata
Mauk
kok bisa 😱
Mauk
Yah ko it 😱
Al!f
pilih lari
Al!f
waduh 😱
Na!
kok bisa ingat ya 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!