NovelToon NovelToon
Tak Ada Lagi Kesempatan

Tak Ada Lagi Kesempatan

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Tamat
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alrumi

"Ketika undangan wisuda ku tak kamu hadiri, maka ku harap undangan pernikahan ku nanti akan kamu hadiri bersama keluargamu."

Kalimat yang begitu membekas di hati dan pikiran Rizal kala ia melakukan kesalahan karena lagi dan lagi ia membohongi Claudia.

Perempuan yang kerap kali iya bohongi dalam keseharian nya, memberikan perhatian, ungkapan cinta, dan harapan untuk kedepannya.

Nyatanya hal itu adalah sebuah kebohongan yang menjadi kebiasaan Rizal selama ini. Namun, semua berubah setelah Claudia menyadari bahwa selama ini ia melakukan kesalahan terbesar karena terpengaruh dengan setiap kata yang Rizal ucapan kepadanya.

Hal tak terduga kini terjadi pada Rizal pelaku utama yang memerankan peran kebohongan yang begitu dalam sampai dua tahun lamanya seorang Claudia baru sadar bahwa selama ini ia hanya dijadikan mainan oleh Rizal.


Yuk ikuti ceritanya, jika kalian penasaran tentang yang akan terjadi pada Rizal dan Claudia selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alrumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chat Spam

"Em... udahlah aku bisa nonton di aplikasi putih kok." ucap Claudia dalam chatnya lagi.

"Mungkin lagi error, terus sekarang mau lanjut nonton filmnya?" ucap Rijal dalam chatnya.

"Hem... mungkin sih kayanya error. Kalau nonton sih aku mau lanjut lagi, kenapa?" ucap Claudia dalam chatnya.

"Iya kayanya error. Em... nggak papa sih kalau kamu mau nonton. Aku main game aja kalau gitu." ucap Rijal dalam chatnya.

"Iya sok kamu main game aja. Aku mau lanjut nonton lagi." ucap Claudia kemudian melanjutkan kembali nonton filmnya.

"Ya udah kalau gitu." ucap Rijal menjawab chat Claudia.

Setelah itu, tak terasa sudah lima menit kemudian. Rijal yang telah bermain game pun mulai bosan karena sedari tadi ia terus main game dan kalah terus.

Sehingga rasa bosan dan suntuk pun ia rasakan. Kemudian ia pun berucap dalam hatinya.

"Hem... udah belum ya Claudia nonton filmnya, bosen banget gini sedari tadi main game malah kalah terus. Aku chat lagi aja deh." ucap Rijal di dalam hatinya saat ia mulai bosan main game.

"Masih nonton filmnya?" chat yang di kirim Rijal.

Disaat Claudia mulai menikmati nonton film. Tiba-tiba ada notif dari Rijal.

"Siapa sih yang chat, ganggu aja. Nggak tau apa aku lagi nonton." ucap Claudia yang belum mengetahui siapa yang chat dirinya.

Tetapi ia mendengar ada notif chat di handphone miliknya yang sedang ia gunakan untuk menonton film.

Walau enggan mengalihkan nonton film yang berlangsung saat ini. Claudia pun akhirnya memutuskan untuk melihat setelah dua menit ia masih menonton film tersebut.

Di lihatlah notif tersebut oleh Claudia. Terlihat di sana ada nama Rijal tertera sebagai tanda bahwa chat itu di kirim oleh Rijal.

"Hem... aku kira siapa yang chat, ternyata Rijal. Dia kan udah tau kalau aku lagi nonton. Kenapa di chat lagi coba, heran." ucap Claudia di dalam hatinya sebelum menjawab chat itu.

Dalam hatinya lagi, Claudia pun berucap "Jawab jangan ya, tapi kalau di jawab terus chat nya lanjut. Itu artinya aku harus menunda nontonnya dong. Mana lagi seru lagi nontonnya. Hem... tapi kalau nggak di jawab ntar dia telpon. Ah... sudahlah aku jawab saja."

"Masih." inilah chat yang di kirim oleh Claudia sebagai jawaban dari chat Rijal.

"Filmnya masih lama nggak?" jawaban cepat pun terkirim dari Rijal.

"Em... lumayan sih, kenapa?" ucap Claudia yang sudah mulai curiga.

"Tanya aja sih, tadinya kalau sebentar lagi, aku mau chat sama kamu atau mungkin telpon." ucap Rijal akhirnya mengungkapkan tujuannya itu.

"Tuh kan, pantes aja rasanya agak beda. Ada maksud ternyata chat lagi nya." ucap Claudia di dalam hatinya.

"Em... masih lumayan lama sih, kamu bukannya lagi main game?" ucap Claudia yang berbasa-basi bertanya agar tak menunjukan bahwa ia sedikit tak nyaman jika terganggu sedang menonton film.

"Udah sih barusan main, tapi bosen soalnya kalah terus. Lagian sebelum kamu aktif aku udah main game terus. Jadinya bosen." ucap Rijal menjelaskan apa yang membuat dirinya bosan.

"Gitu ya, terus kenapa nggak nonton juga kamu nya?" ucap Claudia dalam chatnya.

"Nonton juga udah tadi, kamu masih lama emang nontonnya?" ucap Rijal lagi dan lagi menanyakan hal sama.

Kala itu mungkin pertanyaan yang sama tak di permasalahkan oleh Claudia. Namun lambat laun, akhirnya kebiasaan Rijal itu pun membuat Claudia mulai jenuh.

Sampai akhirnya ada di titik ia kembali di chat oleh Rijal, dimana kebiasaan Rijal yang sering mengulang pertanyaan terus ia lontarkan. Padahal dia di awal Claudia sudah memberitahu dirinya.

Bukannya hal tersebut lama kelamaan akan membuat orang jenuh dan bosan. Itulah yang Claudia rasakan saat ini. Namun berbeda dengan dulu. Ia masih tetap menjawabnya tanpa protes sedikit pun.

"Hem... belum masih ada setengah lagi filmnya yang belum aku tonton." inilah jawaban chat yang di kirim Claudia kala itu.

"Nggak mau chat aja sama aku?" ucap Rijal akhirnya mengatakan maksud intinya tersebut saat ia mengirim pesan pada Claudia.

"Aku jawab apa ya, kalau aku jujur pilih nonton film aja. Dia nggak kesinggung kan, tapi kalau aku jawab kaya gitu. Aku jadi nggak enak." ucap Claudia yang mulai bimbang.

"Ya sudah deh, aku pilih ini aja." lanjutnya lagi masih berbicara di dalam hatinya.

"Kalau aku sih masih pengen nonton film tapi kalau kamu mau chatan juga boleh. Mungkin nanti chat nya akan di jawab agak lama, soalnya aku sambil nonton film. Gimana kamu mau nggak kaya gini?" ucap Claudia dengan penuh pertimbangan ketika menjawab chat Rijal.

Rijal yang mendapatkan chat dari Claudia seperti ini pun, mulai berbicara di dalam hatinya.

"Kenapa nggak pilih chat aja sih. Ini malah pilih dua-duanya. Kalau kaya gini kan jadinya harus nunggu jawab chatnya. Hem... coba aku bilang ini aja deh." ucap Rijal di dalam hatinya.

"Nggak pilih chatan aja, sedari siang kan aku nunggu kamu malah di tinggal lagi waktu aku telpon. Masa sekarang di tinggal nonton juga." inilah yang di kirim Rijal untuk Claudia.

Claudia yang mendapat chat dari Rijal ini pun menarik nafas panjang untuk mencoba tetap tenang tanpa emosi sedikit pun tak kala ia akan menjawab chat Rijal.

"Sambil nonton aja ya. Itu juga kalau kamunya mau." ucap Claudia ketika ia mengirim jawaban pada Rijal.

"Ck... nggak peka banget sih. Nggak tau apa aku tuh nggak mau nunggu chat lama-lama." ucap Rijal yang langsung berbicara di dalam hatinya.

"Ya udah deh, sambil kamu nonton aja." ucap Rijal menjawab chat Claudia.

"Ya udah boleh kalau mau kaya gini." ucap Claudia setuju.

Mereka pun mulai chat sambil Claudia melanjutkan menonton. Sesuai dengan ucapan Claudia tadi, chat dari Rijal pun di jawab tiga atau lima menit sekali.

Namun karena saking keasyikan nonton. Claudia lupa belum menjawab chat Rijal setelah sepuluh menit berlalu.

Rijal yang mulai kesal menunggu pun, akhirnya mengirimkan chat spam pada Claudia.

"Kemana sih kamu? ko chatnya nggak dijawab. Masih lama emang nontonnya?" inilah salah satu dari banyaknya chat spam yang di kirim Rijal pada Claudia.

Claudia yang ke asyik kan nonton pun akhirnya tersadar saat banyak notif yang masuk ke handphone milik nya yang ia gunakan untuk menonton.

"Loh ini notif banyak banget sih dari siapa coba. Nggak tau apa aku lagi asyik gini nonton. Malah ganggu dengan kirim chat spam." ucap Claudia ketika ia tersadar mendapatkan banyak chat spam dari seseorang yang belum tau siapa yang kirim nya.

Ia yang awal nya enggan untuk melihat, akhirnya mulai melihat juga. Setelah ia lihat bahwa yang mengirim chat spam itu adalah Rijal. Betapa panik nya ia kala itu.

Bersambung...

1
falea sezi
MC oon
falea sezi
cewek oon
Rahmat Hidayatullah: jaga bicaramu
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!