NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Mafia

Dinikahi Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alif Irma

Andreas, sosok mafia berdarah dingin yang bergelar duda tampan dan kaya raya. Dia sudah bercerai sebanyak tiga kali karena ulah putra semata wayangnya. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang penari striptis di sebuah club malam. Andreas pun memutuskan untuk menikahinya secara kontrak.

Di satu sisi, Sophia juga sosok single mom yang pekerja keras. Sophia bekerja sebagai penari striptis di sebuah club malam. Pertemuannya dengan Andreas mendatangkan masalah baginya, hingga Sophia memilih menerima segala skenario yang dijalankan oleh Andreas dengan menjadi istri kontraknya.

Lantas apa yang membuat Andreas ingin menikah kontrak dengan Sophia, sosok penari striptis!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Pagi kembali menyapa, namun suasana rumah Andreas tampak sepi pagi ini. Sementara sosok Sophia baru saja terbangun dari tidurnya, setelah semalaman tidak bisa tidur karena terus memikirkan putranya di rumah sakit.

Ibu mana tidak khawatir dengan kondisi putranya yang terbaring sakit di rumah sakit tanpa dirinya berada di sisinya, walaupun ada sosok perawat yang sengaja di bayar untuk menjaga putranya selama 24 jam, tapi tetap saja separuh nafasnya seolah hilang dari jiwanya.

Ya tuhan, anakku. Aku harus segera pergi dari sini. Batin Sophia sambil mengerjapkan mata indahnya dan langsung kepikiran dengan putranya.

Namun anehnya Sophia merasakan sebuah tangan melingkar di perutnya, bahkan dia mampu merasakan hembusan nafas seseorang menerpa puncak kepalanya.

Sophia langsung menoleh dan alangkah terkejutnya dirinya melihat sosok pria yang sedang memeluknya, lebih tepatnya orang yang sedang memeluknya layaknya sebuah guling.

"Akhhhh"

Sophia berteriak keras karena terkejut melihatnya, dia pun dengan cepat mendorong tubuh Andreas untuk menjauh dari tubuhnya, namun Andreas tak bergeming dari posisinya semula yang masih setia memeluk tubuh Sophia.

"Lepaskan aku, apa kamu tidak dengar!" ucap Sophia dengan suara meninggi.

Sophia dengan kesalnya mencoba melepaskan tangan Andreas secara kasar dari perutnya, agar dia segera turun dari tempat tidur. Namun sayangnya, Andreas semakin mengeratkan pelukannya dan tidak memberinya celah untuk lolos.

"Tuan Andreas!" ucap Sophia sambil memukul lengan Andreas. Sedangkan Andreas hanya menyeringai tipis dan begitu kekeh dengan pendiriannya.

Derttt... Derttt...Derttt

Tiba-tiba saja terdengar suara dering ponsel, membuat Andreas langsung melepaskan pelukannya, dia pun bergegas turun dari tempat tidur dan langsung menyambar ponselnya di atas nakas.

Tanpa basa-basi Andreas langsung mengangkat panggilan masuk tersebut.

"Hemm, aku akan segera kesana." ucap Andreas di ujung telepon dengan raut wajah tampak serius.

Sementara Sophia merasa lega lepas dari cengkeraman Andreas. Dia pun bergegas turun dari tempat tidur dan melangkah cepat menuju kamar mandi untuk cuci muka.

Namun lagi-lagi Andreas kembali menyusulnya, sehingga pasangan suami istri itu kembali berduaan di dalam kamar mandi. Dimana Andreas dan Sophia tengah sibuk cuci muka dan sikat gigi.

Dia sangat menyebalkan!. Kalau waktu bisa di putar kembali, aku sungguh tidak ingin bertemu dengannya. Batin Sophia dengan mood kurang bagus pagi ini.

Dengan santainya Andreas melepaskan celana boxer nya tepat di samping Sophia lalu melangkah kearah shower, membuat wanita berstatus istrinya itu langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah dengan wajah memerah.

"Benar-benar tidak punya rasa malu, telanjang bulat di depan mataku. Oh Tuhan, mataku langsung ternoda karena ulahnya." gumam Sophia dengan kesalnya, baru juga pagi, dia sudah disuguhkan dengan aset berharga pria kejam itu.

Sophia memilih menunggu Andreas selesai mandi, setelah pria itu keluar, barulah dirinya akan menggunakan kamar mandi yang begitu mewah milik pria kejam itu.

Kini Andreas maupun Sophia terlihat sudah rapi, keduanya tak saling menyapa dan hanya sibuk dengan ponselnya masing-masing.

"Periksa ponselmu, Daniel sudah mengirimkan segala tugas dan aturan yang harus kau patuhi di rumah ini." ucap Andreas dingin sebelum melangkah keluar dari kamarnya.

"Apa!" ucap Sophia terkejut dan segera memeriksa pesan masuk di ponselnya dan benar saja beberapa pesan masuk di ponselnya dan itu ternyata dari sekretaris Andreas yang bernama Daniel.

"Aku tidak peduli dengan aturannya. Karena yang harus ku lakukan sekarang adalah menemui putraku." ucap Sophia dengan penuh semangat. "Tapi, aku tidak melihat Kenzo pagi ini, kemana dia?" ucap Sophia pada dirinya sendiri yang baru teringat dengan anak sambungnya.

Sophia memilih keluar kamar, kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur, dia ingin membuat sarapan terlebih dahulu sebelum pergi.

Saat langkahnya berada di ruang tamu, tiba-tiba sosok anak laki-laki yang dicarinya berlari kecil kearahnya dan langsung berhambur memeluknya.

"Mommy, ayo kita sarapan." ucap Kenzo sambil memeluknya erat.

"Iya nak, ya udah kita sarapan bareng." ucap Sophia tersenyum lalu menggenggam tangan anak sambungnya.

Dari kejauhan dia sudah melihat Andreas duduk di kursi sambil menikmati sarapannya, sedang tiga pelayan wanita berparas cantik berdiri di sudut ruangan. Salah satu wanita cantik itu pernah menyapanya.

Semakin mendekat kearah ruang makan, Sophia mampu melihat berbagai aneka masakan tersaji di atas meja. Sementara Andreas tampak begitu cuek melihatnya dan begitu fokus pada makanannya.

"Daddy curang, kenapa tidak tunggu Kenzo dan mommy dulu." protes Kenzo kepada ayahnya. Lalu duduk di kursi miliknya, sedang Sophia masih berdiri di sampingnya.

"Daddy sedang buru-buru. Jangan lupa habiskan sarapan mu. Sebentar lagi, Mr Ben datang ke rumah." ucap Andreas memberitahu putranya sambil melap mulutnya dengan serbet.

"Mr Ben lagi? Kenzo mau ke sekolah Daddy, Kenzo tidak suka di kurung di rumah." ucap Kenzo sambil memukul meja di depannya, kenapa kejadian tersebut selalu terulang lagi pada dirinya.

"Hanya dia orang yang Daddy percaya dan bisa menjagamu selama Daddy tidak ada di rumah." ucap Andreas tak ingin di bantah sambil bangkit dari duduknya.

"Tapi Kenzo tidak mau, Daddy!. Kenzo mau ke sekolah!" teriak Kenzo melakukan aksi protes kepada ayahnya.

"Daddy, sudah terlambat." ucap Andreas sambil melirik jam tangan dipergelangan tangan kirinya. Hal itu selalu terjadi setiap kali dirinya ada pekerjaan di luar negeri.

"Daddy tidak boleh pergi, Kenzo tidak mau ditinggal Daddy." teriak Kenzo lalu bergerak memeluk tubuh ayahnya. Anak balita itu sudah tahu kemana ayahnya akan pergi, beberapa kali dirinya ditinggal pergi oleh ayahnya.

Sophia hanya mampu menjadi penonton melihat pertengkaran ayah dan anak itu, dia tidak tahu harus melakukan apa. Jujur dia merasa kasihan kepada Kenzo, namun mau bagaimana lagi dirinya hanyalah orang baru dalam keluarga tersebut.

"Hei kau, bawa Kenzo ke kamar. Apa kau tidak tahu tugasmu hah!. Dasar bodoh!" ucap Andreas meneriaki Sophia.

"Aku belum sempat membaca file yang dikirimkan oleh sekretaris mu, tuan. Lagian untuk apa Kenzo ke kamar, dia bahkan belum sarapan." ucap Sophia dengan ketusnya.

"Betul kata mommy, Kenzo cuma tidak ingin bertemu Mr. Ben." ucap Kenzo membenarkan ucapan ibunya.

Andreas menghembuskan nafas kasar, lalu melambaikan tangannya kearah pelayan wanita, sontak saja ketiga pelayan wanita itu langsung beraksi yang sudah tahu betul apa yang harus dikerjakannya.

Kedua pelayan wanita itu langsung memegang tangan Kenzo, membuat Sophia membulatkan kedua matanya lalu menghampirinya.

"Lepaskan, Daddy, Daddy!" teriak Kenzo.

Sementara Andreas tidak menimpali ucapan putranya, dia terus melangkah menjauh.

"Lepaskan dia!" ucap Sophia dengan tatapan tajam kepada kedua wanita tersebut.

"Tapi....eeem baik nyonya." ucap salah satu wanita tersebut dan terpaksa melepaskan Kenzo.

"Kau sungguh ayah yang tidak punya perasaan!. Seperti itukah caramu mendidik anak. Pantas saja anak sekecil ini bisa berkata kasar dan meninggikan suaranya saat berbicara di hadapan ayahnya. Karena pola asuh nya sungguh di luar nalar." ucap Sophia dengan suara meninggi dan sengaja memperdengarkan Andreas.

Sontak saja Andreas langsung menghentikan langkahnya lalu berbalik badan menghadap kearah Sophia dan putranya. Bersamaan pula Mr. Ben dan Daniel baru saja tiba. Mereka berdua mampu mendengar langsung ucapan Sophia.

Prokkk Prokkk

"Wow, Siapa gerangan wanita cantik ini. Bolehkah saya berkenalan dengannya" ucap Mr Ben sembari bertepuk tangan berjalan mendekat kearah Sophia.

"Urus dia, aku harus segera pergi." ucap Andreas acuh lalu melangkah tergesa-gesa keluar dari rumah mewahnya. Urusan bisnisnya jauh lebih penting daripada harus meladeni wanita penari tersebut.

1
ardiana dili
lanjut
Mita
lanjut thor
indahlee
lanjutttt
lala
lanjut up
lala
ditunggu bucin nya andres
Ade
next
Mita
lanjut thor
Wulan Sari
ceritanya is the best banget semoga menjadi keluarga yang bahagia salam sukses selalu ya Thor semangat 💪👍 trimakasih 🙂❤️🙏
ardiana dili
lanjut
mama
gengsi mu stinggi langit Andres,yg ngerawat km selama ini tu istri km..bukan kaki tangan km..baik2 deh sm istri🤣
Mita
lanjut thor
lala
lanjut up
ardiana dili
lanjut
Valen Angelina
pasti klo Uda bangun jadi bucin sama Sovia 🤭
Ade: nahhh betul
total 2 replies
ardiana dili
lanjut
lala
lanjut up up up
lala
like
indahlee
lanjutttt
Mita
lanjut thor
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!