perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab13
Setelah drama pemecatan akhirnya semua karyawan di kumpulkan tak terkeciali,untuk mengumumkan dang memperkenalkan dani sebagai bos besar.
"Baik semuanya terimakasih telah hadir semua di sini saya akan mengumumkan dua hal pertama bahwa pak bowo dan lutfi telah di pecat dengan tidak hormat karena telah terbukti melakukan kecurangan."dan sontak semua karyawan banyak yang ber syukur atas di pecatnya mereka,tapi tidak dengan meli,karna mereka masih saudaranya,dan meli sendiri telah mendapat surat peringatan atas kesalahannya.dan semua karyawan masih bertanya di mana dani kok ndak keliatan,apa juga sudah di pecat.padahal dani masih ganti baju di belakang yang tadi di bawa giyo.
"Dan yang kedua saya akan memperkenalkan pemilik bengkel sebenarnya,jadi kita sambut bersama,silahkan pak dani pradipta putra."dan dani pun masuk,sontak membuat semua kaget,lalu dani memberikan sedikit sambutan dan setelah itu di bubarkan dan kembali bekerja.
******
Di tempat berbeda,di rumah asri terjadi kesibukan untuk mempersiapkan acara lamaran dan sekaligus ijab khabul asri dan dani.semua membantu dengan suka cita,ada juga yang mencibir karna pernikahan asri terkesan buru buru.
"Nikah kok buru buru,apa hamil duluan ya?"bisik bu siti pada sebelahnya.
"Iya ya,masak cuma jarak satu minggu lo ini,gak nyangka asri yang kelihatanya alim tapi udah hamidun duluan."
"Ati ati,kalau kalau ngomong,kalau tidak benar jadinya fitnah lo."peringat salah satu ibi ibu.dan banyak lagi yang menggunjing atau mendukung.
Bu sumi tampak panik ketika mendengar gunjingan dari tetangganya.
"Pak gimana ini kok malah ada yang ngomongin ndak bener?kan niatnya supaya cepet sah daripada berbuat dosa?" tanya bu sumi kepada pak arjo.
"Haduh,gimana lagi bu,biarin aja yang penting anak kita ndak macem macem." jawab pak arjo.
"Heh jo kamu itu lo dapat mantu kere aja bangga,mending sama bambang jelas kerjanya kantoran,lah ini modelan preman aja bangga." sahut bu siti yang tau tau udah di belakang pak arjo.
"La mau gimana lagi to,lawong anaknya ndak mau kok,masak di paksa,trus cintanya sama nak dani,yaudah to biarin aja,kita sebagai orang tua cuma bisa merestui aja,kalau masalah rejeki sudah di atur." jawab pak arjo panjang kali lebar.
"Lo,nak dani itu cakep lo,soleh lagi,saya pernah ketemu pas ke masjid juga enak ngobrolnya,sama orang tua sopan juga,susah cari anak muda seperti nak dani." timpal salah satu tetangga.dan juga masih banyak terjadi perdebatan.karena hari itu adalah persiapan untuk pernikahan asri pada sabtu malam.
******
Sedang di tempat kerja Asri dan yuni menemui bos mereka saat istirahat untuk minta izin,ya asri dan yuni memang sahabatan dari kecil tapi mereka juga masih saudara beda kampung.
"Maaf cik boleh kami minta izin hari jum'at dan sabtu?" tanya yuni pada cik lan bos mereka
Cik Lan pemilik toko tersebut tampak memicingkan matanya
"Kalian berdua?mau apa?" tanya cik lan penuh selidik.
"Ini cik kalau saya,kakak saya mau nikah,tapi kalau asri ndak tau dia mau apa?" jawab yuni sekalian menggoda asri,mereka biasa bercanda sama bos mereka dan bosnya pun tidak masalah selama tidak ganggu kerjaan
"Kalau kamu ijinnya kakakmu nikah yo pasti asri sama toyo,secara kalian masih sodara." sahut cik lan yang memang tahu kalau mereka itu adalah saudara sepupu
"Ya sapa tau beda cik,kalau asri mau nikah juga kan izinnya beda." jawab yuni.
Cik Lan tampak terkejut mendengar jawaban dari Yuni ,lalu dia kembali beralih menatap ke arah Asri.
"Apa iya sri?" selidik cik lan.sedang asri sudah nahan emosi sama yuni pakai acara bilang mau nikah segala.
"dasar teman gak ada adab kamu Yun, awas aja, aku kasih es sianida juga kamu ya." rutuk Asri di dalam hati.
"Maaf cik,saya izin karena memang hari sabtu malam minggu saya mau nikah."jawab asri malu malu sambil memelintir ujung bajunya.
Duar.
Tak sengaja andi mendengar perkataan asri itu jadi emosi,bagai di sambar petir di siang bolong,dan dia memotong perkataan mereka.
"Kamu beneran mau sama preman itu sri?" tanya andi.dan semua jadi kaget sama perkataan andi
"Ndi stop kamu hina mas dani sepeti itu,mas dani bukan preman."bela asri.
Andi masih tak mau diam, bagi dirinya Dani tidak ubahnya seperti preman.
"Halah modelan gitu kok bukan preman" tambah andi kurang puas.
"Sudah sudah,ndi kamu itu kenapa?asri mau nikah sama siapa aja itu hak dia,kita hanya bisa berdoa saja. calon suamimu siapa to sri?orang mana?" tanya cik lan.
Di tanya seperti itu, Asri tampak bingung, pasalnya dia takut kalau di kira halu.
"Anu cik orang sini juga,namanya dani pradipta putra,"jelas asri.
Cik lan yang mendengar nama itu tampak terkejut, pasalnya dia tahu bahwa nama itu adalah nama seorang pengusaha muda yang sukses. Dia sendiri hanya tahu namanya tapi belum tahu orangnya.
"Hah yang bener kamu?itu kan nama pengusaha muda yang sukses,perusahaannya di mana mana?bentar tak tanya ko yus...ko pak pradipta itu nama lengkape sapa?" tanya cik lan kaget dan tak percaya.
Ko Yus yang mendengar pertanyaan dari istrinya tampak terkejut, karena tak biasanya istrinya itu menanyakan nama seorang pengusaha.
"Ada apa to,jangan jangan kamu naksir lagi."goda ko yus.
"Haduh punya suami posesif amat,cepetan di tanya kok,ini namanya kok mirip calon suami asri." jawab cik Lan sambil menepuk keningnya karena melihat suaminya yang sangat posesif itu.
"Oh,kirain kamu mau ganti haluan,namanya dani pradipta putra." jelas ko yus pada istrinya
"Lo sama kan,wah ndi andi,kamu iklas aja ndi,kamu sudah ndak ada kesempatan,lawan kamu terlalu tinggi,jangankan kamu aku aja ndak ada apa apanya."jelas cik lan lagi dan andi pilih pergi.
"Iya cik,saya taunya malah baru tadi malam,tadinya saya kira kalau mas dani itu montir,ndak taunya yang punya bengkal,jadi saya terkesan matre ya cik?" jawab asri.
"Itu bukan matre sri,itu realistis,kayak aku dulu juga ndak punya trus nikah sama ko yus yang lebih kaya,kadang kita hidup juga perlu matre sri,ingat skin kare itu tidak di tanggung bpjs,yasudah sana istirahat,kalau perlu libur hari kamis ndak papa sri dari pada terlalu mepet,kamu juga yun,selamat ya sri semoga bahagia,oya orang toko dapat undangan ndak?"
"datangnya pas di sini aja cik,satu bulan lagi,"
"oya udah ndak papa,nanti sebelum pulang temui saya dulu ya!"
"Iya cik makasih,"pamit asri dan yuni berbarengan.
Dan setelah sore waktu jam pulang kerja seperti yang di perintahkan cik lan asri menemuinya.
"Sore cik,maaf ada apa ya?"sapa asri kepada cik lan.
"Oya sri dah mau pulang? ini cuma sekedar buat pegangan kamu,karena saya ndak bisa hadir di pernikahan kamu nanti,besuk aja pas acara di sini ya." jawab cik lan pada asri sambil mengulurkan amplop coklat.
"Apa ini cik?sebenarnya ndak usah cik di doain aja saya sudah seneng,tapi makasih ya cik saya jadi seneng ini,tapi tidak di tulis bon kan?"canda asri dengan mata yang berembun karna tak menyangka bosnya begitu perhatian kepada karyawannya.
"Udah sri kalian itu sudah aku anggap seperti anak sendiri jadi kalau ada apa apa tidak usah sungkan ya!"terang cik lan yang di balas anggukan kepala asri,dan asri pun keluar di luar sudah di tunggu dani sedang yuni sudah pulang lebih dulu.
"Mas dani udah lama?"sapa asri bertanya pada dani.
"Baru aja kok tadi pas mbak yuni pulang..udah?"
"Udah,oya mas aku libur mulai kamis,jadi kamis ndak usah jemput,soale aku langsung pulang.
"Oh,pulang kamis sore aja,nanti paginya mau di ajak mbak aisyah jalan."
"Kemana?"
"Ndak tau,"jelas dani sembari menjalankan motornya mengantar asri ke kosnya.