Alicia gadis remaja 18th yang sudah menjadi yatim pintu sejak 2th yang lalu..
Dia bekerja disebuah Cafe untuk menghidupi dirinya juga untuk membiayai kuliahnya..
Saat menyeberang jalan dia tertabrak sebuah mobil mewah milik seorang CEO muda bernama Steve..
Bagaimanakah kehidupan Alicia setelah bertemu dengan dengan Steve
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 13 Ciuman Pertama
Alice terbangun karena merasa wajahnya silau terkena pantulan cahaya dari jendela kamarnya.
Alice mengucek matanya, dia bangun dan merentangkan otot-ototnya..
Dia menengok kana kiri dan baru menyadari kalo dia sudah berada di dalam kamarnya..
Kok udah dikamar zi, bukannya semalem,,
Alice belum melanjutkan gumamnya tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan Steve berjalan masuk ke dalam kamarnya dengan sudah menggunakan pakaian santai karena memang hari libur.
Alice memandangnya dengan tidak berkedip betapa tidak, Steve terlihat sangat tampan dengan menggunakan kaos polo warna navy dengan celana pendek jeans berwarna hitam juga rambut yang acak-acakan,, dia terlihat baru selesai mandi..
Steve berjalan mendekati Alice,,
" Cepet mandi, saya tunggu kamu di bawah ucap Steve
Alice hanya membulatkan matanya mendengar ucapan Steve..
" Emang mau kemana,,
Steve mengusap kepala Alice dan tersenyum,,
" Nanti kamu bakal tau sendiri..
Alice berjalan masuk ke dalam kamar mandi setelah Steve keluar dari kamarnya..
Setelah sekitar 30menit Alice turun dengan menggunakan Mini Dress selutut warna hitam dan dipadukan dengan jaket jeans berwana Navy juga snacker putihnya tidak lupa juga sling bag hitamnya namun Alice tidak melihat dimana Steve..
" Non Alice sudah ditunggu Tuan di depan ucap Hendra mendekat..
" Makasih Pa,, ucap Alice dengan tersenyum dan berlari keluar..
Dan ternyata Steve sudah menunggu di depan mobil dengan kaca mata hitamnya..
Alice mendekatinya,,
Steve hanya memandang Alice dan merekapun masuk ke dalam mobil..
Steve sengaja mengajak Alice untuk berjalan-jalan karena dia tau kalo Alice merasa bosan dirumah..
" Steve,, kita mau kemana,,
" Ke tempat yang ingin kamu kunjungi,,
Alice bingung, Dia hanya mengangkat alisnya dan kembali memandang ke arah jalanan..
Mobil mereka menyusuri jalan pedesaan di sana pemandangannya sangat Indah, banyak sawah-sawah juga perbukitan..
Senyuman terlihat di wajah Alice, Steve yang melihatnya pun ikut tersenyum..
Mobil mereka berhenti di sebuah atas bukit, dan dari sana mereka bisa memandang keindahan alam, udara yang sangat sejuk karena belum banyak polusi udara di sana..
Alice berlarian ke sana kemari dengan tawa kecilnya sedangkan Steve hanya duduk memandanginya..
Dia merasa bahagia karena bisa membuat gadis kecilnya tertawa..
Alice duduk disebelah Steve dengan napas ngos-ngosan,,
Steve memberikan mineral water kepadanya..
" Steve,, aku boleh tanya sesuatu sama kamu
Steve menatap wajah Alice dan kemudian kembali memandang lurus..
" Kamu mau tanya apa,,
" Tapi kamu janji iangan marah,, ucap Alice dengan menatap wajah Steve
Steve hanya mengangguk tanpa menatap wajah Alice..
" Em,, selama aku tinggal di rumah kamu, kok aku gag pernah liat orang tua kamu, atau kamu pergi mengunjungi mereka..
Steve terdiam dan pandangannya terus menatap lurus..
Dia menghela napasnya dan mulai menceritakan kepada Alice..
" Orang tua saya sudah meninggal sekitar 8tahun karena serangan jantung..
" Maaf,, ucap Alice dengan menatap wajah Steve..
Steve memandangnya tersenyum dan menariknya ke dalam pelukan, sedangkan Alice tidak sama sekali menolaknya..
" Jadi selama ini kamu,, ucap Alice
" Ya,, saya hidup sendiri dan mengurus perusahaan orang tua..
Alice memandang wajah Steve, dia begitu tegar,, ternyata bukan hanya dia yang mengalami nasib malang namun juga dirinya..
Alice kembali memeluk Steve dan pelukannya lebih erat..
Steve membiarkan gadis kecilnya memeluk..
Steve melepaskan pelukannya dan pandangan mereka berada dalam satu titik, Steve mendekatkan wajahnya dengan wajah Alice, ujung hidung mancung mereka pun saling menempel, hembusan napas dari keduanya benar benar berasa di kulit wajah mereka masing masing..
Tanpa sadar Steve mencium bibir mungil Alice, dan Alice pun membalas ciumannya..
Steve melepaskan ciumannya dan menatap wajah Alice, Alice merasa malu dan langsung menunduk kan kepalanya..
" Maaf,, ucap Steve
Alice hanya menggelengkan kepalanya dan terus menenggelamkan wajahnya di dada bidang Alice..
Mereka pun terus di sana dengan posisi yang sama namun keduanya hanya terdiam..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hey,, Raider Kesayangan,,
Apa kabar Kalian,,
Masih setia ikuti kelanjutannya ceritnya kan,,
Like, Vote juga komen kalian dong,,
Love You All
💋💋💋
g yg mau jidup midkin, susah.. begitu juga Alice ...ya semoga nasib mereka bisa ketukar.. gantian Nesya yg hidup susah..