Seorang ustadz tampan kondang dan terkenal, hatuh cinta dengan salah satu murid kecilnya,
Berawal dari bakat dan kecerdasan yang santi kecilnya miliki membuat dia terpesona padanya
Kemudian sang ustadz ber doa dan istikharoh untuk meminta petujuk pada sang maha pencipta, karena ada keraguan didalam hatinya, dan benar Allah memberi petunjuk JODOH DALAM ISTIKHAROH , untuknya,
Karena umur sang murid yang masih remaja, sang ustadz menunggunya sampai dewasa, dan ditinggal pergi sembari menunggu waktu sang murid dewasa, sang ustdaz pergi ke luar negri untuk melanjutka pekerjaannya
Sesampainya sang ustadz pulang ternyata sang murid sudah pindah dari sekolah dan pesatren, tanpa ada yang tau posisi dan alamat nya sekarang, sehingga membuat sang ustadz berjuang dari awal dan berkorban lebih berat untuk mendapatkan wanita pujaannya
mari simak kelanjutan ceritanya yang nano nano ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-13 Pengagum dalam Diam
Lanjut lagi ya lur....
Apa yang dibilang Jihan tadi diangguki oleh Ismi, karena memang benar kalau mereka gak beli banyak bisa bisa mereka dan kawan OSIS lainnya kelaperan, selama 2 tahun ini mereka ikut anggota OSIS jatah makan untuk anak MTS udah diambil duluan sama OSIS MA, yaitu gengnya Dira yang gak mau tau sama adek kelasnya
Memang dasar Dira geng, gak mau modal tapi menang sendiri, masih hidup aja ya anak seperti mereka pikir Jihan jengkel
setelah sampai sekolah ternyata benar, anak OSIS MTS pada lesu karena gak kebagian jatah sarapan
"Assalamualaikum... tante Jihan datang" heboh Jihan saat masuk ruang OSIS,
"Kumsalam" jawab mereka lesu
"Lah kok lesu semua?" tanya Jihan heran melihat anggotanya lesu
"Gimana gak lesu laper tante, gak ada jatah sarapan kita pagi ini, mana semalem udah sekotak berdua lagi" jwab Dewi salah satu anggota OSIS
"Papi tenang mbak Ismi yang baik hati datang dengan bawa gorengan haha" ucap Ismi tiba tiba dari balik pintu dan bawa dua gembolan keresek besar dan disambut meriah oleh semua anggota OSIS
"Yeeee mbak Ismi cantik deh" puji lainnya
"Ya dong dari dulu kali" narsis Ismi
"Yeee PD bangeet" sindir Jihan dan dicengiri sama Ismi
"Oh ya Is, anterin mbak Ilma juga, pasti dia juga gak kebagian," ucap Jihan ngingetin untuk kakak kelasnya Ilma
Yang memang udah seperti kakaknya sendiri, karena mereka memang sekamar saat dipondok, dan Ilma sekarg duduk dikelas 11
Ilma itu sosok yang kalem pendiam dan tentunya penyayang
Sifatnya yang dewasa bisa mengayomi Jihan dan juga Ismi sebagai adik kelasnya, di sekolah maupun pesantren
"Siap tante syantik" jawab Ismi gemira dan langsung ngacir dengan beberapa bungkus makanan
Begitulah Jihan walaupun dia sendri nanti ntah kebagian ntah gak yang penting kawan kawannya pada gak kelaperan, untungnya dia tadi udah makan pas ditempat jualan
Situasi dikantor sekolah
"Alhamdulillah..." ucap Ustadz Zain sambil duduk disofa kantor
"Gimana Pak Zain lancar?" tanya Bu Emma santai
" Aduh kasian aku buk, nakal juga sih kakaknya" jawab Usatadz Zain gak mau sebut nama
" Lha iya makanya jangan dideketin terus pak, masih kecil juga" jawab Bu Emma menasehati
"Kenapa ini? Pak Zain mau deketin murid sini?" saut Pak Kepsek duduk disebelah Ustadz Zain dan disenyumi sama Ustadz Zain
"Bener Bu Emma?" tanya pak kepsek lagi pada Bu Emma dan di jawab kekehan oleh Bu Emma
" Wah cepet dideketin terus Pak Zain, apa tak daftarin Pak Zain"ledek Pak Kepsek
" Haduh jangan dulu pak, masih bocil orang anak MTS kok," cegah Bu Emma pada Pak Kepsek
"Apa anak MTS ?" kaget Pak Kepsek
"Wah kalau MTS jangan dideketin dulu pak Zain, disabarkan dulu, kalau memang mau sama yang itu, masih panjang masa depannya, nunggu dulu sampai beranjak dewasa," nasehat Pak Kepsek pada Ustadz Zain
"Iya pak bantu doa ya, tapi kira kira nanti dialanjut MA disini lagi gak ya?" jawab Zain takut kehilangan
"Kalau itu insyaalloh Pak Zain, 90% dari alumni MTS sini biasanya lanjut lagi di MA sini juga" jawab Pak Kepsek
Pasalnya selama bertahun tahun yayasan BNT berdiri, semua murid dari MTS tentu akan lanjut ke MA BNT juga
Tak jarang memang itu pilihan mereka yang sudah nyaman dengan sekolah tercinta ini
" Betul tuh Pak Zain, kalau menurutku nanti dia juga lanjut lagi ke MA, pasalnya dia kan masih Qur'anan (menghafal al qur'an) di YQ tau sendiri kalau di YQ paling cepet 4 tahun baru hatam, apa lagi dia juga dimadrasah di TBS, jadi mungkin dobel juga pikirannya tambah lagi sekolah" tebak Bu Emma kalau yakin Jihan akan lanjut di MA BNT lagi, dan di angguki oleh Ustadz Zain
Pesantren YQ memang terkenal dengan pesantren yang sangat ketat dalam metode penghafal AL-Qur'an
Dan Bu Emma mengira kalau Jihan baru mulai menghafal di pesantren itu, padahal Jihan disana hanya tabarokan (melancarkan ) Hafalannya
"Iya juga ya, ya sudah saat ini aku mengagumi diam diam aja, dari pada ganggu belajarnya" batin Ustadz Zain yang memilih mengagumi Jihan dalam diam
Bersambung...
Gimana kisah persaan kagum diam diam Ustadz Zain...???
nantikan kisah berikutnya ya luur jagan lupa comen like dan vote 😍