NovelToon NovelToon
Assalamualaikum Gus Faiz

Assalamualaikum Gus Faiz

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Spiritual / Pernikahan Kilat / Cinta pada Pandangan Pertama / Keluarga / Romansa
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Diumurnya yang ke 27 tahun, Afra belum terpikir untuk menikah apalagi dengan kondisi ekonomi keluarganya yang serba kekurangan. Hingga suatu hari disaat Afra mengikuti pengajian bersama sahabatnya tiba-tiba sebuah lamaran datang pada Afra dari seorang pria yang tidak ia kenal.

Bagaimana kisah selanjutnya?
Apa Afra akan menolak atau mernerima lamaran pria tersebut?
Siapa pria yang melamar Afra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Faiz dan Afra pun berpamitan pada Ayah Amar dan Ibu Mila, Mereka meninggalkan rumah tersebut dan segera masuk kedalam mobil, dimana Bang Ilham suami dari Kak Hira yang menjemput mereka.

Tentu saja Afra merasa berat harus meninggalkan rumah yang menjadi tempat tinggalnya selama ini, namun Afra sadar jika saat ini ia sudah menikah dan harus mengikuti Faiz. Lagipula, Afra tidak ingin satu rumah dengn Ibu Mila, karena Afra masih sakit hati dengan apa yang sudah dilakukan Ibu Mila padanya, selain itu Afra pun berpikir jauh dari Ibu Mila adalah keputusan yang benar.

Afra sampai di hotel dan Afra dapat melihat keluarga Faiz yang sudah menunggu di depan hotel. "Kenapa tadi gak sekalian jemput Faiz aja kalau ternyata yang lain nunggu di sini?" tanya Faiz pada Bang Ilham.

"Tadi emang belum siap makanya Abi nyuruh Abang jemput kalian dulu," ucap Bang Ilham dan diangguki Faiz.

Mobil yang di kendarai Bang Ilham pun berhenti lalu Abi Fauzan duduk di samping kemudian, Umi Marwa dan Kak Hira duduk di kursi tengah bersama dengan Kenan dan Icha, sedangkan Faiz dan Afra duduk di kursi belakang.

"Kamu gak di sini saja Afra, biar Umi yang di belakang," ucap Umi Marwa.

"Afra disini saja Umi," ucap Afra yang masih begitu segan terhadap Umi Marwa.

"Nanti kalau kamu gak nyaman, kamu bilang ya," ucap Umi Marwa.

"Iya, Umi," jawab Afra.

"Kamu tidur aja dulu, perjalanan kita panjang soalnya," ucap Faiz.

"Berapa jam Mas?" tanya Afra.

"7 jam," jawab Faiz.

"Lama juga ya Mas," ucap Afra.

"Iya, lama makanya kamu tidur aja dulu," ucap Faiz dan diangguki Afra.

Namun, sayangnya Afra tidak bisa tidur sama sekali, Afra memandangi jalanan yang basah karena diluar memang tengah hujan.

"Ayah, kok Kakak cantik ada disini?" tanya Icha.

"Panggilnya apa hayo? Masa Kakak cantik sih," tanya Kak Hira.

"Maksudnya Bunda, Ayah kok Bunda ada disini?" tanya Icha dan pindah posisi hingga berada di tengah-tengah antara Afra dan Faiz.

"Gapapa kan dipanggil Bunda?" tanya Faiz pada Afra.

"I-iya gapapa Mas, halo namanya siapa cantik?" tanya Afra.

"Icha Bunda, Bunda gak ingat Icha ya?" tanya Icha.

"Ingat Icha? Maksudnya?" tanya Afra.

"Icha yang waktu itu ngasih Bunda minum," ucap Icha.

Afra pun kembali mengingat dan akhirnya ia teringat pada anak kecil yang datang dan memberinya minum ketika selesai pengajian.

"Jadi, kamu anak perempuan itu? Maaf ya," ucap Afra.

"Gapapa Bunda," ucap Icha.

"Makasih ya karena udah ngasih Bunda minum waktu itu," ucap Afra.

"Sama-sama Bunda, sebenarnya waktu itu Ayah yang nyuruh," ucap Icha dengan polosnya.

Afra pun menatap sekilas Faiz lalu beralih pada Icha, "Icha umur berapa? kok udah pinter gini?" tanya Afra.

"Icha udah gede Bunda, buktinya Icha udah gak nangis lagi," ucap Icha.

"Tapi, masih suka ngompol," ucap Kak Hira.

"Umi, kata Abi Icha gapapa ngompol," ucap Icha.

"Tapi ya jangan di sengaja, kalau mau pipis bilang," ucap Kak Hira.

"Udah udah, ini kok malah berantem," ucap Umi Marwa.

"Umi emang kayak gitu Bunda, oh iya di perut Bunda udah ada Adek belum? soalnya di perut Umi udah ada Adeknya Icha?" tanya Icha dan mengusap perut Afra.

Tentu saja Afra terkejut mendengarnya bahkan Faiz yang disampingnya pun terkejut dan segera mengalihkan pandangannya ke luar jendela.

"Icha pengen punya Adek dari Bunda ya?" tanya Kak Hira.

"Iya, Umi. Icha pengen punya Adek banyak," ucap Icha.

"Kan udah ada Kenan," ucap Kak Hira.

"Tapi, Kenan laki-laki Umi, Icha kan maunya perempuan," ucap Icha.

"Nanti ya, kamu tunggu Adek dari Umi kamu aja," ucap Faiz dan membawa Icha ke pangkuannya.

Namun, Icha memberontak. "Gak mau, Icha mau di dekat jendela aja, Bunda bisa geser? Icha mau duduk di dekat jendela," ucap Icha.

Mau tidak mau, Afra pun geser dan mendekat pada Faiz, namun karena memang kursi belakang cukup sempit sehingga tubuhnya pun hampir tidak ada jarak dengan Faiz.

"Maaf Mas, ini Icha terlalu memakan tempat," ucap Afra.

"Gapapa, kamu agak kesini biar enak duduknya," ucap Faiz.

"Udah kok Mas," jawab Afra.

"Kamu kelihatan gak nyaman, agak mepet sini," ucap Faiz dan menarik Afra hingga mendekat kearahnya.

Tanpa mereka tau, Umi Marwa dan Kak Hira yang ada di kursi depan mereka saling pandang dan tersenyum. "Udah mulai perhatian, Umi," bisik Kak Hira.

"Iya, Umi gemes sendiri, Icha ternyata pintar ya," bisik Umi Marwa.

"Kali ini Hira setuju sama Umi," bisik Kak Hira dan keduanya tersenyum gemas dengan kedua pasangan di belakang mereka.

Kembali pada Faiz dan Afra, hening menyelimuti keduanya karena Icha justru terlelap sedangkan posisi Afra saat ini benar-benar tidak nyaman berdekatan dengan Faiz.

"Kamu tidur aja," ucap Faiz.

"Iya Mas, aku belum ngantuk kok," ucap Afra.

Namun, setelah mengatakan itu. Afra justru menguap dan kantuk pun mulai menerpa, Faiz tentunya tau jika Afra sudah tidak tahan lagi ingin tidur. Tanpa banyak bicara Faiz langsung menarik bahu Afra hingga akhirnya punggung Afra menabrak dada bidang Faiz.

"Kamu tidur gini aja biar enak," ucap Faiz.

Ketika Afra hendak bangun dari posisi tersebut, Faiz justru menahan bahunya dan mau tidak mau Afra pun pasrah dan akhirnya ia terlelap, Faiz yang melihat hal itupun tersenyum lalu mengikuti Afra mengarungi mimpi.

Cukup lama Faiz terlelap, tepukan di pundaknya mampu membangunkannya, "Ada apa Umi?" tanya Faiz.

"Ini udah smpai rest area, sholat terus makan dulu," ucap Umi Marwa.

"Iya, Umi," jawab Faiz.

Faiz melihat Afra yang masih bersandar di pelukannya pun tanpa sadar tersenyum, namun sayangnya Kak Hira melihat hal itu. "Pakai senyum-senyum segala, bangun sholat," goda Kak Hira.

"Iya iya Kak," jawab Faiz.

Faiz mencoba membangunkan Afra dengan menggoyangkan tangan Afra dan usahanya berhasil karena Afra bangun dari tidurnya lalu membenarkan posisinya.

"Maaf Mas, pasti Mas capek," ucap Afra.

"Gapapa, ayo turun kita sholat terus makan. Eh kamu gak sholat ya, yaudah kamu makan aja kali gitu," ucap Faiz.

Afra melihat kesamping kanannya dan ternyata Icha sudah tidak ada disana, "Loh Icha gak ada," ucap Afra.

"Tadi Kak Hira udah bawa Icha keluar," ucap Faiz dan diangguki Afra.

Faiz pun keluar dari mobil lalu diikuti Afra, Faiz segera membatu Afra untuk keluar kamar karena dirasa Afra kesulitan untuk keluar.

"Kamu mau makan apa?" tanya Faiz.

"Mas gak sholat?" tanya Afra.

"Sholat, aku anter kamu makan dulu," ucap Faiz.

.

.

.

Bersambung.....

1
Herman Lim
bgs senang nya py KK ipar yg BS bela kita
Naufal Affiq
lanjut thor
muna aprilia
bagus
Naufal Affiq
makanya mulut itu di jada,dan jangan suka membanding bandingkan orang siapa yang lebih pantas untuk gus faiz
muna aprilia
lanjut kak suka dengan ketegasan keluarga nya faiz
Nurminah
suka novel nya tidak ribet dan berbelit-belit
rhani bhelLo💕
tegas bgd Ning Hira
mantaaaabh
lanjut ka elaaaa 👍🏻🌹🌹
semangaaaaaaats 💪🏻💪🏻🌹🌹
rhani bhelLo💕
kn kn kn ketahuan tindak tegas Abi Fauzan, kasih sanksi
dasar cocote Ra pada ada akhlaknya
lanjut ka elaaaaa 👍🏻🌹🌹🌹
semangaaaaaats 💪🏻💪🏻
Naufal Affiq
sabar faiz,datangin istrimu ke kamar temui dia,buat dia tidak terlalu memikirkan apa omongan orang
Naufal Affiq
jangan baper arfa,faiz itu gak mandang status keluarga mu gimana,jadi faiz itu memang suka sama kamuarfa
muna aprilia
lanjut
Mira Hastati
bagus
elaretaa: Terimakasih atas dukungannya Kak🥰
total 1 replies
Naufal Affiq
senang banget lihat perhatian gus faiz,jadi buat semua santri jadi iri melihatnya
Naufal Affiq
Romantis banget gus faiz,sampai aku bacanya senyum-senyum sendiri
Herman Lim
kyk Masi byk lagi cew yg modus masuk pesantren 🤣🤣
Herman Lim
ahh sweet bgt sih mereka
Naufal Affiq
gak jelas kamu tika,gus fais itu gak suka sama kamu,jadi jangan mimpi ya
rhani bhelLo💕
waaaah dasar perempuan sundel, belaga kaya yg punya Faiz Bae
senewen q jadinya
lanjut ka elaaaaaaa
semangaaaaaats 💪🏻💪🏻
Naufal Affiq
kak bisa pesan satu seperti gus fais,karena dikampung ku gak ada yang seperi itu,
Herman Lim
wahhh baru juga jadi istri 1 hari dah bucin bgt Faiz....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!