NovelToon NovelToon
Sampai Bertemu Malam Ini

Sampai Bertemu Malam Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi / Romantis
Popularitas:464.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lukman Kalbuadi

Mengisahkan tentang seorang remaja bernama Galang. Remaja yang bisa di bilang introvert kala di SMP. Ia bahkan sulit untuk menghapal nama teman-temannya.

Kini ia telah memasuki jenjang SMA. Ibunya kini memberi saran kepadanya untuk bisa lebih terbuka dan mendapatkan beberapa teman di SMA. Setelah mendengar nasehat ibunya, Ia pun bertekad untuk bisa mendapatkan beberapa teman.

Dengan berjalan waktu, ia pun nantinya akan mengenal yang nama cinta. Perasaan yang ia belum pernah rasakan saat masih di SMP. Akan tetapi, ia sulit menyadari bahwa ia sebenarnya sedang merasakan cinta. Ia selalu bertanya-tanya perasaan apakah yang sedang ia rasakan itu.

Namun seiring berjalannya waktu, ia pun perlahan-lahan akan mengerti perasaanya itu.

Selain itu di cerita ini juga akan ada kisah persahabatan, kompetisi, dan hal-hal seru masa SMA lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukman Kalbuadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13 : Guru Bahasa Inggris

Tinggal beberapa detik lagi hingga bel masuk berbunyi. Semua orang di kelasku terlihat sudah menempati kursinya masing-masing, kecuali Ruben. Ini mungkin akan menjadi yang ketiga kalinya ia akan terlambat. Dari semua orang yang ada di kelasku, cuma Ruben yang sudah pernah telat masuk, bahkan jika hari ini ia telat, ini akan menjadi yang ketiga kalinya. Padahal, alamat Ruben adalah yang paling dekat dengan sekolah di banding orang lain dalam kelas ini. Rumahnya hanya sekitar 50 meter dari sekolah. Aku tidak tahu kenapa ia bisa telat jika jarak rumah dan sekolah sedekat itu.

"Tettt... Tetttt... Tettt...," akhirnya suara bel pun berbunyi dan Ruben masih belum menampakkan batang hidungnya.

Jam pelajaran pertama pada pagi ini adalah Bahasa Inggris. Aku tidak tahu hukuman apa yang akan menimpa Ruben hari ini. Minggu lalu, ia terlambat sebanyak 2 kali yaitu pada hari Rabu dan Kamis. Ia mendapatkan hukuman untuk membersihkan halaman kelas dan menghapus papan tulis selama jam pelajaran berlangsung.

Setelah beberapa saat sejak bel berbunyi, guru Bahasa Inggris pun masuk. Setelah itu, ketua kelas langsung memimpin kelas untuk bersiap dan memberikan salam.

"Good morning everyone," ucapnya sesaat setelah kami selesai memberi salam.

"Good morning sir," jawab kami kompak.

"Baik, sepertinya ini pertemuan pertama kita ya? Minggu kemaren kita belum bisa bertemu karena pada hari Selasa kalian masih Masa Orientasi, sedangkan pada hari Jumat kalian pulang awal ya? Sayang sekali yaa haha," ucapnya sambil diakhiri dengan tawa kecil. Sepertinya guru Bahasa Inggris ini tidak terlalu kaku dan juga mungkin cukup humoris. Usianya mungkin juga masih cukup muda.

"Oke tidak masalah, sekarang sebelum kita masuk ke materi, alangkah baiknya kalau kita awali dengan perkenalan yah. Nama bapak adalah Etwar atau bisa dipanggil pak Etwar. Nama lengkap bapak adalah Slamet Wardoyo. Dulu waktu awal-awal bapak masih di panggil pak Slamet, tapi sudah dua tahun belakangan ada yang meringkas nama bapak jadi Etwar haha, Tapi bapak cukup senang karena lumayan terdengar agak kebarat-baratan kan hahahaha...," lanjut pak Etwar diakhiri dengan tawa yang cukup lepas kali ini, diikuti oleh tawa lepas dari kami juga. Seperti perkiraan ku, guru ini lumayan humoris juga.

"Selanjutnya, bapak akan menyebut nama kalian satu-satu ya... Bagi yang namanya disebut silahkan angkat tangan... Gak usah angkat beban loh yaa... Cukup angkat kaki saja... Nanti repot kalo angkat beban... Apalagi kalo angkat kaki hahahahaha," lanjutnya lagi yang lagi-lagi disambut gelak tawa oleh seisi kelas.

Akan tetapi, belum sempat pak Etwar mulai mengabsen, tiba-tiba Ruben datang dengan tergesa-gesa.

"Toktoktok... Tokktoktok... Permisi...," ucap Ruben setelah mengetok pintu beberapa kali.

"Silahkan masuk," balas pak Etwar.

Lalu, Ruben pun masuk dengan raut muka yang kelihatan cemas dan capek (mungkin karena ia berlari dari rumahnya menuju ke sekolah).

"Maaf pak saya terlambat," ucap Ruben sambil menundukkan kepalanya.

"Iya saya tahu kamu telat, terus kenapa?" balas pak Etwar.

"Jika berkenan, bolehkah saya ikut pelajaran bapak?"

"Boleh, silahkan. Tetapi sebelum itu, alasan kamu telat kenapa?"

"Tadi saya bangun kesiangan pak, maaf..."

"Rumahmu emang dimana?"

"Gang Mangga pak."

"Yaampunnn kok bisa-bisanya rumahmu sedekat itu tapi malah telat. Kamu harusnya malu sama teman-temanmu yang lainnya yang rumahnya mungkin lebih jauh darimu tapi masih bisa datang tepat waktu. Jangan diulangi lagi ya," ucap pak Etwar dengan cukup tegas.

Lalu Ruben langsung menuju ke tempat duduknya.

"Eh eh eh eh, siapa yang menyuruhmu untuk duduk?" ucap pak Etwar sambil menunjuk-nunjuk Ruben.

"Maaf pak, saya kira saya sudah boleh duduk," ucap Ruben kebingungan.

"Enak saja, tutup pintunya dulu... Tapi dari belakang hahahaha," kini pak Etwar kembali tertawa lagi diikuti yang lainnya. Suasana yang tadi sempat hening, kini kembali 'cair' lagi.

"Kenapa bapak engga jadi pelawak aja pak?" tiba-tiba Ahsan bersuara dari belakangku.

"Kalau bapak jadi pelawak, siapa yang jadi guru Bahasa Inggris kalian hahaha?" lagi-lagi, jawaban dari pak Etwar membuat seisi kelas tertawa.

Setelah itu, pak Etwar mulai memanggil nama kami satu per satu. Setelah selesai mengabsen, pak Etwar menggunakan waktu yang tersisa untuk mulai membahas materi pertama.

***

Istirahat pertama di ruang kelas 10-7.

"Mau ikut ke kantin Lang?" ucap Ahsan yang di sampingnya sudah ada Ruben. Seperti yang ku katakan sebelumnya, mereka berdua terlihat selalu bersama. Mungkin mereka telah menjadi sahabat.

"Boleh, ayo," entah kenapa mereka hari ini mengajakku ke kantin, biasanya mereka tidak melakukannya. Aku sebenarnya ingin menanyakan apakah mereka sudah menjadi sahabat sehingga selalu terlihat bersamaan terus, tapi mungkin itu kurang sopan. Jadi, aku mengurungkan niatku.

Ini pertama kalinya aku ke kantin pada saat istirahat jam pertama. Aku sangat terkejut ketika sampai ke kantin. Tak kusangka akan seramai ini, bahkan saking ramainya sampai-sampai membuatku sedikit pusing hanya dengan melihatnya saja.

"Ini serius? Apa memang selalu seramai ini di kantin?" tanyaku dengan masih terkejut.

"Ya, ketika kau memutuskan untuk ke kantin, itu sama saja kau telah memutuskan untuk masuk ke dalam 'medan perang'," jawab Ruben dengan nada yang serius.

"Hahahaha apa-apaan itu," balas Ahsan menanggapi jawaban Ruben.

"Jadi, apakah kau punya cukup nyali untuk ikut berperang, Galang?" ucap Ruben lagi meneruskan prolog yang tadi.

"Sepertinya aku masih belum siap dengan ini, kalian saja yang meneruskan ke kantin. Aku balik ke kelas saja kalau begini," jawabku sambil kembali menuju ke kelas. Aku merasa sangat tidak enak pada mereka, padahal mereka sudah mau mengajakku tapi aku malah begini. Sepertinya aku akan minta maaf pada mereka waktu mereka kembali dari kantin.

***

Malam hari.

Langit malam ini terlihat lebih ramai dari malam-malam sebelumnya. Kemerlip bintang yang tak terhitung itu, seperti sedang mengusir kesepian. Angin yang biasannya membawa tangisan, kini terdengar seperti sedang bersenandung.

Bulan terlihat seperti sedang tersenyum karena saking senangnya malam ini. Senyumannya terlihat seperti senyuman seorang gadis yang sangat manis.

Perlahan tapi pasti, aku mulai akrab dengan teman-teman. Aku baru menyadarinya bahwa hal yang harus aku lakukan agar bisa cepat akrab dengan mereka adalah dengan menganggap mereka sebagai teman terlebih dahulu.

***

Menjelang tidur, aku membuka novel yang kemaren baru saja aku beli. Rasanya sudah cukup lama aku tidak membaca novel.

Ketika aku baru saja membuka palstik yang menyegel novel itu, aku jadi kembali teringat tentang penjaga toko buku itu. Aku penasaran kenapa ia belum pensiun dan menikmati masa-masa 'senjanya' dengan bersantai dirumah saja? Apakah ia masih mempunyai ambisi untuk diwujudkan? Entahlah, mungkin hanya dia yang tahu.

***

Bersambung

1
Kang Nyimak
ngk punya adik nyimak
Munibah Munibah
masih blm jelas alur cerita nya
Munibah Munibah
hadir
senja
hiatus?
HeeeM
konsep cerita yang unik tor saya suka
Aiko_cchi
Ruben Ahsan emang yg paling lucu
Aiko_cchi
Yahh.... Galang gk disebut ya....😞
Beby Na21
Terus semangat berkarya kakak😄

salam dari ....

#Rindu With Me

#Suamiku kakak sahabatku
Radin Zakiyah Musbich
aq mampir ❤️❤️❤️

jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:

"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊

ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️
Aiko_cchi
Wah....pasti seru tuh, main ke pantai bareng temen² terus liat sunset
oktabebee
lanjut lagi kak
Aerik_chan
Semangat berkarya kak...

"Pengantin Pengganti"
Aiko_cchi
Bener kata Hana, Ruben sama Ahsan emang lucu banget
Aiko_cchi
Cindy cemburu ya....
Aiko_cchi
Kok Risal gk dpt juara sih....
Aiko_cchi
17 September, sama kyk ulang tahun sekolah SMP gw
Aiko_cchi
Ahsan sama Ruben selalu bikin ketawa
Aiko_cchi
Es jeruk tanpa gula
Aiko_cchi
Gara² baca ini gw jadi kangen waktu gw masih sering main bola dulu, walaupun gw cewek gw itu suka banget main bola, dulu biasanya gw ikutan anak² cowok main di lapangan deket sekolah gw, anak cewek yg ikut juga bukan gw doang, ada beberapa temen gw juga yg ikut, tapi cewek² jarang main sampe selesai, paling² cuma setengah permainan doang, kecuali gw pastinya, gw selalu ikut sampe selesai, waktu SMP juga nilai olahraga gw pas materi sepakbola lumayan bagus, seimbang sama cowok²
Aiko_cchi
Puisinya bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!