" KARENA MANUSIA SELALU MENGINGINKAN YANG TERBAIK TAPI LUPA MENJADI BAIK DAN BERBUAT BAIK"
Mengisahkan Perjalanan hijrah seorang gadis bernama Gendis.
Masa lalu yang penuh dosa pun membuat Gendis mengalami trauma.
Iqbal seorang pria yang baik namun salah pergaulan menjadikan Iqbal sebagai pribadi yang keras, playboy dan liar.
Mereka dipertemukan pada saat mereka sama sama tidak baik dan bertobat untuk berhijrah.
Perjuangan menuju Jannah yang selalu diimpikan pun harus dilalui dengan kisah yang Tragis, Miris dan Derai Air Mata.
Berhijrah itu mudah tapi untuk Istiqomah itu sulit.
GENDIS.... IQBAL .... JADIKAN SEMUA KISAHMU MENJADI PELAJARAN YANG BERHARGA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AMALAN KETIGA : AL FATIHAH
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
FLASHBACK ON
Keesokan harinya.....
Umi dan Gendis tengah bersiap menuju TKIT AZ-ZAHRA. Umi akan mengajak Gendis bermain bersama anak anak TK disana, mungkin dengan tingkah laku dan celoteh anak anak TK yang lucu, spontan dan menggemaskan bisa mengembalikan senyum dan tawa Gendis seperti dulu.
Umi dan Gendis sengaja memilih berjalan kaki, selain untuk meregangkan otot-otot, berjalan merupakan olah raga yang paling murah. Berjalan kaki juga bisa sambil menikmati keindahan alam dan sejuknya udara di pagi hari. Ini salah satu nikmat dari kebesaran Allah SWT. Maka bersyukurlah dari hal yang paling kecil, niscaya akan merasakan besarnya manfaat.
Mereka berdua berjalan beriringan dan bercerita tentang alam, hewan atau pun jenis tumbuhan yang ada. Gendis seperti menikmati perjalanan ini. Semakin lama kondisi Gendis sudah mulai membaik, sudah jarang sekali histeris, kecuali tadi malam. Entah mimpi buruk apa yang selalu menghantuinya selama ini.
"Itu TKnya sudah terlihat Nak Gendis, Gendis bisa bernyanyi? nanti kita bernyanyi bersama sama dengan anak anak sambil tepuk tangan." ucap Umi Sifa dengan senyum mengembang.
"Iya Umi, TKnya bagus sekali umi, Gendis suka berada disini." jawab Gendis penuh semangat.
Melihat semangat Gendis sudah bangkit, Umi pun dengan cepat menggandeng tangan Gendis untuk segera masuk ke halaman TK.
Banyak sekali mainan, tumbuhan, bunga dan burung. Semuanya tertata rapi dan cantik. Halaman teras yang bersih membuat kepuasan tersendiri.
"Umi, aku ingin melihat burung itu, cantik sekali. Warnanya hijau kuning, sangat menarik, kenapa burung itu harus di dalam sangkar, kenapa tidak diterbangkan, burung juga makhluk ciptaan Allah" ucap Gendis penuh tanya.
"Itu burung love bird Nak, memang cantik, secantik kamu, burung itu memang untuk dirawat didalam sangkar, bukan untuk diterbangkan. Ibarat wanita yang sudah menikah, ia akan terikat dengan suaminya, dan tidak akan hidup bebas sebebas burung lainnya. Manusia yang berdosa juga akan terbelenggu dengan dosanya, tapi dengan bertobat maka ia akan terbebas dari belenggu dosanya." ucap Umi memuji dan menjelaskan.
Gendis pun tersenyum, namun seolah senyum itu hilang, lebih tepatnya senyum yang dipaksakan. Kata kata dosa, seperti mengingatkan akan suatu hal besar yang telah Gendis lakukan.
Umi pun menuruti kemauan Gendis, rencana umi memang untuk membawanya refreshing mencari tempat baru, orang orang baru sehingga bisa melupakan sejenak masa lalunya.
"Umi....... umi......" ucap salah seorang murid, namanya Latifa.
"Latifa sayang, ada apa Nak?" ucap umi penuh kelembutan.
Gendis mendengar ada yang memanggil umi pun menengok ke arah suara itu.
"Latifa, belum sarapan dan ingin sekali makan bubur didepan dan disuapin umi." jawab Latifa.
"Baiklah umi belikan, Latifa disini dulu dengan Kak Gendis ya, jangan kemana mana." ucap Umi Sifa.
Umi pun membeli bubur sesuai permintaan Latifa. Saat kembali umi pun melihat Gendis sedang bermain ayunan dengan Latifa, begitu mesra.
"Latifa sini sayang umi suapin." ucap umi Sifa pelan.
Latifa pun berlari berhambur menuju umi. Sedangkan Gendis duduk diayunan tersebut dengan sesekali mengayunkan ayunannya.
Seperti terbang, akan kucoba lebih kencang, mungkin akan lebih terasa terbangnya, gumam Gendis.
"Umi, apakah kak Gendis sedang sakit?" tanya Latifa sambil menerima suapan umi.
"Memangnya kenapa? kok Latifa nanya begitu?" ucap umi menyelidik, sambil melirik ke arah Gendis yang sedang asyik bermain ayunan.
"Tadi, Latifa ingin naik ayunan, ternyata sudah keduluan Atika, Kak Gendis bilang ke Atika, pinjem ya ayunannya, gantian mainnya. Atika marah dan mendorong kak Gendis hingga jatuh, kemudian kak Gendis menangis dan berteriak teriak hingga Atika ketakutan. Latifa bilang kak Gendis jangan nangis lagi, tapi Kak Gendis malah menangis semakin kenceng." ucap Latifa mengadu.
"Latifa lanjut makan sendiri ya tinggal sedikit lagi, umi ada urusan sebentar." ucap Umi Sifa.
"Iya umi." ucap Latifa.
Umi berjalan mendekati Gendis. Gendis pun menoleh ke arah umi. Tidak ada senyum ataupun sekedar obrolan. Hanya diam.
"Gendis, mari kita pulang Nak, ikut umi ke taman kita lihat kupu kupu yang terbang, Gendis ingin terbang bukan?." ucap umi Sifa membujuk.
"Iya umi, apakah kita tidak jadi bernyanyi umi?" tanya Gendis kepada umi.
"Kita akan menyanyi ditaman Gendis, apa kamu siap?" ucap umi semangat.
💚💚💚💚💚
"Assalamualaikum bib, ana datang sesuai permintaan antum kemarin." ucap Iqbal sambil duduk.
"Waalaikumsalam Iqbal, antum sudah datang, sini duduk." ucap Habib.
"Gimana Bib?" ucap Iqbal.
"Ini amalan antum yang ketiga. Baca Al Fatihah setiap sholat fardhu. Setelah subuh 30x, setelah Dzuhur 25x, setelah ashar 20x, setelah maghrib 15x dan setelah isya 10x. Dan dzikir Istighfar 10.000x per hari. Lakukan selama 40 hari. Jangan dirapel harus dilakukan setelah sholat fardhu. Ingat iqbal!. Surat Yasin bila sudah selesai 77x berarti sudah jangan dilanjutkan, tapi untuk hadorohan tetap amalkan setiap hari. Surat Al Mulk tetap dibaca setelah maghrib walaupun sudah selesai 40 hari. Antum sanggup Iqbal?" ucap Habib tegas.
"Sanggup Bib, insya Allah ana amanah. Bib, Gendis bagaimana?" tanya Iqbal.
"Gendis sedang dibawa jalan jalan oleh umi, biar refreshing katanya." ucap Habib datar.
"Ana permisi dulu ya Bib." ucap Iqbal, sudah hendak berdiri.
"Iqbal, apakah antum tahu sesuatu? Tadi malam Gendis mengigau dan bermimpi buruk. Setelah terbangun, umi pun bertanya tentang mimpinya. Gendis bercerita tentang mimpinya yang jatuh ke dalam sumur bersama dengan uang uangnya. Apa sebelumnya Gendis pernah bermimpi yang sama?" ucap Habib menyelidik.
*Deg.....
Deg.....
Deg*.....
"Iya bib, pernah dan lebih parahnya ada kejadian buruk yang menimpanya setelah bermimpi buruk itu." ucap Iqbal menahan air matanya ketika mengingat kejadian itu.
"Coba antum ceritakan pada ana, dengan jelas." ucap Habib tegas.
FLASHBACK OFF
Kejadian ini adalah awal yang buruk setelah pernikahan siri kita, dan setelah Gendis bersyahadat. Cobaan silih berganti dalam kehidupan rumah tangga kita, bib.
Waktu itu Gendis sedang ada masalah besar di keluarganya. Dan mengharuskannya bolak balik Jakarta ke kampungnya. Gendis pun jadi sering ijin dan cuti bekerja untuk pulang ke kampungnya. Kakak perempuannya yang digadang gadang sebagai anak penurut, disayang keluarga besarnya karena memiliki suami yang kaya dan seiman serta berpendidikan tinggi, sesuai dengan bibit, bebet dan bobot yang diinginkan keluarganya pun tidak luput dari masalah, ternyata suaminya berselingkuh hingga mempunyai anak dan sejak berita itu trending di keluarga, Kakak Gendis di talak bercerai oleh Suaminya.
Mereka sudah 13 tahun menikah dan belum juga mempunyai anak. Sudah melakukan berbagai upaya, dari ikut senam agar hamil, minum susu untuk persiapan kehamilan, minum herbal, terapi di rumah sakit ternama tapi semua hasilnya NIHIL.
Karena Gendis terlalu sering ijin tidak masuk kantor, membuat beberapa pekerjaannya seperti laporan harian, mingguan dan bulanan menjadi terbengkalai. Belum sempat diselesaikan pekerjaannya, pimpinan memberitahukan akan ada sidak. Untuk bagian keuangan akan ada cash opname.
Setelah cuti satu Minggu, Gendis pun belum mengecek pendapatan harian, nota-nota pengeluaran, piutang, ataupun kas bon karyawan. Tiba tiba ada audit dari pusat secara mendadak, lebih parahnya setelah dicek terjadi selisih antara cash opname dan laporan bulanan terakhir. Gendis pun belum sempat membuktikan kekeliruannya dalam pengerjaan laporannya, dianggap menyalahgunakan jabatannya. Gendis pun di bawa ke Polda untuk diperiksa dan di BAP. Pada hari itu juga, Gendis ditetapkan menjadi tahanan Polda atas kasus penggelapan dana, Pasal 374 KUHP.
Mendengar kabar itu bagai tersambar petir disiang hari yang cerah. Air mataku otomatis meloloskan diri dari ujung mataku tanpa ada aba aba. Aku tak kuasa menahan kesakitan batinku.
Jujur aku menangis, aku laki laki tapi aku menangis sejadi jadinya dikamar mandi Polda. Aku ingin teriak, dan aku melakukan teriakan itu sekencang kencangnya, aku meluapkan semuanya, semua KEKECEWAANKU tapi kepada siapa! kepada SIAPA AKU HARUS MENGADU!!!!!!!!
Kenapa semua masalah datang silih berganti, apa gunanya aku bertobat jika hidupku masih berantakan seperti ini.
HIDUPKU KOSONG TANPAMU GENDIS!!!!!!!!! KENAPA HARUS KAMU, BIAR KUGANTIKAN SEMUA PENGORBANAN MU TERHADAPKU.
GENDISSSSSSSSS!!!!!!!!!!!................
----------------------------------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
subhanalloh.....
wanita surga " Sayyidah Fatima Az-Zahra "
❤️❤️❤️
NEXT
bisa mampir lagi
apa kabar ?
alhamdulillah baru sempat mampir lagi 😊😊🤗🤗
mohon dukungan
My lovely Gea
Istriku dokter Cintaku