NovelToon NovelToon
Cassandra

Cassandra

Status: tamat
Genre:Romantis / Percintaan Konglomerat / Kehidupan di Sekolah/Kampus / CEO / Tamat
Popularitas:10M
Nilai: 5
Nama Author: NadiraBee

Follow Instagram Author @tulisan_bee 😘

Session 1 - Xavier - Cassandra [Tamat]
Session 2 - Roman - Alesha [Tamat]

Session 3 - Ongoing

Tiga tahun menjalani pernikahan akhirnya membawa Alesha pada keputusan penting, yaitu meminta perceraian dari sang suami, Roman Alvero.

Apakah keretakan rumah tangga itu akan berakhir di persidangan? Atau mampukah Roman, mempertahankan Alesha sekali lagi?

~Selamat membaca terima kasih sudah mampir~ ♥️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NadiraBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Jadi Milikku

"Entah bagaimana dia tiba-tiba sudah jadi bagian dari kehidupanku." ~Cassandra Aglenia.

.

.

.

"Selamat datang, silahkan pesanannya," ujar Cassandra berbalik menghadap mesin kasir, bersiap untuk melayani pelanggan selanjutnya. Seorang pria telah berdiri di depannya dan tersenyum.

"Kau ada waktu?" tanyanya santai.

Cassandra berdehem.

"Maksudmu?"

Xavier membuka dompetnya.

"Sepertinya tidak terlalu ramai. Bagaimana kalau temani aku minum di sana?" tunjuknya pada sebuah meja di dekat smocking area.

Cassandra melengos malas.

"Aku sibuk!" Dia mencoba tetap berkata dengan nada ramah.

Xavier mendekatkan dirinya pada meja kasir dan berbisik pelan.

"Ada yang ingin kukatakan padamu."

Cassandra menghela napas dan melihat sekeliling. Siang itu terik namun pengunjung kafe tidak begitu ramai. Sebenarnya dia tidak terlalu sibuk. Dia bisa saja menuruti permintaan Xavier untuk duduk bersamanya, namun apa untungnya untuk dia?

"Baiklah. Pesananmu?" tanyanya cuek.

"Thai Tea saja. Dan Chocolate Iced untukmu," jawab Xavier ramah.

"Ah, kau mentraktirku kali ini?" tanyanya sembari melotot pada lelaki itu. Xavier menaikkan bahunya.

"Tentu saja. Jika kau tak suka maka ganti sesukamu, aku akan tetap bayar," ujarnya mengeluarkan selembar uang dan menyerahkannya pada Cassandra.

Gadis itu menerima uang yang disodorkan Xavier lalu menekan tombol di layar mesin kasirnya cepat. Dia memberikan kembalian dan struk pembelian kepada lelaki itu, yang langsung disambut oleh Xavier.

"Tunggulah di sana. Akan kubawa pesananmu," Cassandra menyuruh Xavier untuk duluan pergi. Xavier mengangguk dan tersenyum, sejurus kemudian dia telah berjalan meninggalkan antrian dan menuju sebuah kursi di dekat kaca.

Cassandra menyiapkan pesanan Xavier dan menyenggol Alesha pelan.

"Tolong gantikan sebentar ya, aku ada tamu," bisiknya. Alesha mengangguk mengiyakan.

Cassandra berjalan dengan menenteng sebuah nampan berisi dua buah gelas di atasnya. Dia menuju tempat Xavier duduk dan mengambil posisi tepat di depannya.

Xavier terlihat tampan siang ini, dengan dua kancing kemejanya paling atas yang dibiarkan terbuka, entah bagaimana sukses menambah kemaskulinan lelaki itu. Belum lagi dengan aroma parfum mahal yang menjadi ciri khas Xavier, meningkatkan kharismanya menjadi lebih menarik.

Xavier mengambil gelas yang disodorkan Cassandra sembari mengucapkan terima kasih. Dia menengguk Thai Tea-nya perlahan.

"Apa yang mau kau katakan?" tanya Cassandra to the point.

Dia menyilangkan tangannya di depan dada, memasang posisi tidak nyaman, agar lelaki itu cepat menyelesaikan urusannya. Dia merasa dia tidak punya sesuatu hal pun untuk dibicarakan dengan Xavier.

"Cassandra," Xavier memanggil nama gadis itu pelan, meletakkan gelasnya di atas meja.

Cassandra membalas tatapan Xavier yang tajam padanya, tidak tahu apa maksud dan arti dari tatapan itu.

"Apa kau menyukai Arjuna?" tanya Xavier datar.

Cassandra sedikit kaget mendengar pertanyaan itu di tengah hari seperti ini di tengah jam kerjanya, terlebih lagi yang menanyakannya adalah seseorang yang Cassandra anggap bukanlah seseorang yang pantas menanyakan perihal perasaan dan kehidupan pribadinya.

Cassandra melengos kesal.

"Apa katamu?!" Dia menaikkan sedikit nada suaranya, berharap pria di depannya ini menangkap kekesalan yang dia perlihatkan lewat raut wajahnya.

"Aku bertanya apa kau menyukai Arjuna. Kau tidak dengar?" tanya Xavier lagi, kali ini dengan lebih santai.

Dia bahkan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dan sepertinya menikmati perbincangan mereka.

Cassandra tak habis fikir dengan lelaki ini.

"Kenapa? Kau mau mencomblangkan aku dengan Mas Juna jika aku menyukainya?" gerutu gadis itu lagi. Kali ini Xavier melebarkan matanya.

"Apa itu yang kau harapkan?" Xavier menatap lekat pada Cassandra.

Wah, semakin tak tahu diri lelaki satu ini, batin Cassandra dalam hati. Setelah menuduhnya pencuri, kemudian menarik tangannya di kafe semalam, kini dia bertanya dengan santai tentang perasaan Cassandra terhadap Arjuna? Bukankah dia sudah keterlaluan?

"Dengar." Cassandra berusaha mengatur nada suaranya, agar tidak perlu mengeluarkan amarah berlebihan pada Xavier.

"Aku rasa kita tidak perlu mengurusi perihal perasaan satu sama lain. Aku tidak mengenalmu, dan kau tidak mengenalku dengan baik. Jadi kurasa pertanyaanmu itu agak sedikit kurang pantas, benar?" cerocos Cassandra kesal.

Xavier mengambil gelasnya dan meminumnya perlahan.

"Aku," katanya terputus.

Cassandra sudah memberikan tanda untuknya berhenti berbicara dengan menaikkan tangannya ke udara, tepat di depan hadapan Xavier. Membuat lelaki itu diam seketika.

"Bukankah kau tadi bilang akan mengatakan sesuatu, kenapa malah bertanya yang tidak-tidak?!" Cassandra semakin gusar.

Gadis itu bangkit dari kursinya, berbalik hendak melangkah pergi namun tangan Xavier telah menahan lengannya terlebih dahulu.

Cassandra terdiam mematung di posisinya, cepat memutar badannya menghadap Xavier yang masih terduduk diam di posisinya.

"Lepaskan!" ujarnya keras.

"Duduklah. Sebentar lagi," balas Xavier pelan.

Cassandra kembali duduk dengan segudang rasa kesal di dalam hatinya. Untuk kedua kalinya dia berusaha menarik paksa tangannya dari genggaman pria itu, pria asing yang menuduhnya pencuri, yang baru dikenalnya dalam beberapa hari ini.

"Apa?!" Cassandra menaikkan nada suaranya. Namun dia tetap menuruti perkataan Xavier untuk kembali duduk tepat di depannya.

Xavier menghela napas kecil dan tersenyum.

"Aku bertanya padamu dan ingin mendengar jawabannya. Karna yang ingin aku katakan akan bergantung dari itu," jelas Xavier, mengundang tanda tanya pada Cassandra.

Gadis itu punya berbagai macam spekulasi di kepalanya. Apa yang akan dikatakan Xavier berkaitan dengan jawabannya? Apa maksudnya itu?

"Maka jawablah. Dan aku akan mengatakannya padamu. Kau suka Arjuna?" pertanyaan sama yang ketiga kalinya diajukan Xavier.

Cassandra menimang sesaat sebelum menjawab. Dia tidak ingin orang lain tahu perasaannya. Dia tidak ingin membaginya dengan siapapun. Terutama dengan pria ini. Namun sebersit rasa penasaran telah menyelimuti Cassandra, dia ingin tahu apa kira-kira yang akan dikatakan Xavier.

"Hmm," ujarnya pelan.

"Bagaimana jika jawabanku tidak? Apa yang akan kau katakan?" Cassandra menaikkan alisnya, menerka-nerka seperti apa reaksi dari Xavier.

"Jika tidak, maka aku akan berkata "baguslah", itu saja," kata Xavier lagi.

Cassandra mengernyitkan dahinya. Xavier terlihat mengeluarkan kotak rokok dari saku celananya.

Cassandra semakin penasaran dibuatnya.

"Bagaimana jika jawabanku iya?" tanyanya lagi, kali ini menunggu reaksi dari Xavier dengan lebih serius.

Dia sudah mengatakan yang sesungguhnya, mari lihat apa yang mau dikatakan pria ini, batinnya. Cassandra memperbaiki posisinya, mencondongkan sedikit badannya ke arah Xavier. Ingin mendengar jawaban lelaki itu dengan seksama.

Xavier mengambil sebatang rokok dan menyalakannya dengan sebuah mancis, menyelipkan di sela bibirnya yang tipis.

"Jika jawabanmu begitu, maka yang ingin aku sampaikan...," Xavier memotong kalimatnya, membuat Cassandra semakin penasaran. Gadis itu memicingkan matanya tidak yakin.

"Bersiaplah untuk melupakannya. Karna kau akan jadi milikku." Xavier mengembuskan asap rokoknya ke udara, tersenyum tampan pada Cassandra yang melongo di kursinya.

Xavier dapat melihat kekesalan yang memuncak melalui manik besar Cassandra. Gadis itu menarik napas panjang sebelum menanggapi kata-kata Xavier barusan.

"Sinting!" umpatnya berapi-api.

.

.

.

🌾Bersambung🌾

~Yuk dukung dgn like, vote dan komen ya readers.. selamat membaca 🙏

1
KimYoona
baiklah.. tp awas kalau kamu menyakitiku😄
KimYoona
dikira penjahat ternyata malah calon mertua🤣🤣
KimYoona
awas kalau sampai Xavier nyakitin anak gadis orang
KimYoona
so sweeettt😍😍
KimYoona
terima saja Cass , manfaatkan dia dgn baik.. toh dia juga bukan pria baik2 dia punya niat terselubung deketin kamu
KimYoona
tak kutuk kamu bertekuk tulut sama sama Casandra ya Xavier
KimYoona
bisa2nya mau nikung teman🤣🤣 dibilang sinting gk terima
KimYoona
sinting emang🤣🤣 gk jelas banget🤣🤣
KimYoona
berarti gk usah dicari.. sudah saatnya move on
KimYoona
aku lupa pernah baca apa gk novel yg ini, kalau yg my fake bridal sih udah. walaupun skg udah agak lupa critanya
kalau novel ini kayaknya seru jadi mau lanjut baca dulu
Erna Wati
ini kok.lama ya kelanjutannya
Erna Wati
pernah baca ini...bagus cerita nya walau nguras emosi
Erna Wati
kaisar nya kpn ini sudah 2026
Erna Wati
nangisss aku tor..kasihan kaisarrr
Erna Wati
pernah baca tpi lupa
reader's cute
baca kesekian kalinya,,ttp aja baperrrrr
Khusnul Khotimah
/Facepalm//Facepalm/
Aprillia Lestari
bagus bgt jalan ceritanya
Frida Niah
cukup menarik
Siti Julaeha Julai
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!