NovelToon NovelToon
SALAHKAH AKU TURUN RANJANG

SALAHKAH AKU TURUN RANJANG

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: mama reni

*Karya TOP 10 YAAW 2024*

Aksa harus menelan pil pahit saat istrinya, Grace meninggal setelah melahirkan putri mereka. Beberapa tahun telah berlalu, tetapi Aksa masih tidak bisa melupakan sosok Grace.

Ketika Alice semakin bertumbuh, Aksa menyadari bahwa sang anak membutuhkan sosok ibu. Pada saat yang sama, kedua keluarga juga menuntut Aksa mencarikan ibu bagi Alice.

Hal ini membuat dia kebingungan. Sampai akhirnya, Aksa hanya memiliki satu pilihan, yaitu menikahi Gendhis, adik dari Grace yang membuatnya turun ranjang.

"Aku Menikahimu demi Alice. Jangan berharap lebih, Gendhis."~ Aksa

HARAP BACA SETIAP UPDATE. JANGAN MENUMPUK BAB. TERIMA KASIH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tiga Belas

Pertanyaan Ghendis membuat Aksa terdiam. Ucapan gadis itu walau pelan tapi menusuk langsung ke jantung. Seperti menguliti dirinya. Lama dia terdiam sebelum menjawab.

"Apa alasan aku tak percaya dengan keluarga sendiri? Apa mungkin seorang istri akan mengkhianati suaminya?" Aksa bukannya menjawab pertanyaan Ghendis, tapi dia balik bertanya.

"Kenapa tak mungkin? Banyak istri atau suami yang selingkuh," jawab Ghendis.

"Aku percaya kamu tak akan melakukan itu," jawab Aksa dengan ragu.

Ghendis hanya diam dan kembali fokus dengan lukisannya. Alice turun dari bangku dan naik ke pangkuan Ghendis. Mengecup pipi miminya itu.

"Mimi cantik ...," ucap Alice.

Ghendis tersenyum mendengar ucapan bocah itu. Selalu saja bisa membuat dia bahagia dengan celetukan kecilnya. Alice-lah alasan dia bertahan dengan pria di sampingnya saat ini. Dia memikirkan ucapan ibunya, jika Aksa menikah dengan wanita lain, takutnya tak bisa menyayangi bocah itu dengan sepenuh hati.

"Anak Mimi paling cantik," balas Ghendis dengan mengecup pipi chubby ponakannya.

Aksa menatap keduanya tanpa kedip. Baru pria itu menyadari arti Ghendis bagi sang putri. Begitu sayangnya Alice dengan gadis itu.

"Mimi lapar ...," ucap Alice lagi.

"Kamu mau makan apa? Mimi masakin dulu," kata Ghendis.

"Mau spaghetti ...."

"Oke, Ratuku. Mimi masakin dulu ya. Kamu bisa main dengan papi," ujar Ghendis lagi.

Ghendis berdiri dan merapikan semua perlengkapan melukisnya. Dia melakukan tanpa menyadari jika Aksa yang memperhatikan dirinya tanpa kedip.

"Dia sebenarnya cantik, cuma penampilannya sangat sederhana dan tanpa polos tanpa sapuan make up," gumam Aksa dalam hatinya.

Malam hari setelah makan, Aksa mengatakan keinginannya agar Ghendis pergi ke perusahaan bersama dengan dirinya. Alice akan dititipkan dengan mamanya.

**

Seperti yang telah disepakati setelah sarapan Ghendis kembali ke kamar. Dia mengambil satu baju kerjanya. Memakai sedikit polesan di wajah. Dia tak mau jika karyawan di perusahaan suaminya itu mengatakan dirinya jika tak berdandan. Semua juga tahu Grace, sang kakak seorang model, yang kesehariannya selalu berdandan.

Ghendis menuruni tangga dengan langkah ragu karena takut Aksa berubah pikiran, sedangkan dia telah berdandan. Saat sampai di ruang keluarga ternyata Aksa dan Alice telah menunggu kehadirannya.

Aksa dan Alice memandangi Ghendis dengan mata melotot tanpa kedip. Bocah itu langsung mendekat dan tersenyum.

"Mimi cantik ...," ucap bocah itu dengan riang membuat Ghendis tertawa.

Aksa masih terus memandangi Ghendis dari ujung rambut hingga kaki. Menyadari dia diperhatikan, gadis itu menjadi malu.

"Kita berangkat sekarang?" tanya Ghendis untuk mengalihkan perhatian Aksa.

Tanpa menjawab pertanyaan Ghendis, Aksa berjalan. Alice dan sang istri mengekor dari belakang. Mereka akan mengantar bocah itu sebelum ke kantor.

Sampai di rumah kediaman orang tuanya, Aksa berjalan dengan menggendong sang putri diikuti Ghendis dibelakangnya. Pintu terbuka dengan sendirinya. Melihat Aksa datang dengan istrinya, sang mama tersenyum semringah. Dia berdiri menyambut gadis itu dan memeluknya.

"Cantik banget kamu, Sayang!" ucap Mama Reni dengan senyum manisnya.

"Terima kasih, Ma," balas Ghendis dengan tersipu malu.

"Kamu kerja lagi?" tanya Mama Reni. Dia mendengar dari Aksa jika menantunya berhenti bekerja untuk mengurus sang cucu.

"Hanya sementara saja, Ma. Membantu Mas Aksa di kantor," jawab Ghendis.

"Apa ini benar Aksa? Mama senang jika kalian satu kantor. Biar Alice mama yang jaga," ujar Mama Reni dengan penuh semangat.

'Cuma satu minggu Ma," jawab Aksa. "Maaf Ma, aku tak bisa lama di sini. Ada banyak pekerjaan di kantor."

Aksa lalu berjalan meninggalkan rumah kediaman orang tuanya setelah pamit dan bersalaman. Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam, larut dengan pikiran masing-masing.

Sampai di kantor, karyawan yang telah hadir memandangi kedatangan keduanya saat memasuki gedung. Ini pertama kalinya Aksa datang membawa istrinya itu.

"Mbak Ghendis cantiknya alami. Tak membuat bosan," ucap salah seorang karyawan dan ternyata dapat di dengar Aksa. Matanya melotot memandangi karyawan itu sehingga dia menunduk ketakutan.

Sampai di ruang kerja Aksa, Ghendis tak tahu harus bagaimana. Dia hanya mengamati ruangan itu. Ada foto Grace terpajang di dinding dengan ukuran sangat besar.

"Beruntung banget kak Grace dicintai dengan brutal oleh suaminya. Jika aku menikah dengan Dicky, dia pasti juga akan memperlakukan aku begitu," gumam Ghendis dalam hatinya.

"Kenapa kau masih berdiri? Duduklah!" ucap Aksa dengan tegasnya.

"Aku harus duduk di mana?" tanya Ghendis.

Aksa baru menyadari jika di ruang kerjanya hanya ada satu meja. Dia lalu berdiri dari kursinya.

"Kau duduklah di sana. Aku akan minta tim keuangan mengantar semua laporan. Kebetulan aku harus ke luar untuk menghadiri rapat," ucap Aksa.

"Baik, Mas ...." Hanya itu jawaban yang keluar dari bibir gadis itu.

Aksa lalu memanggil sekretarisnya dan meminta membawakan semua laporan keuangan. Sekretaris itu memandangi wajah Ghendis dengan cemberut.

"Kenapa dia yang duduk di kursi Pak Aksa. Padahal aku kira Pak Aksa tak akan mungkin bisa jatuh cinta lagi, melihat kebucinannya dengan sang istri. Ternyata gadis ini mampu juga menaklukkan pria cool itu. Aku yang sudah lama menginginkannya harus mundur setelah tahu dia menikah lagi," gumam Tuti dalam hatinya.

"Tuti ... kenapa diam saja!" bentak Aksa melihat sang sekretaris hanya berdiri tanpa melakukan apa-apa.

"Maaf, Pak. Apa tadi yang Pak Aksa katakan?" tanya Tuti.

"Kamu kenapa? Tak biasanya kamu tak fokus begini!" bentak Aksa.

Tuti terdiam mendengar bentakan pria itu. Selama empat tahun bekerja dengan Aksa, baru kali ini dia dimarahi. Dan yang membuat dia malu, karena dilakukan di depan istri Aksa.

Ghendis memandangi wajah Tuti dengan rasa iba. Dia pikir Aksa memang sering marah begitu dengan seluruh karyawannya.

"Minta semua laporan keuangan dan serahkan pada istriku!" ujar Aksa dengan penuh penekanan.

"Baik, Pak," balas Tuti masih dengan menunduk. Wajah nya terlihat memerah menahan malu dan juga menahan agar air mata tak tumpah membasahi pipinya.

Dia langsung berjalan ke luar ruangan tanpa menoleh lagi. Setelah Tuti menghilang, Ghendis langsung berucap.

"Apa begitu cara memperlakukan karyawanmu, Mas?" tanya Ghendis.

"Kau tak perlu tahu bagaimana cara aku memperlakukan mereka. Aku lebih paham apa yang baik untuk mereka!" jawab Aksa.

Tak berapa lama, Tuti kembali lagi setumpuk berkas. Dia lalu meletakan di meja kerja yang biasa Aksa gunakan.

"Ini semua berkas yang bapak minta," ucap Tuti dan meletakan semuanya di meja.

"Terima kasih, kamu bisa kembali!" ucap Aksa. Tuti lalu pergi meninggalkan ruangan itu setelah memberikan semua laporan.

"Aku akan pergi. Aku harap kamu bisa mencari letak kesalahannya pembukuan itu. Saya sudah lelah mencarinya tapi belum menemukan," ucap Aksa mengakui kekurangannya.

"Akan aku usahakan mencari kesalahannya jika ada. Mas jangan kuatir," jawab Ghendis. Dia lalu mulai membukanya.

Gadis itu langsung larut dengan pekerjaannya. Aksa yang duduk di sofa memperhatikan tanpa kedip. Setengah jam kemudian dia pamit.

Sebelum meninggalkan ruang kerjanya itu, Aksa mendekati Ghendis.

"Aku akan memberikan bonus yang besar jika kamu bisa mencari letak kesalahan dan kecurangan yang karyawan aku lakukan. Aku akan menghadiri rapat. Jika kamu merasa lelah, di balik lemari itu ada kamar tersembunyi. Kamu bisa beristirahat di sana!" ucap Aksa.

Ghendis hanya menganggukan kepalanya menjawab ucapan Aksa. Dia masih tetap fokus dengan laporan di depannya.

"Kau tampak berbeda jika sedang serius begitu," gumam Aksa dalam hatinya.

...----------------...

1
Tamirah Spd
Walau Alice anaknya Aska tapi Grace berhubungan badan dgn rutin dgn Jack ya menjijikkan, pantas diatas ranjang Grace lebih lihai dari suaminya karena bercocok tanam dgn ahlinya wesss angellllll.,!!!
Tamirah Spd
Sudah ketemu benang merah nya.wajarlah mama nya Grace beda bedakan kasih sayang ,yg satu anak kandung satunya lagi anak madunya.Su ami pulang kerumah bawa bayi istri kedua, lalu disuruh mengasuh,mau menolak dia terlalu cinta dgn suaminya.Kalau aku diposisi itu jelas sakit hati. Tapi paling tidak setelah Gendis dewasa ya jelaskan, tentu Gendis akan mengerti apa posisinya dirumah itu, dan dia akan menghormati ibu sambungnya.
Tamirah Spd
Tokoh dan nama orang Indonesia,tapi visual nya Drakor atau Dracin.Aku baca novel sebelah visualnya orang lokal mereka cantik dan ganteng gak kalah sama orang manca negara.Maaf sekedar masukan.
Tamirah Spd
Gak perlu membandingkan dgn istri yg telah meninggal.
Di dunia ini gak ada orang yg sama watak dan kepribadian nya, masing masing orang akan berbeda,kesempurnaan adalah milik Allah.
MiMi Chan
nice
amilia indriyanti
memang salahmu
Linda Wati
ya pasti hamil
Linda Wati
Tes DNA aja
Linda Wati
Anak dapat adopsi kali 😄
Evi Goenharto
halah alesan aja Aksa pake skin to skin...modus 🤣🤣🤣🤣
Evi Goenharto: maaf thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
Evi Goenharto
othor ngeselin bgt...udh tegang jg nih kok malah disuruh nunggu besok kan jd pusing hahaahhaahahaha 🤣🤣🤣🤣
Jhon Kuni Wong
Luar biasa
Endang Sulistia
sebenarnya aku pengen gendis nyusul diki
Endang Sulistia
harusnya yg mati mamanya gendis Thor 😤😤😤
Anisa Ayesa
nyeseekk sampe sini
Anisa Ayesa
yookkkkk kita mulaai ngehalu novel nya😍
ummy Saadah
gendhis nih kayak aku. pikiran suka melayang2 setiap mau tidur. pikiran berisik jdinya kena mental, stres 😂
Ray
emang melupakan amat sangat sulit apalagi bagi kaum wanita
Inooy
pantas aj terpilih KARYA 10 TOP YAAW 2024,,cerita nya bagus, alur nya jelas, tiap kata tiap kalimat tertata minim typo lg..dn d cerita ini ada pelajaran yg bisa qta ambil, d sini qta belajar ikhlas, belajar tulus, belajar menghadapi masalah jangan menghindari apalagi sampe lari dr masalah..dn yg paling aq suka,,g terlalu menguras emosi 🤭
Inooy: sama sama MAMA RENI 😊
total 2 replies
Inooy
hahahahaha...bisa2 nya Aksa menunda momen yg lg d tunggu2 para pembaca,,dia bilang biar qta2 para pembaca pada penasaran lg..hhadeuuuuuhh kulkas 7 pintu ngedadak ngabodooorr 🤦‍♀️🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!