NovelToon NovelToon
Pesona Sang Pelintrik

Pesona Sang Pelintrik

Status: tamat
Genre:Pelakor / Tamat
Popularitas:128.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Al Orchida

IG : al_orchida66

Tiga tahun lalu, Irma pernah diramal oleh seseorang kalau ia akan kehilangan suaminya. Namun, siapa sangka dengan cara yang tidak pernah terbayangkan?

Suami Irma terpikat oleh pesona dukun lintrik. Pria itu bahkan tak segan menceraikan Irma demi bersama wanita jahat yang memiliki jaringan paranormal di ujung timur Pulau Jawa.

Sanggupkah Irma mempertahankan pernikahan yang sudah terbina selama delapan tahun di tengah badai asmara suaminya dan wanita pelintrik?

Sementara keselamatan dirinya terancam oleh santet dari paguyuban paranormal tempat Sang Pelintrik bersarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Orchida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Pintar 2

Irma berinisiatif menghubungi Beni lewat telepon. Ia ingin minta maaf dan memperbaiki hubungan, sekaligus membuktikan omongan orang pintar yang baru saja dikunjunginya. Sejujurnya, Irma sendiri masih belum percaya seratus persen soal pelet lintrik yang disampaikan Pak Dulah.

Namun, Beni bukan hanya tidak mengangkat telepon, tapi sengaja menolak panggilan dari Irma. Beni juga tidak membalas pesan-pesan yang dikirimkan Irma.

Tiga kali Irma memancing suaminya dengan meminta tolong untuk menjemput anak-anak mereka nanti ketika pulang sekolah, tapi tetap saja Beni tidak merespon pesannya. Irma diabaikan seperti orang lain yang tidak pernah dikenal Beni.

Irma mulai yakin kalau Pak Dulah benar. Karena Beni tidak pernah seabai itu kalau Irma membahas soal anak-anak.

“Mbak … makan dulu!” Dewi menyentuh bahu Irma, mengingatkan untuk yang kedua kali agar Irma tetap makan agar tidak sakit.

Irma mengangguk lesu, melanjutkan melamun dengan mata berkaca-kaca. Tak lama ia bertanya dengan antusiasme tinggi pada Dewi. “Aku kok tiba-tiba inget Elz ya, Wi!. Dimana rumah peramal sableng itu? Kamu punya kontaknya?”

Dewi menjawab, “Aku nggak kenal baik sama Elz, Mbak! Lagian udah lama banget nggak pernah ketemu sama dia. Waktu Elz dimarahi anak-anak toko karena meramal seenak jidatnya … Elz nggak pernah main ke toko lagi. Jadi dulu itu memang pertemuan terakhir!”

“Tapi apa yang diramal sama Elz kenapa bisa bener semua ya, Wi? Aku jadi takut kalau aku memang akan kehilangan Mas Beni seperti yang pernah dikatakan Elz. Aku nggak minta diramal kan waktu itu?”

“Bisa jadi semua cuma kebetulan, Mbak! Udah nggak usah dipikirin, udah ada syarat dari Pak Dulah. Mbak Irma tinggal melakukan apa yang disuruh Pak Dulah dan tunggu hasilnya seminggu lagi.”

Irma tercenung, baru beberapa jam Beni pergi, hidupnya sudah sangat hampa. Ia sungguh tak siap dengan yang namanya perpisahan. Ingatannya kembali pada obrolan tadi pagi ketika Beni mengungkapkan rasa tidak bahagianya bersanding dengan Irma.

Jelas Irma merasa bersalah, ia pikir selama delapan tahun pernikahan, mereka berdua sangat bahagia. Ternyata, yang bahagia hanya dirinya. Sementara Beni sebagai pasangannya hanya berpura-pura.

Irma memejamkan mata sesaat untuk menghalau air mata yang hampir jatuh. "Kita pulang aja, Wi!"

"Iya, Mbak! Sebentar lagi."

Lima belas menit berikutnya, tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang muncul dari salon seberang warung. Tukang warung tidak bisa memberikan informasi berarti selain membenarkan kalau salon itu milik Madam Suzan.

Irma merasa lelah hati dan fisik. Ia sudah membuang waktu cukup lama di warung itu. Irma butuh istirahat. Bisa dibilang ia sangat kurang tidur, dan hanya sarapan satu sendok di rumah. Nasi pecelnya utuh … dan Irma merasa tubuhnya sekarang sedikit panas seperti orang demam. Meriang.

Bukan hanya itu, Irma merasa aneh karena mendadak melow dan ingin menangis seperti anak kecil. Ada takut dan cemas yang menyusup ke dalam hatinya. Bercampur dengan sedih, marah, kecewa dan ngeri oleh sesuatu yang tak bisa dilihatnya.

WUUUSSS!!!

"Apa yang barusan lewat, Wi?" tanya Irma panik. Ia merasa ada angin kencang masuk ke dalam tubuhnya. Angin aneh yang datang entah dari mana itu tiba-tiba menghempas keras tubuh Irma hingga doyong ke samping, menyenggol bahu Dewi.

"Apa, Mbak?"

Irma spontan memegang dadanya yang berdebar keras, sesak dan berat. Ia lalu mulai mengeluh karena kesakitan. "Aduh … dadaku agak nyeri, Wi!"

“Mbak Irma punya sakit jantung?” Dewi bertanya dengan ekspresi was-was, terkejut dan juga bingung. Irma menabrak bahunya seperti sedang didorong orang lain dari samping. Padahal mereka hanya duduk bersebelahan berdua saja.

“Dewi, dadaku mulai sesak!” kata Irma dengan ekspresi orang ketakutan dan kesakitan.

Keanehan tiba-tiba saja terjadi, tangan dan mulut Irma bergerak-gerak tanpa bisa dikendalikan. Tangan Irma bergetar sendiri dan sulit untuk didiamkan, mulutnya peot ke arah pipi kiri hingga tampak seperti orang yang sedang terserang stroke dadakan.

“Mbak … nyebut yang banyak, berdoa dalam hati, berdoa terus jangan sampai putus!” Melihat Irma seperti itu, Dewi langsung mengajak Irma keluar warung. Firasatnya mengatakan ada hal buruk sedang terjadi pada Irma.

Apa yang dilihat Dewi pada Irma bukan sakit karena gangguan medis, tapi karena ada sesuatu yang baru saja masuk tubuh Irma, dan ingin menguasai. Mungkin makhluk halus jenis jin. Terlihat dari mata Irma yang menatapnya kosong.

"Ini ke-ma-na?" tanya Irma patah-patah.

"Pak Dulah, Mbak!"

Dewi membawa Irma kembali ke orang pintar karena tangan Irma bergerak-gerak tak tentu arah, semakin parah. Sesekali berusaha mencekik lehernya sendiri, tapi dilawan sekuat tenaga oleh kesadaran Irma yang masih tersisa.

"Ce-pet, Wi!" Tangan Irma sama sekali tidak mau berpegang pada Dewi, masih berusaha mencekik diri sendiri. Ditambah, mulut Irma mulai mengeluarkan bunyi gumanan seperti dengkuran harimau.

"Sebentar lagi, Mbak!" Dewi yakin, Irma sedang berjuang untuk menguasai tubuhnya agar tidak diambil alih oleh apapun yang baru saja merasukinya!

Perjalanan sepuluh menit serasa seharian bagi Irma, padahal Dewi sudah mengebut.

Dewi langsung berteriak minta tolong ke Pak Dulah begitu motor berhenti di halaman rumah sederhana bercat hijau muda tersebut.

"Pak Dulah … tolong Mbak Irma!"

“Haum, haum … haum!” Irma memukul pipinya sendiri, berusaha bicara tapi tidak bisa. Sepanjang jalan tadi, ia sudah membaca surat pendek dan ayat-ayat dari kitab suci yang dihafalkan dalam hati. Tapi tetap saja, ia tidak bisa mengusir sesuatu yang merasuk ke dalam tubuh dan ingin mencekiknya.

“Ayo, Mbak!” Dewi setengah menyeret tangan Irma agar mengikutinya masuk rumah Pak Dulah. Beruntung kedua kaki Irma masih bisa melangkah meski tangan dan mulutnya sudah sulit dikendalikan.

Pak Dulah tergopoh menyambut setelah mendengar seruan Dewi. “Bawa masuk ke ruangan saya!”

“Mbak Irma kenapa, Pak? Kok mendadak malah begini?” tanya Dewi sambil memaksa Irma agar mau melangkahkan kaki ke ruangan Pak Dulah.

“Ada makhluk gaib sedang mengunjungi Bu Irma!” jawab Pak Dulah singkat, membantu Irma duduk di dalam ruang pengobatan. “Tolong bilang istri saya untuk menyiapkan air sumber! Di dapur orangnya!”

“Baik, Pak!” Dewi keluar ruangan setengah berlari, menuju dapur tempat istri Pak Dulah.

“Haum, haum ….” Irma menggeleng keras. Menolak ketika disuruh berbaring di atas karpet oleh Pak Dulah.

***

1
🌸
makan ati punya lakik kek benny, tapi nggak sepenuhnya salah sih, kna dia spt itu bkn pure kna dari hati dia tapi ada sebabnya.
🌸
gaya ngomong beny kok kek si onoh ya
𝖓𝕯o🕷
cerita senyata nyatanya ini...
Diana Dwiari
tar yang ga kuat beni....mungkin seperti dalam ramalan elz...beni akan hilang
beni rahman
amazing
Satrya Oy
Luar biasa
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: thanks🙏
total 1 replies
Romi Tama
istimewa

sukaa
Ita Andriyani
karyamu selalu keren kk
sukses selalu dengan karya-karya indahnya 💪💪💪👍👍👍
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: terima kasih 🙏
total 1 replies
Muchamad Ikbal
Luar biasa
Hulatus Sundusiyah
beni .. beni..
semakin jauh melangkah..

makasih othor...
semangat berkarya...
Hulatus Sundusiyah
nanya ke suzan.. ya ngeles 😆
Hulatus Sundusiyah
elz.. apa sodaramya Al?
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: kisah El ada di fiezzo kak, judulnya sistem kekayaan dukuun mileenial
total 1 replies
Hulatus Sundusiyah
agak agak mikir juga akhirnya si bendoll
Hulatus Sundusiyah
elz kah?😃
Hulatus Sundusiyah
hayoo looo ben..
nyasar ni yeee
Hulatus Sundusiyah
cepet sadar ya bendool...
Hulatus Sundusiyah
modus😁
Hulatus Sundusiyah
madam ke banyuwangi ngunjungi dukunnya kah Thor ?
Hulatus Sundusiyah
kamu harus tahu penderitaan irma, bendooolll
Hulatus Sundusiyah
njuut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!