NovelToon NovelToon
Ranjang Ibu Tiri

Ranjang Ibu Tiri

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: ntaamelia

Tiba-tiba menjadi gadis penebus hutang, Aina harus merelakan dirinya dinikahi oleh pria paruh baya, sosok yang lebih pantas menjadi ayahnya.

Namun, siapa sangka, ternyata pria tersebut adalah orang yang terhubung dengan masa lalunya.

Lalu bagaimana Aina keluar dari bayang-bayang itu, sementara masa lalu terus mengejarnya. Bahkan mengikatkan tali tak kasat mata di kakinya.

Salam anu👑

Ig @nitamelia05

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Ruang Kerja Erzan

Sejak datang ke rumah utama, Gavin sudah merusak sistem CCTV. Dan sampai sejauh ini belum ada yang curiga kalau ternyata di beberapa sudut ruangan kamera telah dimatikan. Jadi, Gavin merasa cukup leluasa untuk menemui Aina.

Sebelum pagi datang, Gavin berhasil keluar dari kamar kekasihnya. Dia berpura-pura mengambil minum di dapur, agar semua orang yang ditemuinya menyangka kalau dia bangun karena kehausan.

"Aku harus secepatnya menemukan surat perjanjian itu. Supaya Daddy tidak bisa berbuat macam-macam pada orang tua Aina," gumam Gavin sambil berdiri di depan meja pantry.

Dia bukan tak ingin segera menyelematkan Aina dari kekejaman ayahnya. Namun, dia juga berpikir tentang keselamatan Bagaskara dan Dina.

Ada perjanjian yang tertulis di atas materai, andai Aina melanggar, sudah tentu kedua orang tuanya akan ikut terseret.

Gavin mulai menerka-nerka, di mana tempat Erzan menyimpan surat-surat itu. Hingga yang tercetus dalam otaknya adalah ruang kerja sang ayah.

"Sepertinya aku perlu memeriksa beberapa tempat," gumamnya lagi, lalu menaruh gelas di tempat cuci piring.

Lantas dia melanggang keluar, di pertengahan jalan dia bertemu dengan Naumi yang sudah siap berkutat di dapur untuk membuat sarapan.

"Selamat pagi, Den," sapa Naumi dengan sopan, dan Gavin hanya menjawabnya dengan senyuman.

*

*

*

Seperti hari-hari biasanya Aina menyiapkan seluruh keperluan Erzan hingga pria paruh baya itu duduk di meja makan. Namun, kali ini Erzan memilih untuk tidak sarapan, dia hanya menyesap kopinya sedikit, lalu pamit pada Gavin.

"Gav, Daddy pergi dulu yah."

"Daddy tidak ingin sarapan bersamaku?" balas Gavin dengan pertanyaan pula.

"Ada klien dari luar negeri, Daddy harus segera menemuinya."

Gavin mengangguk-angguk. "Okey, kalau begitu hati-hati. Semoga pertemuan kalian sukses."

Erzan menampakkan senyumnya yang menawan. Sambil berjalan dia berkata dengan nada congkak. "Aku tidak pernah gagal dalam berbisnis, Boy."

Ya, karena Daddy hanya gagal dalam pernikahan. Dua kali. Batin Gavin seraya menatap sang ayah yang mulai menjauh dari pandangannya.

Setelah selesai sarapan, Gavin tidak langsung pergi ke kampus. Karena dia sudah memiliki rencana untuk memeriksa ruang kerja ayahnya.

Dengan tatapan waspada Gavin memeriksa keadaan sekitar. Saat dia sudah merasa aman, dia langsung membuka pintu ruangan itu menggunakan kunci cadangan.

Ceklek!

Gavin langsung masuk dan kembali mengunci benda persegi panjang itu.

Ruang kerja Erzan nampak gelap, hingga tangan Gavin merabaa-rabaa untuk mencari saklar. Begitu lampu menyala, Gavin tak membuang waktu lagi, dia segera membuka laci dan apa saja yang bisa dia periksa.

Namun, hampir setengah jam berlalu, Gavin belum menemukan apa yang dia cari. Di sini hanya ada berkas-berkas perusahaan dan juga beberapa surat penting.

"Cih, di mana Daddy menyimpannya?" gumam Gavin seraya menyugar rambutnya ke belakang. Sementara keringat mulai memenuhi dahi dan turun hingga ke tulang pipi.

Tanpa banyak bicara dia kembali mengobrak-abrik meja kerja ayahnya. Hingga waktunya terbuang dengan percuma. Karena usahanya tak membuahkan hasil.

"Damn it!" umpat Gavin dengan raut wajah kesal.

"Sepertinya Daddy menyimpan surat itu bukan di tempat yang sembarangan. Cih, seolah-olah dia menganggap Aina penting, padahal tidak!"

Akhirnya Gavin memutuskan untuk menghentikan pencariannya. Dia akan melanjutkannya besok, sampai dia menemukan surat perjanjian itu.

*

*

*

Saat Gavin hendak pergi ke kampus, dia melihat Aina yang keluar dari rumah dengan pakaian rapih. Gadis itu juga membawa tas jinjing, persis seperti hendak berpergian.

Seperti perkiraannya, Aina benar-benar keluar dari gerbang rumah utama. Karena gadis itu mendapat perintah dari Erzan, untuk belanja bulanan.

Namun, tidak ada supir yang mengantar, sebab Aina tidak diperbolehkan memakai fasilitas itu. Menegaskan sekali, bahwa di rumah ini, Aina bukanlah nyonya.

Mobil Gavin akhirnya melandas melewati Aina. Gadis itu hanya melirik sekilas, lalu sudut bibirnya terangkat. Dengan melihat mobil kekasihnya saja, dia sudah merasa bahagia.

Bahkan jantungnya berdebar lebih keras.

Saat Aina hendak memesan taksi online, tiba-tiba ada sebuah pesan singkat dari Gavin.

[Aku menunggumu di lampu merah pertama.]

Aina kembali mengulum senyum, dia tahu Gavin akan menggunakan kesempatan ini agar mereka bisa pergi berdua.

"Gavin memang yang terbaik," ungkapnya.

***

Oh jelas lah, Neng🙃🙃 Makin tergavin-gavin gak tuh😝

1
antha mom
huhhhh akhirnya happy ending 👍👍👍👍😘😘
antha mom
sangat suka ceritanya 👍👍👍
antha mom
hukum tabur tuai akan Kamu rasakan danesh
Gia Nasgia
Buah dari kejahatan yg meninggalkan penyesalan
Gia Nasgia
Otw nikah bang Gavin
Gia Nasgia
Nah lho 😂🤫
Gia Nasgia
Titik terang mulai kelihatan
Gia Nasgia
cemungut pak pengacara untuk kebebasan Gavin 😍
Gia Nasgia
Kirim aja di segitiga bermuda 😏
Gia Nasgia
Dasar pemuja harta 😡
Gia Nasgia
Kayaknya pak Bagas nggak tahu klau Gavin bukan anaknya Dad Erzan
Gia Nasgia
Next
Gia Nasgia
Kebenaran cpt atau lambat pasti akan terungkap
Gia Nasgia
Walau bagaimana pun Dad Erzan sdh mengnggap mu anak sendiri
Gia Nasgia
Akhirnya bom nya meledak juga
Gia Nasgia
Waduh jangan sampai hubungan Gavin dan Aina ketahuan dgn Ersan
Gia Nasgia
Aina dan Gavin cari masalah dgn memakai gelang couple
Gia Nasgia
Next
Gia Nasgia
sdh curiga dari awal klau Gavin bukan anak kandung makanya Danesh mengnggap Gavin bukan layaknya saudara
Gia Nasgia
Ini kakak kandung atau kakak tiri 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!